
Seperti yang sudah Harry duga sebelumnya Nyx benar-benar muncul di bar yang didatangi oleh Daniel, karena pernah bekerja di bar itu sebelumnya Nyx sama sekali tidak mendapat kesulitan untuk masuk ke dalam bar. Bahkan para penjaga dan pekerja yang ada di bar itu tidak juga mengetahui kedatangannya.
“Pion terakhir,” ucap Nyx pelan sembari menatap lurus ke arah Daniel yang sedang duduk di kursi VIP bersama tiga orang gadis seksi yang sebelumnya Frank bawa, begitu kedatangan tamu VIP dengan segera Frank mencari gadis terbaiknya untuk dibawa menemui sang tamu. “Setelah malam ini aku bisa fokus pada Harry Portland.”
Merasa keadaan aman Nyx lantas mulai bergerak, gadis itu berjalan perlahan diantara pengunjung yang sedang menari dilantai dansa pasca menenggak minuman yang mereka pesan. Musik keras yang dimainkan seorang DJ di panggung membuat suasana bar menjadi semakin panas, apalagi ditambah dengan pertunjukan erotis yang sedang dilakukan empat orang gadis cantik tepat di samping panggung DJ. Nyx benar-benar bersyukur bisa keluar dari tempat penuh dosa itu beberapa minggu lalu.
“Bruno kemarilah.”
Nyx seketika menghentikan langkahnya saat melihat seorang pria dengan gagang pistol yang mencuat dari balik bajunya mendekati Daniel, insting Nyx pun sontak bekerja. Daniel tidak datang seorang diri!!!
“Ya.”
“Apakah kau melihat ada orang mencurigakan di sekitar sini?” tanya Daniel dengan suara bergetar, menjadi umpan benar-benar membuatnya tidak bisa tenang sejak menginjakkan kaki di bar.
Pengawal pribadi bernama Bruno itu menggeleng pelan. “Nihil, para penjaga di depan juga belum memberikan kabar apapun.”
“Kau tidak sedang berbohong, kan?”
“Kau meragukan perkataanku?” sengit Bruno penuh emosi.
Daniel menggeleng cepat, secepat gerakannya bangun dari sofa yang menjadi tempat duduknya selama dua puluh menit terakhir. Karena cepatnya gerakan Daniel ketiga gadis yang duduk disamping kanan dan kirinya nyaris terjatuh jika saja mereka tidak saling berpegangan tangan satu sama lain.
“Bukan begitu Bruno,” balas Daniel tergesa. “Aku hanya sangat takut saja, kau tentu tahu bagaimana cara Felix dan yang lainnya mati, bukan? Aku tidak mau menjadi seperti mereka, aku hanya benar-benar sangat takut saja Bruno.”
“Kalau begitu duduklah dengan baik dan jangan banyak bicara,” ucap Bruno kembali. “Lakukan sesuai rencana, biarkan kami yang bekerja. Tugasmu hanya duduk dan bersikap senormal mungkin.”
“I-iya.”
__ADS_1
“Ya sudah duduklah lagi, aku akan kembali ke tempatku.”
Daniel kembali menganggukkan kepalanya. “B-baik.”
Bruno yang tidak suka pada Daniel pun segera kembali ke tempatnya semula, bergabung bersama teman-temannya yang lain mengawasi Daniel dari jauh. Melihat Bruno kembali ke posisinya Daniel pun kembali duduk dan melanjutkan minum seperti tidak terjadi apapun. Dari tempatnya berdiri Nyx tersenyum lebar mendengar percakapan calon mangsanya yang sedang ketakutan itu, ingin rasanya Nyx melemparkan air kotoran ke wajah pria bejat itu agar dia sadar bahwa apa yang dia perbuat pada Eva jauh lebih biadap daripada ketakutan yang saat ini dia terima.
Karena tidak mungkin melakukan cara yang sama seperti yang sudah-sudah, Nyx lantas memutar otak untuk mencari cara lain. Setelah berpikir cukup lama akhirnya sebuah senyum muncul di wajah Nyx saat menemukan cara untuk membalaskan dendam Eva, tanpa berpikir dua kali Nyx pun bergegas berjalan menuju ke salah satu tempat duduk yang berada di pojok. Selain wanita dan alkohol bar milik Frank juga menjadi tempat transaksi narkoba dalam jumlah besar, karena itu Nyx tidak mengalami kesulitan apapun ketika harus mencari bandar narkoba.
“Wo wo wo…” seorang pria bertubuh gempal memekik kaget saat melihat uang yang Nyx tunjukkan kepadanya. “Apa maksudnya ini?”
Nyx tersenyum, namun karena saat ini mereka berada ditempat yang minim pencahayaan bandar narkoba yang berada di depan Nyx tidak bisa melihat wajahnya. “Jangan banyak omong, berikan saja apa yang aku mau.”
“Tapi uangmu …”
“Berikan saja obat yang paling banyak dibeli malam ini, aku mau dua paket!” potong Nyx cepat.
Tanpa merasa curiga bandar narkoba itu pun segera mengeluarkan dua paket kokain dari dalam saku bajunya dan langsung memberikannya pada sosok berpakaian serba hitam yang wajahnya tidak terlihat olehnya itu.
“Thanks Nona.”
Alih-alih memberikan respon Nyx justru memilih untuk langsung pergi dari hadapan pria berbadan gempal itu untuk segera melanjutkan rencana barunya, Nyx berencana membuat Daniel mati overdosis karena hanya itu satu-satunya cara yang bisa dia lakukan saat ini. Banyaknya pria bersenjata yang melindunginya membuat Nyx merasa hanya itu satu-satunya cara untuk membuat Daniel segera bertemu dengan Eva diatas sana.
20 menit kemudian.
“Ada apa … apa yang terjadi, kenapa banyak sekali orang berkumpul disana?” Xander yang baru datang bertanya dengan suara terputus-putus.
“Kenapa baru datang?” tanya Antonio kesal.
__ADS_1
“Jalanan malam ini benar-benar sangat kacau, ada banyak sekali kecelakaan dimana-mana,” jawab Xander jujur.
Antonio mengernyitkan kening mendengar perkataan Xander, dia masih menyangsikan perkataan teman sekaligus atasannya itu. Pasalnya alasan yang Xander berikan terdengar sangat tidak masuk akal.
“Kau belum menjawab pertanyaanku, ada apa disana. Kenapa ada banyak sekali orang berkumpul ditempat itu?” tanya Xander kembali seraya menunjuk kesalah satu kursi VIP yang berada di lantai dua, tepat di seberang kursi yang digunakan oleh Antonio.
“Daniel tewas dengan mulut berbusa.”
“What?”
“Overdosis,” ucap Antonio kembali. “Dugaan awal pria itu tewas karena overdosis obat kuat yang sebelumnya dia pesan pada gadis yang menemaninya minum.”
Xander mengernyitkan keningnya, meskipun tidak terlalu mengenal Daniel dengan baik namun Xander tahu jika Daniel bukanlah pria bodoh yang akan memesan obat kuat secara sembarangan seperti itu. Apalagi memesan pada seorang pekerja bar yang baru ditemuinya, Daniel tidak sebodoh itu. Xander yakin sekali.
“Tunggu.” Xander tiba-tiba saja bicara dengan nada tinggi.
“Ada apa?”
Alih-alih memberikan jawaban, Xander justru mengedarkan pandangannya ke arah sekeliling. Tujuannya adalah mencari sosok gadis dengan topi dan pakaian serba hitam yang beberapa saat lalu tidak sengaja bertabrakan dengannya di anak tangga. Tanpa memberikan penjelasan apapun Xander pun bergegas pergi menuju lantai satu untuk mencari gadis dengan pakaian super aneh itu, Xander yakin sekali jika gadis itu ada hubungannya dengan kematian tidak wajar Daniel. Dengan kacaunya keadaan bar saat ini Xander menjadi semakin kesulitan mencari gadis itu, apalagi ditambah dengan penerangan yang tidak begitu jelas.
“Sepertinya aku harus mencari diluar,” umpat Xander kesal seraya mendorong tubuh seorang gadis yang mendekat ke arahnya menggunakan kedua tangan sebelum akhirnya berjalan cepat menuju pintu keluar.
“Sial!!” Xander kembali mengumpat keras. “Aku gagal menemukannya, aku yakin gadis itu pasti … eh itu mobil Harry.”
Perhatian Xander langsung berpindah pada kedatangan sebuah mobil sport berwarna merah metalik yang baru saja berhenti didepan bar, meski belum melihat sang pengemudi namun Xander sangat hafal siapa pemilik mobil itu.
Dan tebakan Xander benar, sosok Harry Portland keluar dari mobil sport itu dengan tergesa-gesa. Wajahnya yang panik menunjukkan betapa kacau suasana hatinya saat ini.
__ADS_1
“Sepertinya Harry sangat terkejut dengan kematian Daniel yang … siapa itu!!!” pekik Xander keras gudang yang berada tidak jauh dari tempat dimana Harry menghentikan mobilnya, dari bayangan yang terlihat ditanah Xander bisa melihat jika sosok yang baru saja mengintip ke arah Harry adalah perempuan. “Jangan pergi, tunggu disitu!!”
Bersambung