
pagi ini , Eros duduk dengan nyaman, tatapannya tak lepas dari media sosialnya ucapan selamat dan kekaguman menghiasi halaman Medsosnya, dia hanya tersenyum tanpa membalas satupun ucapan itu, Eros sedang menunggu tanggapan dari istrinya.
Istri, satu kata yang dulu slalu dianggapnya beban, tapi kini kata itu membuatnya semangatnya bangkit, kata yang slalu membuatnya khawatir, kata yang bisa membuatnya melakukan semua untuknya.
Bandi yang slalu menemani keseharian tuan mudanya pun dibuat bingung, Tuan mudanya jatuh bangun untuk melindungi istrinya,tuan mudanya memakai seluruh kekuatannya untuk istrinya,tuan mudanya memeras mereka habis habisan untuk istrinya. Tapi dimana sang istri?
Setelah kemarin,jangankan menemui suaminya, nyonya mudanya bahkan nggak mau keluar kamar, kasian sekali nasib tuan mudanya. Tuan mudanya yang slalu mendapat perhatian kaum hawa sekarang berubah dialah yang slalu mencari perhatian istrinya..
"tuan, saatnya ke perusahaan" ucap Bandi mengingatkan
"apa aku harus ke perusahaan?,aku bisa kerja dari rumah kan,bawakan saja berkasnya kesini" ucap Eros santai
"tapi tuan muda hari ini kita ada tamu penting"keluh bandi
"Siapa" tanya Eros
"tuan Besar" ucap Bandi pelan
"kali ini dia mau apa lagi" ucap Eros malas
.....
"titi" panggil Meira pada Tina
"siap nyonya muda mau saya ambilkan apa" goda Meira
"husshh,titi kita ke mall yukk,gue perlu ganti gaya" ucap MeiraTina terbengong mendengarnya,
setelah keberaniannya kemarin,Meira hanya merasa dia harus mengubah tampilannya, dia nggak mau ada yang mengenalinya sebagai Meira,sekarang dia Imelda,Imelda Burton. Tapi masalahnya dia juga nggak tau bagaimana menjadi imelda,satu yang dia tau,dia harus menghindari tampilan Meira.
Dulu Meira pernah melihat Dion memandang foto salah satu model luar negeri dengan sangat berminat,model yang slalu tampil seksi dan glamor tubuh yang berisi dan berbentuk, lengkap dengan d*da yang besar dan bibir penuh berwarna merona, jadi untuk mendekatinya Meira sengaja menambah bobot tubuhnya, tampil seksi glamour, pakaian pres body dengan makeup bold, rambut hitam tergerai, slalu memakai softlens yang berganti warna, bodohnya lagi dia bahkan sering memakai Penutup Dada dengan cup yang jauh diatasnya,agar dadanya terlihat penuh, Meira bergetar jijik dan muak pada dirinya yang dulu,hanya demi seorang baj*ngan dia tampil norak
kali ini dia akan merubahnya, dia akan tampil apa adanya, seperti yang dia suka, toh sekarang tubuhnya menjadi kurus,rambutnya sudah kembali ke warna semula,dia harus merapikan diri
"ke mall mau apa mel?tanya tina
"semua udah ada di mansion,loe mau apa tinggal kringg" goda tina
__ADS_1
"nggak gue mau ke mall, baju yang ada di sini buat aku sesak,ini bukan gayaku" ucap Meira,sebagian besar bajunya dress mirip gaya yang sering dia akai dulu
"hhmm....loe yakin" tanya tina
"heeh" jawab meira dia sudah ingin melihat dunia,apa yang berubah,
"belanja online aja gimana, kan lebih praktis" rayu tina
"gue butuh jalan jalan, atau loe pasti malu kan jalan sama cewek pincang kayak aku" tanya Meira
"astaga.....pincang dari mana, mel,.cara jalan loe itu udah mendekati normal,coba deh loe jalan sekarang, jalan loe itu keliatan ada ritme nya tau, nggak ada yang bakal bilang loe pincang, kenapa sih jadi orang kok pesimis amat" jawab tina menggebu
"makanya, gue mau tau,orang liat gue tu kayak gimana" tantang Meira
"yakin mau keluar setelah berita besar kemarin" ucap Tina
perkataan tina membuat keberanian meira sedikit menurun, tapi nggak, Eros benar,sudah saatnya dia keluar dari tempurungnya, dan yang terjadi,terjadilah
"beritanya nggak seberat itu,dan fotonya juga monokrom,kalo kita pelan pelan nggak bakal ada yang perhatiin" ucap meira yakin
"kalo ada yang perhatiin gimana"pancing tina
"klo ada yang mengenali kita" pancing tina
"Imelda nggak punya kenalan di negara ini" jawab Meira lebih pada dirinya
"ada Artur yang bisa kita ajak, pasti aman" ucap Meira, dia yakin tina akan mengelak lagi
"yakin,nggak bakalan nangis di tengah jalan?" tanya tina
"ntar pengobatanmu keganggu lho" pancing tina
sebenarnya tina sangat setuju kalau mereka keluar rumah,tapi sebelumnya tina harus membuat keadaan yang mungkin akan muncul dan membuat meira takut
"ada loe dan Artur" ucap Meira kembali meyakinkan dirinya
"yaudah kalo loe udah oke,dana siap siap dulu, gue panggil kak Artur dulu" ucap tina dengan senang hati
__ADS_1
"tapi...." ucap meira menyadari sesuatu
"hhhm... duitnya gimana," ucap Meira sambil bengong,dia menyadari kalau dia sekarang nggak ada uang,ada uang di rekeningnya tapi gmn cara ngambilnya,uang itu atas nama Meira
"buakkkakkaak" tawa Tina dengan nyaring
"Mel, loe lagi ngelawak ya" ucapnya keceplosan
"suami loe itu billioner tajir, loe nggak usah bawa uang,ntar deh gue yang atur,dah sana siap siap dulu" ucap tina
" eh titi satu lagi, gue mesti ijin dlu sama dia biar bisa keluar" ucap Meira
"telpon aja kali ya" ucap Meira sambil menghubungi Eros
"halo" pada deringan pertama, telponny telah tersambung
"nyonya, maaf tian muda sedang rapat dengan Ruan besar,apa ada yang bisa saya sampaikan" jawab Bandi di seberang
"tolong tanyain ke dia,apa aku boleh keluar rumah, Aku mau keluar sebentar, ada Tina dan Artur yang bersamaku" tanya Meira
"nyonya, tentang masalah itu,Tadi Artur sudah memberi laporan pada tuan muda, dan tuan muda sudah mengiyakannya" ucap Bandi tenang
"oke,kalo gitu aku keluar dulu makasi" ucap Meira
"nyonya, tuan juga berpesan,tina akan mengatur masalah uang belanja nyonya, smoga hari nyonya menyenangkan dan terimakasih, " ucap bandi lalu menutup sambungannya
Meira lalu melangkah mendekati lemari pakaiannya, melihat isinya yang penuh baju tanpa lengan dan dress membuat meira kembali muak,dia mencari sesuatu yang santai sampai dia menemukan celana panjang jins dan kaos t-shirt yang cukup nyaman dipakainya, dia juga menemukan sebuah bucket hat,yang lumayan bisa dia pakai menutupi wajahnya.
Setelah memakai pakaian dan merias polos wajahnya, serta membiarkan rambut panjangnya tergerai, Meira mencari sepasang sepatu kompas untuk melengkapinya. Dia pun selesai danmelangkah keluar kamar dan mencari tina.
Tina yang melihat ke arah meira hanya tersenyum, meira tampil berbeda, tidak akan ada yang mencerigai gadis muda berwajah imut ini adalah meira Yarrow yang slalu tampil berlebihan...
"ayo kita berangkat" ucap Meira sambil menggandeng tangan tina
Santai dan cuek, toh badannya juga
Rambut
__ADS_1
"