
Disaat Lino terjatuh karena akibat dari sebuah tendangan dari Liong, mengetahui hal itu kemudian Rey langsung bergerak cepat untuk menyerang Liong.
Meskipun keadaan Rey terluka, Rey tetap berusaha untuk menyerangnya.
Akan tetapi Rey dapat dilumpuhkan dengan mudah oleh Liong dan posisi tubuhnya Rey pada saat itu terlentang dengan keadaan kakinya Liong berada di atas tubuhnya.
Yuni kemudian mendekati Liong, ketika mereka saling berhadapan, maka Yuni mengatakan kepada Liong bahwa dirinya menerima apabila dijadikan seorang tawanannya.
Yuni melakukan hal ini karena Yuni tidak ingin Lino dan Rey terluka, setelah memikirkannya maka Liong langsung menggandeng tangannya Yuni dan Yuni dibawa menuju ke tempatnya.
Ketika Liong berjalan beberapa melangkah, maka Lino bangun dari tempat terjatuhnya dan mengatakan kepada Liong untuk melepaskan Yuni.
Liong kemudian berbalik arah dan langsung melakukan penyerangan terhadap Lino dengan menggunakan kekuatannya yang begitu besar.
Lino yang ketika itu menahan serangan dari Liong, akhirnya Lino terkena sebuah ayunan dari pedangnya Liong sehingga membuat bagian tubuhnya terluka.
Melihat keadaan yang Lino terluka maka membuat serangan Liong menjadi semakin bertubi-tubi.
Akan tetapi Lino masih berusaha untuk menahan serangan tersebut sehingga membuatnya terjatuh dan tidak berdaya.
Lino berusaha bangkit, akan tetapi ketika masih beranjak untuk bangkit, tiba-tiba Liong langsung menyerangnya kembali.
Meskipun kekuatan yang dimiliki Lino begitu besar akan tetapi Lino masih tidak bisa menandingi kekuatannya Liong.
Hal ini karena Liong sudah terlalu banyak menghirup asap belerang tersebut, sedangkan Lino menghirup asap belerang tersebut hanya sekali.
Pada saat itu Liong merasa heran kepada Lino karena Lino masih bisa bertahan meskipun telah mendapatkan serangannya yang bertubi-tubi.
Disaat keadaan Lino sudah mulai melemah yang disebabkan oleh banyaknya luka yang ada ditubuhnya, Lino kemudian mengarahkan pandangannya kearah Yuni dan dalam hatinya mengatakan permintaan maafnya karena tidak bisa melindunginya lagi.
Ketika itu Yuni juga melihat pandangan Lino yang mengarah kepadanya, dan Yuni merasa kalau Lino sudah tidak dapat bertahan lagi dengan keadaan yang seperti itu sehingga membuatnya menangisinya.
Keadaan yang seperti itu membuat Lino berusaha untuk bangkit lagi dan kali ini ketika Lino bangkit, tubuh Lino dipenuhi dengan sebuah kekuatan yang sangat besar.
Kekuatan itu muncul karena tingkat kemarahan Lino memuncak ketika Liong yang terus menerus menyerangnya, selain itu emosinya juga semakin tinggi ketika dirinya merasa tidak dapat melindungi Yuni.
Yang membuat kekuatan itu melebihi kekuatannya Liong adalah kekuatan yang berasal dari asap belerang menyatu dengan kekuatan yang tersembunyi di dalam tubuhnya Lino.
Disaat itu Liong juga merasakan adanya kekuatan yang begitu besar yang berasal dari tubuhnya Lino, akan tetapi Liong tidak menghiraukannya dan menganggapnya itu hanya perasaannya saja.
__ADS_1
Lalu dengan cepat Liong menyerang Lino kembali, dan serangan itu berhasil ditahannya sehingga membuat pedang mereka saling berbenturan.
Setelah pedang mereka berbenturan, Liong tidak menyadari kalau pedang yang dipegangnya telah patah di bagian tengahnya.
Melihat kejadian seperti itu membuat Rey tertawa lepas.
Liong kemudian menatap kearah Rey lalu Rey menahan tawanya karena khawatir membuat Liong menjadi semakin marah.
Dengan keadaan pedangnya yang telah patah maka Liong membuangnya, melihat Liong membuang pedangnya maka Lino juga membuang pedangnya.
Setelah itu Liong melanjutkan serangannya dengan menggunakan sebuah pukulan dan tendangannya.
Dengan tanpa menyadarinya Liong terjatuh ketika menyerang Lino.
Hal ini karena serangan yang dilakukan oleh Lino lebih cepat dari gerakan serangannya Liong sehingga membuat Liong terjatuh ketika serangannya telah mendekati tubuhnya Lino.
Lino kemudian mengambil pedangnya dan menuju ke Liong yang ketika itu Liong masih dalam keadaan bangun dari tempat terjatuhnya.
Setelah berada didekatnya Lino kemudian akan menghabisinya.
Pedang tersebut kemudian diayunkan ke arahnya Liong, akan tetapi Yuni berteriak dan mengatakan kepada Lino untuk tidak menghabisinya.
Yuni lalu menghampiri Lino dengan mengatakan untuk membiarkannya dan menurutnya Liong lebih pantas menerima hukuman dari alam semesta.
Ucapan Yuni membuat Liong tersadar akan tindakan kejahatannya.
Setelah itu lalu mereka pergi meninggalkan Liong yang disaat itu masih duduk termenung memikirkan kesalahannya.
Disaat dalam perjalanan pulang mereka merasa bahagia karena dapat terselamatkan dari sebuah pertempuran.
Beberapa saat kemudian Yuni dan Rey merasa penasaran tentang kekuatan yang dimiliki oleh Lino.
Akhirnya mereka menanyakan kekuatannya tersebut, akan tetapi Lino hanya tersenyum dan mengatakan kalau semuanya itu adalah rahasia alam semesta.
Yuni dan Rey kemudian juga tersenyum lepas mendengar jawabannya.
Setelah itu mereka pulang ke rumahnya masing-masing.
Hal ini karena pada saat mereka menikah, mereka langsung berbulan madu sehingga belum sempat untuk mencari sebuah tempat tinggal yang baru.
__ADS_1
Keesokan harinya Lino pergi ke Apartemennya Yuni, kemudian Lino mengatakan kepada Yuni kalau dirinya ingin menunjukkan sebuah kejutan.
Yuni sangat senang dengan kejutan yang diberikan oleh Lino, akhirnya mereka pergi menuju ke sebuah tempat.
Akan tetapi sebelum mereka berangkat, Yuni menawarkan untuk menggunakan mobilnya menuju ke tempat tersebut.
Selain itu Yuni juga ingin menunjukkan kalau mobil sudah dalam keadaan seperti semula.
Dengan penawaran Yuni tersebut Lino hanya tersenyum, kemudian Yuni mengatakan kepada Lino tentang keberaniannya ketika kembali menaiki sebuah mobil.
Akan tetapi disaat itu Lino menjawabnya hanya dengan tersenyum.
Karena Yuni penasaran tentang jawabannya, sehingga membuatnya untuk memastikan jawabannya dengan cara melihat kearah kakinya Lino.
Hal ini karena kakinya akan gemetaran ketika menghadapi sesuatu yang membuatnya merasa takut.
Dan pada saat itu Yuni menganggap Lino masih trauma dan merasa takut dengan sebuah kecelakaan yang ketika itu sedang menaiki mobil.
Akan tetapi pada saat itu kakinya Lino tidak terlihat gemetaran sama sekali sehingga membuat Yuni sedikit terkejut.
Disela-sela Yuni memikiran tentang keberanian Lino untuk menaiki sebuah mobil maka dengan tiba-tiba Lino mengatakan kepadanya untuk segera mengendarainya.
Akhirnya tanpa berpikir panjang Yuni kemudian pergi bersama Lino menggunakan mobilnya.
Ketika di dalam mobil Lino juga masih terlihat tenang dan tidak merasa takut sama sekali.
Dengan keadaan yang seperti itu membuat Yuli melupakan tentang sebuah rasa takut yang dimiliki oleh Lino.
Setelah mereka telah sampai di tempat itu, Lino menunjukkan sebuah rumah dan mengatakan kalau kejutan tersebut adalah merupakan sebuah rumah.
Yuni sangat senang dengan sebuah kejutan tersebut.
Lalu Lino menceritakan kalau rumah tersebut merupakan sebuah hadiah pernikahan mereka dan mengatakan kalau rumah tersebut telah dibelinya dari hasil tabungannya.
Yuni sangat kagum terhadap Lino karena dari hasilnya bekerjanya dapat membeli sebuah rumah, meskipun rumah tersebut tidak cukup besar akan tetapi Yuni menyukainya.
Kemudian mereka masuk rumah tersebut dan berkeliling di ruangan yang ada di rumah tersebut.
Disaat Yuni masuk ke rumah tersebut, Yuni merasa senang karena perabotan di ruangan rumah tersebut sesuai dengan keinginannya.
__ADS_1
Lino kemudian tersenyum lega ketika Yuni menyukai kejutannya.