Pembunuh Cantik Milik CEO Dingin

Pembunuh Cantik Milik CEO Dingin
Realita


__ADS_3

Virginia Mason Medical center Hospital, Seattle. 


Dengan langkah terhuyung Nyx turun dari taksi yang baru saja mengantarkannya ke rumah sakit tempat di mana jenazah Nyonya Allen dibawa oleh petugas, tidak bisa berkomunikasi dengan dokter Angel menjadi penyebab utama kenapa Nyx memilih untuk pergi langsung ke rumah sakit. 


Banyaknya polisi dan wartawan yang berkumpul di depan rumah sakit membuat Nyx menghentikan langkahnya sesaat, namun tidak lama setelah itu dia berhasil menemukan pintu masuk khusus karyawan. 


"Banyak sekali polisi," ucap Nyx dalam hati. "Aku harus mencari cara lain untuk bisa pergi ke kamar jenazah, aku harus memastikan apakah itu benar-benar Nyonya Allen atau tidak." 


Walau artikel yang dia baca sudah menunjukkan foto Nyonya Allen yang begitu jelas namun Nyx tidak mau percaya secepat itu, dia harus memastikan secara langsung apakah jenazah yang ditemukan mengambang di dermaga tadi pagi benar-benar Nyonya Allen. Setelah mempelajari keadaan sekitar Nyx lantas bergegas pergi menuju kamar jenazah yang berada di lantai 2 rumah sakit, banyaknya polisi dan petugas forensik di rumah sakit benar-benar membuat ruang gerak Nyx terbatas. 


Sudah tidak terhitung banyaknya Nyx menghentikan langkah dan berusaha mencari kegiatan lain untuk menyamarkan keberadaan dirinya di rumah sakit itu, pasalnya beberapa saat lalu Nyx mendengar percakapan beberapa orang dokter dan perawat yang melarang orang luar untuk menginjakkan kaki di lantai dua tempat di mana jenazah yang dibawa dari dermaga sedang di otopsi yang mana hal itu membuat pergerakan Nyx menjadi semakin terbatas. 


"Disana, sedikit lagi … aku harus bisa hmmmmppp…" 


Sebuah tangan dari arah belakang tiba-tiba membekap mulut Nyx dan menariknya mundur, meskipun Nyx berlatih ilmu bela diri sejak kecil namun dalam keadaan seperti ini dia kehilangan kekuatan untuk melawan orang yang sedang membekap dan menariknya mundur dari tempatnya berdiri sebelumnya. 


"Lepas …hhmmpp…


"Rose ini aku." 


Seketika tubuh Nyx kaku, niatnya untuk melepaskan diri dari bekapan orang itu lenyap saat mendengar suara yang tidak asing untuknya. 


Secara perlahan sang empunya tangan itu lantas menarik tangannya dari bibir Nyx dan kemudian menarik tubuh gadis itu untuk menghadap ke arahnya. Meski sudah bisa menduga siapa orang yang baru saja menariknya, namun Nyx tetap tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat sosok wanita berpakaian serba putih yang kini berada tepat di hadapannya. 


"Dokter …" 


"Ssssttt." Dokter Angel meletakkan jari telunjuknya tepat di bibir Nyx, menahannya untuk tidak melanjutkan perkataannya. "Tidak disini."


"Tapi …"

__ADS_1


"Terlalu berbahaya, ayo ikut aku," ucap dokter Angel pelan sembari menarik tangan Nyx pergi meninggalkan tempat itu, Nyx yang awalnya ingin menolak hanya bisa pasrah mengikuti ajakan sang dokter yang membawanya menuju ke tangga darurat. 


"Ok, disini sepertinya aman." Dokter Angel masih berbicara dengan nada rendah meskipun saat ini dirinya hanya berdua saja dengan Nyx di tempat yang jarang dilewati oleh orang. 


"Apakah mayat itu benar-benar Nyonya Allen?" 


Dokter Angel yang baru saja mengedarkan pandangannya ke sekeliling tentang memalingkan wajahnya ke arah Nyx yang baru saja menanyakan identitas mayat yang ditemukan tadi pagi di dermaga. 


"Apakah benar, dok?" 


Dokter Angel menghembuskan nafas panjang dengan memasang ekspresi penuh sesal. "Kita kecolongan Nyx."


"Apa?"


"Maaf, tolong maafkan aku yang tidak bisa menepati janji untuk menjaga wanita malang itu, Rose," ucap dokter Angel dengan jelas. "Tadi malam saat aku sedang berada di rumah klien orang-orang itu datang mengacaukan Healthcare center, mereka berhasil menemukan dan membawa secara paksa Nyonya Allen dari kamarnya. Staff yang bertugas tadi malam tidak bisa melakukan apapun karena mereka sudah diancam dan dikumpulkan dalam satu ruangan khusus sehingga pergerakan orang-orang itu tidak bisa dicegah, beruntung tidak ada satupun pasien yang mereka lukai pun dengan para staf itu. Satu-satunya orang yang dibawa pergi dari tempat itu hanyalah Nyonya Allen yang pagi ini ditemukan sudah tidak bernyawa di dermaga, persis seperti tempat di mana Eva mengambang tanpa nyawa beberapa bulan lalu." 


"Dan aku dipanggil secara langsung oleh komandan tertinggi kepolisian kota Seattle untuk datang ke rumah sakit ini tadi pagi, mereka ingin meminta keterangan dariku." 


"B-bagaimana mereka bisa tahu tentang Anda, dok?" tanya Nyx lirih. 


"Bukan tentang aku tapi tentang Healthcare, Nyonya Allen ditemukan tidak bernyawa masih menggunakan pakaian lengkap yang memiliki identitas klinik. Karena itulah para polisi itu langsung menghubungiku untuk dimintai keterangan, akan tetapi …"


"Akan tetapi apa dok?" 


"Akan tetapi aku tidak bisa berbicara banyak karena adanya surat pernyataan yang diterima oleh staf klinik tadi pagi." 


Kening Nyx berkerut dalam, kalimat lanjutan yang baru saja terucap dari bibir dokter Angel membuatnya bingung. 


"Apa maksud dokter?" 

__ADS_1


"Para tamu tak diundang itu datang lagi tadi pagi dengan membawa surat ancaman, mereka memintaku untuk tidak mengatakan apapun pada pihak kepolisian jika masih ingin klinik itu tetap beroperasi," jawab dokter Angel jujur. 


"Jadi maksudnya Anda yang menanggung semuanya, begitu?"


"Terpaksa Rose." 


"Sial," umpat Nyx keras. "Kenapa Anda mengiyakan permintaan mereka, dok? Kenapa Anda tidak mengatakan hal ini kepada saya terlebih dahulu?" 


"Sudah Rose, sudah. Aku sudah mencoba menghubungimu puluhan bahkan sampai ratusan kali namun tidak ada satupun yang tersambung, pesan yang aku kirim pun tidak ada satupun yang kau balas. Aku benar-benar tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti apa yang mereka inginkan, jika hanya aku yang dirugikan kalau klinik itu tutup jujur saja itu tidak masalah namun ada puluhan pekerja yang menggantungkan hidupnya pada klinik itu. Aku benar-benar berada dalam pilihan yang sangat sulit Rose," jelas dokter Angel panjang lebar. 


Nyx langsung memijat keningnya yang tiba-tiba terasa sakit. 


"Aku lupa mengisi daya ponselku tadi malam, dok," balas Nyx penuh sesal. "Aku benar-benar bodoh dan sangat ceroboh … arrrrgggghhhhh." 


"Hei!!" Dokter Angel kembali membuka mulut Nyx dengan cepat menggunakan kedua tangannya. "Kita sedang ada di rumah sakit, di luar sana ada puluhan polisi yang berlalu lalang." 


Secara perlahan Nyx menarik turun tangan dokter Angel dari mulutnya, kedua matanya yang terasa panas kini sudah dipenuhi air mata. Air mata penyesalan untuk kedua kali. 


"No Rose, ini bukan kesalahanmu. Jangan salahkan dirimu lagi seperti saat itu, semua yang terjadi benar-benar di luar kendali kita jadi jangan bersedih dan menangisi kepergian Nyonya Allen. Percayalah, saat ini ibu dan anak itu sudah berkumpul lagi di atas sana. Kerinduan mereka yang tidak bisa terobati akhirnya usai," ucap dokter Angel pelan coba menghibur Nyx yang sudah menangis. 


"Iya tapi …"


"Tidak ada tapi dalam rencana indah yang sudah digariskan oleh Tuhan, sekuat apapun penjagaan kita kepada Nyonya Allen jika Tuhan sudah berkata A maka terjadilah A pada wanita itu. Jadi jangan bersedih lagi sayang, mereka berdua sudah bahagia. Nyonya Allen tidak akan lagi menyiksa dirinya dan orang lain karena kesedihan mendalamnya ditinggal sang anak, kau juga tidak akan terlukai lagi olehnya." Dokter Angel berusaha keras untuk menguatkan Nyx yang sedang dengan kalimat-kalimat menyenangkan. "Perjuanganmu sudah selesai Nyx, setelah ini kau tidak perlu lagi mengotori tanganmu dengan darah." 


"Dokter …" 


"Dengarkan aku Rose." Dokter Angel mencengkram kedua pundak Nyx dengan kuat. "Mereka bukanlah orang yang sembarangan, mereka orang kuat yang memiliki kuasa di kota atau bahkan di negara ini dan kita orang-orang biasa ini tidak akan mampu melawan mereka. Sangat tidak adil memang, tapi inilah kenyataan yang terjadi. Jika kamu memaksakan diri maka yang terluka adalah dirimu sendiri dan aku tidak ingin jika sampai hal itu terjadi, kembalilah pada kehidupan normalmu sayang. Kau masih muda, masa depanmu masih panjang. Kau berhak bahagia dan hidup normal seperti gadis diluar sana, seperti kedua saudara tirimu yang saat ini nikmati semua kemewahan yang seharusnya menjadi milikmu." 


Bersambung 

__ADS_1


__ADS_2