
Setelah mereka berjalan cukup lama, benar saja Bima membawa nya ke tempat itu lagi, tempat yang mungkin bisa di sebut sebagai desa kematian , Bima pun membawa nya bersembunyi di suatu tempat yang lumayan aman karena terlihat orang-orang itu tengah berkeliaran di luar. Mungkin saja karena ini siang hari, jadi banyak dari mereka yang berada diluar.
"Sekarang apa yang harus kita lakuin?"tanya Aca
"Mending sekarang kita nunggu malem, karena lebih mudah buat kita bergerak di malam hari"jawab Bima.
Aca pun hanya diam tak menanggapi lagi Karna sejujurnya ia masih meragukan niat Bima yang mau membantunya, tapi ia harus membuang jauh-jauh pikiran itu, karena jika memang Bima tidak mau membantu nya sedari awal, pasti ia tidak akan menolong nya waktu ia terluka bukan.
~~
Sedangkan di tempat Devan dan yang lainya
"Rencana apa yang bakal lo lakuin nanti malem Dev?"tanya ikhsan yang dari tadi sudah sangat penasaran, karena Devan tidak mengatakan rencananya kepada mereka.
"Apa nanti malem orang-orang itu bakal ngasih makan ke kita?"ucap Devan yang malah balik bertanya
"Iya mereka biasanya kalo malem ngasih makan ke kita, emangnya kenapa? Lo laper?"jawab ikhsan sekenanya
Devan pun hanya menatap nya jengah, ya meskipun yang dikatakan ikhsan ada benarnya jika ia memang lapar, tapi tentu bukan hanya dirinya yang lapar melainkan semua nya pasti lapar juga.
Namun mereka harus menahan rasa lapar itu daripada mereka harus makan daging manusia.
"Ish by, kalaupun Devan laper ya dia ga bakal mau lah makan makanan mereka" sahut Hana yang memang ada benarnya juga.
"Iya by, aku juga cuma bercanda kok, lagian Devan aku tanya malah balik nanya makanan"jelas ikhsan
"Rencana gue nanti malem, waktu mereka masuk buat ngasih makan kita, gue sama Tama dibelakang pintu dan setelah itu gue bakal ngelakuin sesuatu sama mereka, dan ya jangan lupa buat bersikap biasa aja oke?"jelas Devan
Mereka pun hanya mengangguk, selagi Devan yakin dengan rencananya maka mereka pun harus percaya bukan.
Malam pun tiba
Dan waktu yang di tunggu pun tiba, terlihat dua orang yang seperti sedang menuju ke tempat mereka
Devan dan yang lainya pun sudah berada di tempat nya masing-masing.
__ADS_1
Brakk
Suara pintu terbuka memperlihatkan dua orang yang membawa sejumlah makanan, mereka pun langsung menaruh nya di dekat ikhsan dan yang lainnya, namun ketika mereka ingin berbalik
Krekk
Terdengar seperti suara sesuatu yang patah, dan ternyata suara itu berasal dari Dev dan Tama yang memelintir leher kedua orang itu. Mereka pun langsung tergeletak tidak sadarkan diri.
Pintu yang sudah tertutup sedari awal membuat tindakan mereka tidak terlihat di luar
Mereka pun langsung menyeret orang-orang itu dan menyembunyikan nya disudut ruangan.
"Sekarang gue sama Tama bakal keluar buat nyari bubuk itu, dan nyari sesuatu yang bisa dipake buat keluar dari sini"ucap Devan setelah ia memakaikan jaket nya dan Tama pada orang-orang tadi agar menyamarkan badan mereka, tinggal lah ia memakai kaos oblong berwarna hitam dan Tama berwarna abu-abu
"Tapi Dev, gimana kalo mereka tiba-tiba dateng kesini"tanya ikhsan
"Mereka ngga akan kesini, gue sama tama bakal secepatnya balik kesini"ucap Devan yang langsung bergegas pergi keluar diikuti Tama.
Devan dan Tama akhirnya keluar dengan mengendap-endap, mereka tidak tau akan pergi kemana, tapi yang pasti mereka harus mengecek setiap ruangan disini.
"Kenapa?"tanya Devan berbisik, Tama pun hanya memberi isyarat untuk diam, dan tak lama terlihat dua orang yang lewat di depan tempat mereka bersembunyi, mungkin saja mereka sedang jaga malam. Setelah dipastikan mereka tidak melihat Devan dan Tama, akhirnya mereka kembali berjalan.
Mereka pun terus berjalan sampai akhirnya mereka sampai di tempat yang bisa di bilang seperti dapur, terlihat tidak ada siapapun didalam sana, akhirnya Dev dan tama pun memutuskan untuk masuk ke dalam, siapa tau mereka bisa menemukan sesuatu disana.
Ketika mereka masuk ke sana, bau anyir darah langsung menyambut mereka.
"Ck, bau banget, mereka ngga enek apa nyium² kaya gini setiap hari"kesal Devan
"Orang kaya mereka yang makan daging manusia setiap hari masih lo tanya enek apa ngga, gue yakin darah nya dijadiin minuman sama mereka"ujar Tama yang membuat devan langsung membayangkan darah manusia yang dijadikan minuman
Vampir kali ah wkwk
Mereka pun langsung mencari sesuatu yang mungkin bisa berguna nantinya, ketika sedang mencari tiba-tiba saja Devan menemukan sesuatu
"Tama!!ini..."sentak Devan yang membuat Tama menghampiri nya, ketika Tama melihat apa yang ditemukan Devan, mereka pun hanya saling tatap sampai..
__ADS_1
"Bawa sebanyak-banyaknya"ucap Tama tiba-tiba
*Ditempat lain*..
Terlihat dua orang yang sedang mengendap endap masuk ke tempat itu, ya itu adalah Bima dan Aca yang memutuskan untuk mencari tempat Dimana teman-temannya disekap.
Awalnya mereka ragu untuk masuk, tapi jika bukan mereka siapa lagi, dengan membawa bambu sebagai senjata, mereka pun memasuki desa itu.
Ketika mereka sedang mengendap endap, tiba-tiba saja terdengar suara keributan dari satu bangunan yang sedikit jauh dari tempat mereka.
Ketika Aca melihat tempat keributan itu, dia sangat dikejutkan ketika melihat seseorang yang dibawa manusia kanibal itu keluar dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"RUMII!!"Teriak Aca, yang membuat mereka semua menoleh kearahnya..
*Ouow*...
**To be continued**
__ADS_1