Pendekar Asap Belerang

Pendekar Asap Belerang
episode 9


__ADS_3

Ketika sudah berhasil keluar dari ruangannya Yuni, manajer itu kemudian menuju mobilnya dan akhirnya tertidur lelap didalam mobilnya.


Keesokan harinya disaat Lino bangun, Lino teringat kembali tentang Yuni yang akan dikunjungi oleh Manajernya.


Lino kemudian berharap semoga keadaan Yuni semalam baik-baik saja, karena Lino merasa Manajernya mempunyai niat yang tidak baik.


Disaat persiapan untuk kerja telah selesai, Lino kemudian bergegas untuk berangkat kerja, secara tidak sengaja Lino melihat Rey yang sedang tertidur pulas dan Lino langsung pergi tanpa membangunkannya, kemudian Lino menuju tempat parkiran untuk mengambil sepeda motornya.


Ketika Lino melihat sepeda motornya dalam keadaan rusak, Lino langsung terkejut dan langsung bertanya kepada petugas keamanan rumah susun itu.


Setelah mendengar penjelasan dari petugas keamanan itu, Lino hanya diam dan langsung berangkat kerja naik angkot tanpa menanyakan langsung ke Rey.


Setelah di kantor Lino langsung menemui Yuni, dan Lino merasa lega karena melihat keadaan Yuni yang baik-baik saja.


Yuni kemudian menceritakan kepada Lino tentang kunjungan Manajernya, setelah mengetahui cerita Yuni, Lino langsung menyarankan untuk selalu berhati-hati apabila Manajernya itu akan berkunjung lagi.


Yuni berterima kasih atas saran dari Lino, karena sebenarnya Yuni juga merasa takut ketika Manajernya itu datang ke Apartemennya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Manajer tersebut datang dan menghampiri Yuni, dengan mengatakan permintaan maafnya karena semalam meninggalkan Yuni dengan terburu-buru.


Yuni hanya tersenyum disaat mendengar penjelasan dari Manajernya itu, kemudian Manajernya mengundang Yuni untuk perjamuan makan malam di rumahnya pada saat libur kerja nanti.


Akan tetapi Yuni tidak langsung memberi jawaban, melainkan hanya mengatakan " saya masih memikirkannya dulu ".


Manajer tersebut kemudian tersenyum dengan jawaban Yuni, dan berkata " kalau memikirkan jangan lama-lama ".


Disaat libur rutin kerja telah datang, Yuni semakin bingung dan masih mencari alasan supaya tidak bisa datang menemui Manajernya.


Yuni akhirnya dengan spontan memegang tangan Lino yang ketika itu berada disampingnya.


Sedangkan Lino juga bingung saat Yuni memegang tangannya, dengan agak memaksa Yuni memegang tangan Lino yang ketika itu terlihat gemetaran, lalu Yuni segera menggandeng tangan Lino dan menuju Manajernya.


Ketika sudah dekat dengan Manajernya, Yuni mengatakan permintaan maaf karena tidak bisa memenuhi undangan Manajernya, dengan alasan sudah ada perjamuan makan malam dengan Lino.


Manajer tersebut dengan ekspresi agak kesal, meninggalkan Yuni, dan akhirnya Yuni berhasil mengelabui Manajernya.

__ADS_1


Yuni kemudian berterima kasih kepada Lino karena telah membantunya, lalu sebagai imbalannya Yuni mentraktir Lino disebuah rumah makan.


Dengan penawaran tersebut Lino sangat senang dan mau untuk makan malam dengan Yuni.


Yuni kemudian berbisik kepada Lino " apakah kamu masih gemetaran ketika aku pegang tangan mu? ".


Lino kemudian menjawabnya " iya aku masih gemetaran ".


Mendengar jawaban Lino, Yuni tersenyum lepas.


Akhirnya mereka menuju ke sebuah tempat makan malam dengan mengendarai mobilnya Yuni.


Setelah sampai di rumah makan, mereka langsung pesan menu makanan dan berbincang sangat seru, sehingga membuat mereka lebih akrab dari sebelumnya.


Manajer Lino sebenarnya sangat kesal karena Yuni tidak datang ke tempatnya, maka dengan diam-diam langsung merencanakan sesuatu.


Rencana tersebut adalah menyuruh anak buahnya untuk mencuri mobilnya Yuni, dan anak buahnya Manajer Lino berhasil mencuri mobilnya Yuni pada saat mereka sedang asyik makan malam.

__ADS_1


__ADS_2