
Mereka pun memulai perjalanan dengan formasi Tama menjadi leader,Rumi di posisi kedua, Hana di posisi ketiga, ikhsan diposisi keempat, Aca di posisi kelima,dan Devan berada di posisi terakhir atau sebagai sweper, sedangkan Bima berada di posisi ke enam dibelakang Aca.
Bukan tanpa sebab Devan memilih menjadi sweper dibelakang,dia ingin mengawasi Bima Karna masih menaruh rasa curiga terhadapnya.Dan Tama yang menjadi leader Karna dia juga sama berpengalaman nya dengan Devan dan juga ikhsan.
Perjalanan menuju pos satu berjalan dengan mulus,hanya mungkin sesekali para wanita meminta untuk beristirahat Karna memang mereka belum cukup berpengalaman dan menjadi cepat lelah.
Sampai lah mereka di pos 1, mereka pun akhirnya istirahat selama beberapa menit hanya untuk minum atau mungkin mengumpulkan tenaga kembali.
Sampai mereka pun melanjutkan perjalanan menuju pos 2.
ketika di perjalanan menuju pos dua,entah mengapa Devan merasa seperti mendengar suara jejak kaki yang mengikuti langkah mereka dari jauh,entah Karna ia yang berada di posisi paling belakang dan memang kepekaan pendengaran nya yang tajam,dari awal mereka berangkat dari pos satu,ia sudah mendengar suara jejak kaki itu.
Sampai tiba-tiba Aca meminta bertukar posisi menjadi di bagian ke enam,di depan Devan,entah mengapa ia tiba-tiba ingin bertukar posisi,tapi meskipun begitu mereka tidak ada yang ingin bertanya.
"Kenapa lo tiba-tiba pindah,pengen Deket Deket gue kan lo"ucap Dev yang berada tidak jauh dibelakang Aca.
Sementara yang lain berada sedikit jauh dari mereka berdua
Rahel yang mendengar pun hanya mendelik kesal,
"Gausah Geer lo!gua pindah cuma mau mastiin sesuatu"ujar Aca yang semakin memperlambat jalannya.
__ADS_1
Devan yang melihat pun sedikit kesal karna Rahel yang berjalan sangat lambat,
"Ckk,bisa cepet dikit ga si lo"ucap Devan sambil mendorong pelan Aca untuk lebih cepat.
"Ish ribet banget si lo,kalo pengen cepet Yaudah sana di depan,biar gue di paling belakang"ucap Aca sambil ingin pindah ke paling belakang, tetapi belum sempat ia pindah,Devan tiba-tiba mencegahnya.
"Ngga,gausah aneh-aneh lo cepet balik ke depan!biar gue yang di belakang"ucap Devan sambil menarik kembali Aca menuju tempat nya.
Aca pun hanya melihat nya dengan aneh,apa apaan pria dibelakangnya ini,tadi dia ingin cepat-cepat,tapi dia juga tidak membolehkan Rahel untuk berada di paling belakang,padahal dia hanya ingin memastikan sesuatu, apa yang dia dengar itu benar atau tidak,apa jangan-jangan Devan juga mendengar apa yang ia dengar? batin nya dalam hati,sambil melirik ke belakang.
"Apa lo lirik-lirik"sentak Devan.
"Ck,siapa juga yang ngelirik lo,gue cuma ngelirik tiang dibelakang gue"jawab Aca yang membuat Devan makin kesal.
"Lo...!"
"Hel,van cepetan, pacaran mulu lo berdua"teriak ikhsan dari depan sana.
"Najis"ucap Aca dan Devan bersamaan
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang,mereka pun sampai di pos dua,ketika mereka sampai di pos dua Rumi tiba-tiba meminta di temani untuk buang air kecil,Hana yang juga ingin buang air kecil akhirnya ikut berdua dengan Rumi, sedangkan Aca memilih menyiapkan air panas bagi yang ingin menyeduh kopi ataupun yang lain, sedangkan Tama dan ikhsan memilih untuk merokok sambil menunggu,dan Devan yang memilih untuk melihat sekitar, meskipun hanya pepohonan yang bisa dilihat.
Ketika mereka sedang sibuk dengan urusan masing-masing tiba² ada suara teriakan Rumi dari kejauhan sambil meneriakin nama Aca
"Ca,Aca!!"teriak Rumi sambil berlari kearah mereka sendirian.
Mereka semua pun tersentak dan langsung menghampiri Rumi untuk bertanya apa yang terjadi.
"Lo kenapa si mi, teriak teriak gitu? ouhh iya Hana mana"tanya Aca sambil melihat sekitar Karna tidak menemukan Hana...
"Ca! Hana ca..
__ADS_1
Dia ilang!?"ujar Rumi yang Lang membuat semuanya terkejut