
Menyaru sebagai salah satu teman lama Felix yang sudah lama tidak bertemu, Nyx muncul di pemakaman keluarga Brown dengan menggunakan pakaian serba hitam seperti para pelayat yang lain. Yang membedakan Nyx dan pelayat lain adalah ekspresi datarnya yang tidak berubah sejak pertama kali menginjakkan kaki di pemakaman, meski sudah menjadi perantara malaikat maut untuk Felix namun Nyx sama sekali tidak sedih apalagi menyesal. Melihat secara langsung bagaimana kejamnya lelaki itu pada seorang gadis tidak berdaya empat bulan lalu membuat Nyx membekukan hatinya untuk penjahat itu.
“Harry!!”
Pupil mata Nyx membesar saat indra pendengarannya menangkap suara seorang pria yang menyebut nama Harry dengan keras, secara cepat Nyx memutar kepalanya ke arah sumber suara untuk melihat secara langsung sosok Harry. Nyx ingin tau seperti apa penjahat utama yang membuat Eva akhirnya memilih mengakhiri hidupnya dengan tragis.
“Ada apa?” Harry yang tengah berdiri disamping ibu kandung Felix merespon panggilan Johan.
“Max, dia ingin berbicara denganmu setelah pemakaman Felix selesai.”
Harry mengedarkan pandangannya, mencari sosok Maxwell yang disebut Johan tengah mencarinya. Kedua mata Harry menyipit saat beradu pandang dengan pewaris sah keluarga Brown yang berdiri di samping ibunya dibagian belakang.
“Katakan padanya hari ini aku sibuk.”
“Tapi…”
“Kau bekerja denganku atau dengan pria itu, Johan?”
Wajah Johan memucat, pertanyaan bernada peringatan yang diucapkan Harry membuatnya begitu ketakutan. Tanpa menunggu perintah tambahan dari Harry dengan segera Johan mendatangi Maxwell yang sebelumnya memintanya menyampaikan pesan pada Harry. Karena jarak Nyx berdiri dan Harry tidak begitu jauh dia bisa mendengar semua percakapan Harry dan Johan, Nyx bahkan ikut menoleh ke arah Maxwell ketika Harry membicarakannya.
“Sepertinya pekerjaan ini akan membutuhkan banyak waktu,” gumam Nyx lirih. “Tapi tidak masalah, selama Eva bisa istirahat dengan tenang tanpa dendam aku akan rela berurusan dengan manusia-manusia ini.”
Karena merasa urusannya sudah selesai Nyx lantas membalik tubuhnya dan melangkah pergi dari kerumunan keluarga Brown yang tengah mengantarkan kepergian Felix untuk terakhir kalinya. Saat Nyx berjalan pergi Harry tidak sengaja melihatnya, beruntung Nyx menggunakan pakaian yang sama seperti para pelayat yang lain sehingga Harry tidak menaruh curiga yang berlebihan kepadanya. Harry tidak sadar jika gadis yang baru saja dia lihat sedang mengincar nyawanya dan ketiga anak buahnya yang tersisa setelah berhasil membunuh Felix dengan begitu sadis hanya dalam satu kali pertemuan saja.
__ADS_1
“Ouch!” Nyx memekik keras saat menabrak seseorang secara tidak sengaja.
“Are you ok?”
Nyx yang sedang memijat keningnya yang terasa sakit lantas menengadahkan wajahnya untuk melihat pemilik suara yang baru saja berbicara. Nyx terdiam selama beberapa menit saat beradu pandang dengan sosok pria tampan yang berdiri di hadapannya.
“Kau baik-baik saja, Nona?”
“Aku baik-baik saja,” jawab Nyx cepat. “Dan tolong minggir, Anda menghalangi jalan.”
Xander menipiskan bibirnya yang berwarna merah muda yang alami, tidak pernah merokok membuat Alexander mendapatkan kecantikan yang diidamkan para wanita di seluruh dunia secara gratis. Tanpa banyak bicara Xander lantas menyingkir dari hadapan gadis yang baru saja menabraknya. Merasa jalan yang sudah terbuka Nyx lantas meneruskan langkahnya menuju halte bus yang berada tidak jauh dari pemakaman, setelah berhasil menemukan orang-orang yang membuat hidup kedua orang tua Eva hancur Nyx memutuskan untuk tidak lagi bekerja di bar milik Frank. Walaupun memiliki kemampuan tinggi untuk melindungi diri namun Nyx tetap tidak tenang jika harus bekerja di tempat itu dalam jangka waktu yang, apalagi ditambah dengan teror yang diberikan Frank kepadanya. Nyx takut jika Frank berbuat nekat dengan melakukan sesuatu yang dapat merugikannya, mengingat banyaknya orang yang menggunakan obat-obatan dalam tempat itu dan Nyx tidak mau menjadi korban selanjutnya.
"Wow, look at this. Siapa tamu kehormatan ini," ucap Harry dari arah belakang mengejutkan Xander yang masih menatap kearah Nyx yang baru saja sampai di halte bus.
Dengan senyum yang menghiasi wajahnya, Xander menoleh ke arah Harry yang baru saja menegurnya.
"Aku bukanlah orang tanpa hati seperti seseorang yang sudah dengan tega merusak proyek yang menjadi tumpuan ratusan kepala keluarga, aku datang ke tempat ini karena mendengar kabar kematian mengenaskan anak dari rekan bisnisku," sindir Xander terang-terangan. "Aku hanya ingin memberikan dukungan kepada Eugene Brown yang harus kehilangan putranya yang masih begitu muda itu."
Harry mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, sindiran keras yang dilontarkan Xander membuatnya mati kutu. Apalagi Xander juga menyebut nama ayah Felix yang memang beberapa kali terlibat kerjasama dengannya, Harry benar-benar terkena senjata yang dipasangnya sendiri.
"Dan sebagai teman lama aku ingin memberikan masukan kepadamu untuk berhati-hati dalam bertindak agar kau tidak mengalami apa yang sudah terjadi pada Felix Brown."
"Apa maksudmu hah!!" pekik Harry keras.
__ADS_1
Xander melangkah maju ke arah hari dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya, Xander menghentikan langkahnya tepat dihadapan Harry yang saat ini memancarkan aura membunuh yang begitu kental.
"Sebagai orang yang pintar aku yakin kau bisa mengerti maksud dari ucapanku tadi," balas Harry pelan setengah berbisik sembari mengeringkan satu matanya.
Satu detik setelahnya Xander kemudian meneruskan langkahnya menuju ke pemakaman untuk menemui Eugene Brown, salah satu alasan kenapa Xander tidak memperpanjang masalahnya dengan Harry Portland tentang kejadian di Kanada satu minggu yang lalu adalah keterkaitan Felix Brown yang merupakan anak Eugene Brown rekan bisnisnya. Walau Eugene Brown tidak mengakui Felix sebagai anaknya secara terang-terangan di depan umum namun Harry memilih menahan diri untuk tidak meminta pertanggungjawaban Eugene atas perbuatan Felix.
"Bajingan."
"Tahan Harry." Daniel menahan Harry yang ingin mengejar Xander. "Kita sedang berada di pemakaman Felix."
Harry mengeraskan rahangnya. "Alexander Scott sialan itu benar-benar menantangku secara terang-terangan."
"Aku tau, tapi kau tetap harus bersikap tenang. Ada banyak orang yang memperhatikan kita, jangan rusak nama baikmu hanya karena provokasi yang dilontarkan oleh pria itu," ujar Daniel kembali.
Cuhh..
Harry meludah ke tanah dengan kesal, sebelum akhirnya melangkahkan kakinya menuju area parkir untuk meninggalkan pemakaman. Suasana hatinya yang berantakan semakin dibuat tidak berbentuk oleh ucapan Xander yang merupakan rival abadinya, ucapan yang dilontarkan oleh Xander membuatnya sedikit terganggu. Padahal sebelumnya dia tidak merasa ada yang harus dikhawatirkan terkait kematian mengenaskan yang menimpa Felix.
"Aku tidak sebodoh Felix, aku juga memiliki banyak uang lebih banyak daripada anak haram itu. Mana mungkin hidupku akan berakhir tragis sepertinya," ucap Harry dalam hati ketika mobilnya yang sudah dikendarai Johan mulai meninggalkan area pemakaman untuk kembali ke rumah besarnya di pinggiran kota Seattle.
Prank …
Gelas wine yang baru saja digunakan minum oleh Frank jatuh tepat di bawah kaki Nyx, untung saja Nyx selalu menggunakan sneakers sehingga pecahan gelas itu tidak melukai kakinya.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak akan mengizinkanmu untuk keluar dari tempatku," teriak Frank keras. "Sampai mati kau harus bekerja denganku!!"
Bersambung