
"Rum,Na,ini ni motor yang waktu itu gua ceritain,yang pemiliknya ga punya sopan santun sama sekali,yang..."belum selesai Aca mengomel tiba-tiba ada yang memotong ucapan nya
"Siapa orang yang lo bilang ngga punya sopan santun?!"sentak pria yang sedari tadi hanya melihat tingkah Aca, tetapi ketika dia menyinggung tentang pemilik motor itu tentu dia kesal, bagaimana tidak,
Karna itu adalah miliknya
"Ouhh jadi Lo pemilik motor ini, orang yang gapunya attitude sama sekali,orang yang udah bikin salah bukannya minta maaf malah kabur gitu aja!?omel Aca Tanpa bisa dihentikan siapapun
"Heh cewe aneh,gua ga ngerti ya apa maksud Lo!?kenal aja ngga gue sama Lo"sahut pria bernama Devan yang merupakan teman ikhsan.
"Gausah pura-pura lupa deh Lo,gue cewe yang waktu itu Lo bikin basah kuyup gara-gara motor ugal ugalan Lo, kalo lo ga percaya nih gue tunjukin bukti nya!"jawab Aca yang langsung menunjukkan bukti yang waktu itu sempat ia foto, meskipun orang yang mengendarai tidak terlalu jelas,tapi Motor dan plat nya masih terlihat jelas.
Devan yang melihat nya pun hanya mengernyit,Karna dia merasa tidak pernah melakukan itu, entah itu bukan dia atau memang dia tapi dia tidak ingat sama sekali.
"Itu bukan gue!? kalaupun itu gue,males gua minta maaf sama Lo"sergah Devan, sifat arogan yang sudah mendarah daging membuat nya enggan untuk mengucapkan kata maaf,tolong ataupun terimakasih.
"Lo bener-bener ya!..."belum sempat Aca meneruskan Omelan nya Rumi langsung menengahinya.
"Sutt udah udah,kalian berdua berenti berantem nya oke! sebentar lagi kereta mau berangkat,jadi kita siap-siap,kalo mau lanjut berantem nanti aja di kereta"terang Rumi menengahi.
"Tapi mi..."belum sempat Aca meneruskan,Rumi langsung menarik tangan nya untuk masuk ke dalam kereta.
Perjalanan pun dimulai, meski Aca dan Devan sudah berhenti berdebat,tetapi tatapan peperangan masih berkibar di mata mereka,Aca yang masih belum menerima Karna Devan masih belum meminta maaf,dan Devan yang kesal karna tidak terima disalahkan begitu saja, meskipun bersalah ia tidak berniat untuk berminta maaf,Karna tidak akan pernah ada di kamus nya kata-kata untuk meminta maaf, berterima kasih dan juga meminta tolong
Sementara yang lain hanya diam dan tidak berniat ikut campur,Karna hanya mendengarkan mereka berdebat saja sudah membuat mereka pusing, bagaimana jika mereka turut campur? entahlah,hanya mereka dan tuhan yang tahu.
__ADS_1
Perjalanan yang dilalui selama beberapa jam pun akhirnya berakhir,mereka sampai pukul satu siang,dan langsung mengurus simaksi untuk memulai pendakian.
" gua bakal urus simaksi nya dulu"ucap Tama yang langsung pergi ke pos pendaftaran, sedangkan yang lainnya menunggu.
"Dingin banget ya tuh cowo"bisik Rumi pada Hana yang ada di samping nya.
Sementara Tama yang sedang mengurus pendaftaran,dan yang lainya sibuk menyiapkan persiapan nya sekali lagi, tiba-tiba seseorang pria yang mungkin seorang pendaki Dilihat dari penampilannya datang ke tempat mereka.
"Permisi,apa saya boleh ikut rombongan kalian?Karna saya tidak mempunyai teman untuk mendaki"tanya pendaki itu dengan sopan.
__ADS_1
Aca,Rumi,dan Hana pun hanya saling pandang, mereka tidak tahu harus merespon apa dan bagaimana,lantas mereka menoleh ke arah Devan dan Ikshan untuk mengetahui respon mereka.
"Kau boleh ikut"
"Kau tidak boleh ikut"Ucap Devan dan Tama bersamaan,dengan Devan yang menolak pendaki itu bergabung dengan mereka,dan Tama yang setuju untuk mempersilahkan pria itu bergabung.
"Gapapa lah Dev dia ikut, lagi juga lo pernah ngerasain kan rasanya solo hiking gimana,gaenak!jadi biarin aja dia ikut,toh dia cowo bukannya cewe yang bakal ngerepotin"saran ikhsan
"Ngga,dia ga boleh ikut"putus Devan, entah kenapa dia merasa ada yang aneh dengan pria ini,tapi dia juga tidak tau apa,makanya dia melarang pria ini untuk bergabung dengan mereka.
Akhirnya setelah lama berdebat mereka pun memutuskan untuk mengajak bergabung pria itu meskipun Dev terlihat enggan untuk mengajak nya.
Dan mereka pun memulai perjalanan...
__ADS_1
~~