Pendekar Kobra Merah

Pendekar Kobra Merah
Pendekar Kobra Merah serial Manusia Pembawa Bencana


__ADS_3

Dewa kobra merah yang sudah mulai pulih.. mengembangkan telepak tangan kanannya... kemudian telepak tangan tersebut di usapkan ke tongkat Emas Berkepala Ular.... serangkuman cahaya bergerak kedepan.. dari telepak tangan Pendekar Kobra Merah keluar seekor ular dengan sembilan kepala..


Semua yqng menyaksikan pertarungan bergidik ngeri melihat ular kobra berkepa sembilan.. dewa gentong sampai terkencing di celana...


Serrrr... iiii.... itu ular atau apa...?? Seru dewa gentong..


Begitu juga harimau peliharaan Pendekar Harimau Campa, ke tiga harimau tadi menggeram takut..


Tuan.. kenapa memanggilku.. tanya si ular kepala sembilan.. kepala bagian tengah bertanya kepada Bujang Galadia.. sedangkan delapan kepala lainnya menjilati muka Bujang Galadia..


Aku ingin kalian musnahkan Manusia Pembawa Bencana di depanku itu..


Mohon di maafkan tuan, apakah tuan sudah mencoba Jurus pertama, Cobra Mengintai Mangsa, Jurus kedua, Kobra Tidur Memeluk Elang, Jurus Ketiga, Kobra Melibas Mangsa, Sedangkan jurus ke empat, Inti Racun Memanah Sukma.. yang tuan dapatkan dari kitap Kobra Merah.. ??


Memang kenapa wahai Ular..??tanya pendekar kobra merah kesal dengan pertanyaan makhluk alam siluman peliharaannya.


Tuan, kita satu jiwa. Jika aku tersakiti maka engkau juga akan merasakan tuan.. manusia ini memiliki ilmu Inti Panas Larva.. sementara kami kaum ular, tidak tahan terhadap panas.. jawab kepala pertama sambil berbisil di telinga pendekar Kobra Merah..


Oh.. begitu.. maafkan diriku..


Tuan, manusia ini sulit dibunuh, tapi dulu Pendekar Kobra Emas pernah mengalahkan manusia ini dengan menggunakan tongkat yang tuan bawa.. dan jika tuan ingin memusnahkan selamanya.. pergunakan tongkat tuan, di sertai rangkaian ke empat jurus dari kitap kobra merah yang tuan miliki..


Baik.. baik... kalau begitu aku paham sekarang.. pendekar kobra emas mengusap  ke sembilan kepala Kobra Merah tersebut.. tangan pendekar kobra merah di selimuti kabut kemerahan.. dan si ular kembali menghilang, menyatu menjadi rajah di tangan bujang galadia.


Hai manusia gila... teriak Pendekar Penghisap Bunga..


Eh.. apa kau  bicara dengan ku tanya pendekar kobra merah..


Dengan siapa lagi setan..


Oh.. aku tidak gila..


Kalau kau tak gila, kenapa kau bicara sendiri... ha ha ha..


Apa kau tak melihat aku bicara dengan siapa..?? Sahut pendekar Kobra Merah.


Pendekar kobra merah tidak tau kalau sebenarnya Kobra Kepala Sembilan Bisa menutup Pandangan lawan.. dan hanya mampu dilihat oleh mereka yang berhati bersih. Dan hanya akan terlihat oleh lawan yang akan menemui ajal di tangan mereka.


Hm..


Kau selain jelek, ternyata buta...


Jangan kau banyak bicara, ayo kita lanjutkan pertarungan biar jelas siapa yang akan mati hari ini.. ha ha ha ha, dan aku yakin yang akan mati itu kau... karna dulu si kobra emas tak mampu membunuhku.. ha ha ha ha.. apalagi kau yang bau kencur..


Rasanya aku melihat di buku malaikat maut, kau duluan deh bos.. seru Pendekar Kobra Merah.


Kurang ajar..


Hea... teriak manusia pembawa bencana sambil kembali memainkan ilmu silat tangan kosong.. tapi setiap gerakan kini selalu di seetai lelehan larva mendidih.

__ADS_1


Hmmm.. tampak nya aku harus mencoba empat rangkaian jurus dari Kitap Kobra merah.. tapi kali ini aku harua kombinasikan menggunakan tongkat ini... gumam pendekar kobra merah alias bujang galadia.


Pendekar kobra merah kini memutar tongkat di tangan.. mulai memainkan rangkaian jurus Jurus , Cobra Mengintai Mangsa , Kobra Tidur Memeluk Elang


Jurus Ketiga, Kobra Melibas Mangsa..hingga pertarungan berjalan sepeminuman teh.. lawan belum terlihat tanda tanda akan kembali kalah..


Ha ha ha, monyet kecil.. hanya segitu kemampuan mu... ejek Pendekar Penghisap bunga sambil melayangkan tendangan.. buk... tendangan yang di arahkan ke perut pendekar kobra merah ternyata tipuan.. karna sesungguhnya ketika pendekar kobra merah mengelak, tangan manusia berhati jahat ini mendadak melepas pukulan jarak jauh bertenaga dalam tinggi..


Buk... braak.. tubuh pendekar kobra merah terlempar tiga tombak kebelakang, menghantam batu sebesar kerbau.. hingga batu itu hancur berkeping keping..


Ach...


Pendekar kobra merah bangkit dan memainkan jurus ke empat Inti Racun Memanah Sukma.... kali ini jurus silat yang dimainkan menggunakan tongkat emas nampak mengerikan.. suara desisan si pendekar seperti ular murka tak berhenti dari mulutnya..


Tongkat emas berkepala kobra mengintai bagian bagian mematikan dari tubuh lawan..


Mati.. teriak pendekar kobra merah.. tongkat ditangan tepat penghantam kepala manusia pembawa bencana..


Ach.... aaaakh... jerit manusia pembawa bencana.. kedua tangannya mengusap kepala.. dan begitu kedua tangannya di turunkan, terlihat darah meleleh dari pincak kepala...


Manusia Pembawa  Bencana mendelik marah.. tanpa menghiraukan rasa sakit, dia kembali melepaskan pukulan pukulan maut ke arah Pendekar Kobra Merah,.. tapi dengen mengitirkan tongkat.. semua pukulan yang sudah berangsur kurang daya hantamnya di karenakan Manusia Pembawa Petaka mulai kehilangan tenaga dalam dapat di tangkis oleh cahaya yang keluar dari Tongkat Kobra Emas milik pendekar Kobra Merah.


Semburan bisa ular kini mulai dilepas Pendekar kobra emas melalui mulutnya.. suurrrr... semburan bisa keluar laksana air bah tepat menyiram sekujur tubuh Manusia pembawa petaka,


Ach.. aduh.. manusia pembawa petaka kelonjotan menahan racun yang sempat menyiram luka di kepala, dan lecet lecet di tubuhnyabakibat tadi sempat terjepit batang pohon...


Melihat kesempatan yang suliy di dapatkan, pendekar Kobra Merah melompat kedepan.. menusukkan ujung tongkatnya ke dada manusia pemnawa bencana.. ach... tubuh pendekar sesat ini kelonjotan.. mata mendelik penasaran, sementara mulut mengaga.


Tiba tiba.. buss...


Meleset bayangan luar biasa besar dengan kecepatan tinggi menyambar tubuh Pendekar Pemetik Bunga..bayangan besar yang tak lain adalah Dewa Gentong, membawa tubuh manusia pemnawa bencana ke cabang pohon mahoni.. kemudian menggantungnya di atas pohon menggunakan tali celana Peneekar Bulai..


Hai... seru pendekar bulai begitu menyadari ada yang hilang dari tubuhnya..


Ha ha ha ha.. maafkan aku sobat.. seru Dewa Gentong..


Pendekar belang walau marah, tapi hanya senyum senyum melihat istrinya mencak mencak seperti monyet kebakaran bulu..


Kenapa kau lakukan itu Paman tanya Raja..??


Begini tuanku, manusia itu akan hidup lagi, jika tubuhnya masih menyentuh bumi.. karna dia memiliki sejenis ilmu langka, ilmu Pancasona.. cuma dia pergunakan untuk kejahatan.. ilmu itu dicurinya dari kakek guru hamba, seratus lima puluh tahun lalu..


Oh.. begitu kata Tuangku Imbang langik.. tapi lain kali paman tak usah pakai tali celana sahabat kita.. kau bisa pakai selempang ku ini.. kata raja bijaksana..


Maafkan hamba tuangku..


Baiklah.. sekarang kita semua kembali ke kerajaan.. aku akan menemui istriku.. paman dan kawan kawan sangat ku harapkan datang kata Tuanhku Imbang Langik..


Dan kau juga, pendekar kobra.... eh.. kemana dia seru raja kahet tak melihat Pendekar kobra merah ada di sana..

__ADS_1


Semua orang berpaling... tapi tak ada yang melihat dimana pendekar kobra merah berada..


Hm.... dewa gentong bergumam... jauh ratusan tombak di ujung selatan kerajaan tampak bayangan Pendekar kobra Merah berjalan... tapi hanya sekejap.. bayangan itu hilang lakasana ditelan bumi..


Benar benar anak muda luar biasa.. lima puluh tahun lagi berguru, aku belum tentu mampu menghadapinya, batin Dewa Gentong..


Dia sudah pergi tuangku, jawab Dewi rembulan.. sehingga semua ternganga..


Tapi dia meninggalkan secarik kertas, sambung dewi Purnama lagi..


Coba kau bacakan kata Pendekar Harimau Campa..


Dimana bumi dipijak


Disana langit di junjunh


Maaf hamba pergi tuangku


Semoga kelak umur panjang kita semua bersua.


Pasaman


Kalau PAS pasti Aman.


Hamba harus maaih banyak bertualang


Karna


Panjang umur banyak dirasai


Jauh jalan banyak dilihat


Salam Hamba. Bujang Galadia.


Raja hanya menggeleng lemah, di iringi suara jangkrik, menandakan petang mulai merambat. Perlaan mereka semua melangkah gontai...sambil membawa jenazah Iblis Cebol atau Bocah setan untuk dikuburkan..


***Tamat***


Nantikan serial berikutnya, tak kalah seru..


Akankah Pendekar Kobra Merah mampu menumpas kejahatan kejahatan di muka bumi..??


Siapa aaja kelak yang akan dijumpai salam petualangan Pendekar Kobra Merah.


Jangan lupa.. ikuti terus kisahnya..


Karna sebahagian kisah bersumber dari kejadian nyata.


Salam hormat author. @bin

__ADS_1


__ADS_2