
"Tapi Dev,gimana cara Lo nyampe sini dalam keadaan masih sadar, sedangkan kita semua nggak sadar waktu dibawa kesini? Ngga mungkin kan Lo kalah bertarung sama mereka?"tanya ikhsan, pasalnya Devan datang dalam keadaan baik baik saja, tidak seperti mereka yang dibius oleh sesuatu sampai tidak bisa melawan.
"Gue pura-pura pingsan, Karna gue ngerasa mereka ngelumpuhin kalian pake sesuatu yang bikin kalian ngga bisa ngelawan, kalo mikir kalian kalah jumlah kaya nya ngga mungkin, Karna malem itu gue sama Aca ngeliat orang-orang yang bawa kalian jumlah nya ngga terlalu banyak, jadi gue milih buat nyimpen tenaga"jelas Dev
mereka pun hanya diam mendengarkan, karena yang dikatakan Dev memang benar, lantas mereka pun menceritakan penyebab yang membuat mereka dibawa kesini, yaitu karena bubuk putih itu, bubuk yang bisa membuat seseorang sangat mengantuk dengan cepat, seperti obat bius dengan kadar tinggi.
"Itu berarti yang harus kita lakuin sekarang adalah cari bubuk itu, karena pasti nanti kita bakalan butuh itu"ujar Dev, setelah mendengar cerita mereka.
Lantas mereka pun terkejut, apa katanya tadi? Mencari bubuk itu? Untuk keluar dari sini saja mereka tidak bisa, apalagi untuk keluar mencari bubuk itu.
Devan yang mengerti tatapan mereka hanya menghela nafas kasar.
"Gue punya rencana, kita bakal jalanin nanti malem"ucap Devan pada semuanya.
Sedangkan ditempat lain terlihat seorang perempuan tengah berlari tanpa arah, entah kemana arahnya yang penting ia bisa segera menemukan bantuan untuk menolong teman temannya.
"Huh..huh, gue harus kemana buat nyari bantuan, apa ngga ada desa di sekitar sini?"tanya Aca pada dirinya sendiri, sebenarnya ia ingin turun gunung untuk meminta bantuan Ranger, tapi ia tidak tahu harus kemana karena mungkin sekarang ia sudah tersesat, yang hanya bisa ia harapkan sekarang adalah menemukan desa untuk meminta bantuan warga disana.
Akhirnya ia memutuskan untuk kembali berlari agar bisa secepatnya menemukan pertolongan, tapi ketika ia sedang berlari tiba-tiba..
Brakk..Dukk
__ADS_1
Aca yang tengah berlari tiba-tiba saja tersandung akar pohon yang cukup besar hingga membuat nya terjatuh. "Auchh, siapa sih yang naro pohon Disini"ringis Aca menahan sakit sambil melihat lutut nya yang terlihat sobek lantaran membentur batu.
"Ck, kalo kaya gini makin lama gue nyari bantuan"kesal Aca pada dirinya sendiri.
"Butuh bantuan?"tanya seseorang dengan menjulurkan tangannya untuk membantu Aca. Aca yang tengah melihat lukanya itu langsung tegang ketika mendengar suara seseorang.
"Shitt,suara siapa tuh? Apa jangan-jangan orang aneh itu nemuin Gue lagi"batin aca yang tidak berani melihat keatas karena takut dugaannya benar.
"Aca"ucap orang itu lagi, yang langsung membuat aca terkejut lantaran orang itu menyebut namanya, Aca pun langsung melihat siapa orang itu dan langsung terkejut ketika melihat nya
"Lo, kenapa lo bisa ada disini"tanya Aca sambil berusaha berdiri, namun karena kakinya yang masih sakit, membuat nya urung untuk berdiri.
"Cerita nya panjang, mending sekarang lo ikut gue, ada desa di sekitar sini mungkin lo bisa istirahat dulu"ucap Bima, aca yang mendengar kata desa pun langsung berbinar karena mungkin ia nanti bisa meminta bantuan warga disana.
Mereka pun bergegas pergi dari sana, dengan Bima yang memapah Aca Karena kakinya masih terasa sakit untuk berjalan sendiri.
__ADS_1
Akhirnya setelah mereka berjalan cukup jauh, sampailah mereka di desa yang dikatakan Bima tadi, desa yang tidak terlalu besar, dan juga terlihat cukup sepi, mungkin rumah nya pun bisa dihitung dengan jari . Tapi tak apa, yang penting ia masih bisa meminta bantuan mereka.
Bima pun membawa aca ke salah satu rumah yang terletak di paling ujung, terlihat sederhana namun terlihat menyeramkan juga, mungkin Karna jarak antar rumah berjauhan ditambah posisi nya yang berada di paling ujung.
Tok..tok
Bima pun mengetuk pintu rumah itu, tidak lama terdengar seseorang membuka pintu, terlihat seorang kakek-kakek keluar membuka pintu, kakek itupun langsung mempersilahkan Aca dan Bima masuk.
"Ca, kakek ini pemilik rumah ini, dia juga yang udah nolong gue dan kasih tempat buat gue tinggal"jelas Bima, kakek itu pun hanya mengatakan sesuatu dengan bahasa yang Aca tidak mengerti, setelah itu dia langsung masuk ke kamar nya,tapi anehnya kenapa Bima terlihat seperti mengerti.
Akhirnya Aca pun memilih untuk mengobati luka nya terlebih dahulu, setelah itu dia baru akan meminta tolong pada warga sekitar.
**To be continued**
maaf ya gaes othor up nya ngga konsisten huhu soalnya othor lagi sibuk nyari kerja😭jadi fokus nya ke bagi bagi deh, tapi nanti othor usahain up setiap hari kok😘
cinta readers banyak banyak ♥️
__ADS_1