
"Tama! Iksan,Rumi!"teriak Aca dan Devan mencari keberadaan mereka bertiga,tapi nihil tidak ada siapapun disana.
Ya, mereka sudah sampai di tempat camp mereka,tapi ketika mereka sampai,tidak ada siapapun disana,hanya ada beberapa barang yang terlihat berserakan seperti telah terjadi sesuatu
"Arghh ****,gue yakin pasti yang dibawa orang-orang tadi itu mereka(Tama, ikhsan dan Rumi)"marah Devan sambil menendang apapun di dekatnya.
Yang membuat nya marah adalah karena ia tau ikhsan dan Tama jago dalam hal bela diri seperti dirinya,tapi kenapa mereka bisa ditangkap oleh orang-orang itu,apa karena mereka kalah jumlah? tapi...ah sudahlah, memikirkan itu malah membuat nya semakin pusing.
"Apa jangan-jangan mereka juga yang udah bawa Hana?tapi siapa mereka,apa mereka suku asli gunung ini"tanya Aca
"Gue ngga pernah denger tentang suku yang tinggal di gunung ini,beberapa kali gue naik kesini,ngga pernah gue ngalamin hal kaya gini"jelas Devan yang juga bingung dengan kondisi yang sedang mereka hadapi sekarang.
"Terus sekarang kita harus gimana?"tanya Aca,karena sejujurnya ia pun mulai merasa lelah sekaligus takut dengan semua yang terjadi,tapi ia berusaha menyembunyikan itu karena tidak ingin menjadi beban bagi Devan.
"Sekarang lebih baik kita pergi,udah ngga Aman buat kita lama-lama disini"ucap Devan yang langsung merapihkan barang yang masih bisa mereka bawa, begitupun dengan Aca.
Mereka pun akhirnya berjalan ditengah gelap nya malam, berharap pagi akan segera datang dan mengusir rasa takut mereka,tapi apalah daya, waktu tidak bisa dipercepat ataupun di perlambat.
"Berhenti dulu kek, sumpah gue capek tau ngga"ucap Aca sambil duduk disalah satu batu besar.
"Ck, makanya biasain olahraga biar ngga lemah"ujar Devan yang meskipun pedas tapi ia ikut duduk di
__ADS_1
Tempat yang tak jauh dari Aca.
Aca pun hanya diam dan melirik nya kesal, sungguh ia sangat Lelah untuk meladeni manusia satu ini,belum lagi kakinya yang terasa sakit Karna beberapa kali tersandung akibat lari tadi.
Devan pun sesekali melirik Aca, sebenarnya ia juga merasa bersalah dan sedikit kasihan,tapi ntahlah,ego nya yang begitu besar membuat nya bersikap seakan tidak perduli,tapi itu hanya berlaku sampai beberapa menit kedepan, karena entah dorongan dari mana dirinya mendekat ke arah Aca dan duduk di sampingnya.
"Mana sini gue liat kaki lo"ucap Devan sambil menarik pelan kaki Aca.
"Eh²,ngapain Lo?!gausah-gausah,gue bisa sendiri"ujar Aca sambil ingin menarik kakinya kembali,namun belum sempat ia menarik kakinya,Devan lebih dulu melayangkan tatapan tajam nya yang membuat nyali Aca hilang seketika.
"Nih orang kalo lagi serem knpa serem amat ya"batin Aca
"Kaki lo keseleo,tahan sedikit dan jangan teriak,kalo Lo mau teriak nih gigit pundak gue"ucap Devan yang menyerahkan pundak nya untuk digigit Aca, karena ia tidak ingin teriakan nya nanti akan mengundang binatang buas atau mungkin orang-orang itu.
"Arghh"teriak Aca tertahan karena menggigit pundak Dev.
"Shhh,lo bisa ngga sih kalo gigit pelan-pelan"kesal Devan sambil melihat bekas gigitan Aca di pundak nya yang sedikit menimbulkan goresan.
"Ck,salah lo sendiri ngga ngasih aba-aba kalo mau narik kaki gue"sahut Aca yang tidak ingin mengalah sama sekali.
Devan pun hanya diam tidak menanggapi,dia hanya menyuruh Aca menggerakkan kakinya untuk melihat apakah masih sakit atau tidak.
__ADS_1
Dan ternyata rasa sakitnya sedikit berkurang,hanya tinggal sakit karena goresan-goresan rumput tajam ketika mereka lari tadi.
"Ternyata lo punya bakat juga ya jadi tukang urut"ucap Aca yang hanya dilirik kesal oleh Devan.
"Mending sekarang lo istirahat tidur,biar gue yang jaga disini"ujar Devan yang langsung mencari posisi untuk Aca tidur, karena tidak mungkin mereka melanjutkan perjalanannya, selain karena faktor lelah, mereka juga tidak tau jalan, mungkin mereka sudah tersesat terlalu jauh.
Hanya tinggal berharap ada bala bantuan yang menolong mereka.
~~
Sedangkan di tempat yang berbeda...
Terlihat beberapa manusia yang tak sadarkan diri dengan kondisi tangan diikat dan mulut yang disumpal oleh kain kotor, dimasukkan kedalam gubuk kayu yang tidak terlalu besar secara bersamaan.
Gedebuk...gedebuk
Suara seperti sesuatu yang dilempar membangunkan seorang gadis yang sedang tertidur di sudut ruangan, matanya mengerjap samar dan perlahan melihat sesuatu yang di lempar tadi.
Belum sempat ia mengumpulkan nyawanya sehabis bangun,ia dikejutkan dengan apa yang ia lihat sekarang.
"Mereka?! kenapa mereka ada disini" batin gadis yang tak lain adalah Hana.
__ADS_1
To be continued