
~~
Mereka pun mulai mencari keberadaan Hana,dari tempat awal ia hilang, menelusuri tempat yang mungkin saja dilewati nya.
Tapi nihil,tidak ada petunjuk apapun mengenai keberadaan nya,entah jejak barang atau apapun itu.
Sampai akhirnya hari pun semakin gelap.
Mereka pun memutuskan untuk membangun tenda,rasa lelah dan lapar membuat mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar, karena tadi siang pun mereka belum sempat untuk beristirahat.
"Sekarang kita istirahat sambil bangun tenda disini, kita terusin nanti cari Hana nya"ucap Tama yang langsung membangun tenda ditempat yang lumayan luas untuk membangun tenda meskipun dikelilingi pohon tinggi.
Semua pun mengikuti instruksi Tama,karena mereka juga sama sama lelah,entah itu lelah fisik atau batin.
Ditambah dengan Rumi yang sedari tadi menangis karena memikirkan kondisi Hana, karena ia berfikir Hana menghilang gara-gara dirinya.dan untuk Aca,ia berusaha bersikap tenang dan biasa saja, bukannya ia tidak memikirkan kondisi Hana,tapi Jika juga ikut panik,maka siapa yang akan menenangkan Rumi,yang ada mereka hanya menjadi beban saja.
__ADS_1
Pendakian pun harus mereka hentikan dan fokus untuk mencari Hana,jika ada yang bertanya kenapa tidak memanggil Ranger, alasannya karena mereka fikir masih bisa mencari Hana, tetapi dengan cara Hana yang menghilang terlihat aneh, membuat mereka kesusahan mencari keberadaan nya,tidak ada suara teriakan atau bekas jejak kaki.
Padahal daerah disana sedikit becek Karna kemarin turun hujan.
"Apa Hana diculik makhluk halus?ah ngga²,gaada yg namanya makhluk halus, lagipula kita ngga ngelakuin hal yang salah disini"batin Aca seraya geleng² kepala.
"Heh cewe aneh,knpa Lo geleng² ga jelas kaya gitu"ucap Devan yang aneh melihat Aca geleng², karena posisi mereka yang sedang berdua menyalakan api unggun membuat Devan melihat Aca geleng-geleng, sedangkan Ikhsan dan Tama masih masih sibuk mencari kayu bakar.Dan Rumi yang memilih tidur karena kelelahan, ditambah ia yang sedari tadi tidak berhenti menangis.
Aca hanya melirik kesal kearah Devan
"gue cuma heran Hana pergi kemana,tiba-tiba ngilang gitu aja kaya ditelan bumi,padahal Rumi bilang dia ngga terlalu jauh sama posisi Hana,tapi kenapa dia ngga denger suara sama sekali"Jelas Aca yang meskipun kesal tetapi tetap menceritakan isi kepala nya.
Devan pun hanya diam mendengarkan Aca yang masih bercerita,dia sendiri juga heran dengan menghilang nya Hana.
"Apa ini ada hubungannya sama suara yang gue denger tadi"lirih Devan yang masih bisa di dengar Aca Karna jarak mereka yang cukup dekat.
__ADS_1
"Suara?suara apaan yang lo denger"tanya Aca
"Suara jejak kaki,tapi gua ragu apa itu bener suara jejak kaki atau cuma halusinasi_”
"suara jejak kaki?!Gue juga denger,gue denger suara itu sejak kita ninggalin pos 1!"ucap Aca memotong ucapan Devan
Aca dan Devan pun langsung terkejut dan saling tatap.
"Jadi suara itu beneran ada,tapi siapa yang ngikutin kita?"terka Devan,tapi jejak kaki siapa yang mereka dengar,suara langkah yang beriringan dari arah belakang,suara langkah yang seperti terdengar sedang mengendap endap mengikuti mereka.
"Tapi apa cuma kita aja yang denger? seharusnya yang lain juga denger,atau mungkin karna posisi kita dibelakang jadi bisa denger?tapi waktu itu Bima juga dibelakang kan,kenapa dia kaya biasa aja"pertanyaan beruntun yang dilayangkan Aca tidak bisa dijawab oleh Devan, karena ia sendiri juga bingung.
Belum selesai mereka menyelesaikan pembicaraan mereka,Tama dan ikhsan sudah mulai datang membawa beberapa ranting kayu untuk dibakar.
Mereka pun menghentikan pembicaraan karena belum ingin menceritakan ini kepada Mereka
__ADS_1
To be continued