
Sedangkan di tempat yang berbeda, terdapat dua manusia yang sedang tertidur lelap di sebuah pohon besar, dimana si wanita menyender di bahu si pria,dan si pria menyender di kepala si wanita,siapa lagi kalau bukan Aca dan Devan.
"Eunghh, duh kepala gue kok berat banget"ucap Aca sambil melirik ke atas,dan betapa terkejutnya ia melihat Devan yang tidur diatas kepalanya.
Ingin sekali rasanya ia membangunkan Devan,tapi ia merasa kasihan karena pasti pria ini sangat kelelahan.
Tak berselang lama Devan pun akhirnya bangun, meskipun cukup membuat kepala Aca sedikit pegal.
"CK, ternyata kepala lo berat juga ya"ujar devan sambil merenggangkan badannya,Aca pun hanya menatap kesal pria disampingnya,baru saja bangun tapi sudah membuat nya kesal dengan ucapan pedas nya
"Apaan sih lo,masih mending tadi gue pinjemin kepala gue,kalo ngga Lo ngga tidur se nyenyak itu,sampe ngiler lagi"cibir Aca yang sebenarnya tidak benar sama sekali,tapi sekali kali lah ya.
Lantas Dev pun langsung mengelap bagian pinggir bibirnya,tapi ternyata tidak ada jejak apapun
"Ck,lo ngerjain gue!"kesal Devan,namun Aca hanya tersenyum polos.
Lantas Devan pun langsung berdiri dan bergegas untuk pergi dari sana.
"Eittt, tunggu-tunggu,Lo mau kemana?"cegah aca sambil memegang tangan Devan,Devan pun hanya melihat tangan nya sekilas lalu berbalik menatap Aca.
"Mau pergi"jawab Devan singkat,Aca yang mengira Devan marah karena tadi pun tidak mau melepaskan tangan nya.
__ADS_1
"Ck,pergi kemana?Lo marah ya gara-gara tadi,gue minta maaf deh, janji ngga jail lagi,jangan tinggalin Gie sendiri"ucap Aca yang mengira Devan marah padanya karena hal sepele tadi.
Devan pun hanya mengangkat sebelah alisnya,kenapa wanita ini berfikir jika ia akan meninggalkan nya di tengah hutan sendirian,ia masih punya hati nurani untuk tidak melakukan itu.
"Lo kenapa sih,lagi juga siapa yang mau ninggalin lo, mending lo rapih-rapih terus kita pergi dari sini,ga aman kalo kita diem disini terus"ucap Devan yang membuat aca terdiam,jadi tadi itu...
lantas ia pun melepaskan tangan nya dari tangan Devan, entahlah rasanya dia ingin menghilang dari muka bumi, bagaimana bisa ia mengira jika Devan marah karena hal tadi.
"Aaaa mau tenggelemmm"teriak Aca dalam hati.
Mereka pun meneruskan perjalanan mereka,meski waktu masih menunjukkan pukul dua pagi,dan langit masih terlihat gelap mereka tetap melanjutkan perjalanan,karena tidak aman bagi mereka berlama-lama di satu tempat.
"Ishh lepas,lo apa-apaan sih narik gue gitu aja,pake nutup mulut gue segala lagi"kesal Aca, Devan pun langsung memberi isyarat untuk Diam Sambil menunjuk sesuatu,dan Aca pun mengikuti arah yang Devan tunjuk.
"Itu mirip orang-orang yang kita temuin malem tadi"ucap Devan berbisik sambil melihat ke arah beberapa orang di dekat mereka, orang-orang yang memakai seperti baju yang biasa dipakai seperti suku pedalaman.
"Ouuh iya itu mirip sama orang-orang itu"sahut Aca.
"Apa kita ikutin mereka aja ya?siapa tau mereka bisa bawa kita nemuin Rumi dan yang lain"sambung Aca.
Devan pun mengiyakan usul Aca,dan mereka pun mengikuti orang itu secara diam-diam.
__ADS_1
Ketika mereka mengikuti orang-orang itu, sampailah mereka di tempat seperti pedesaan yang hanya diterangi cahaya obor,tetapi entah kenapa bau anyir seperti darah tercium oleh aca dan devan.
Aca dan Devan hanya bisa melihat dari kejauhan Karena di depan pagar desa itu terdapat penjagaan, tetapi entah kenapa mereka seperti menyium bau anyir seperti darah yang sangat pekat,padahal posisi mereka tidak terlalu dekat dengan desa itu
"Kenapa bau amis ya? Itu tempat apaan?terus sekarang kita harus gimana?apa Rumi sama yang lainya ada di dalem?"tanya Aca beruntun.
"Ck,Lo bisa ngga sih nanya satu-satu"kesal Devan yang selalu diberi pertanyaan yang ia sendiri tidak tau jawabannya,aca pun hanya mendelik kesal.
Mereka pun hanya menunggu sambil memikirkan apa yang akan dilakukan.
Sampai tiba-tiba...
"Tolonggg"Teriak seseorang yang berasal dari Desa tersebut,lantas Aca dan Devan pun langsung melihat ke sumber suara.
Terlihat seperti seorang wanita yang dibawa ke tengah-tengah desa,dimana ada tempat yang cukup luas dan terdapat seperti tempat untuk pemotongan.
Wanita itu pun diletakkan diatas balok tersebut dan tidak lama...
Crashhhh
To be continued
__ADS_1