Pembalasan Termanis

Pembalasan Termanis
32.wangi


__ADS_3

"perbaiki dan keluar" teriakan Eros terdengar sampai ke luar ruangannya.


suasana Burton Grup terlihat menegangkan, hampir semua yang memberi laporan akan kembali dengan wajah muram. CEO mereka slalu menemukan kesalahan pada setiap laporan yang diserahkan.


"Bandi ini sudah siang, tanya Artur apa nyonya mudamu sudah makan" ucap Eros kesal


Eros belum melihat wajah istrinya sejak kemarin, setelah mereka bertengkar, Meira tidak mau keluar dari kamarnya. bahkan tadi pagi saat sarapan pun eros tidak melihatnya. Eros marah,dia hanya ingin istrinya meminta maaf padanya, lalu berjanji tidak akan pergi dari sisinya.


"maaf, tapi Artur menjawab tidak tau" ucap Bandi pelan


"APA..." teriak Eros keras


"gimana bisa nggak tau, tugasnya adalah melindungi nyonya mudanya" bentak Eros


"bukan gitu tuan Muda, tapi Artur tidak bisa menjawabnya, dia tidak mau nyonya muda memarahinya,dia takut nyonya muda memecatnya" Ucap Bandi dengan nada yang aneh.


"astaga" ucap Eros kesal, dia teringat perintah istrinya, Artur tidak bisa berkutik.


"ayo pulang" ucap Eros lelah


.....


tok...tok..tok...


Eros mengetuk pintu kamar meira. lalu membukanya, meira terlihat tengah yang sedang asik tiduran sambil menonton di hpnya, astaga dia terlihat santai sementara eros melewati setengah harinya dengan kesal. eros menutup pintu kamar,lalu langsung menjatuhkan badannya di kasur,dan memeluk meira dari belakang


"wangi...." ucapnya sambil mengusel uselkan wajahnya di punggung meira, amarahnya yang tadi pagi tiba tiba menguap begitu saja


"kamu udah makan" tanya eros polos


"belum" ucap Meira pelan, dia lalu diam dan membiarkan apapun yang dilakukn oleh eros


"kamu masih marah" ucap Eros


"kamu yang marah" balas Meira


"minta maaf ke aku" ucap Eros pelan


Eros tiba tiba membalikkan badan meira dan mengungkungnya di bawah badannya, wajah meira menjadi merona dan membuatnya semakin cantik


"aku nggak salah" ucap Meira dengan gugup, dia bahkan tidak sanggup melihat ke arah Eros

__ADS_1


"kenapa gugup" ucap eros senang, sepertinya wanita ini peka pada dirinya, membuat eros semakin ingin mengganggunya


Eros lalu menjatuhkan tubuhnya dengan pelan, tubuh mereka menyatu tanpa ada jarak, wajahnya dengan sengaja dia letakkan di leher meira, hingga meira bisa merasakan hembusan napas Eros di lehernya


"Eros lepasin aku" desah Meira gugup


"tarik dulu ucapanmu, janji dulu kmu nggak akan pergi dariku" ucap Eros sambil dengan sengaja mengec*p pelan leher Meira


Meira gelisah, bukankah harusnya dia marah, pria besar ini memenjarakannya, dia mendikte hidupnya, tapi entah kenapa jantungnya berdebar kencang, dia menunggu dan berharap sesuatu yang akan terjadi,dia tidak bisa membenci pria ini, dia membutuhkannya, dia menyandarkan hidupnya pada Pria besar ini.


"lepasin dulu" ucap Meira gugup


"kenapa"tanya Eros, hatinya semakin senang


"berat" ucap meira sembarangan


"oh ya" ucap Eros


Eros lalu menyangga badannya hal ini membuat wajah mereka bertemu,wajah meira semakin merona. Eros lalu mengecup bib*r Meira dengan lembut.


Bib*r meira yang lembut dan membuka, mengacaukan rencana Eros yang awalnya hanya ingin mengganggunya. Eros memperdalam ci*man mereka, menjelajah dan mencicipi rasa Meira yang slalu membuatnya rindu, membuat eros semakin malah terperangkap dalam permainannya sendiri


"tapi bukan itu yang aku mau" ucap Eroa dengan nada yang dalam,lalu mendekatkan kembali wajahnya


"aku janji" ucap Meira cepat,jantungnya serasa tidak kuat menghadapi godaan dari Eros


"gadis pintar" ucap Eros langsung mencium kembali b*bir meira dengan dalam, Eros seperti tidak bisa mengontrol dirinya untuk kembali


"apa aku boleh ke kafe itu" ucap Meira


Meira menatap Eros dengan mata besarnya yang bercahaya, Eros langsung terdiam dan kesal, tapi dia tetap tidak bisa menghindari tatapan mata itu, dia telah kalah


"Meira ingat satu hal, kau milikku dan aku nggak akan mengijinkanmu bertemu dengannya" ucap Eros sambil memegang dagu meira


"dan kalau aku sampai tau kamu bertemu dengannya,aku akan segera meminta hak ki padamu"ucap Eros


"Hak apa" tanya meira gugup


"kira kira hak apa yang belum kamu kasi ke aku istriku" ucap Eros pelan lalu bangun dari kasur Meira


"hari sudah siang, turunlah untuk makan, dan aku kembali ke kantorku dulu" ucapnya sambil mencium kening Meira.

__ADS_1


.....


"slamat siang, mau pesan apa" ucap salah satu pramusaji di kafe


Siang hari setelah makan akhirnya meira dan rombongannya pergi ke kafe di daerah D. kafe ini sedikit ramai, menunya lebih banyak ke makanan anak muda, banyak anak kuliahan yang makan sambil membuat tugas atau sekedar bergosip dengan temannya. meira sedikit merasa sayang karena harus membuat keributan, tapi Hatinya juga sudah mantap, dia harus.mencari tau apakah Via mengenalinya.


"Artur pesankan minuman untukku" ucap Meira dengan gaya sombongnya dia sengaja mencari masalah


"siap nyonya muda" ucap Artur lalu memesankan makanan


" apa ini, makanan ini rasanya jelek,lihat ada rambut di dalamnya,astaga minumannya bahkan terasa seperti air sabun" ucap Meira lalu memanggil.pelayan untuk datang


Pramusaji datang dengan cepat,dan saat dia mendekati meira, Tina yang ada di sebelah meira sengaja menjegal kaki sinpramusaji sampai dia terpeleset dan menumpahkan air yang dia bawa ke badan Meira


Byuurrtt


Sesiuai skenario meeekaMeira tersiram air, badannya basah kuyup lalu dengan marah Meotab melemparkan piringnya ke lantai hingga pecah. lalu melepehkan makanan yang sudah dimakannya, dia memang sengaja mencari masalah agar bisa bertemu dengan Via


"kamu sengaja" teriak meira marah dan membuat sang peamusaji ketakutan


"kamu tau siapa nyonya muda, panggil manajermu, atau aku akan menuntutmu" ucap Artur pada pramusaji yang melayani mereka


"maaf" ucap sang pramusaji lalu berlari keluar dan menangis


"tuan nyonya maafkan staf kami, kami akan menggantinya" ucap viola yang datang dengan cepat


"kamu manajernya" tanya Meira dengan dingin.


Pandangan mereka bertemu, viola melihat ke arah meira dengan tenang, seolah dia tidak pernah mengenalnya


"maafkan saya mbak, pemilik kafe kami saat ini tidak bisa kesini, jadi kalo ada kesalahan, saya meminta maaf,dan kami bersedia mengganti rugi" ucap Viola dengan sikap tenangnya


"apa kamu tau siapa nyonya muda kamu" ucap Artur


"saya memang tidak tau siapa dia,tapi kalau memang staf kami membuat masalah,kami siap menggantinya" ucapnya agi


"menggantinya? Emang kamu bisa,emang kamu tau brapa harga baju nyonya muda, kamu brani berurusan dengan nyonya muda kami,coba perhatikan beliau,apa kamu mengenalinya hingga btani bilang sanggup mengganti" ucap Tina sinis


"saya memang baru sekali ini bertemu dengan mbaknya, saya akan usahakan untuk mengganti" ucap Viola sedikit takut


"bahkan gajimu setahun aja belum tentu bisa dijadiin ganti rugi" ucap Tina

__ADS_1


__ADS_2