Pendakian Berdarah

Pendakian Berdarah
Part 12


__ADS_3

Ditempat lain


Terlihat beberapa orang yang terlihat tidak berdaya dalam keadaan tangan dan kaki terikat. Ya siapa lagi kalau bukan ikhsan dan yang lainnya.


Terlihat keadaan mereka yang sangat kacau karena semalaman tidak tertidur, bagaimana bisa tidur jika mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri pembunuhan yang dilakukan orang-orang itu.


Memang korban yang semalam bukanlah bagian dari mereka, melainkan orang yang sudah lebih dulu di bawa mereka.


Tapi bagaimana jika orang yang semalam adalah persediaan terakhir mereka? Apakah mereka akan menjadi korban selanjutnya?


Yang mereka bisa lakukan sekarang mungkin hanyalah pasrah dan berserah,tapi tetap saja mereka tidak ingin mati dengan cara keji seperti itu.


"Hikss.. hikss,gue ngga mau mati disini Na,gue pengen keluar dari sini"ujar Rumi yang sejak malam tadi belum berhenti menangis, ditambah dengan kondisi badannya yang semakin panas membuat omongan nya melantur.


"Sutt,lo ngga boleh ngomong gitu mi,kita pasti bakal bebas kok dari sini"ucap Hana menenangkan Rumi, meskipun ia juga merasa takut dan sedikit tidak yakin bisa bebas dari sini.


Sedangkan ikhsan dan Tama terlihat seperti sedang melakukan sesuatu,entah apa itu, Hana pun tidak mengetahui nya.


Dan tak lama kemudian ikhsan menunjukkan ikatan ditangan nya yang sudah terlepas,yang sontak membuat Hana dan Rumi terkejut.


"Jadi ini yang mereka lakuin dari tadi"batin Hana


Setelah ikatan di tangan nya terlepas,ia melanjutkan membuka ikatan di kaki nya dan tak lupa membuka ikatan Hana dan yang lainya.

__ADS_1


Ketika ikhsan sedang sibuk membuka tali pengikat, tiba-tiba dari arah luar terdengar seperti orang berlarian,lantas Tama pun langsung mengintip dari dalam, dan melihat beberapa orang yang keluar pemukiman seperti sedang mengejar sesuatu.


"Sekarang apa kita bisa keluar dari sini"tanya Rumi yang juga melihat beberapa orang itu keluar.


"Ngga,kita ngga bisa keluar dari sini dengan gampang, masih banyak orang diluar sana, kalaupun kita bisa bela diri itu percuma, karena mereka punya sesuatu yang bisa ngelumpuhin tanpa menyentuh lawan"jelas Tama panjang lebar


"Bener yang di bilang Tama,kita ngga bisa gegabah keluar dari sini, lagipula kita kalah jumlah sama yang diluar,bisa bisa kalo kita ketangkep nanti yang ada langsung di penggal"ucap ikhsan yang langsung terkena pukulan pelan dari Hana yang memberi isyarat untuk tidak mengatakan itu karena takut Rumi yang semakin tertekan.


Ketika mereka masih sibuk memikirkan cara untuk keluar dari sana. Tiba-tiba dari arah luar terdengar langkah kaki yang mendekat ke tempat mereka.


Lantas mereka pun langsung berpindah ke posisi semula.


Degup jantung pun mulai terasa saat langkah itu semakin mendekat ke tempat mereka dan tiba-tiba


Pintu di buka secara kasar disusul masuk nya beberapa orang dengan membawa seseorang yang langsung di lempar ke arah mereka, setelah itu orang-orang itu langsung pergi dari sana.


Dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat orang yang baru saja di lempar ke arah mereka,


"Devann!!"kaget mereka semua


Devan yang merasa namanya dipanggil pun hanya tersenyum tipis menatap mereka.


Flashback on

__ADS_1


"Lari!!"teriak Devan yang langsung menarik aca pergi dari sana. Aca yang ditarik begitu saja hanya mengikuti nya.


"Dev,lo gila ya!?tadi lo mancing mereka buat keluar, giliran udah keluar lo malah ngajak lari!!"ucap aca yang kesal dengan tindakan Devan.


"Udah lo diem aja, ikutin alurnya. Dan ya, apapun yang terjadi nanti lo harus ikutin semua kata-kata gue oke!!"ucap Devan sambil terus berlari kencang ketika melihat orang-orang itu semakin dekat.


Aca pun hanya diam dengan perkataan Devan barusan, apa yang di rencanakan laki-laki disampingnya ini.


Sampai ketika mereka sedang berlari, tiba-tiba saja Devan terjatuh. Aca yang melihat nya pun bergegas untuk membantu Devan,namun ia malah mencegah nya.


"Gausah nolongin gue!! Mending sekarang lo lari dan cari bantuan siapapun"ujar Devan yang menyuruh aca pergi.


"Ngga!! Gue ngga mau,gue ngga bakal tinggalin lo,kita harus cari bantuan bareng-bareng"ucap Aca yang tetap kekeuh ingin membantu Devan


"Ck,ikutin apa yang gue bilang,ini bagian dari rencana gue!Lo cuma tinggal lari dan cari bantuan, biar gue yang nyegah orang-orang itu! cepet Ca!"desak devan yang lagi-lagi menyuruh Aca untuk pergi.


Aca yang sangat bingung pun tidak tahu harus berbuat apa,tapi ketika Devan mengatakan ini adalah bagian dari rencananya berarti ia harus mempercayai nya.


Orang-orang itupun semakin dekat terdengar dari langkah kaki mereka, aca yang mendengar nya pun langsung bergegas untuk pergi dari sana meskipun sedikit berat meninggalkan Devan sendiri.


"Arghh oke!!gue pergi,jaga diri lo. Secepatnya gue bakal bawa bantuan kesini"ucap Aca yang langsung meninggalkan Devan.


Flashback off

__ADS_1


To be continued


__ADS_2