
PENDEKAR KOBRA MERAH..
Serial Rampok Penyembah Siluman
Di suatu desa...
Matahari mulai tersenyum malu di ufuk barat, nyanyian indah burung-burung seakan ikut mensyukuti ke indahan alam ciptaan sang pencipta.
Petani mulai mengasah cangkul-cangkul serta arit mereka, sementara para kembang desa mulai menyusun kain untuk di bawa ketepian.. karna kain kemaren sudah berubah aromanya seperti ikan sepat bakar.. maklumlah di desa ini tua muda, bujang gadis, laki-laki perempuan.. semuanya menggantungkan hidup dengan bersawah ladang.
Tiba tiba..
Keindahan lukisan alam, kesahduan nyanyian burung yang sedang bersenandung, tetesan embun di dedaunan terusik oleh suara menggelegar...
Rampook..... rampook.....
Aaaakh... jerit seorang pria yang punggungnya tertembus golok seorang perampok bergigi tongos...
Teng...teng...teng......
Kentongan tua ditabuh punggawa desa...
Ampuuun.... jangan bunuh saya.. teriak Sudin... menggigil di gertak rampok bontet berotot..
Mana...? Dimana kau sembunyikan harta mu..?dengusnya pada sudin...
Ampun tuan.... i...i...ini tuan... ambil semua.. tapi ampuni saya tuan.... menggigil sudin menyerahkan emas hasil penjualan padi tiga kali musim lalu..
Ha ha ha... si bontet meraih uang dan emas dari tangan sudin... lalu menyepak sudin hingga terjengkang di balai balai rumah nya... terdengar keluahan.. ukh.... sudin pingsan..
Disisi laian, di ujung balai desa.. kepa rampok terus melakukan penjarahan, yang melawan dibunuh... san rumahnya dibakar... melihat itu tak satu pun pemuda desa berani lagi maju.. hingga tiba tiba..terdengar terikan kepala desa yang baru pulang buang hajat di pinggir sungai..
Hai..... siapa kalian berani mengganggu desaku, ??
Ha ha ha.... kamu siapa pak tua... tanya kepala perampok bermata juling itu...
Saya kepala desa Telaga Dewi ini... nama saya Marlam...
Ha ha ha... cuma kepala desa tengik yang menghalangi... minggir kata kepala rampok sambil mengibaskan tangan nya...
Dengan sedikit megelak, kepala desa berhasil menghindari serangan kepala rampok..
Ha ha ha... berisi juga kau kunyuk.... ejek kepala rampok geram sambil melayangkan tendangannya....
Marlam bukan sembarang kepala desa... 15 tahun yang lalu marlam dikenal sebagai jawara di kampung Telaga dewi.. hingga masyarakat menyegani nya.. selain seorang jawara, marlam juga terkenal sangat sayang sama anak anak.. Marlam mengamalkan kata yang 4 milik masyarakat suku minang.
Kata mandatar
Kata mandaki
Kata melereng
Kata menurun
Marlam kembali mengelak, namun kali ini disertai gerakan tipuan, yaitu tendangan samping.. yang tepat mengenai betis kepala rampok yang dikenal dengan Setan Hitam Berkepala Picak.
Si setan hitam bukan nama kecil, tapi terkenal rampok yang tak pernah takut.. merasa betisnya nyeri.. setan hitam merubah gerakan dengan sedikit memutar dia berhasil menampar kepala desa dengan Ajian Lipan Hutan Memakan Nyamuk..akibatnya kepala desa mengeluh...
Uch... keluhnya sambil mengusap darah di sela mulutnya.. beruntung Marlan punya daya tahan luar biasa.. kalau tidak... niscaya ia akan mati dengan kepala menghitam tanpa darah...
Sambil menarik napas untuk menghimpin tenaga, kepa desa merapal ajian Matahari Pagi Perenggut Jiwa... dia menyilangkan jari tangannya, kemudian dikibaskan kearah lawan.... ..
Hummm.. ajian mainan anak anak kau perlihatkan padaku kata Setan hitam...tiba tiba melepaskan pukulan keduanya... Setan Hitam Menggali Jiwa, ..
Akibatnya udara pagi yang tadi segar... tiba tiba berubah anyir......disertai desingan memekak kan telinga... bummmm... pukulan setan hitam tepat mengenai dasa kepala desa... yang maaih belum siap..
Akibatnya sungguh mengerikan.. tubuh kepala desa terpentar tiga puluh meter kebelakang, naas tubuh mantan jawara itu menghantam tiang penyangga balai desa... krakk.. bunyi tulang berpatahan..... tanpa bersuara lagi Marlan si kepala desa langsung mati di tempat..
Ha ha ha ha ha... siapa lagi yang ingin mencoba jadi pahlawan... maju.. hadapi aku.. susumbarnya....
Bakar.......bakar semua...
Kalian bebas memilih wanita yang kalian suka... puaskan hajat kalian... teriak sang kepala rampok pada semua anak buah nya....
Dengan gembira anggota rampok segera membakar rumah rumah penduduk,.. memperkosai para gadis yang berhasil mereka dapatkan, membunuh anak anak tak berdosa...
Senja merayap menampakkan luka
Kepulan asap membubung tinggi..
Darah, dan mayat manusia bergelimpangan dimana mana..
Tak ada lagi kehormatan
Hilang sudah pangkat jabatan
Bunga desa telah layu dilamar sang maut
Setan setan pulang berpesta pora..
Rampok sadis berjuluk Setan Hitam Berkepala Picak, telah kembali kemarkasnya di Sarasah lereng gunung Singgalang.
Sebelum ajal berpantang mati.
Jodoh, rejeki, pertemuan dan maut adalah urusan Tuhan yang maha kuasa..
Saat matahari telah hilang, suara lolongan anjing sudah berganti dengan jangkrik.. diantara reruntuhan rumah kepala desa terdengar erangan disusul tangisan bayi.... rupanya Ratih istri Marlam yang tadi sakaratul maut, diizinkan tuhan melahirkan seorang putera..
Tanpa bantuan dukun beranak, ruqayah berusaha melahirkan seorng diri,.. di gigit tali pusat anak, diraih ke dada.. belum duabelas teguk anak menyusu... nyawa lepas.. dibadan..
Hujan tak henti mengguyur, malam makin dingin.. tangisan putera ruqayah seakan tahu dia lahir tiada berbapak, ibu pun pergi setelah dua belas teguk dia menyusu....
Oaak.....oaakk... oaakk....
Bayi merah itu terus menangis...
Menggigil kedinginan.
Bibir mulai membiru.....
Di ujung desa tampak seorang laki laki tengah berlari dengan cepat... sambil bergumam...
Lo.... kok desa ini sepi.... tak biasanya penduduk molor.. katanya" sambil mengunyah rokok daun aren yang tiada lagi berapi....
Ctaaaarrrr........
Guntur menggelegar...
Astaga..."ini mayat siapa serunya kaget.."
Nah... ini lagi...
Lho..... ada apa ini...
Satu.....dua...tujuh....dua puluh dua... kata laki laki tua berbaju merah menyala itu..
A
Duh
Pusing.... kenapa banyak mayat... ini ya... dia terus melangkah...
Dari belakang, tampak kalau laki laki ini memang berasal dari kalangan dunia persilatan.. walau tubuhnya bungkuk... giginya hanya tinggal satu.. gerakannya tak ubah laksana anak panah yang dilepas dari busur..
Oalaah.... sadis... siapa yang melakukan ini semua ... hmmmm gumamnya....
Dia terus mengendus endus.... sambil menggeleng geleng... duh... Tuhan... siapa yang begini amat kejamnya..
Oaaa...
Oaaa....oa...ooooa..a...
Lapat lapat di antara hujan terdengar suara bayi....
Ish.... kok malam malam begini.. ada suara menangis gumam sikakek lagi... jangan jangan.... jangan jangan...
Hantu lagi.. pikir .
Oaaa...
Oaaa....oa...ooooa..a...
Kembali terdengar.. suara tangisan bayi...
Kakek berjubah merah itupun tercengan, dan beruasaha mendekati sumber suara....
" alah mak.... ada bayi... tapi kok ibu nya diam saja batin sikakek... kakek iti terus mendekat...
Hah..... ibunya telah jadi mayat...
Oeeekk...oeekkk.. kembali tanhisan bayi merah itu terdengar... makin melemah
Cup... cup.. cup...
Rayu si kakek.... sambil meraih serta menggendong si anak..
Satu...dua... lurus.... ha ha ha ha... punggung lurus... mata tajam...
Ya ... ya ... ya.... ha ha ha ha..
Cocok cocok.... bayi ini cocok jadi muridku... seru si kakek... sambil duduk menghenyak ditanah...... kakek itu tertawa lagi.... gusti..... terimakasih.... di usia senja ini aku dapatkan calon murid....
Ha ha ha...
Sikakek terus saja meracau... bahkan sambil melempar lemparkan bayi merah yang belum satu hari lahir tersebut.... anehnya si bayi malah berhenti menangis..... anak baik... anak bagus.... cup cup cup...... ha ha ha.....
Aku dapat murid... aku... punya penerus kata sikakek aneh tersebut...
Tiba tiba mata kakek berkilat..
Dia meraung... perbuatan siapa ini.... gusti allah.. apa yang mesti kulakikan.. keluhnya menepuk kening.... oh ya... ya ya.... si kakek menarik tangan kirinya kebelakang, sementara di tangan kanannya bayi merah telaj tidur....
Tiba tiba..
Bum...baarrrr.. ledakan dahsat disertai angin kencang meleset dari tangan kakek tua itu... tak lama kemudian didepannya terbentuk sebuah lobang sesalam dua meter...
Kakek terus bergerak kian kemari... mengumpulkan mayat mayat.. dan menyusunnya sedemikian rupa... serelah selesai kira kira sepenanakan nasi.. kakek kembali mengibaskan tangan nya.. hingga lubang tertimbun kembali.. menyerupai sebuah pusara raksasa...
Kemudian diangkatnya batu sebesar anak kerbau.. di lukisnya dengan jari yang telah memerah karna ajian INTI API MEMAHAT BUMI.. dengan tulisan.. "Yang hilang untuk dikenang, yang lahir akan Membilang "...
Batu besar tersebut disepaknya dengan cuek.. langsung melayang, kemudian menancap tepat di ujung pusara... sebagai batu nisan.
Seleaai dengan pekerjaannya.. diiringi gelegar petir dan hujan yang menyirami bumi... kakek aneh tersebut meleset jauh bagaikan kuda perang ke arah puncak gunung tandikat.... hanya suara tawanya saja yang terdengar..
Teriak Setan hitam memanggil anak buah nya... "sudah kamu hitung apa yang kita dapatkan kemaren."?
Terbungkuk bungkuk seorang laki laki gemuk pendek dekil berlari ke ujung gedung tua... "ia ketua serunya.."..ini baru selesai ketua... imbuhnya lagi.. hm.. bagus.. imbuh Setan hitam.. kau memang dapat di andalkan....!
Bontet, memang orang kepercayaan SETAN HITAM, selain penurut dia juga memiliki kepandaian hanya satu tingkat dibawah Ketua gerombolan Rampok Setan Hitam, Bontet bahkan lebih setia dari seekor anjing piaraan kepasa tuannya,..
"Kalau begitu, malam ini kita adakan pesta,..! Kamu silahkan atur acara terbaik malam ini bersama anak buahmu
.. ha ha ha.. ingat jangan lupa malam ini kita juga harus memberikan persembahan tiga gadis suci ke Siluman penunggu Pasenggrahan sarasah ini...
Itu gampang ketua,.. sesajen berupa tiga gadis itu sudah kami bawa dari kemaren ketua " gadis desa Telaga dewi memang luar biasa Ketua imbuhnya lagi.....
Ha ha ha.... kalau soal wanita kau memang mata keranjang Bontet, gelak Setan Hitam.. "ingat tiga orang jangan kalian sentuh, itu bagian Siluman Penunggu Pasenggrahan Sarasah ini... sisanya terserah kalian... aku cukup satu saja.... ha ha ha katanya lagi....
Malam ini begitu cerah, Setan Hitam dan anak buahnya sedang mengadakan pesta mabuk mabukan, tak ada lagi rasa malu di antara mereka, apalagi SETAN HITAM memperlakukan anak buahnya sebagai seorang kepala rampok, tidak pernah membeda bedakan satu sama lain.. hingga tak satu pun anak buahnya merasa tidak enak hati pada sang ketua tersebut..
Tuang terus,... ha ha ha... seru mereka, diselingi pekikan dari gadis gadis yang mereka culik kemaren siang.
aneh..
Gadis hadis yang awalnya menjerit dan ketakutan sewaktu mereka culik, kini malah seperti ikut cekikan.. dan tak seperti mengalami penculikan.. tanpa malu mereka asik masuk berbuat mesum didepan semua orang, hal ini dikarenakan ilmu Genggam Jiwa milik Bontet anak buah setan hitam telah menguasai jiwa serta pikiran mereka.. dan Bontet telah mengajarkan ilmu ini kepada seluruh anggota rampok Setan Hitam Kepala Picak...
Puas berpesta, ke empat puluh anggata rampok seperti di komando, ketika melihat bulan purnama bergerak meninggalkan tempat mereka mabuk dan bermesum ria tadi menuju kebelakang sarasah.. tiga orang di depannya memanggul gadis gadis persembahan.. sementara setan hitam sudah diluan menunggu mereka di depan sebuah altar bewarna putih mengkilap..
"Kalian letakkan tiga gadis itu, serunya tiba tiba,.."
Tanpa suara anak buah setan hitam membaringkan tiga gadis yang telah kehilangan kesadaran tersebut di atas altar.. kemudian serempak mereka mundur kebelakang, membentuk batrisan dibelakang ketua mereka..
Hai... siluman penunggu sarasah... datang lah... kami sudah menyediakan persembahan ini, sebagai mana perjanjian.. tepat bulan ketujuh minggu ketiga.... datang lah... teriak Setan Hitam...
Angin yang tadinya bertiup semilir, tiba tiba berubah menjadi kencang, altar batu putih bergetar hebat.. HA HA HA HA... setan hitam....kau memang tepat janji... tidak sia sia engkau ku angkat jadi hambaku selama ini.. seru sebuah suara tiba tiba di atas altar.....
Seiring gelegar suara lenyap, muncul kabut merah bergulung gulung di sekitar mereka, lantar terdengar dengungan seperti lenah tersambar elang,... ha ha ha.. angkat kepala kalian.. seru siluman penunggu serasah... aku akan memberi hadiah kepada kalian semua.. karna persembahan kalian kali ini dari desa telaga dewi.. luar biasa cantik bak bidadari dari kayangan... ha ha ha... ..
Setan hitam... bersiaplah kau... aku akan meningkatkan keasaktian mu.... serunya lagi...
Setan Hitam segera mengambil posisi bersila, sambil merangkupkan tangan di dada,.. dengan sekali hentak kaki saja Siluman Berwujud Manusia Setengah Tengkorak Kuda ini.. sudah sampai dibelakang Setan Hitam....
__ADS_1
Siluman penunggu Pesanggrahan yang dikenal dengan Hantu Kuda Salah Kaprah dalam dunia persilatan, langsung menggosokkan ekornya ke kepala Setan Hitam.. terdengar suara... but...bruut... preet... diiringi cahaya orange.. dan cahaya tersebut langsung masuk kedalam kepala setan hitam...
Peluh bercucuran dari seluruh tubuh setan hitam... "jangan kau lawan kalau tak ingin mampus"...teriak Hantu Kuda Salah Kaprah
Setan hitam, hanya bungkam. Berusaha menetralisir ilmu yang baru diterimanya... selang sebelas kedipan mata kemudian... hawa sejuk sudah kembali menguasai tubuh pantolan rampok ganas ini....
Ha ha ha ha...
Setan hitam, kini kau sudah menguasai ilmu baru ku, kata Hantu Kuda Salah Kaprah alias siluman penunggu pasanggrahan.. " ilmu itu aku beri nama "KENTUT NERAKA PEMUSNAH RAGA"7..
kau dapat menggunakan ilmu itu hanya satu kali dalam sepekan, kecuali kau mampu melakukan syarat yang aku sampaikan.... hmmm
"Apa syaratnya wahai tuangku Hantu Kuda Salah Kaprah..??
Kau harus makan hati seorang perawan yang tangan kanannya berbulu, sementara tangan kirinya tidak... yang lahir ditengah gerhana matahari tepat bulan satu di pekan ke tiga.. ha ha ha...
Gadis itu harus kau makan hatinya, kau minum darahnya..kemudian lemparkan tubuhnya berbunhkus kain merah ke dalam sumur tua di samping serasah ini...
Ingat...
Jangan kau nodai...! Kalau kau berhasil.. niscaya ilmu " KENTUT NERAKA PEMUSNAH RAGA" bisa kau gunakan kapan saja, serta bisa kau wariskan pada anak buah mu.... ha ha ha ha...
Ba... baik tuanku siluman, akan hamba laksanakan... !..jawab Setan Hitam Kepala Picak sambil bersujud tiga kali ketanah....
Tepat ketika Setan Hitam Kepala Picak mengangkat kepala, Hantu Kuda Salah Kaprah... mengibaskan kedua tangannya ke arah altar persembahan... dari ujung jarinya memancar sinar keunguan beraroma bunga sedap malam yang langsung membungkus ke tiga gadis persembahan, perlahan lahan tiga gadis terangkat ke atas... secara aneh.. jari jari Hantu Kuda Salah Kaprah memanjang, dan langsung menghujam tenggorokan tiga gadis tersebut, Hantu Kuda Salah Kaprah mengherakkan mulutnya... tiba tiba saja.. darah ke tiga gadis tersebut mengalir melalui jari Hantu Kuda Salah Kaprah ke dalam tubuh Hantu Kuda Salah Kaprah.. hingga ke tiga gadis tersebut perlahan lahan berubah menjadi jerangkong hitam kemudian meledak menjadi serpihan serpihan debu... hilang lenyap tanpa bekas.... kembali siluman penunggu sarasah menarik pulang tangannya,... dan berputar tiga kali di atas altar... buush... tiba tiba siluman tersebut menghilang di hadapan anggota rampok kelompok Setan Hitam Kepala Picak.... tapi masih terdengar suaranya... ingat.. persembahan berikutnya harus sempurna seperti ini lagi, jika tidak.. mampus jadi bagian kalian... teriak nya.. ha ha ha ha... ! Oh ya... dibelakang kalian aku sudah meletakkan emas sebesar telur ayam kalkun... untuk kalian berpesta.... ha ha ha ha... ambil... dan gunakanlah..
Terimakasih tuangku... serempak mereka bersujud... kepada siluman Hantu Kuda Salah Kaprah...
Bus.... siluman salah kaprah menghilang dari hadapan mereka... hanya aroma menggidikkan saja yang tinggal... suasana kembali terang benderang..
Ayo... semua malam ini kita istirahat.. besok kita bisa bersenang senang... perintah Setan Hitam Kepala Picak..
Semua anak buahnya memutar haluan.. teringat minuman dan para gadis yang kemaren mereka culik tengah menunggu mereka di dalam markas...
Suasana sepi... hanya jangkrik dan kikikan kecil yang terdengar...
Jauh di tengah hutan rimba Kulit Manis Nagari Malalak sana... terlihat seorang kakek tengah melatih muridnya...
Hea..... hea.... sapuan kaki si kakek yang berjuluk IBLIS BERHATI MALAIKAT, tepat mengarah kekepala muridnya yang bernama Sunue.. dengan sigap sipemuda tampan bertubuh jangkung mengelakkan kaki guru nya..
Plak...suara tangkisan...
Hea.... hups... kembali IBLIS BERHATI MALAIKAT melancarkan serangan dari berbagai arah... namun muridnya ternyata mampu mengelakkan, dan sesekali balas menyerang dengan ganas...
Sudah..... kata Iblis Berhati Malaikat...., kita istirahat dulu... dan kamu ambilkan KAWA DAUN.. buatan nenekmu di Pondok dulu...
Baik guru... kata Sunue..
"Hmm... ternyata anak ini sudah hampir merampungkan semua ilmu ku"... tak terasa lima belas tahun dia hidup bersamaku.... perlahan air mata si kakek menetes dari mata ke pipi keriputnya...
Beberapa tarikan napas kemudian, Sunue datang membawa sebuah tabung bambu bertutupkan ijik beserta dua buah gelas sari batok kelapa kehadapan guru nya... disusul oleh seorang nenek berkerudung hitam menenteng beberapa potong talas rebus..
Si nenek ini adalah istri dari kakek Iblis berhati Malaikat.. sedangkan julukan nenek terkenal angker dikalangan dunia persilatan, melihat senjata sebuah cangkul berukuran empat hasta dengan tangkai hanya satu depa terselip di punggungnya, nyatalah kiranya si nenek adalah seorang pendekar pilih tanding.. IBLIS BETINA PENGGALI KUBUR BUDIMAN.... namun walau julukannya angker, nenek ini punya sifat balas kasihan yang tinggi.. bahkan dia selalu Menguburkan mayat mayat lawan yang berhasil dibunuhnya... kuburanpun dilengkapi batu nisan berwarna pink.. "selamat jalan kawan, semoga engkau diterima disana" tulisnya.
Sunue.. kesinilah kau.. seru kakek dan nenek itu serempak...
Ia kek, nek... ada apa.... kok wajah kalian kayak durian mengkal... tanya sunue...?
Setan... kau malah kayak durian busuk kata sinenek...
Wkwkwkkw... ha ha ha.... he he he.. serempak mereka tertawa... "dasar anak cecurut... kami serius... melucu lagi kau.. ku cangkul gigi mu... bentak si nenek... sambil menjewer telinga Sunue..
Ampun nek,.... nenek kalo lagi marah.. cantik deh.... rayu Sunue.. tapi sambil mencibir... .. sialan kau.... kata si nenek, sambil mencubit perut Sunue, setwlah melepas telinganya...
Sudah...
Sudah seru si kakek... kalian nenek sama cucu sama geblek nya.... seru si kakek sambil melotot..
Kedua nya terdiam, tapi si nenek malah berbisik, Sunue, tu kakek mu mulai sewot.. masak sama cucu sendiri cemburu.. hi hi hi.. cekikan mereka berdua.. mata si kakek makin melotot.... tapi tetap senyum mengejek..
Sekarang kalian dengarkan baik baik, terutama kamu sunue...!!
Hari ini tepat Tujuh Belas tahun kau berada bersama kami, ilmu ku dan ilmu nenek mu sudah kau serap semua..... "sikakek terdiam, sedangkan si nenek tiba tiba menangis sesunggukan, Sunue menekur, bingung, kemana arah pembicaraan kakek nenek nya..
Sunue,.. seru si kakek...
Sebenarnya ada sebuah rahasia yang harus kau ketahui sunue...
Sunue tetap menunduk, sambil bergumam, apa itu kek..?.
Nek.. kamu saja yang cerita, seru si kakek..
Hmmmmm.... sambil menahan sesunggukan si nenek, tiba tiba memeluk Sunue,...
cucuku sayang, beberapa hari lalu, secara tidak sengaja, kami mendengar desa telaga dewi di rampok, semua penduduknya habis dibantai perampok tersebut... hal itu mengingatkan kami tentang kisahmu tujuh belas tahun lalu....
Sunue makin menunduk, deg degan...
Tujuh belas tahun lalu, aku sedang ngambek dari kakek mu ini Sunue,... karna perkara kecil, kakekmu ini ketahun menggoda janda di warung kopi janda... aku marah....san terus berlari.. hingga aku sampai di sebuah nagari, bernama Kali Ngumpet.. disana sedang terjadi perampokan... aku melihat semua orang mati terbunuh.... timbul niatku mengejar para perampok, yang dikenal dengan SETAN TENGKORAK KEPALA PICAK.... tapi baru beberapa langkah ku berlari.. aku mendengar suara bayi menangis....
Aku mendekat ke sebuah warung, asal suara itu... dan ternyata kau tengah dipeluk seorang wanita berusia kisaran Tiga Piluh tahun.. namun dadanya tertembus belati emas berukiran tengkorak segi empat.... kata sinenek lagi sambil mengeluarkan sebuah belati dari balik bajunya..
Saat aku akan memelukmu, wanita tadi membuka mata,.. dan berpesan, nek, tolong jaga anakku.. na.... namanya SUNUE.. katanya.. aku mencoba membantu ibumu... tapi tuhan ternyata sudah menetapkan batasan umurnya... ibumu tiba tiba batuk.. dan kepalanya langsung terkulai...
Ku ambil dirimu, ku gendong, engkau terus menangis... hingga aku yang tak pernah punya anak bingung, dengan apa yang harus ku lakukan padamu... tapi untung, kuasa tuhan berlaku untuk mu.. aku melihat sebatang kelapa,.. ku ambil buahnya yang muda... san ku minumkan airnya padamu.... sampai kamu tertidur..
Disaat engkau tidur, aku kembali lari, dengan tujuan pulang, karna aku langsung suka padamu... dan sejak saat itulah kami mengangkatmu jadi anak... punhkas si nenek sambil tetap menangis sesunggukan..
Sunue juga tak dapat menahan tangisnya, karna selama ini dia tidak pernah tau siapa dirinya sebenarnya..
Benarkah itu kek... lirik sunua..
Kakek cuma mengangguk, san terua sesunggukan..
Cucuku sayang,... malam ini kami akan memberikan kamu ilmu terakhir kami, tapi setelah itu.. kamu harus berdiam diri selama tujuh hari tujuh malam, sambil berpuasa siang hari... malamnya kamu harus bermunajat pada sang pencipta... apa kau siap cucuku..???
Sunue tahu, walau kakek dan nenek gurunya penyayang, tapi kalau sudah menetapkan suatu hal, berarti tidak sapat ditawar, kecuali siap diomeli san dijitak tujuh hari tujuh malam..
Sunue mengangguk... baik nek, kek... kalau boleh tau ilmu apa itu... ??
Pukulan Telepak Bumi Menggusur Langit.
Ilmu ciptaan kami berdua.. mulai siang ini sampai tengah malam nanti, kamu harus berpuasa, sampai kami panggil...
Baik.. kek, nenek... angguk sunue...
Hingga tanpa terasa malampun tiba..
Sunue... buka seluruh pakaian mu... selain ****** *****.. seru sikakek..
Baik guru...
Sunue memutar badan setelah menanggalkan pakaiannya...
Tiba tiba sinenek mengangkat tangannya, dan diletakkan di kepala Sunue, sedangkan si kakek meletakkan tangan tepat di pertengan punggung sunue..
Tarik napas mu.. ikuti bacaan kami...
Baik kek, nek...
Bismillah...
Bumi ku bumi tuhan
Langitku langit tuhan.
Kuasa badanku, kuasa tuhan
Maratap badan menunggu takdir
Badan kuat, tulang besi, urat kawat..
Tanganku bertenaga
Badan ku berpusat kebumi
Hu....
Allah..
Hancur badan dikandung tanah..
Terbujur lalu, terbelintang patah.
Berkat kuasa allah..
Selesai membacakan mantra.. tiba tiba kakek dan nenek serempak menekankan tangannya ke tubuh sunue dengan kuat... sunue merasa dari kepalanya mengalir rasa panas yang sangat, tapi dari punggungnya mengalir rasa dingin yang mencucuk tulang,... dari hidung dan mulut sunue mengalir darah kental...
Jangan lawan, pinta si nenek..
Kau tekankan tangan mu ke bumi, dan tarik napasmu dalam dalam...
SunuE dengan kesadarnnya yang hqmpir hilang, melakukan apa yang diperintahkan.....
Dua jam berlalu.. kakek dan nenek melepaskan tangannya dari sunue,..
JANGAN KAMU LIHAT KEBELAKANG... seru sikakek..
Luruus kau masuk ke goa.. lakukan apa yang kami suruh siang tadi... sampai pekan depan.. san ingat.. kau tisak boleh menoleh kebelakang sekalipun... jika kau langgar.. tubuhmu akan meledak... akibat ilmu yang kami berikan belum sepenuhnya aempurna tertanam di tubuhmu...
Sunua melakukan apa yang dokatakan gurunya... dia juga heran.. tubuhnya jauh lebih ringan dari biasanya.. sekali melompat.. tujuh langkah terlampau..
Sementara itu di belakang, kakel dan nenek guru sunua.. tertelantang,... malang bagi si kakek... darah tak berhenti kemuar dari setiap lobang ditubuhnya.... sementara sinenek.. hanya mulut saja yang berdarah... hal ini di akibatkan mereka telah menurunkan selurub tenaga dalam mereka pada Sunue....
Kedua pasangan tua ini saling meranhkak untuk berangkulan... dan si nenek berbicara.... suamiku... mungkin ajalku sudah di ujung tanduk... tolong titip ini pada sunue.. jika dia selesai nantinya melakukan munajat... kata sinenek.. meraih sebuah surat dan sepucuk belati dari balik pakaian nya...
Si kakek hanya tersenyum.. karna sesungguhnya dia tau.. ajalnya juga sudah dekat...
Tiba tiba sinenek.. diam tak bergerak... sementara kakek... mulai makin lemah...
Diraihnya sebuah batu,.. diambilnya arang yang terletak di perapian.. ditulisnya wasiat..
Sunue.. cucu kami tersayang,...
Selamat tinggal..
Dibawah tubuh kami.. silahkan kamu ambil dua buah kitap, yaitu Kitap Iblis Putih, dan Kitap Kobra Merah..
Kitap iblis putih berjodoh denganmu, sementara, kitap kobra merah.... harua kau antarkan kepada guru kami, di Puncak Gunung tandikat.. jika kau coba membukanya.. niscaya engkau akan mati di sengat sembilan King Kobra Merah Saga..
Kau ambil senjata kami, dan gunakanlah demi kebaikan, bantu yang lemah, tolong yang susah, ingat.. hidup ini akan ada matinya..
Mengenai jasad kami... tolong kau kuburkan satu lahat berdua.. agar cinta kami abadi...
Semoga kelak kita bersua..
Tertanda
Kakek dan nenekmu..
Iblis Berhati Malaikat
IBLIS BETINA PENGGALI KUBUR BUDIMAN..
Sudah hukum alam, hujan berganti panas, siang berganti malam, jam berganti hari.. alamanak tak terasa seminggu telah berlalu, Selesai sudah Sunue melaksanakam munajat disertai puasa pada sang khaliq..
Detik Sunue menyelesaikan perintah sang guru, Sunue segera mandi di mata air yang ada dalam goa, tapi dia merasa ke anehan luar biasa, matanya mampu melihat pasir hitam ditengah kegelapan.. di lirik ke sebelah kiri.. dia terkejut, karna dengan nyata tampak olehnya semut hitam tengah beriringan membawa seranggga.. padahal waktu masuk hoa.. dia nelum mampu melakukannya... Sunue lantas bersukur pada yang kuasa, sambil bersujud.
Puas mensukuri kelebihan baru yang dimilikinya, pemuda tujuh belasan ini melangkah keluar goa...
Kakek... nenek... kalian dimana, serunya keras...
Oh...Sunue kembali terkejut, mendapati suaranya menggelegar seperti petir di tengah hari....
Berkali kali sunue memanggil, tak ada jawaban..
Aneh.. kemana mereka batinnya."
Sunue ingat.. dia kembali kebelakanng pondok tempat dia dilepas seminggu lalu...
Kakek, nenek... teriaknya histeria.. melihat dua gurunya sudah tertelentang,..
Sunue berlari.. di pegangnya tangan kedua orang yang telah membesarkannya, dingin, kaku... tapi belum ada bau...
Hu...u...
Hu....hu...u..
Pecah tangia sunue begitu aasar gurunya telah tiada keduanya...
Dibalikkan jasad kedua gurunya, ditemuilah di atas kepala si kakek terdapat sebuah batu... berisi wasiat..
__ADS_1
Sunue mekukuan apa yang jadi waaiat gurunya...
Puaa menangis, sunua segera memakamkan kedua gurunya sesuai waaiat, setelah terlebih dahulu menyelenggarakan kedua jenasah tersebut..
Siang berganti petang, petang beranjak malam, sunue tak tau berapa lama ia pingsan di pusara dua dedengkot dunia persilatan yang jadi gurunya selama ini.. diwaktu sadar.. sunue kembali menangis meraung raung sambil meratap..
Tuhan
Saya tahu, patah tumbuh hilang berganti
Kini telah patah sandaranku
Telah hancur tempat ku bergantung
Ingin ku menyusul
Kalau ku tak takut murkamu..
Tuhan..
Asa satu hilang dua
Binasa satu tiada pengganti pula
Guruku engkap jemput keduanya
Buat apa aku menetap di dunia...
Hu....hu...
Hancur badan dikandung tanah
Hilang rupa dibawa kalamaut
Berpisah jua kita wahai guruku
Tinggallah murid sendiri didunia
Merindu tanggung
Meratapi untung
Dunia dihadapi tanpa jelas ujung
Oh malang badan terbawa untung
Biduk tiris pendayung patang
Ditengah ada buaya, di pinggir ada harimau buntung.
Kemana nasib diri akan di gantung..
...
Sunue terua meratap, hingga tak sadar tiga pasang mata tengah mengintai....
Sosok yang mengintai nya, merupakan Tiga Bagundal Jahannam, yang terkenal suka merampas, mencopet, dan mencuri milik orang lain... kepandaian mereka pun lumayan.. sosok pertama berikat kepala merah, dan yang lainnya masing masing kuning dan hijau..
Sosok berikat kepala merah, berpenampilan serba merah, dipanggil BAGUNDAL SATU, yang berpakaian kuning dipanggil BAGUNDAL DUA, sedangkan yang serba hijau dikenal dengan BAGUNDAL TIGA.
Lama mereka bersembunyi, membuat mereka merasa bosan menunggu, hingga tanpa di duga duga oleh siapqpun.. bagundal satu melompat ke dalam pondok mendiang pendekar yang menjadi guru Sunue .. memeriksa setiap sudut ruangan.. mencari cari bensa berharga... tapi sekian lama tak satupun yang mereka temukan.. kecuali sepucuk surat yang ditinggalkan nenek Penggali Kubur.. mereka yang mengira peta harta karun, segera membaca kuat kuat..
SUNUE CUCU KAMI SAYANG..
Jodoh
Langkah
Rezeki
Pertemuan
Maut Sudah ditapkan tuhan.
Begitu engkau menguasai ilmu kami..
Maka sesuai ketetapan yang kuasa, kami harus kembali kepadanya..
Tepat surat ini kau terima, maka pakailah gelar yang kami berikan..
*PENDEKAR IBLIS PUTIH BERCANGKUL*
ketiga bagundal terbelalak... ternyata si pemuda adalah murid sepasang pendekar yang telah lama hilang dari peredaran... pasti pemuda ini sudah menguasi ilmu mereka berdua.. batin ke tiga bagundal.. karna mereka juga pernah mendengar cerita ini dari guru mereka, BAGUNDAL TIGA WARNA.. Mereka juga sudah mendengar ada dua kitap sakti ditangan pemuda pewaris ilmu Iblis Betina Penggali Kubur dan Iblis Berhati Malaikat..
Timbul keinginan mereka merebut ke dua kitap ini, setelah mereka mengacak acak pondok namun tak menemukan..
Hai.. kalian bagundal dua dan tiga,.. seru bagundal satu..
Iya kakang, kata bagundal dua.. " diikuti oleh bagundal tiga yang mendekat..
Kita sudah cari semua, dan pondok inipun sudah kita geledah.... kita hanya menemukan surat sialan itu.., bagai mana kalau kita minta ke dua kitap itu pada bocah bau kencur yang ada di pusara tadi... "semua mengangguk setuju"..
Bergegas mereka lari ke pusara buatan sunue... tapi...
Sial... kemana pergi bocah keparat itu.. maki bagundal satu....
Kalian berdua cari sekeliling... cepaaaaat... teriak bagundal satu.....
Mereka bertiga segera berpencar, hingga sepeminuman teh mereka berpencar, tak juga menemukan Sunue...
Padahal sebenarnya Sunue sudah mengikuti mereka dari tadi, dan sempat mendengar namanya sekarang adalah "PENDEKAR IBLIS PUTIH BERCANGKUL" cuma karna Sunue menerapkan "Ilmu Menutup Raga Mengelabuhi Jiwa", mereka tak mampu melihat nya.... padahal kalau mereka cermat, ilmu ini hanya bisa dipakai untuk mengelabuhi pandangan, tapi tidak dengan pendengaran..
Bosan bilak balik, Tiga bagundal itu hanya mengeluarkan sumpah serapah... lantas segera pergi meninggalkan tempat dimana Pendekar Iblis Putih Bercangkul ditempa.. merasa yakin tak ada orang, Sunue kembali menampakkkan diri.. dan membaca surat gurunya yang tadi dicampakkan oleh bagundal Hijau.. atau bagundal tiga.
Guru, izinkan muridmu meninggalkan Kali Ngumpet ini, untuk menunaikan wasiatmu, mengantar satu kitap yang bukan milikku, serta mempelajari satu kitap lagi.. karna murid khawatir tak mampu menjaga keduanya.. kata sunue sambil merangkapkan kedua tangan ke arah pusara gurunya..
Selesai berkata demiakan, sunue berkelenat ke arah timur.. dengan ilmu meringankan tubuh yang luar biasa.. dengan satu tujuan.. Puncak Tandikat, yang harus ditempuh tujuh purnama bagi pejalan kaki biasa.. dan biasanya tiga purnama bagi yang sudah memiliki ilmu meringankan tubuh tingkat akhir.
Sementara itu..
Disebuah kedai tuak, nampak sepasang muda mudi tengah mabuk berselonjor, sambil ketawa ketiwi.. seperti dapat durian montong runtuh...
Dilihat dari pakain mereka jelas lah mereka dari kalangan persilatan.. keduanya berbaju putih, dan bawah hitam.. dipunggung mereka terselip sebatang golok dengan tangkai hijau toska, dihiasi umbul umbul keemasan.... mereka biasa disebut Sepasang Penguin Teler... keduanya tidak suka bermasalah, maupun mencampuri masalah orang, karna bagi mereka berdua, yang penting TELER...
Tiba tiba saja kedai yang awalnya riuh, tapi tertip,... berubah menjadi sunyi.. dikarenakan masuk empat piluh manusia kotor dan beringas, siapa lagi kalau bukan gerombolan Rampok, SETAN HITAM BERKEPALA PICAK.
Pelayan teriak nya, sediakan kami Tuak terhebat di Kedaimu ini... dan makanan termahal... karna kami ingin berpeata disini imbuhnya..
Seorang pelayan tua, bertubuh kurus kerempeng, datang mendekat... dan dengan secepat kilat dia menyiapkan tempat untuk rombongan rampok ini.. dengan menggigil.
Kedai tuak ini memang luar biasa, karna pemiliknya adalah mantan seorang pedagang keliling, dan sangat kenal watak tamu tamu kedai tuak, maka dia menyiasati, seluruh pelayan nya laki laki, biar tidak ada yang usil mencari gara gara dengan pelan...
Tidak sampai tiga puluh tarikan napas, semua siap, pelayan tadi mempersilahkan tamu nya duduk..
Silahkan tuan, katanya".. dengan nada ketakutan..
Bontet, menepuk bahu si pelayam tadi... "sudah, kamu kembali aja, ini tip mu, imbuhnya, sambil melemparkan aatu koin emas"... te... terimakasih tuan.. katanya lagi sambil berlalu.. .
Minum... minum semua... dan makan sampai mampus teriak Kepala rampok pada anak buahnya... memang benar SETAN HITAM KEPALA PICAK memang terkenal sadis, tapi dia tipe pemimpin yang mengayomi, dan memperhatikan anak buahnya.... dia tak akan makan kalau ada anak buahnya yang kelaparan, bahkan uruaan wanitapun dia sering menyuruh anak buahnya memilih duluan... sehingga anak buahnya bukan saja takut, tapi sayang pada ketua mereka...rampok teladan.
Selesai makan, tanpa mempedulikan keadaan sekitar, kepala rampok tadi menyampaikan rencana pada anak buahnya, bahwa nanti malam mereka akan merampok desa cempedak, dilereng gunung salak...
Rencana itu sempat didengar oleh SEPASANG PENGUIN TELER.. walau mereka tak suka mencampuri urusan orang, mereka juga tidak menyukai Kejahatan di depan mata..
Bergegas mereka berdiri.. dan membayar makanan, lalu.. keduanya segera berlari ke gunung salak, tempat yang hanya dapat dicapai dua kali penanakan nasi tersebut...
Sepasang penguin teler, memiliki gerakan secepat angin, dan mereka juga kenal kepala desa cempadak..segera nergegas menuju balai desa.. menemui kepala desa..
Dari jauh LAKSMO, sudah dapat melihat sepasang pendekar ini berlari kearahnya.. hingga dia bersiap menunggu mereka... begitu sampai.. lansung di ajaknya masuk..
"Mujur tak dapat diraih, malang tak sapat ditolak, hari ini aku kesatangan dua sahabat, RANGGANA dan RANGGINI.. alias Sepasang Penguin Teler... ayo... ayo.. mari masuk pintanya...
"Lasmi, tolong buatkan mereka berdua rebusan daun kecubung... pinta Laksmo pada istrinya, karna dia kenal betul watak kedua sahabatnya ini... "baik Wan, kata Lasmi, sambil berlalu ke belakanh rumah untuk memetik daun kecubung merah..
Tanpa basa basi, Sepasang Penguin Teler menceritakan apa yang tadi di dengarnya.... dan meminta LAKSMO segera mengungsikan seluruh penduduk.
Bergegas laksmo, menabuh kentongan untuk berkumpul, selah dia lupa itu adalah tugas keamanan desa.. hingga hanya beberapa saat saja, penduduk sudah berkumpul..
Langsung saja laksmo menyampaikan perintah penduduk mengungsi.. dan membawa batang berharga mereka, mereka akan mengunngsi ke dalam sebuah perguruan silat, bernama perguruan Silat Musang Putih, yang dipimpin oleh Buya Malin Sutan di sebelah selatan gunung salak.
Tua, muda, anak anak, pria san wanita, bergegas lari... tanpa mempedulikan kaki mereka yang terlula.. dan hanya beberapa kali peminuman teh.. mereka sampai di perguruan dengan selamat.
Sementara itu desa yang tadi mereka tinggalkan, telah kedatangan rombongan RAMPOK SETAN HITAM BERKEPALA PICAK...
Dengan murka dia berteriak... jajannam... kemana semua orang.....
Disepaknya apa yang ada di depan mata, diperintahkan anak buahnya membakar semua rumah.. namun tak satupun yqng berhaail mereka dapatkan, kecuali beberapa ekor hewan ternak uang tadi tak bisa di larikan penduduk..
Bontet...
Kemana mereka semua.."
Tidak tau ketua, jawab bontet.
"Sudah kamu cari tempat tempat yang kamu anggap tempat persembunyian mereka..?
"Sudah ketua..!!
Sial...
Sial..
Kenapa mereka tau kalau kita akan datang, setan... makinya lagi..
Semua anak buahnya diam, hingga tiba tiba seorang anak buahnya berseru..
"Ketua, saya rasa ini perbuatan sepasang pemuda yang duduk di ujung kedai tuak pagi tadi ketua..
Kenapa kamu bisa menyimpulkan itu, cacing kurus bentak SETAN HITAM..
Be... begini ketua... bukankah tadi kita lihat, mereka keluar duluan, pas ketua ngomong, dan kalau tak salah mereka berdua dari ciri cirinya adalah SEPASANG PENDEKAR PENGUIN TELER.. dari selat Malaka.. "..
A...apa... kenapa kau tidak nhomong dari tadi..???
Ampun ketua,... saya mana berani ngomong kalau ketua tidak menyuruh... saya takut ketua hukum imbuhnya, sambil menggigil..
Hmmm.
Ketua hanya mendengus kesal, karna anak buahnya berkata benar, sesuai aturan yang dia buat...
Ijin ketua, tiba tiba kembali ada suara dari belakang,....
Semua serentak menoleh...
Ternyata yang berbicara seorang kakek tua, berikat kepala merah... dilengannyan terdapat sebuah rajah bergambar seekor ular kobra menyamburkan bisa...
Ijin ketua, tiba tiba kembali ada suara dari belakang,....
Semua serentak menoleh...
Ternyata yang berbicara seorang kakek tua, berikat kepala merah... dilengannyan terdapat sebuah rajah bergambar seekor ular kobra menyamburkan bisa...
Raja Dewa Kobra Merah.... gumam SETAN TENGKORAK HITAM KEPALA PICAK...
Kakek itu hanya tersenyum, sambil cengengesan menggaruk kepalanya, dan sesekali mencium bayi yangbada digendongannya, dan tak kalah aneh bayi yang ditemukannya di desa telaga dewi beberapa minggu lalu, juga bewarna kemerahan, lebih tidak masuk di akal, dilaher bayi tersebut terlihat bekaa patukan pulahan ekor ular... tapi si bayi seperti tidak merasakan apa apa...
Sebenarnya apa yang terjadi...??
Bayi uang diselamatkan oleh seorang kakek, ketika selesai perampokan di desa telaga dewi.. kini sudah resmi di ambil jadi muridnya.. dan setiap hari.. walau umur si bayi baru satu minggu, dia di isi oleh sang RAJA DEWA KOBRA MERAH.. dengan bisa ular... yang berguna untuk memancing tenaga dalam si bayi, serta membuatnya kebal terhadap segala pukulan maupun racun..
Heh.... ketua... seolah olah si kakek kaget melihat SETAN HITAM...
Walau nyalinya sedikit ciut, tapi demi harga diri, kepala rampok yang sudah terkenal dari ujung barat hingga ujung timur pulau Sumatera ini mana mau menunjukkannya...
Hai.. kakek tua, ngapain kamu ikut ikut kami... lebih baik kamu pergi.. sebelum kami cincang tubuhmu gertaknya....
Sikakek yang pada dasarnya konyol dan sedikit kurang waras... malah tertawa.... ha ha ha ha..... heh bayi kecil.. adaya yang akan mencincang kita... bagaimana pendapatmu...???
Seolah olah mengerti, si bayi yang baru seminggu itu malah menangis dengan nada mengejek... sambil kentut.... hal itu tentu membuat si kakek tertawa... apalagi setelah berusia Sembilan Puluh Sembilqn tahun ini dia belum pernah mengaauh bayi... jadi apapun tingkah si bayi.. baginya lucu...
Heh bayi kecil, kalo kita di cincang, trus mau di bikin apa coba...?? Ha ha ha ha ha... mungkin aku dibikin dendeng, sementara kau akan jadi rendang,.... hi hi hi... imbuhnya,
Serang..... perintah Bontet pada semua anak buahnya...
Tunggu, kata setan hitam.... kamu tidak tau siapa dia..
Ta...tapi ketua....
Diam.. bentaknya..
Orang tua itu bukan tandinganmu...
__ADS_1
Dengan wajah kesal, Bontet kembali diam.. karna tak ingin ketuanya memberikan hukuman.. Bontet jauh lebih memilih kakek tua itu, dari pada dapat hukuman ketua mereka...
BERSAMBUNG.....