
Kemudian didalam ruangan itu mereka mengobrol dengan seru.
Beberapa saat kemudian Yuni mengatakan bahwa dirinya masih belum puas dengan jawaban Lino yang ingin menikahinya.
Lino kemudian mengatakan sebuah alasan kepada Yuni, dan alasan tersebut adalah Yuni merupakan wanita yang bisa membuat dirinya jatuh cinta.
Yuni tersenyum lega ketika mengetahui jawaban dari Lino.
Ketika hari sudah mulai agak gelap, Yuni kemudian menuju ke Lino yang ketika itu sedang duduk bersantai sendiri di Gasebo.
Setelah mendekati Lino, kemudian Yuni duduk berada disampingnya, lalu Yuni mengatakan kepada Lino kalau dirinya sangat sedih ketika menuggu Lino yang ketika itu tidak kunjung pulang.
Pada saat itu Yuni selalu menghubungi ponselnya Lino, akan tetapi ponselnya Lino sudah tidak aktif lagi.
Lino tiba-tiba langsung ingat tentang ponselnya, dan setelah mengingatnya ternyata ponselnya Lino terjatuh ketika dirinya terjatuh di lereng pegunungan.
Kemudian disaat seperti itu Yuni memberikan sebuah bingkisan kepada Lino, setelah Lino membukanya ternyata bingkisan tersebut adalah sebuah ponsel baru.
Lino kemudian tersenyum dan sangat senang atas pemberian itu, disisi lain Lino juga akan memberikan sebuah bingkisan kepada Yuni.
Akan tetapi sebelum memberikannya, Lino meminta kepada Yuni supaya jangan pernah lelah ketika menunggu kehadirannya
Yuni tersenyum dan menyetujuinya.
Akhirnya Lino memberikan bingkisan tersebut kepada Yuni, setelah Yuni membukanya ternyata bingkisan tersebut adalah sepasang cincin kawin.
Yuni sangat senang dengan pemberiannya, akan tetapi Yuni menanyakan kepada Lino mengenai cincin kawin yang sebelumnya.
Lino kemudian menjawab kalau cincin yang sebelumnya tersebut telah hilang ketika dirinya terjatuh.
Yuni tersenyum mengetahuinya kemudian secara tiba-tiba Yuni mencium Lino, sedang keadaan Lino hanya diam dan tersenyum setelah Yuni menciumnya.
Beberapa saat kemudian mereka masuk ke dalam rumah, ketika masuk Lino langsung menuju ruang makan.
Lino terkejut ketika melihat banyaknya menu makanan yang ada di atas meja makan, kemudian Lino bertanya kepada Yuni tentang menu makanan tersebut.
Yuni kemudian menjawabnya, kalau menu makanan tersebut adalah dirinya yang memasaknya.
Akhirnya mereka menikmati menu makan malam dengan berbincang-bincang sangat seru.
Setelah selesai, Lino menuju ke ruang televisi, dan dengan bersantai Lino menonton siaran televisi.
Beberapa saat kemudian, secara tiba-tiba Yuni datang kehadapan Lino dengan menggunakan pakaian yang sangat menggairahkan.
Yuni kemudian berkata kepada Lino mengenai pakaiannya tersebut apakah sudah dapat membuat tubuhnya Lino menjadi gemetaran.
Lino kemudian hanya tersenyum dan mengatakan kalau rasa itu sudah hilang dari dalam tubuhnya.
Hal ini membuat Yuni semakin penasaran, karena sebelumnya Lino sangat gemetaran apabila berada disampingnya.
Akhirnya Yuni melangkahkan kakinya dan duduk di atas pangkuannya.
__ADS_1
Setelah itu mereka saling berhadapan.
Yuni kemudian mengatakan " dengan posisi yang seperti ini apakah aku sudah bisa membuat tubuhmu menjadi gemetaran? ".
Lino kemudian tersenyum, dan mengatakan kepada Yuni kalau tubuhnya masih tidak gemetaran, akan tetapi jantungnya yang berdegup kencang.
Mengetahui hal ini Yuni kemudian tertawa lepas.
Keesokan harinya seperti biasanya mereka berangkat kerja bersama, dan yang mengendarai mobil adalah Yuni, karena pada saat itu Lino masih belum bisa mengendarai sebuah mobil.
Karena di hari itu terdapat pekerjaan yang menumpuk, akhirnya Lino meminta Yuni untuk pulang terlebih dahulu, dan nantinya kalau sudah selesai, Lino akan pulang dengan menggunakan mobil taksi.
Yuni tersenyum dan menyetujuinya, sebenarnya Yuni ingin menemani Lino, akan tetapi Lino menolaknya karena Lino tidak ingin Yuni menjadi kelelahan.
Beberapa jam kemudian pekerjaan tersebut telah selesai dan Lino bersiap-siap untuk segera pulang.
Akan tetapi ketika Lino melewati tempat parkiran perusahaan tersebut, Lino melihat petugas keamanan di perusahaan tersebut sedang terluka dan tidak sadarkan diri.
Akhirnya Lino memanggil sebuah mobil ambulan dengan menggunakan ponselnya, dan beberapa menit kemudian mobil ambulan tersebut datang untuk membawa petugas keamanan tersebut.
Lino kemudian penasaran dengan kejadian yang sedang dialami petugas keamanan tersebut.
Akhirnya Lino kembali lagi menuju kantornya dan memeriksa beberapa ruangan di perusahaan tersebut.
Secara tiba-tiba, muncul dihadapannya seorang lelaki, dan lelaki tersebut ternyata adalah Manajernya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan.
Lino menanyakan tentang tujuannya berada di perusahaan tersebut, akan tetapi mantan Manajernya tersebut langsung mengarahkan sebuah pistol ke tubuhnya Lino.
Mantan Manajernya tersebut sebenarnya ingin mengambil beberapa berkas penting di perusahaan itu, dan berhubungan dirinya telah diketahui Lino maka membuatnya langsung melakukan penyerangan terhadap Lino.
Akan tetapi mantan Manajernya tersebut kemudian berteriak memanggil anak buahnya yang ketika itu ikut bersama dirinya.
Sehingga beberapa saat kemudian anak buahnya datang dan langsung menyerang Lino.
Akhirnya Lino bertarung melawan semua anak buah mantan Manajer nya itu, dan beberapa saat kemudian Lino berhasil mengalahkan mereka semua.
Ketika Lino berbalik arah, tiba-tiba mantan Manajernya tersebut menembakan sebuah peluru ke arah Lino.
Sebenarnya Lino sudah menahannya dengan sebuah pedang yang diambil dari salah satu anak buah mantan Manajernya itu,
Ternyata pedang tersebut patah sehingga membuat peluru itu menembus ke bagian dada Lino.
Disaat tubuhnya tertembak, Lino pada saat itu juga sempat melemparkan potong pedangnya kearah mantan Manajer tersebut, dan potongan pedang itu melesat ke arah bagian dada mantan Manajer tersebut.
Mereka kemudian terjatuh secara bersamaan sehingga membuat mereka tidak sadarkan diri.
Akan tetapi beberapa saat kemudian Lino tersadar, hal ini karena di dalam tubuhnya Lino masih tersimpan kekuatan yang besar.
Kemudian Lino langsung menghubungi sebuah mobil ambulan.
Beberapa saat kemudian mobil ambulan datang dan membawa mereka ke sebuah rumah sakit.
__ADS_1
Sedangkan Yuni yang ketika itu di rumah sedang menunggu Lino dan Yuni merasa kuatir karena Lino tidak kunjung pulang.
Ketika semakin larut malam, Yuni terus mencoba menghubungi Lino akan tetapi ponselnya sudah tidak aktif, hal ini karena kesibukan Lino sehingga membuatnya tidak sempat untuk mengisi daya baterai ponselnya.
Yuni semakin mengkhawatirkan keadaan Lino, akan tetapi seperti yang diminta Lino untuk jangan pernah menyerah ketika menunggu kedatangannya, maka dengan penuh semangat Yuni tetap menunggunya.
Beberapa saat kemudian Yuni mendapatkan sebuah kabar dari pihak rumah sakit kalau Lino mengalami sebuah luka tembakan, sehingga membuat Lino mengalami koma setelah dirinya dioperasi.
Pihak rumah sakit kemudian akan mengantarkan Lino setelah keadaan Lino telah membaik, dan meminta Yuni untuk tetap berada dirumahnya.
Yuni sangat sedih mendengar berita tersebut, dan sebenarnya Yuni ingin langsung pergi ke rumah sakit, akan tetapi Yuni mengurungkan niatnya karena pihak rumah sakit melarangnya.
Beberapa saat kemudian, Lino tersadar dan keadaannya sudah mulai membaik setelah mendapatkan operasi.
Lino kemudian beranjak dari tempat operasi dan berniat akan segera pulang karena dirinya sangat kuatir keadaan Yuni yang sedang menunggunya.
Akhirnya pihak rumah sakit mengantarkan Lino pulang dengan menggunakan sebuah mobil pribadi.
Akan tetapi Lino menolaknya dan meminta kepada pihak rumah sakit supaya menggunakan mobil ambulan saja.
Ketika sampai dirumahnya, Lino mengatakan kepada sopir mobil ambulan untuk tidak memberi tahu keberadaan dirinya.
Yuni sangat terkejut ketika melihat sebuah mobil ambulan berada dihalaman rumahnya.
Yuni dengan menangis menuju ke arah mobil ambulan tersebut, karena dirinya menganggap kalau mobil ambulan tersebut mengantarkan jenazahnya Lino.
Hal ini karena kebiasaan di kota itu yang apabila sebuah mobil menghampiri sebuah rumah maka mempunyai dua kemungkinan tentang tujuan kedatangannya.
Yang pertama akan menjemput orang sakit.
Yang kedua akan mengantarkan jenazah.
Karena ketika itu dirumahnya tidak ada yang sakit maka membuat Yuni berpikiran mengenai kedatangan mobil ambulan tersebut adalah mengantarkan jenazahnya Lino.
Dengan sangat terburu-buru Yuni membuka pintu mobil ambulan, akan tetapi Yuni tidak menemukan apa-apa.
Kemudian Yuni menanyakan kepada sopir mobil ambulan tentang keberadaan Lino dan sopir tersebut mengatakan kepada Yuni seperti yang telah dipesan oleh Lino.
Dengan hati yang begitu sedih kemudian Yuni menuju ke rumahnya.
Ketika membuka pintunya, Yuni melihat Lino sudah berada dihadapannya.
Dan Lino yang ketika itu sedang menatapnya dengan penuh senyuman maka membuat Yuni menangis sangat keras di hadapannya.
TAMAT
Ucapan Syukur kepada Tuhan Y. M. E. atas karunia-Nya sehingga karya tulis ini dapat selesai.
__ADS_1
Ucapan terimakasih kepada Manga Toon / Novel Toon yang dengan aplikasinya dapat memudahkan seniman karya tulis untuk berkarya.
Semoga para pembaca karya tulis ini dapat mendapatkan sebuah semangat baru.