Pendekar Asap Belerang

Pendekar Asap Belerang
episode 24


__ADS_3

Yuni sebenarnya tidak ingin menerima begitu saja mengenai keputusan Lino untuk mengakui bahwa dirinya bersalah.


Hingga pada suatu hari, Yuni ingin melihat kembali rekaman di kamera pengawas Apartemennya.


Yuni terkejut ketika melihat secara lengkap tentang rekaman kamera pengawas tersebut, ternyata kamera pengawas tersebut menunjukkan sebuah pemukulan ke arah Lino yang dilakukan oleh Manajernya.


Keesokan harinya Yuni langsung menghadap ke Direktur untuk menceritakan yang sebenarnya.


Direktur tersebut akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan Manajer dan Asistennya dari perusahaannya karena telah memberikan informasi yang menyesatkan.


Direktur tersebut juga berpesan kepada Yuni untuk menyampaikan permintaan maafnya kepada Lino dan memintanya juga untuk memberi tahu Lino bahwa besok dirinya dapat kerja kembali.


Dengan menggunakan ponselnya kemudian Yuni menghubungi Lino.


Setelah mengetahui kabar itu maka membuat Lino sangat bahagia ketika dan sangat berterima kasih kepada Yuni yang telah membantunya.


Disaat Lino berangkat bekerja, tiba-tiba Rey juga membuka pintunya, disaat itu Lino dan Rey sama-sama bingung karena mereka terlihat seperti akan pergi bersama.


Rey kemudian menceritakan bahwa dirinya sudah diterima oleh perusahaan tersebut, sedangkan Lino juga mengatakan kalau dirinya juga diminta kerja kembali di perusahaan tersebut.


Mereka kemudian merasakan sebuah kebahagian bersama, dan mereka berangkat ke perusahaan tersebut secara bersamaan.


Setelah sudah sampai di perusahaan Rey langsung menuju pos penjagaan yang telah disiapkan untuknya.


Sedangkan Lino juga memasuki ruangannya, akan tetapi beberapa karyawan lainnya memberi tahu kalau ruangannya sudah tidak di tempat itu lagi, melainkan di ruangan Manajer.

__ADS_1


Meskipun Lino agak bingung, akhirnya Lino menuju ke ruangan Manajer dan Lino juga sudah mempersiapkan permintaan maafnya ketika nanti bertemu dengan Manajernya.


Akan tetapi ketika Lino memasuki ruangan tersebut yang dilihatnya bukan Manajernya melainkan Yuni yang ketika itu sedang duduk di ruangan itu.


Yuni lalu menyambut Lino dengan senyuman dan mengucapkan selamat kepadanya karena dirinya sudah diangkat sebagai seorang Manajer Keuangan yang baru di perusahaan itu, dan Yuni juga mengatakan kalau Asistennya baru nya adalah dirinya.


Lino sangat senang mengetahuinya, akhirnya Lino tanpa sadar langsung memeluk Yuni, dan Yuni hanya diam saja ketika dipeluk oleh Lino.


Ketika tersadar, Lino langsung meminta maaf kepada Yuni karena telah memeluknya, dan Yuni hanya tersenyum malu.


Untuk merayakannya kenaikan jabatan tersebut, Lino mengajak Yuni ke sebuah tempat malam yang begitu romantis.


Ketika sampai di rumah makan tersebut, Yuni mengatakan kepada Lino tentang alasannya untuk membawanya ke tempat makan yang romantis.


Lino menjelaskan kepada Yuni bahwa dirinya akan menunjukan sesuatu yang istimewa, merasa penasaran Yuni langsung menyetujuinya.


Yuni sangat gelisah disaat wanita itu datang, dan menganggapnya kalau sesuatu yang ingin ditunjukkan Lino adalah wanita tersebut.


Wanita tersebut tanpa mengucapkan sebuah kata langsung duduk disampingnya Lino sehingga membuat Yuni yakin kalau wanita itu adalah kekasihnya.


Kemudian wanita tersebut mengeluarkan sebuah bungkusan kotak.


Setelah membukanya ternyata isi kotak tersebut adalah sepasang cincin kawin, melihat itu Yuni terdiam dan sempat meneteskan air mata, karena Yuni tambah yakin kalau mereka adalah sepasang kekasih yang akan segera menikah.


Beberapa saat kemudian wanita tersebut meletakkan sepasang cincin itu didepannya Yuni, sembari mengatakan " mau kah kamu menikah dengan Lino? ".

__ADS_1


Yuni langsung menangis keras ketika mendengar kata-kata yang diucapkan wanita itu, sedangkan Lino hanya menunduk takut karena Yuni akan menolaknya.


Yuni kemudian memeluk Lino, dengan berbisik Yuni mengatakan bahwa dirinya mau untuk menikah dengan Lino.


Lino sangat bahagia dengan jawaban Yuni, selanjutnya Lino melepaskan dengan pelan pelukannya Yuni, lalu Lino berlari menuju ke sebuah taman yang berada di dekat tempat itu.


Akan tetapi ketika berlari menuju taman tersebut, Lino tercebur di sebuah kolam yang berada disekitar taman.


Yuni tertawa lepas melihat kejadian itu, kemudian wanita yang membawa kotak tersebut menjelaskan bahwa dirinya adalah seorang karyawan ditempat makan tersebut.


Lino meminta dirinya untuk melakukan semua ini karena Lino tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan perasaannya.


Setelah itu wanita tersebut pergi, sedangkan Yuni langsung menghampiri Lino yang sedang tercebur di kolam.


Yuni menanyakan tentang keadaannya, dan Lino dengan tersenyum sangat malu mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.


Kemudian mereka pulang dengan perasaan yang penuh kebahagiaan.


Setelah sampai di rumah Lino masih tidak percaya dengan jawaban Yuni yang telah menerima lamarannya.


Sedangkan Yuni di Apartemennya juga masih tidak percaya atas keberanian Lino untuk melamarnya.


Akhirnya mereka memutuskan untuk menikah pada bulan depan.


Rey yang ketika itu sudah menjadi petugas keamanan di perusahaan tersebut, segera mengajukan ijin untuk libur beberapa hari, karena Rey ingin menyaksikan pernikahan Lino dan Yuni dan tidak ingin melewatkan momen spesial tersebut.

__ADS_1


Hari yang bahagia itu akhirnya telah tiba, kemudian mereka melangsungkan resepsi pernikahan tersebut di sebuah gedung yang cukup besar.


Para undangan juga banyak yang datang, sehingga membuat suasana pernikahan tersebut menjadi sangat meriah.


__ADS_2