Pendekar Asap Belerang

Pendekar Asap Belerang
episode 20


__ADS_3

Beberapa saat setelah melihat wajah dan tubuh nya Yuni, Rey kemudian ingin memindahkan tubuhnya Yuni ke tempat tidur.


Karena Rey berpikir apabila Yuni beristirahat di sofa maka membuatnya tidak nyaman dalam istirahatnya, dengan sisa kekuatan yang dimiliki oleh Rey maka Rey kemudian memindahkannya.


Setelah berhasil menggendong tubuhnya, kemudian Rey memindahkannya ke tempat tidur.


Akan tetapi ketika tangannya Rey akan dilepas dari tubuhnya Yulia, tiba-tiba tangannya Yuni merangkul Rey dengan mengigo " Lino, aku pasti akan datang ".


Mengetahui hal tersebut, Rey hanya tersenyum dan mencoba untuk melepaskan tangannya Yuni secara pelan-pelan.


Kemudian ketika menjelang malam Yuni terbangun dari tempat tidurnya, dan Yuni masih bingung karena sebelumnya dirinya tertidur di sofa.


Beberapa saat kemudian Rey keluar dari kamar mandi, Yuni kemudian tersenyum melihat Rey dengan keadaan yang baik-baik saja.


Yuni mengatakan kepada Rey " tubuh kamu atletis, apa kamu sering olahraga? "


Kemudian Lino menjawabnya " tubuh ku terbentuk atletis karena aku sering melakukan aktivitas bercocok tanam di Desa ".


Yuni mendengar jawaban Rey membuatnya tersenyum lepas.


Rey kemudian menawarkan lagi kepada Yuni tentang niat sebelumnya yang ingin mengunjungi Lino.


Yuni tersenyum karena agak lupa dengan niatnya sebelumnya, kemudian mereka berangkat menuju Lino.


Setelah sampai di rumah susun, mereka langsung menuju ke ruangannya Lino.


Dan disaat itu juga kebetulan Lino juga akan berangkat menjenguk Yuni.


Betapa terkejutnya Lino ketika membuka pintu ruangannya karena Lino disaat itu melihat Rey dan Yuni sudah berada tepat di depannya.


Ketika Lino mengetahui mereka, Lino langsung berlari menuju ketempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


Hal ini karena Lino merasa malu ketika Yuni datang ke tempatnya, karena sebelumnya Lino yakin kalau Rey tidak akan berhasil membawa Yuni ke tempatnya.


Melihat kejadian tersebut, Yuni tertawa lepas, sedangkan Rey hanya geleng-geleng kepala.


Mereka akhirnya mendekati Lino sembari mengatakan " apakah kamu baik-baik saja? ".


Lino masih diam dan tidak menjawabnya, akan tetapi beberapa saat kemudian Rey berhasil membujuk Lino dan akhirnya Lino memberanikan diri untuk bertemu dengan Yuni.


Ketika Lino mendekati Yuni, Yuni langsung menanyakan keadaannya " kamu sakit apa? ".


Lino tersenyum agak bingung, akan tetapi disaat itu Lino mengetahui sebuah isyarat dari Rey, yang isyarat itu bermaksud membenarkan dirinya bahwa dalam keadaan sedang sakit.


Lino kemudian menjawab Yuni " kemarin aku memang sakit, kalau sekarang sudah baikan ".


Setelah mendengar jawaban dari Lino, kemudian Yuni tersenyum lega.


Mereka akhirnya berbincang-bincang seru, dan mereka sampai lupa kalau hari sudah larut malam.


Hal ini karena Lino masih belum berani membonceng Yuni dan Lino masih merasa gemetaran ketika berada didekatnya.


Dengan spontan Rey langsung menjawab " tubuhku masih terluka dan masih masih terasa sakit, jadi minta maaf aku tidak bisa mengantarkannya ".


Padahal sebenarnya Rey mampu untuk mengantarkan Yuni akan tetapi Rey menolaknya karena masih khawatir akan dikejar lagi oleh pasukan Liong.


Dengan jawaban Rey seperti itu membuat Lino memberanikan diri untuk mengantarkan Yuni pulang.


Yuni kemudian merasa senang ketika Lino akan mengantarkannya.


Di saat dalam perjalanan, Yuni mengatakan kepada Lino " aku kedinginan " dan secara tiba-tiba Yuni langsung memeluk Lino dari belakang dan mendekapnya.


Sedangkan Lino hanya diam dan masih bingung dengan apa yang harus dilakukannya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya tiba di Apartemen, Yuni mengucapkan terimakasih kepada Lino karena telah mengantarkannya.


Lino tersenyum dengan melihat wajahnya Yuni, kemudian Lino pamit untuk kembali pulang.


Kemudian hari-hari telah berlalu dengan rutinitas seperti biasanya.


Disaat libur kerja, Lino menuju tempat istirahat Rey yang ketika itu hanya dengan alas biasa di depan televisi.


Lino membangunkan Rey dan kemudian Lino memberikan sebuah kejutan kepada Rey sehingga membuat Rey bersemangat akan kejutan tersebut.


Dan kejutan tersebut adalah menyewakannya sebuah kamar yang berada disebelah kamar Lino.


Rey sangat berterima kasih kepada Lino dengan mengatakan " aku hanya bercanda tentang imbalan itu ".


Lino kemudian mengatakan kepada Rey " ini merupakan hadiah buat kamu ".


Akhirnya Rey menerima pemberian itu, dan mereka langsung menuju ke kamar tersebut, dengan keadaan kamar tersebut yang sudah bersih dan sudah lengkap dengan perabotannya.


Rey sangat menyukai ruang itu dan Rey, kemudian Rey mengucapkan terimakasih kepada Lino.


Akan tetapi Lino dengan agak sedih mengatakan kepada Rey bahwa semua fasilitas ini hanya bertahan selama satu bulan.


Setelah satu bulan Rey akan kembali lagi tinggal bersama Lino, karena Lino hanya mampu membayar sewa kamar tersebut hanya satu bulan.


Rey kemudian tersenyum melihat perjuangan Lino yang telah memberikan semua fasilitas tersebut, dan Rey selama satu bulan tersebut akan berusaha untuk mencari pekerjaan.


Karena Rey berpikir ketika dirinya sudah memperoleh sebuah pekerjaan, maka dirinya tidak akan merepotkan Lino lagi.


Lino tersenyum mendengar kata-kata Rey sembari mengatakan " jangan terlalu memaksakan diri karena pintu kamar ku selalu terbuka untuk mu ".


Rey juga tersenyum mendengar kata-katanya Lino.

__ADS_1


Mereka kemudian merayakannya dengan sebuah makanan yang sederhana dan kemudian mereka bersantai menikmati suasana yang ada di ruangan tersebut.


__ADS_2