
Setelah mereka makan,mereka pun memutuskan untuk beristirahat, sebenarnya mereka ingin melanjutkan mencari Hana, tetapi karena keadaan yang sudah gelap dan tidak memungkinkan dengan kondisi Rumi yang malah jatuh sakit membuat mereka harus menunggu pagi untuk mencari Hana.
Ketika mereka sedang terlelap,Aca yang tiba-tiba bangun karena ingin buang air kecil, akhirnya memilih keluar sendirian karena tidak enak untuk membangunkan Rumi yang harus istirahat.
Ketika Aca keluar, secara bersamaan Devan juga keluar dari tenda,dan diluar tenda terlihat ikhsan dan Tama yang belum tertidur untuk jaga malam.
"Kalian ngga tidur?"tanya Aca yang baru keluar tenda.
"Lo sendiri mau ngapain keluar tenda?"tanya ikhsan,yang malah balik bertanya.
"Gue mau buang air kecil sebentar"jawab Rumi.
"Minta anter Devan noh,masa iya Lu sendirian Ca"saran ikhsan yang langsung ditolak mentah oleh Aca dan Devan.
"Ogah"ucap Devan dan Aca bersamaan.
Mereka berdua pun hanya menatap kesal satu sama lain.
"Ck, siapa juga yang mau nganterin lo"ujar Devan pada Aca..
" Heh siapa juga yang mau dianter sama lo, mending gue_"
"Lo dianter Devan aja Ca,ini udah malem ga aman kalo lo pergi sendiri"ujar Tama.
"Dan lo Dev, mending lo anter Aca,lo gamau kan kejadian yang sama kaya Hana terjadi sama Aca"sambung Tama
"Lo gausah khawatir ca,Devan gabakal ngintip kok, ya kan Dev"sahut ikhsan yang langsung ditatap tajam oleh Devan.
"Ck,ya udah cepet gue anter"ujar Devan sambil berlalu dari sana.
"Awas ya lo kalo sampe ketauan ngintip,gue cincang badan Lo"teriak Aca sambil menyusul Devan yang sudah berjalan duluan
"Ga tertarik"balas Devan berteriak,Mereka pun pergi dari sana.
__ADS_1
"Gue ramal tuh orang berdua bakalan jatuh cinta,dan kita bakal jadi saksi perjalanan cinta mereka."tebak ikhsan yang hanya dibalas anggukan oleh Tama, ikhsan yang melihat pun hanya mendelik kesal dengan tanggapan Tama.Tadi saja dia berbicara panjang kali lebar,tapi sekarang sudah kembali ke mode irit bicara.
Beralih ke Aca dan Devan
"Cepet sana,gue tunggu disini"ucap Devan yang berdiri tidak terlalu jauh ditempat Aca.
Aca pun langsung bergegas pergi untuk menuntaskan keinginan nya,setelah selesai ia pun segera kembali ke tempat Devan berada,ketika mereka ingin pergi tiba-tiba
Kresekk... kresekk
Terdengar suara langkah kaki yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka, langkah kaki yang terdengar seperti mengendap endap.
Aca dan Devan pun hanya saling tatap,mereka tentu mendengar suara itu,Devan pun memberi instruksi untuk tetap diam,suara yang cukup dekat dari tempat mereka,tapi suara yang bukan melangkah ke arah mereka.
"Lo diem disini,biar gue liat" bisik Devan sambil melangkah meninggalkan Aca,tapi belum sempat ia pergi,Aca memegang lengan nya.
"Gila ya lo mau ninggalin gue!?gue ikut"kesal Aca yang ingin ditinggal begitu saja,tentu saja ia takut jika ditinggal sendirian.
"Ck,dasar penakut"ucap Devan yang langsung memegang tangan Aca untuk mengikuti nya.
Mereka pun mengikuti suara langkah kaki itu dengan mengendap-endap, terlihat dari kejauhan seperti banyak orang yang berjalan, tetapi Karna gelapnya malam mereka tidak bisa melihat dengan jelas siapa mereka,tapi yang mereka lihat dengan jelas adalah, orang orang itu membawa tiga buah karung yang dipanggul di kayu dan digotong beberapa orang.
Ketika mereka masih mengikuti orang-orang itu,tiba tiba ..
Krekk
suara kayu yang patah akibat diinjak oleh Aca, lantas mereka pun langsung menunduk di dekat ilalang panjang ketika orang-orang itu melihat ke sumber suara.
"Lo bisa ngga sih hati-hati sedikit"kesal Devan dengan kecerobohan Aca.
"gue ngga sengaja nginjek,lagian mana gue tau kalo ada kayu disitu"balas Aca sambil berbisik
Belum sempat mereka selesai berdebat tiba-tiba
__ADS_1
Sringg...
Hap..
Sebuah panah melesat tepat disamping Aca,jika saja Devan tidak menarik aca dan memeluk nya, mungkin saja panah itu akan menancap di kepalanya.
"Ayo lari!"belum sempat selesai keterkejutan nya dengan yang terjadi tadi,tiba-tiba Devan menarik nya untuk pergi dari sana.
Mereka pun lari dengan sekuat tenaga dan tidak memperdulikan rasa sakit di kaki mereka Karena tersandung beberapa kali.
~~
Huh..huh
Helaan nafas mereka yang sudah berhenti berlari ketika memastikan orang-orang itu tidak mengikuti mereka lagi.
"Gila,lo bisa ngga sih kalo mau lari pelan-pelan dikit,Abis tau ngga nafas gue gara-gara Lo"ucap Aca yang kesal lantaran diajak lari tanpa aba-aba,belum lagi langkah kaki Devan yang lebar serta larinya yang begitu cepat, membuatnya terseok Seok mengikuti nya.
"Heh emang dasar nya Lo aja yang lamban,masih untung Lo ngga gue tinggalin tadi"jawab Devan,Aca pun hanya diam tak membalas lagi,karena ia sudah terlanjur lelah.Lagipula yang dikatakan Devan ada benarnya,masih baik dia tidak meninggalkan nya tadi.
"Gue penasaran deh apa yang mereka bawa tadi,gue sempet liat salah satu karung Kaya gerak gerak gitu,terus kenapa mereka berhenti ngejar kita, seharusnya kan mereka kejar kita sampe ketangkep gara-gara ketauan ngikutin mereka"tanya Aca yang merasa bingung dengan semua nya..
"Mungkin dalem nya orang kali"tebak Devan asal-asalan.
Tapi tunggu? orang? tiga karung?
Apa jangan-jangan...
Mereka pun saling tatap seolah memikirkan hal yang sama
"Itu mereka!"
To be continued
__ADS_1