Pendekar Asap Belerang

Pendekar Asap Belerang
episode 22


__ADS_3

Lino tidak bisa menjawab pertanyaan dari Yuni tentang alasannya tidak berani mencium Yuni meskipun sudah tidak ada manajernya.


Melihat Lino dengan keadaan hanya berdiam, maka beberapa saat kemudian Yuni tertunduk sedih dan mengatakan kepada Lino " apakah kamu menyukai ku? ".


Lino juga kembali lagi diam, meskipun sebenarnya Lino menyukai Yuni, akan tetapi Lino tidak berani mengatakannya.


Ketika Yuni mengetahui Lino hanya diam saja, akhirnya Yuni kembali lagi tertunduk sedih, akhirnya Yuni mengatakan kalau dirinya ingin sendirian di ruangannya.


Kemudian Lino berpamitan kepada Yuni untuk pulang, akan tetapi ketika itu Yuni hanya diam saja dan tidak menjawabnya.


Lino dengan perasaan yang sangat menyesal karena pada saat itu dirinya tidak berani untuk mengungkapkan isi hatinya.


Kemudian Lino menuju parkiran yang ada di Apartemen, disaat di parkiran Lino dihadang oleh Manajernya.


Manajer tersebut tidak terima kalau dirinya menjadi kekasih Yuni, akhirnya Manajer tersebut menantangnya untuk bertarung.


Lino yang ketika itu juga memiliki sebuah rasa penyesalan yang begitu mendalam, maka dengan berani Lino menerima tantangan itu.


Akhirnya mereka sudah siap untuk bertarung, Manajer tersebut langsung mengarah pukulannya ke arah Lino.


Dan pukulan tersebut berhasil mengenai bagian bibir Lino hingga berdarah, Lino yang ketika itu mempunyai sebuah rasa emosi karena dirinya tidak mampu mengungkapkan perasaannya, ditambah lagi adanya rasa sakit di bagian bibirnya karena terpukul oleh Manajernya, maka Lino kemudian membalas dan melepaskan pukulannya juga kearah tubuh Manajernya.


Arah pukulan Lino tersebut Lino mengarah ke bagian perut Manajernya dan pukulan tersebut juga berhasil mengenai bagian perut Manajernya sehingga membuat Manajernya langsung jatuh tersungkur.


Mengetahui hal ini, Lino langsung memanggil petugas keamanan Apartemen dan memintanya untuk segera memanggil mobil ambulan.

__ADS_1


Akhirnya Manajernya tersebut langsung dibawa ke sebuah rumah sakit, akan tetapi Lino tidak mengantarnya dan Manajernya hanya di dampingi oleh tim medis.


Disaat seperti itu, Lino kemudian teringat dengan pesan Rey yang akan membantunya ketika akan ditantang bertarung dengan Manajernya.


Dalam hati Lino berkata " terimakasih atas bantuan mu ".


Lino kemudian pulang ke rumah susunnya dengan suasana hati yang sangat menyesal karena tidak bisa mengungkapkan perasaannya.


Ketika telah sampai, Lino kemudian ingin mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Rey yang telah membantunya ketika bertarung melawan Manajernya.


Akan tetapi Lino terkejut ketika masuk ruangannya Rey karena ketika itu melihat Rey dengan posisi tertidur pulas di tempat tidurnya.


Kemudian Lino membangunkannya, disaat Rey terbangun, Rey melihat bagian bibir Lino berdarah, mengetahui hal tersebut Rey langsung mengatakan permintaan maafnya karena dirinya tertidur disaat akan membantu Lino.


Lino tersenyum ketika Rey meminta maaf kepadanya dan Lino mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja meskipun telah bertarung dengan Manajernya.


Selain itu dengan penuh semangat Lino mengatakan bahwa dirinya telah mengalahkan Manajernya disaat Manajernya tersebut menantangnya untuk bertarung.


Mengetahui tentang yang di ceritakan Lino, maka Rey menjadi bingung dan masih tidak percaya dengan ceritanya Lino.


Kemudian Lino terus bercerita dan terus menyakinkan Lino tentang dirinya yang berhasil mengalahkan Manajernya.


Akhirnya Rey percaya tentang cerita tersebut, akan tetapi tiba-tiba wajahnya Lino mendadak pucat.


Hal ini karena Lino teringat kembali mengenai dirinya yang tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya.

__ADS_1


Rey kemudian memberikan semangat kepada Lino untuk bisa mengungkapkan perasaannya, dengan mengatakan " meskipun pasti suatu saat nanti kamu bisa mengungkapkannya ".


Lino tersenyum lega dengan sebuah saran yang diberikan oleh Rey, kemudian Lino berpamitan kepada Rey untuk kembali lagi ke ruangannya.


Dengan adanya sebuah luka di bagian bibir Lino, maka Rey menawarkan untuk membantu mengobatinya, akan tetapi Lino menolaknya karena Lino menganggap kalau lukanya tidak begitu parah.


Keesokan harinya seperti biasa Yuni berangkat menuju kantornya, meskipun dengan perasaan kesal terhadap Lino, Yuni akan berusaha untuk menyembunyikannya.


Akan tetapi ketika sudah sampai ditempat kerjanya, Yuni tidak melihat Lino, akan tetapi Yuni tidak begitu memperhatikan hal itu, karena Yuni masih memiliki rasa kesal kepada Lino.


Beberapa saat kemudian Asisten Manajer tersebut mengumumkan kalau Manajernya tidak masuk kerja dikarenakan jatuh hampir tidak sadarkan diri akibat dari sebuah pukulan yang dilakukan oleh Lino.


Mengetahui hal tersebut, Yuni langsung terkejut dan langsung berdiri menghampiri Asisten Manajer tersebut.


Yuni kemudian mengatakan bahwa dirinya tidak percaya dengan perkataan Asisten Manajer tersebut.


Yuni juga menjelaskan kalau tubuhnya Lino itu tidak bertenaga dan tidak mungkin melakukan pemukulan itu.


Asisten tersebut memberikan suatu bukti kalau Lino yang melakukan pemukulan, bukti tersebut adalah rekaman dari kamera pengawas yang ada di Apartemen.


Setelah mengetahui hal tersebut, Yuni langsung lemas dan masih tidak percaya kalau Lino yang melakukan pemukulan itu.


Setelah menunjukkan bukti pemukulan kepada Yuni, maka Asisten tersebut pergi menuju ke ruang Direktur untuk melaporkan tindakan Lino.


Yuni berusaha mencegah Asisten Manajer tersebut, akan tetapi Asisten Manajer tersebut tetap bersikeras untuk pergi menuju ke ruangan Direktur.

__ADS_1


__ADS_2