Pendekar Asap Belerang

Pendekar Asap Belerang
episode 12


__ADS_3

Sebenarnya Lino sudah mengantuk untuk menemani Yuni, selain itu hari juga sudah terlalu larut malam, akan tetapi Lino dengan senang hati menerima permintaan Yuni yang dengan harapan supaya Yuni dapat tertidur pulas.


Ketika film akan dimulai, Yuni pergi ke kamar mandi untuk mengganti bajunya, karena Yuni merasa agak gerah ketika menonton film komedi.


Ketika keluar dari kamar mandi, Lino kembali lagi secara tidak sengaja melihat baju Yuni yang ngepas dengan tubuhnya.


Lino sebenarnya ingin lari ke sofa karena tubuhnya merasa gemetaran lagi ketika melihat baju Yuni yang pas dengan tubuh ideal nya.


Akan tetapi Lino mencoba untuk tenang dan tetap duduk di atas kamar tersebut, Yuni kemudian datang dan langsung memutar film yang akan ditontonnya.


Lino menanyakan tentang film yang akan diputar, Yuni kemudian mengatakan kalau film kali ini yang akan diputar berjenis film horor.


Mengetahui hal ini, Lino semakin gemetaran karena Lino juga takut melihat film yang berjenis horor.


Yuni kemudian bertanya kepada Lino " mengapa kamu gemetaran? "


Lino kemudian menjawabnya " aku gemetaran karena melihat baju kamu ".

__ADS_1


Yuni hanya tersenyum mendengar jawaban dari Lino.


Kemudian Yuni menawarkan untuk mematikan lampu sebagian, supaya bajunya tidak tampak begitu jelas ketika Lino melihatnya.


Lino sangat senang dengan saran Yuni, akhirnya Lino menyetujuinya.


Beberapa saat kemudian setelah sebagian lampu dimatikan, mereka sangat serius melihat film horor itu.


Lino juga kembali lagi gemetaran ketika film horor itu ceritanya semakin seram.


Lino kemudian menjawabnya " aku gemetaran karena melihat filmnya ".


Dengan lega Yuni mendengar jawaban dari Lino.


Ketika film itu sudah hampir selesai, tiba-tiba Yuni mendapatkan sebuah pesan di handphone nya, berhubung handphone nya berada disampingnya, Yuni langsung membuka pesan itu.


Ternyata pesan itu dari teman wanitanya yang termasuk salah satu karyawan di tempatnya bekerja.

__ADS_1


Yuni lalu membalas pesan tersebut, ketika Yuni mengetik pesan, wajah Yuni otomatis tersorot cahaya dari handphonenya, sehingga terlihat wajahnya seperti hantu, selain itu rambutnya Yuni juga panjang, sehingga membuat seram penampilannya.


Akhirnya film tersebut telah selesai, dan Lino ingin minta ijin kepada Yuni untuk beranjak ke sofa.


Akan tetapi disaat Lino menoleh kearah Yuni, Lino sangat terkejut dengan penampilan Yuni yang sangat seram, karena pada waktu itu Lino belum mengetahui kalau Yuni sedang membalas pesannya itu.


Lino melihat Yuni seperti hantu wanita yang ada di film tersebut, dengan spontan Lino mengatakan " tolong ", setelah itu karena sangat takutnya Lino kemudian tidak sadarkan diri.


Mengetahui Lino tidak sadarkan diri, Yuni agak sedikit panik, kemudian Yuni mengambil beberapa obat gosok yang disediakan oleh tempat penginapan tersebut.


Obat tersebut ada di kota obat yang terletak di sebelah kamar mandi, sehingga Yuni langsung memberikan nya kepada Lino.


Ketika mulai agak sadar, Lino akhirnya tertidur ditempat tidur itu, Yuni akhirnya lega melihat keadaan Lino yang mulai membaik.


Yuni kemudian merebahkan tubuhnya disamping Lino, akan tetapi ketika beberapa saat kemudian Yuni merasa wajahnya agak gatal, sehingga membuat Yuni tidak nyaman.


Akhirnya Yuni menuju ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya, kemudian setelah itu Yuni menggunakan masker untuk mengecilkan pori-pori dan menghaluskan wajahnya, lalu Yuni menunggu beberapa saat supaya masker itu mengering.

__ADS_1


__ADS_2