Pendekar Asap Belerang

Pendekar Asap Belerang
episode 13


__ADS_3

Yuni kemudian duduk di sofa untuk menunggu ramuan maskernya mengering, sembari menunggu, Yuni kembali lagi memeriksa beberapa pesan yang masuk di handphone nya.


Disaat itu Lino terbangun dan masih bingung dengan dirinya yang tidak sadarkan diri, Kemudian Lino mencari Yuni.


Lino akhirnya merasa lega ketika melihat Yuni dalam keadaan baik-baik saja berada di sofa, Lino kemudian menuju ke kamar mandi untuk cuci muka.


Akhirnya maskernya Yuni sudah siap untuk dibersihkan, Yuni kemudian menuju kamar mandi tanpa melihat tempat tidur, karena Yuni mengira kalau Lino sedang tertidur pulas.


Dalam waktu bersamaan, ketika Lino membuka pintu kamar mandi, Yuni sudah berada didepan pintu kamar mandi dalam keadaan masih menggunakan masker wajah.


Betapa terkejutnya Lino yang ketika itu melihat Yuni dengan menggunakan masker wajah, sehingga Lino melihat seperti sosok seorang hantu wanita.


Sebenarnya Lino ingin pingsan lagi melihat kejadian itu, akan tetapi kali ini Lino berusaha berlari menuju pintu keluar ruangan itu.


Lino berusaha membuka pintu di ruangan itu, tetapi tidak bisa karena Yuni telah menyimpan kuncinya di laci sebelah pintu tersebut.

__ADS_1


Yuni kemudian bersuara dengan mengatakan kalau kuncinya ada di laci, Lino melihat ke arah Yuni, dan melihat juga gerakan tangan Yuni yang menunjuk ke arah laci.


Lino ketika mendengar dan melihat gerakan Yuni, Lino terbayang lagi dengan sosok wanita hantu yang ada di film horor tadi.


Dengan sontak Lino mengambil kunci tersebut dan Lino berhasil keluar dari kamar itu.


Sedangkan Yuni masih bingung melihat tingkah lakunya Lino, dan menganggap Lino keluar akan membeli sesuatu.


Ketika Lino berhasil keluar, Lino berlari menuju ke petugas penginapan, dengan mengatakan bahwa di kamarnya ada sosok hantu wanita.


Petugas penginapan tersebut kemudian mengantarkan Lino untuk kembali ke kamarnya dan memeriksanya.


Beberapa saat kemudian Yuni mendengar suara bel pintu yang ada di ruangannya, lalu Yuni membuka pintu, disaat Yuni membuka pintu, ternyata yang datang adalah Lino beserta petugas penginapan.


Petugas penginapan tersebut lalu bertanya kepada Yuni, dengan mengatakan " apakah anda baik-baik saja ".

__ADS_1


Yuni menjawabnya " iya saya baik-baik saja ".


Mengetahui hal itu, Lino merasa lega dan meminta maaf kepada petugas penginapan atas laporannya ketika itu.


Kemudian Lino masuk ke kamarnya, setelah berada didalam kamar, Lino menceritakan kepada Yuni tentang kejadian yang dialaminya.


Setelah mendengar cerita Lino, kemudian Yuni tertawa kencang.


Beberapa saat kemudian mereka langsung beristirahat, Yuni beristirahat di tempat tidur, sedangkan Lino memilih beristirahat di sofa, karena di sofa membuat Lino lebih merasa nyaman.


Keesokan harinya mereka bersiap untuk meninggalkan penginapan, sebelum meninggalkan penginapan Yuni mengatakan sangat berterima kasih kepada Lino yang telah menemani dirinya.


Dengan menggunakan mobil taksi, mereka kemudian mereka pulang ke rumahnya masing-masing.


Sedangkan waktu itu Rey agak gelisah karena menunggu Lino semalaman tidak kunjung pulang.

__ADS_1


Rey mengira kalau Lino marah akibat dari sepeda motor Lino yang dirusaknya, padahal ketika itu Rey sudah memperbaikinya ketika Lino berangkat kerja.


Ketika memperbaiki sepeda motor Lino, Rey membawa sepeda motor tersebut ke sebuah bengkel, karena tidak mempunyai uang maka Rey menjaminkan kartu nama yang dimiliki oleh Lino untuk jaminan membayar biaya perbaikan kendaraan tersebut.


__ADS_2