Pendakian Berdarah

Pendakian Berdarah
Part 14


__ADS_3

Aca yang sudah selesai mengobati luka nya pun akhirnya memutuskan untuk pergi keluar mencari Bima karena ia membutuhkan bantuan nya untuk berbicara dengan para warga, karena sedari tadi Bima tak kunjung kembali.


Ketika aca keluar rumah, terlihat beberapa penduduk yang sedang berlalu lalang, namun ada yang membuat aneh, tatapan para penduduk ketika melihatnya terlihat seperti tak suka akan kehadiran nya dan juga ada beberapa tatapan yang menyiratkan Ke khawatiran tapi entah karena apa.


Aca pun berusaha untuk tidak perduli dan terus mencari Bima ke sekeliling desa, namun Bima tak kunjung ditemukan.


"Ck, Bima pergi kemana sih, ngga mungkin kan dia ninggalin gue sendirian disini"pikir aca


setelah lama berfikir akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari desa itu, karena bima yang tak kunjung terlihat dan juga ia tak bisa membuang waktu lama lama, karena jika ia sendiri yang meminta tolong pada warga disana pun percuma karena mereka tak akan mengerti ucapan nya, ditambah lagi dengan tatapan beberapa warga yang terlihat seperti tak suka padanya.


Ketika ia sampai ke rumah, ia pun langsung Merapihkan barang-barang nya, awalnya ia ingin pamit terlebih dahulu pada kakek pemilik rumah, namun karena ia tak ada disana akhirnya aca memilih untuk pergi saja.


Dan ketika ia baru saja ingin keluar tiba-tiba..

__ADS_1


"Mau pergi kemana?"ucap seseorang tepat dibelakangnya. Aca yang kaget pun langsung menoleh kebelakang dan terlihat Bima yang sedang menatap nya sambil bersender di pintu ruangan paling belakang.


"B-bima, lo ada disini?"tanya aca yang entah kenapa malah merasa tak nyaman ketika melihat Bima.


"Hmm, gue dari tadi disini"jawab Bima, lantas ia pun langsung mendekat ke arah Aca, aca yang heran karena dia tiba-tiba saja ada disini. Padahal Aca sudah mengecek seisi rumah dan tidak ada siapa siapa, tapi Bima justru muncul tiba-tiba seperti memiliki kekuatan tak terlihat.


"Lo mau pergi kemana?bukan nya tadi gue nyuruh Lo buat Istirahat sebentar"tanya Bima yang sudah selangkah di depan Aca


"Gue.. gue tadi nyariin Lo keluar, tapi karena lo ngga ketemu akhirnya gue mutusin buat pergi dari sini nyari bantuan, tapi karena lo udah ada disini jadi lo mau kan bantuin gue buat minta tolong ke warga?"tanya aca pada Bima yang terus menatapnya.


"Jangan minta bantuan ke mereka, mereka ngga akan mau bantuin lo, karena sedari awal mereka udah ngga suka kehadiran Lo disini"jelas Bima.


Aca pun hanya mengernyit bingung, kenapa orang-orang disini tidak suka padanya? Padahal ia merasa tidak melakukan apapun yang menyinggung mereka.

__ADS_1


"Gue yang bakal bantu lo. Mending sekarang kita siap-siap buat pergi dari sini" ucap Bima tiba-tiba.


"Lo mau bantuin gue? Tapi kita cuma berdua, sedangkan jumlah mereka banyak, ditambah lagi mereka manusia aneh" ucap aca yang tidak menyadari tatapan dingin Bima


"Lo ngga perlu takut, gue yakin kita bisa meskipun cuma berdua, lagi pula apa lo mau buat temen temen lo mati karena nungguin Lo yang kelamaan cari bantuan, lagipula yang gue tau cuma Desa ini yang ada di sekitar gunung"ujar Bima pada Aca yang hanya diam


Yang dikatakan bima ada benarnya juga, jika ia memilih mencari bantuan lain pasti itu hanya membuang-buang waktu saja, dan juga ia harus yakin meskipun hanya berdua mereka pasti bisa menyelamatkan yang lainnya.


Namun sebelum pergi Aca meminta untuk ke toilet sebentar, dan Bima pun hanya menunjukkan toilet umum yang berada di sekitaran rumah warga.


Mereka pun akhirnya memulai perjalanan, diperjalanan entah kenapa Bima seperti sangat hafal agar bisa sampai di desa pembunuh itu, padahal ia sendiri lupa jalan yang baru saja ia lewati.


"Gue tau jalan ini karena gue juga pernah di bawa ke tempat mereka, dan gue samar samar inget jalan"ucap Bima yang seakan tau apa yang sedang dipikirkan Aca.

__ADS_1


Aca pun hanya mengangguk dan percaya pada Bima bahwa dia akan membawa mereka ke desa itu.


To be continued


__ADS_2