Pendekar Kobra Merah

Pendekar Kobra Merah
PENDEKAR KOBRA MERAH. MANUSIA SESAT PEMBAWA PETAKA Seri 1


__ADS_3

PENDEKAR KOBRA MERAH.


MANUSIA SESAT PEMBAWA PETAKA Seri 1


Dwar....


Byar...... bum.....


Tiba tiba terdengar sebuah ledakan dahsat dari semua penjuru...


Malam yang semula cerah dihiasi bintang bintang, kini berubah laksana mau kiamat.


Gunung Pasaman yang selama ini tidur seolah olah disentak oleh satu tangan gaib.. lahar nya bermuntahan.. pekik jerit masyarakat sekitar lereng gunung..


Tolong.... tolong... tuhaan.....


Anak ku... mana anak ku... berbaur suara terikan dan jerit ketakutan masyarakat.. karna maut sedang memburu mereka


Gunung Pasaman adalah gunung yang terletak di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat, berdampingan dengan Gunung Talamau. Gunung ini termasuk dalam tipe gunung api tidak aktif, dikenal juga dengan nama Puncak Rajo Imbang Langik, diambil dari nama raja yang pernah berkuasa di daerah tersebut.


Masyarakat tidak tau... kenapa semua ini terjadi... kini tak asa pilihan selain melarikan diri ke sebuah nagari yang ramai dan ramah bernama Sasak.


Para tetua adat ikut berkumpul di balai nagari, dan membicarakan fenomena ini.. apakah benar ini murni bencana alam.. atau ulah manusia...


Sekian lama mereka berunding, belum ditemukan kesimpulan pasti, yang jelas tiga nagari habis dilahap lahar yang melalu daerah mereka.


Tuangku Rajo Imbang Langik, kata seorang kakek tua, yang dikenal dengan Pandeka Harimau Campa,.. izinkan hamba bicara tuangku, katanya sambil merangkapkan kedua tangan kedepan..


Silahkan kata Rajo Imbang Langik.. diwarnai kecemasan.. karna memikirkan rakyatnya yang tengah kesusahan.. sementara kerajaan juga kini tengah dia titipkan pada Mantrinya yang bernama Tuangku Manti Budiman. Kerajaan sendiri bernama kerajaan Parit Batu, terletak antara dua sungai Patoman dan Sungai Dipo. Kerajaan kecil yang merupakan Perpanjangan tangan kerajaan Pagaruyung batu sangkar.. masyarakat lebih mengenal kerajaan Rantau.. karna rajanya dilantik oleh Raja Pagaruyuang.


Menurut hemat dan penglihatan hamba yang serba kurang ini, kejadian ini bukan ulah alam, tapi akibat ulah manusia ujar Pendekar Harimau Campa hati hati..


Kenapa bisa begitu, kata sang raja penasaran..


Begini tuangku, apakah tuangku tau sebuah kisah seratus tahun lalu, bahwa di puncak gunung itu telah dihukum seorang durjana perusak kehormatan wanita, yang bernama Sambudi, berjuluk Pendekar Penghisap Madu..??


Ya.. ya.. kalau tak salah dia dikalahkan oleh seorang dedengkot dunia persilatan, dan di pendam dalam kawah gunung Pasaman ini.. begitu kan..?? Sahut sang raja..


Betul tuangku,.. tapi saat akan dipendam oleh pendekar yang berjuluk Raja Kobra Emas bersama Nenek Tupai Putih, dia sempat bersumpah.. akan bangkit kembali setelah seratus tahun.. hal ini mungkin saja baginya, karna sambudi alias Pendekar Penghisap Madu memiliki Ilmu langka, bernama ilmu Badan Takuruang Jiwa Malala, sebuah ilmu langka, yang mana pemiliknya walau dibunuh.. akan bisa bangkit lagi setelah seratus tahun.. kecuali si pembunuh mampu menanamkan Racun Biludu Itam, ketubuh sipemilik ilmu waktu sakarat.


Hm.... jika ia.. tentu malapetaka akan kembali menghantam kerajaan kita ini.. karna seratus tahun lalu saja, tak sedikit pendekar pendekar kesohor habis ditangan durjana itu..


Semua tokoh tokoh nagari terdiam mendengar apa yang dikatakan raja mereka, dan mereka juga tau, apa yang dikatakan Pendekar Harimau Campa bukan cerita isapan jempol..


Selain sebagai pendekar yang berasal dari daerah Malampah, pemdekar ini juga biasa berpetualang ke berbagai daerah di pulau sumatera.. bahkan sampai ke negeri seberang..


Kalau begitu, paman Pendekar tolong hubungi kerajaan dengan segera.. karna saya tahu paman memiliki ilmu Lari Harimau, yang berarti paman hanya butuh tiga kali penanakan nasi ke sana, sementara yang lain butuh sepekan dalam berkuda.., sebagai tanda paman bawalah cap Kerajaan ini.. kata Raja muda nan bijaksana itu sambil melepas cincin dari tangannya,


Tuangku, hamba tak  berani membawa amanah sebesar ini.. karna ini lambang kerajaan paling tinggi elak Harimau campa..


Aku percaya padamu paman.. walau kau dari semenjak ayahku memimpin kau tak pernah mau menjadi panglima pasukan kerajaan, tapi baktimu terhadap negeri Pasaman ini tak lagi ada keraguan.. desak raja muda itu sedikit memaksa..


Begini saja tuangku,.. maaf kalau hamba lancang, tuan tulis saja perintah itu di prlapah pinang ini... kemudian tuan beri cap kerajaan.. hamba rasa itu saja sudah cukup.. karna hamba tau bahwa cincin di tangan tuangku adalah lambang bahwa siapa pemimpin negeri ini yang sah.. hamba khawatir nanti ada setan yang membisiki hamba di jalan.. hingga hati hamba berubah ingin menguasai kerajaan imbuh tokoh tua tersebut.


Baik lah paman " pengawal, ambilkan aku pelepah pinang, dan ranting paku rasam.. biar ku tuliskan bahwa aku yang meminta paman ini datang kekerajaan... dengan sigap seorang pengawal berpakaian baju gunting cina itu melakukan perintah raja mereka.


DENGAN NAMA SANG PENCIPTA.


SALAM SEJAHTERA UNTUK SEMUA.


UNTUK PARA PEMBESAR KERAJAAN PASAMAN,


MENTRI, PANGLIMA, PENASEHAT, KEPALA HULU BALANG, KEPALA TENTARA DAN KELUARGAKU DI ISTANA..


PERHATIKAN PERINTAHKU..


PEMBESAR KERAJAAN SEKALIAN


AKU SAAT INI SEDANG DI SASAK


MELIHAT RAKYATKU, KARNA AKU PELAYAN RAKYAT PASAMAN INI.


BEGITU KALIAN MENEMUKAN SURAT INI


BERARTI ITU MUTLAK PERINTAHKU,


SURAT INI HANYA ADA SATU, DITANGAN SALAH SEORANG PAHLAWAN KERAJAAN


PENDEKAR HARIMAU CAMPA.


LAKUKAN SEMUA SARANNYA..


PERTIMBANGKAN USULANNYA


JAGA SEMUA ANGGOTA KELUARGA KERAJAAN, PERKUAT PERTAHANAN. KARNA KEMUNGKINAN BALA AKAN SINGGAH DI NEGRI KITA..


TERTANDA.


Tuangku Rajo Imbang Langik.


PELAYAN RAKYAT PASAMAN


begitulah bunyi surat raja muda tersebut..


Surat itu digulung oleh pengawal yang tadi mengambilkan pelepah pinang kering,. Kemudian dimasukkan kedalam sebuah tabung dari bambu sebesar lengan anak usia delapan tahun.


Paman, ini suratnya.. semoga Sang Pencipta selalu melindungi paman.. tukas Tuangku Rajo Imbang Langik.


Baik tuangku, terimakasih doanya, hamba mohon pamit untuk segera berangkat, demi keamanan tuangku, hamba akan mengirim dua orang sahabat hamba untuk mengawal tuangku, Pendekar Loreng dan Pendekar Bulai. Harap tuangku bersedia menerima mereka nantinya... tukas Pendekar Tua tersebut.


Tanpa berpaling lagi, Pendekar Harimau Campa segera berlari menuju kediaman dua sahabatnya di Ujung Sasak,..dalam sekejapan mata Pendekar harimau sudah sampai di kediaman sahabatnya itu..


Hoi... ada orang dirumah.. teriaknya begitu sampai disebuah pondok bambu..


Kreek.. tek.. ngiik..


Pintu pondok bambu segera terbuka, keluarlah seorang kakek tua, diiringi seorang nenek tua.. keduanya nampak ringkih, tapi semua orang tau kalau mereka berdua masih sanggup menghadapi sepleton pasukan terlatih dalam sekejapan mata.. mereka tak lain pasangan suami istri tanpa anak, Pendekar Loreng dan Pendekar Bulai.


Hei... harimau ompong, tumben kau kerumah kami, kata si nenek..


Tanpa basa basi, Pendekar Harimau campa menceritakan apa yang terjadi.. sampai selesai..


Sahabat.. apa kami berdua masih layak mengawal yang mulia..?? Bukankah dikerajaan sudah banyak tokoh tokoh ternama..?? Kata si kakek yang berjuluk Pendekar Loreng..


Ia.. kami ini apalah, ilmu tak seberapa, nanti kalau gagal, leher kami jadi taruhan... aku belum mau mati tukas Pendekar Bulai, alias Nini Putih... apa lagi kami belum punya anak, maupun penerus... kan rugi jadinya.. tukasnya lagi..


Aku tau siapa kalian, dan aku bahkan tak mampu mengukur ketinggian  budi sama ilmu kalian berdua,.. jadi aku yakin.. aku minta tolong orang yang benar kawan..


Kau sendiri mau ke kerajaan, lantas apa raja nanti kenal sama kami yang sudah lapuk dimakan usia ini,..tanya Pendekar Loreng maaih merendah..


Ha ah ha, kalian berdua memang rendah hati.. ku harap kalian segera berkemas... karna aku akan berangkat.. pungkas Pendekar harimau cepat..


Hmmm... tapi... kata duo pendekar ini...


Sial...


Belum seleaai orang bicara, dia sudah pergu.. lain kali ku potes pisangnya, aungut si nenek..


Emang kau mau pisang lain tanya suaminya,...


Ha ha ha, nggak lah.. paling juga loreng kayak punyamu..

__ADS_1


Sial..... ha ha ha ha... mereka berdua lantaa tertawa...


Udah nini, cepatan.. ganti baju.. kita berangkat sebelum siang.. agar nanti matahari tenggelam kita bisa sampai disana.. jangan lupa kau bawa senjatamu....


Kau juga jangan lupa mandi kek, karna nanti kalau ketemu raja, kau tidak bau kambing lagi, seru si nini..


Ah kau ini.. mau ma di bareng ya... udah tua masih gatal gurau si kakek..


He eh, kakek peot, bentak sinenek manja.. ayo.. siapa takut tukasnya sambil menarik tangan si kakek ke belakang rumah.. tak lama hanya kekehan dan tertwa manja yang terdengar....


Begitulah mereka, walau usia tak muda lagi, tingkahnya sering seperti anak ABG baru kenal cinta...


Lingkungan istana tampak sepi tatkala Pendekar Harimau Campa sampai di herbang, terlihat hanya beberapa pengawal yang hilir mudik menjaga gerbang, lampu lampu minyak audah dinyalakan oleh para pelayan istana..


Begitu sampai di gerbang, Pendekar Harimau Campa segera menghentikan larinya untuk memulihkan pernapasan karna seharian dia mengarahkan ilmu lari cepatnya tanpa henti sekejapan mata pun.


Berhenti.. kata seorang pengawal berpakain serba putih, ditangannya tergenggam sebilah pedang panjang..


Mendengar itu, pendekar harimau campa segera berhenti..


Maaf kakek, tegur si pengawal.. ada apa engkau sore sore begini menuju istana, bukankah jam kunjungan sudah dibatasi sampai matahari hendak terbenam..??


Tuan pengawal, perkenalkan hamba adalah Pendekar Harimau Campa, hamba di utus yang mulia untuk menemui para pembesar kerajaan ini.. mohon di ijinkan hamba masuk, karna ini penting..


Tunggu kakek, bagai mana kami bisa percaya kalau kau adalah utusan raja tanya pengawal tadi..


Raja kita saat ini ada di kampungku, Nagari Sasak.... mengenai perihal.. mohon dimaafkan, aku hanya bisa menyampaikan pada mentri..


Maaf kek,.. kalau itu alasanmu.. aku tidak bisa mengijinkan mu masuk.. kaena kau tak  punya bukti.. kata pengawal itu agak sedikit tegas..


Tuan pengawal.. ini penting,... mohon ijinkan hamba menemui mentri.. karna hamba khawatir semua terlambat.. pinta ai kakek lagi..


Maaf kek.. kau kembali lah besok.. karna besok semua orang boleh masuk iatana, seperti biasanya,...


Ditengah perdebatan itu, tiba tiba dari samping kiri gerbang kebetulan lewat seorang hulubalang tua, dan untungnya dia mengenal si kakek..


Hai kakek, Pendekar Harimau Campa,.. kenapa kau tak langsung masuk... bukankah gerbang istana ini bebas kau masuki kapan saja..


Eh.. untung lah ada engkau wahai Hulubalang Sudir.... kata si kakek., aku sudah minta ijin.. namun belum di perbolehkan oleh Pengawal Gerbang ini tukasnya..


Hulu balang tua itu menoleh ke pengawal gerbang,.. pengawal, kenapa tak kau ijinkan kakek ini masuk..??


Maaf tuan, bukankah tidak boleh tamu berkunjung setelah matahari tergelincir...


Kau tau siapa orang ini.. ??


Belum tuan hulubalang,.. hamba tak mengenal beliau, karna hamba baru sepekan bertugas setelah pendidikan militer kerjaan..


Oh pantas...  beliau mengabdi semenjak kerajaan ini maaih dipimpin oleh mendiang ayahanda raja sekarang, cuma karna beliau orang dunia persilatan, beliau tidak pernah mau di beri jabatan... jangankan jabatan.. dijodohkan pun tidak mau.. malah memilih jadi jomblo sampai sekarang... ha ha ha..


Semua jadi tertawa...


Heh sudir, masalah jomblo jangan lah kau bawa bawa... emang aku sama sepertimu,... aku jomblo.. kau pun tak laku laku..kambing pun takut kau lamar. ha ha ha.. tawa si kakek membalas guraun teman lamanya itu..


Para pengawal muda tak dapat menahan senyuman.. ingin tertawa takut golongan tua itu marah...


Heh kalian, kenapa senyum senyum.. kalau ingin tertwa silahkan...


Toh kenyataannya mereka berdua memang takut kawin.... seru sebuah suara dari belakang.. rupanya yang bersuara adalah seorang punggawa kerajaan.. Manti Limo Kaum..


Hai.. kau rupanya kata Pendekar harimau campa., semenjak kau di istana, badan kau sekarang sudah seperti kerbau bunting.. ha ha ha ha...


Sudah.. jangan bercanda melulu... ayo kita masuk kata mentri itu..


Aku bagaimana, tanya hulubalang tua bengong... kau silahkan cari nenek nenek..biar bisa cepat kawin,  jawab mentri limo kaum tersebut di sertai kekehan..


Dasar mentri bunting.... kawin emang udah, istri banyak.. tapi dia yang bunting duluan sungut si kakek sambil berlalu meninggalkan pengawal gerbang..


Memang di istana, sebuah kebiasaaan sudah terjadi semenjak ayah dari Raja muda sekarang bahwa tidak ada perbedaan antara atasan dan bawahan dalam kehidupan sehari hari.. semua terlihat seperti keluarga saja.. saling canda, saling sapa.. pangkat san jabatan hanya berlaku ketika sedang bekerja atau bertugas... selebihnya saudara.. maka tak jarang pengawal rendahan bercanda dengan para Punggawa kerajaan.. prinsip kerajaan ini adalah, JIKA HATI SUDAH BERSATU, GUNUNGPUN AKAN BISA DI ANGKAT


para pembesar kerajaan.. surat ini aali sari yang mulia raja kita.. mohon dengarkan baik baik.. dan juru tulis.. tolong kalian catat tanpa mengurangi dan menambah.. dengarkan..


DENGAN NAMA SANG PENCIPTA.


SALAM SEJAHTERA UNTUK SEMUA.


UNTUK PARA PEMBESAR KERAJAAN PASAMAN,


MENTRI, PANGLIMA, PENASEHAT, KEPALA HULU BALANG, KEPALA TENTARA DAN KELUARGAKU DI ISTANA..


PERHATIKAN PERINTAHKU..


PEMBESAR KERAJAAN SEKALIAN


AKU SAAT INI SEDANG DI SASAK


MELIHAT RAKYATKU, KARNA AKU PELAYAN RAKYAT PASAMAN INI.


BEGITU KALIAN MENEMUKAN SURAT INI


BERARTI ITU MUTLAK PERINTAHKU,


SURAT INI HANYA ADA SATU, DITANGAN SALAH SEORANG PAHLAWAN KERAJAAN


PENDEKAR HARIMAU CAMPA.


LAKUKAN SEMUA SARANNYA..


PERTIMBANGKAN USULANNYA


JAGA SEMUA ANGGOTA KELUARGA KERAJAAN, PERKUAT PERTAHANAN. KARNA KEMUNGKINAN BALA AKAN SINGGAH DI NEGRI KITA..


TERTANDA.


Tuangku Rajo Imbang Langik.


PELAYAN RAKYAT PASAMAN


Begitu selesai hulubalang membacakan isi surat, semua orang yang hadir terlihat cemas..


Sahabatku, sesuai isi surat itu, apa yang akan kita lakukan tanya mentri langsung..


Sahabatku mentri, dan panglima.. menurut aku yang bodoh ini.. kita harus mengirim utusan membantu raja kita setidaknya dua pleton pasukan ditambah beberapa tokoh silat istana..


Kemudian, seluruh masyarakat kita amankan, karna waktu kita hanya dua hari.. sebab biasanya setelah gunung pasaman meletus.. butuh dua hari bagi Pendekar Penghisap Madu untuk memulihkan seluruh tenaganya.. itu yang ku dapat dari cerita guruku..


Baiklah kata mentri memutuskan dengan cepat.. Adinda panglima.. tolong kau siapkan 10 pleton pasukan terlatih untuk membantu raja kita, kemudian 10 pleton lagi untuk membantu mengungsikan seluruh penduduk.. serta sisanya termasuk jago jago silat istana ikut mengamankan istana siang malam tanpa henti..


Baik tuaku mantri kata panglima tersebut sambil segera berlalu untuk mengumpukan para komandan pasukan istana..


Sementara itu  di puncak gunung pasaman..


Diantara letusan dahsat yang mulai mereda, berdiri seorang laki laki dengan keadaan tubuh sangat mengerikan..


Kepala botak, rahang kanan lepas.. semntara matanya melotot keluar, serta disekujur tubuhnya menempel bara api yang masih menyala..


Seolah olah tidak merasakan apa apa, laki laki itu tertawa dengan sahsat.. ha ha ha ha..


Seratus tahun bukan waktu lama


Seratus tahun adalah sebuah penantian

__ADS_1


Seratus tahun memendam bara dendam


Seratus tahun jiwa terperangkap sengsara kini aku Pendekar Penghisap Bunga telah muncul kembali..


Atas restu iblis kawah gunung Pasaman ini..


Ha ha ha ha..


Dua hari kedepan


Kalian tunggu dua hari kedepan


Akan kubuatkan kalian semua neraka


Akan ku kuasai dunia persilatan


Karna akulah yang abadi.. ha ha ha


Giliranmu akan tiba


Wahai Pendekar Kobra Emas, dan kau Nini Tupai Putih..tunggu.. akan ku berikan kau surga sebelum kau rasakan neraka... ha ha ha..


Tawa Pendekar Penghisap Bunga membuat kawah kembali mendidih.. batu batu beterbangan karna dahsatnya tenaga dalam pria ini..


Pendekar Penghisap Bunga tidak tau, kau dua pendekar yang disebutkannya tadi susah lama meninggal, hanya selang beberapa purnama setelah membenamkan dia di kawah gunung pasaman tersebut.


Hm... dua hari ini aku harus melakukan semedi, untuk mengembalikan rupaku, dua hari ini aku harus menahan haus dan lapar di pohon beringin.. agar ilmu ku kembali sempurna... tapi tidak apa apa.. sedangkan seratus tahun aku mampu melakukannya...


Pendekar Penghisap Bunga, segera melompat ke dalam hutan sebelah gunung pasaman.. untuk mencari pohon beringin.. karna kalau dia langsung turun menvari lawan lawannya.. dia yakin kalau akan mudah dikalahkan..


Tak lama kemudian, Pendekar Penghisap Bunga berhasil menemukan pohon beringin dekat sebuah sungai yang tidak terkena erupsi lahan.. sungai itu bernama mansang.


Hm... ini tempat yang cocok pikirnya, seraya melompat ke puncak pohon.. hanya dua kali lompatan Pendekar Penghisap Bunga telah berada diatas pohon yang tak mungkin dapat dilihat orang dari arah manapun.


**


Desa desa yang tadi siang dilalui lajar panas kini sudah sepi bagai kuburan.. bahkan tenggelam dalam lautan abu fulkanik serta lahar panas yang sudah mulai membeku karna dingin..


Tuangku Rajo Imbang Langik yang saat itu masih berada di nagari Sasak, tqmpak tidak bisa memejamkan mata, dia begitu menghawatirkan keasaan rakyatnya.. ingin rasanya beliau melihat langsung kelapangan, tapi Manti yang bersamanya menasehatkan agar beliau lebih baik memantau saja sari nagari tersebut.


Akhirnya, karna lelah, raja mida ini mencoba untuk tidur sejenak.. tapi baru saja matanya terpejam.. terdengar ngiangan halus ditelinganya.. Tuan.. Tuan.. tuangku raja.. apakah kau mendengar ku...


Tuangku Rajo Imbang Langik kaget bukan main... sambil mengusap usap matanya dia coba melihat sekeliling... tidak ada siapa siapa.. tapi kembali telinganya mendengar ngiangan.... Tuangku Rajo Imbang Langik, maaf hamba tak bisa engkau lihat, karna kita sudah tak se alam.. aku adalah sukma Pendekar Kobra emas.. hanya kan menyampaikan pasa tuangku.. bahwa apa yang disampaikan oleh Pendekar Harimau Campa itu benar.. sekarang Pendekar Penghisap bunga telah bangkit.. iblis itu tidak biaa di buat main.. kini dia sedang menyelesaikan semedinya hingga esok siang di sebuah tempat.. harap engkau waspada.. san satu lagi tuangku.. *hanya tongkat yang bisa mengalahkannya*.. ingat tuangku Tuangku Rajo Imbang Langit dia tak akan dapat dikalahkan.. kecuali oleh seorang anak manusia bertongkat.


Tuangku Rajo Imbang Langik, terkejut.. tongkat...?? Tongkat apa?? Lantas siapa yang akan mampu memakai tongkat itu, pikirnya lagi...


Ach..... gusti pencipta, berilah hamba yang hina ini kemampuan menganalisa suara tadi... dan melindungi seluruh rakyat pasaman.... pintanya lagi.... kilat menyambar dilangit.. diiringi suara guntur, pertanda hujan akan turun..


Gerimis mulai turun,  di iringi dengan hujan lebat semalaman, hingga tiga nagari yang tadinya diselimuti hawa panas, kini karna kehendak Yang Kuasa sudah berubah, api akibat sembaran lahar pun padam... desaunan kembali tampak hijau setelah dari pagi kemaren ditutupi debu tebal..


***


Tolooong... tolong....


Ada orang gila...


Teriak benerapa orang gadis yang pagi itu tengah mencuci pakaian di pinggir sungai Mansang..


Ha ha ha ha.. mau kemana kalian manisku... terdengar teriakan dari arah belakang gadis gadis yang sibuk melarikan diri..


Hap.. kena kau... teriak orang itu negitu berhasil meraih pinggang Sumi..


Jangan... lepaskan aku.. teriak sumi..


Tenang manis... rayu seorang laki laki berpotongan keren, rambut panjang, dihiasi kumis tebal.. mukanya terlihat kaku, tapi diwarnai senyum penuh birahi..


Jangan.. lepaskan aku.. manusia lakhnat... teriak Sumi lagi...


Ach... kau ini... nanti juga ketagihan.. seringai laki laki itu, sambil menyeret sumi kebalik semak semak..


Jeritan, dan tangisan sumi makin menjadi jadi, ketika terdengar suara robekan kainnya.. bret.... aw.... jangan..... lepaskan aku binatang.. teriak sumi..tapi laki laki yang disangka gila karna turun dari puncak pohon beringin tanpa pakain tersebut mana peduli..


Alam menangis, semua makhluk mengutuk.. helaan napas pria itu terdengar begitu berat, pertanda telah selesai melampiaskan nafsu iblisnya... he he he.. kau sungguh cantik sayang.. katanya membelai sumi.. sedetik kemudian Prak... bunyi kepala pecah akibat bukulan bertenaga dalam tinggi..


Ha ha ha..


Keadaanku sudah pulih.. berkat sari perawan ****** itu... ha ha ha..


Seperti tidak terjadi apa apa, pria itu melangkah ke arah cucian sumi, disana dia menemukan sepasang pakaian yang merupakan milik kakak laki laki dari sumi..


Setelah dicoba oleh laki laki tersebut.. pakaian itu pas dengan ukuran tubuhnya..


Lalu.. bret .. di robek nya basahan sumi, di ambil sebagai ikat kepala..


Ha ha ha ha


Aku telah kembali, Pendekar Penghisap Bunga kini telah muncul, dan Mulai sekarang namaku adalah Manusia Sesat Pembawa Petaka.. ha ha ha ha..


Puas tertawa, Manusia Sesat Pembawa Petaka menendang mayat Sumi ke salam sungai.. lalu ia berkelebat ke arah timur..


Sesaat kemudian


Sumi.... sumi..... sumi.... dimana kau... teriak seorang laki laki paruh baya, kedatanganya di iringi oleh sepuluh orang pemuda desa, dan seorang gadis yang tadi ikut mencuci bersama sumi..


Tadi kami dikejar disini pak.. kata gadis yang bernama ayu itu,.. menunjuk arah semak semak dekat pohon beringin dimana sebelumnya Manusia Sesat Pembawa Petaka beraemedi, kemudian turun mengejar mereka..


Kalian Lima orang cari ke kanan, sedangkan aku dan lima orang lagi ke kiri kata ayah Sumi kepasa pemuda desa..


Maduarsah memang laki laki yang sangat disukai masarakat, karna terkenal dermawan.. makanya mereka patuh saja ketika maduarsah memerintahkan sesuatu.


Hanya selang beberapa saat, yerdengar teriakakan seorang pemuda bernama Panji.. paak.. sini... kami menemukan darah dan robekan kain.. coba kau lihat..


Maduarasah bergegas menghampiri,.. mendadak lututnya goyah melihat kondisi rumput yang terlihat rebah.. pertanda baru saja terjadi pergumulan manusia dibaliknya.. dan disana terlihat ada darah menggenang disertai robekan kain yang dikenali sebagai milik sumi... Maduarssah tentu kenal betul dengan ribekan kain tersebut, karna baru sepekan dibelinya di pasar Air Deras..


Ayah.. teriak MAndauwar dari tepi sungai...


Tak asa sahutan.. karna Maduarsah pingsan.. yang datang hanya panji.. ada apa kakang katanya..


Panji, coba kau lihat, itu mayat tersangkut di batu... pasti mayat adikku.. katanya sambil terisak..


Tolong... tolong.. teriak panji, bergegas empat orang pemuda mendekatinya..


Ada apa kawan, ?? Kata pemuda berbaju hijau..


Itu.. coba kalian lihat.. kata panji sambil menunjuk sungai..


Tanpa komando.. ke empat pemuda tersebut langsung melompat kedalam Sungai mansang dan meraih mayat tersebut..


Benar kawan.. ini sumi... tapi keadaanya menyedihkan, tubuhnya tanpa selembar benangpun, kepalanya retak.... kata pemuda baju hijau tadi.. ayo.. bawa ke pinggir.. pintanya lagi..


Sumi.... teriak mudawar ketika melihat mayat adik satu satunya.. bergegaa mudawar membungkus mayat adiknya dengan kain panjang yang tadi ditemukan dekat cucian..


Mudawarayah yang baru saja sasar, terkejut mendengar auara anaknya.. dan begitu melihat mayat anak gadisnya.. dia kembali pingsan..


Tuhaaaan.. siapa yang begitu tega pada adikku.. ratap mudawarsyah..


Ayo.. kalian.. gotong pak mudawar pulang kata panji.. Dan sebagian lagi, kita bawa mayat sumi pulang.. untuk dikubur...


Dengan langkah lunglai para pemuda itu menggotong jasad sumi, sekaligus membawa ayah sumi yang dalam keadaan pingsan..


Anak ku...... jerit ibu sumi ketika melihat rombongan pemuda sampai di halaman, wanita separuh baya itu begitu histeris... malang sekejap mata, mujur sepanjang hari. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih.. kaki ibu sumi tersandung akar rambutan yang menyambul dari tanah di depan rumahnya,.. wanita gemuk itupun tersungkur, kepalanya mengenai batu, wanita itupun meninggal dengan seketika ditempat.. akibat..

__ADS_1


Suasana duka dirumah Sumi makin menjadi... para pelayat terlihat berlinangan air mata, tempat pengububuranpun telah ditentukan  de samping tanah lapang.


Bersambung


__ADS_2