
Tertantang dengan provokasi yang diucapkan oleh Nyx membuat Felix dengan sombongnya membawa gadis itu pulang keapartementnya yang berada di komplek hunian mewah para kaum elite kota Seattle, Felix tidak peduli dengan peraturan utama yang dibuat oleh Harry. Kecantikan dan keberanian Nyx yang berbeda dengan gadis lainnya membuat Felix gelap mata dan sudah tidak sabar untuk mencicipi tubuh indahnya.
“Bagaimana, apa kau suka dengan tempat tinggalku?” tanya Felix arogan.
Nyx mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruang dengan penuh waspada. “Not bad.”
“Not bad,” kekeh Felix geli. “Kau adalah satu-satunya gadis yang berani mengatakan tempat tinggalku tidak bagus, kau benar-benar membuatku semakin bernafsu untuk memilikimu.”
“Aku bicara jujur, pasalnya aku tau jika di kota ini ada banyak sekali pria kaya yang memiliki rumah lebih bagus darimu."
Felix menaikkan satu alisnya. "Sebutkan salah satunya kalau begitu."
"Elon Musk, salah seorang pria terkaya di dunia itu salah satu pemilik rumah mewah di kota ini," jawab Nyx cepat coba mencari aman.
Mendengar jawaban gratis cantik di hadapannya Felix tertawa terbahak-bahak, kemarahannya yang sempat datang lenyap dalam sekejap. Keinginannya untuk merasakan kehangatan tubuh gadis itu pun menjadi semakin besar.
"Kalau begitu kau duduk saja di sofa, aku akan menyiapkan minuman terbaik yang ada di rumah ini untukmu. Aku jamin kau pasti akan menyukainya," balas Felix pelan sambil tersenyum.
Felix tengah mencoba melakukan cara yang sama ketika dirinya menjebak para gadis yang diundangnya datang ke apartemennya untuk dibuat tidak sadar sebelum akhirnya disetubuhi secara paksa.
"No, aku tidak suka duduk saat orang sedang membuatkan minuman untukku," tolak Nyx cepat, Nyx sudah bisa membaca kemana arah tujuan Felix yang sebelumnya memintanya untuk duduk. Meskipun memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap alkohol dengan jumlah besar, namun Nyx tetap tidak akan mampu menghindari pengaruh obat bius ataupun obat tidur karena itulah Nyx menolak untuk duduk sementara Felix membuat minuman untuknya. "Aku ingin meracik minumanku sendiri saja."
"Kau bisa membuat minuman?"
"Aku tidak pernah membuat minuman untuk orang lain, jadi aku tidak tau apakah minuman racikanku layak disebut sebagai minuman,” jawab Nyx merendah.
Suara tawa Felix pecah, memenuhi seluruh ruang lantai satu di apartemen mewah itu. Jawaban Nyx membuat Felix merasa senang, Felix menjadi semakin yakin jika gadis cantik nan sempurna yang berdiri dihadapannya saat ini benar-benar naif. Keinginan Felix untuk segera menghangatkan diri dalam tubuhnya pun semakin besar, berpikir tentang **** membuat pangkal paha Felix terasa sakit karena kejantannya sudah mengeras. Dari anggota genk-nya Felix menjadi satu-satunya orang yang tidak bisa menahan hasrat terlalu lama, melihat penari telanjang yang baru menunjukkan payudara besarnya saja Felix sudah langsung terangsang.
__ADS_1
“Jadi dimana aku harus membuat minumanku?” tanya Nyx pelan membuyarkan lamunan kotor Felix.
Felix berdehem pelan. “Ayo ikut aku.”
Dengan penuh percaya diri Nyx menganguk pelan dan mengikuti langkah Felix menuju minibar yang berada didekat sofa besar yang menghadap perapian, tanpa sepengatahuan Felix yang sedang dipenuhi pikiran kotor Nyx sudah berhasil menemukan letak empat cctv aktif yang merekam semua aktivitas mereka saat ini. Nyx benar-benar sudah memperhitungkan semuanya dengan begitu cepat dan rapi.
“Ok cantik, kau bebas meracik minuman kesukaanmu sepuasmu ditempat ini,” ujar Felix dengan seringai penuh nafsu. “Semua minuman yang ada di mini bar ini adalah minuman terbaik dikelasnya dan aku mengizinkanmu untuk melakukan apapun dengan semua ini minuman ini.”
Sudut bibir Nyx terangkat. “Bebas melakukan apapun?”
“Iya, rumah ini dan tubuhku menjadi milikmu seutuhnya malam ini.” Senyuman jahat Felix tercipta sempurna diwajahnya yang tampan.
“Kalau begitu duduklah disofa, aku akan datang padamu setelah selesai membuat minuman.”
Dengan penuh semangat Felix berjalan menuju sofa besar super nyaman yang langsung menghadap minibar tempat dimana Nyx akan membuat minuman untuknya, dikuasai nafsu yang sudah membludak membuat Felix hilang kewaspadaan. Dia sama sekali tidak menaruh kecurigaan sedikitpun pada gadis cantik yang baru ditemuinya itu, keinginan untuk bercinta yang begitu besar menghilangkan akal sehatnya.
Untuk mempermudah pekerjaan Nyx, Felix lantas bergegas membuka gesper dan menurunkan resleting celananya. Seperti biasa, sebelum bercinta Felix sangat suka di ‘BJ’ oleh wanitanya. Karena itulah saat ini dirinya sudah menempatkan diri dalam posisi yang nyaman supaya wanita cantik yang dibawa pulang itu bisa langsung melakukan tugasnya sebelum mereka melakukan aktivitas panas diatas ranjang.
Nyx yang sejak tadi memperhatikan Felix secara diam-diam berusaha keras menahan diri untuk tidak melemparkan gelas yang ada dihadapannya kearah pria mesum itu, kejadian mengerikan yang terjadi enam bulan lalu yang menimpa Eva kembali berputar dalam kepala Nyx. Jerit tangis penuh permohonannya yang begitu menyakitkan kembali Nyx dengar dengan jelas.
“Tidurlah dengan tenang Eva, aku yang akan menggantikanmu menuntut balas pada mereka.” Nyx bicara dalam hati dengan tangan menggenggam kuat botol whisky yang isinya baru saja dia tuang kedalam gelas brandy. “Satu demi satu para bajingan itu akan membayar perbuatannya padamu.”
“Apakah masih lama?” tanya Felix tidak sabar membuyarkan lamunan Nyx.
Nyx mengangkat minuman hasil racikannya ke udara, menunjukkannya ke arah Felix. “Baru saja selesai.”
“Lekas bawa kemari,” balas Felix cepat.
__ADS_1
“Tentu, tapi tunggu aku merapikan botol-botol ini terlebih dahulu.”
“Tidak usah dirapikan.” Felix menaikkan nada suaranya yang terdengar sedikit serak karena nafsunya yang sudah sampai ubun-ubun kepalanya.
Nyx menipiskan bibirnya mendengar perkataan Felix, dengan hati-hati Nyx pun segera memposisikan pisau kecilnya sebaik mungkin ditangan kirinya seperti yang sudah dia pelajari selama ini saat sedang berlatih di Dojo. Dengan memasang senyum palsunya Nyx keluar dari balik mini dan berjalan ke arah Felix yang menantinya dengan posisi kaki terbuka lebar, Felix benar-benar menghilangkan kewaspadaannya. Nafsu rupanya sudah membuat akal sehatnya tidak bekerja.
"Kemarilah, cepat lakukan tugasmu," ceracau Felix serak.
"Tugas, tugas apa yang harus aku lakukan?"
"Jilat dan hisap penisku!" jawab Felix tegas tanpa ragu."Setelah itu baru layani aku diranjang seperti para pelacur lainnya."
Dada Nyx bergemuruh hebat mendengar perkataan Felix yang begitu sangat kurang ajar, entah sudah berapa banyak wanita yang direndahkan oleh pria semacam Felix sebelumnya.
"Quickly do your job, you *****!!"
Nyx yang sudah muak mendengar kata-kata sampah terlontar dari mulut Felix dengan segera mengguyur wajah Felix menggunakan minuman racikannya.
"****, apa yang uuuhhhh." Felix tidak dapat menyelesaikan perkataannya karena keberadaan pisau super tajam dan tipis yang sudah bersarang di lehernya, bahkan Felix bisa merasakan perih yang timbul di lehernya saat ini padahal Nyx tidak memberikan tekanan yang begitu besar di sana. "K-kau siapa, apa maumu?"
Nyx tersenyum. "Aku? Tanyakan pada dirimu sendiri dosa apa yang kau buat enam bulan lalu di gudang kosong yang ada di pinggiran kota saat itu, tanyakan pada dirimu sendiri balasan apa yang pantas didapatkan oleh pemerkosa biadab sepertimu."
"K-kau …uuugghh."
Crash …
Darah segar yang berasal dari leher Felix muncrat dan mengalir dengan derasnya, namun begitu Nyx belum juga melepaskanmu kunciannya pada tubuh Felix yang sedang menggelepar seperti ayam. Membunuh dan melihat secara langsung incarannya mati secara perlahan seperti ini membuat Nyx mengunci bibirnya rapat-rapat.
__ADS_1
"Aku adalah hukum yang akan mendatangi manusia-manusia hina sepertimu Felix Juan Brown."
Bersambung