Pendekar Kobra Merah

Pendekar Kobra Merah
Pendekar Kobra Merah serial Manusia Pembawa Bencana


__ADS_3

Melihat kelakuan orang dunia persilatan, apalagi bagi kalangan pejabat itu terasa aneh.. namun bagi Tuangku Rajo Imbang Langik yang luas pengetahuan, tinggi pengalaman.. beliau dapat memaklumi.. apalagi sebelumnya dia juga pernah ditempa oleh kaum persilatan dari rimba persilatan.


Mohon maaf tuangku, kata Manti yang ada bersama beliau saat ini.. !


Ya, ada apa.. silahkan kau bicara manti ku.. kata sang Penguasa negri itu lemah lembut....


Begini baginda.. hamba nanti setelah seleaai perjamuan ini, ingin menyampaikan sesuatu di ruang pertemuan.. apakah baginda mau memberi hamba izin..


Soal apa... tanya baginda..


Maaf baginda, soal cara memusnahkan Pendekar Penghisap Bunga.. .


Oh itu... kau panggil semua.. kita bahas disini saja... kata raja lagi..


Aku setuju baginda jawab kakek Bayi Setan alias Bocah Iblis.." soalnya kerbau bunting itu masih belum kenyang....serunya lagi..


Semua orang berpaling ke arah dewa Gentong.. tapi yang dilihat tetap cuek menggigit Singgang Ayam (Ayam Singgang/bekakak)... matanya pun sampai terpejam... hingga mau tak mau semua dibuat tertawa..... hmmm hi hi hi. Raja muda yang semenjak meletusnya gunung pasaman jarang terlihat bahagia.. kini ikut tertawa lepas...


Tiba tiba


Seorang pengawal datang dalam ke adaan tubuh seperti terpanggang.. dengan terburu buru pengawal itu berkata, baginda.. si... siii...manusia Pembawa petaka.... ach... dari mulutnya berhamburan darah kental kehitaman


Tenang, tenangkan dirimu kata pendekar harimau campa sigap.. menyambut tubuh pengawal yang limbung di hadapan Raja. Tak ketinggalan Dewa Gentong yang sedang makan.. segera mendekat.. di alirkannya hawa murni melalui punggung pengawal muda bernama Sondra itu.. tubuh yang awalnya limbung dan kelonjotan itu mulai tenang..


Paduka, di perbatasan kerajaan. Manusia Prmbawa Ben... ben.. .cana Menga... ngamuk.. katanya terbata bata..


Keluargaku bagaimana tanya raja cemas.. teringat puterinya beserta istri yang sudah sepekan ditinggalkan..


Mereka semua di ungsikan manti, dibantu seorang remaja bertongkat emas... baginda.. tapi sebagian pejabat dan pengawal hangus ditangan manusia itu.. jawab pengawal..


Kurang ajar... aku harus kesana sekarang.. hulu balang, siapkan kudaku.. kata raja pada pengawal..


Baginda, ampuni hamba.. dari desa ini ke kerajaan butuh waktu tiga malam tanpa henti kata pengawal itu..


Baginda menghela napas... terdiam..


Maafkan hamba baginda kata Pendekar Harimau Campa.. kalau paduka tak keberatan.. bagai mana kalau baginda ikut hamba, semoga Inyik Belang sahabat hamba bisa membawa paduka..


Baik paman.. bagaimana caranya..


Tolong paduka sediakan


Tujuh tangkai Padi


Sebuah telur putih rebus


Segenggam kepala nasi


Dan kemenyan putih.. agar hamba bisa memanggil sahabat hamba itu kesini..


Baginda raja menyanggupi.. maka Pendekar harimau campa mulai melakukan ritual membaca mantra..


Harimau mengendap dalam kelam,


Membidik mangsa untuk diterkam,


Berbekal taringmu yang tajam,


Mengoyak tubuh mangsa dengan kejam.


Harimau liar di tengah hutan,


Melangkah diam dan perlahan,


Jiwa berburu yang bergejolak,


Buat mangsamu tak bergerak.


Aunganmu getarkan jiwa,


Buat gentar apa saja,

__ADS_1


Berdiri tegak layaknya raja,


Kau kuasai hutan dunia.


Oh, harimau perkasa,


Kini masamu hampir sirna,


Para pemburu meraja lela,


Tanpa punya rasa iba.


Harimau perkasa yang malang,


Kini dikepung halang rintang,


Hutan dibabat dan ditebang,


Demi kepentingan sekelompok orang.


Aku butuh tenagamu


Aku perlu bantuanmu


Datang lah


Bantu aku, si pendekar Harimau campa.


Sesaat kemudian, dihadapan baginda telah datang empat ekor harimau sebesar kerbau.. ke empatnya menjilati tubuh Pendekar Harimau campa.. sesaat mereka tampak bergelut.


Hmmm. Kata Pendekar Belang pada istrinya Pendekar bulai.. ternyata abang Harimau campa berhasil memiliki ilmu yang pernah diberikan guru pada kita.. sementara kita gak mempan mengamalkan ilmu itu..


Itu salah kau sih.. maunya pacaran melulu kata pendekar Bulai..merenggut.


Hi hi.. gak apa apa, yqng penting aku sudah memilikimu sekarang dan selamanya gombal Pendekar Belang pada iatrinya, dibalas dengan cubitan mesra di paha.


Ayo baginda, kita berangkat sekarang.. pendekar belang, dan pendekar bulai.. silahkan kalian naiki juga harimau yang dua lagi.. sementara kalau tak keberatan.. pendekar Bocah setan, dan dewi rembulan bisa menumpang.. keduanya pun berlompatan ke punggung dua harimau lagi..


Ha ha ha.. kau kerbau bungting... siapa yang tak tau ilmu mu... kata Bocah Setan atau Kakek Bocah iblis....


Ya sudah.. silahkan duluan... nanti aku susul.. kata dewa gentong sambil memasukkan beberapa makanan kedalam kantong kulit yang selalu dibawa dibalik pakaiannya..


***


Ha ha ha..


Siapa cecunguk bodoh yang akan maju lagi.. ayo.. serang aku.... ha ha ha.. teriak Pendekar mesum, berjuluk Manusia Pembawa petaka..


Manusia terkutuk, kata salah satu tokoh silat istana bernama Pandeka Cubadak, jangan kau sombong dulu... masih ada kami yang akan melawanmu...


Ha ha ha, kalian budak budak istana.. seharusnya kalian tak perlu memnuang nyawa.. cukup kalian katakan dimana Bangsat Kobra Emas yang dulu menolong kalian.. serta serahkan seratus gadis kerajaan ini, termasuk tuan puteri kalian.. maka kalian akan ku ampuni.. ha ha ha ha.. teriak Manusia Pembawa Petaka.


Jangan banyak bicara manusia busuk.. kami sudah bilang kalau Pendekar Kobra emas sudah lama menghadap tuhan.. sementara dari pada kami mengorbankan gadis gadis tak  berdosa, lebih baik kami adu nyawa dengan mu.. teriak Pendekar Kerambil Cukil, Serta Pendekar Ulat Bulu.


Silahkan, silahkan... maju kalian bertiga sekaligus, kalau kalian mau menyusul manti, dubalang serta yang lain.. kecil.. ha ha ha ha..


Pendekar cempadak segera mencabut gada berduri mirip nangka dari pinggang nya, sementara pendekar Kerambil Cukil mengeluarkan sebilah sabit dari bajunya, sedangkan pendekar ulat bulu hanya mendengus.. karna bulu bulu ditubuhnya merupakan senjata ampuh.. siapa yang terkena akan lansung kelonjotan dan mati.


Serang... teriak pendekar Cempedak mengayunkqn senjata ditangannya,.. diikuti deruan sabit yang dilayankan pendekar kerambil Cukil.. sementara itu pendekar Ulat  Bulu menggembungkan badannya, sehingga bulu bulu ditubuhnya berdiri menyerupai bulu landak, bewarna merah menyala.


Ha ha ha.. ilmu cetek itu yang kalian keluarkan.. kata Pendekar Penghisap Bunga.. sambil meniup kedepan... dari tiupannya menderu angin panas luar biasa.. hingga mau tak mau ke tiga pendekar utama kerajaan itu mundur membatalkan serangannya.


Tapi kembali Pendekar Cempedak melayangkan senjatanya dari samping.. dengan  cepat Manusia Pembawa Petaka Merunduk. Hingga bola berduri yang dilayangkan Pendekar Cempedak lewat sejengkal dari kepala  manusia pembawa petaka..


Melihat hal itu, pendekar Kerambil Cukil tak mau tinggal diam,.. dilayangkan sabit dengan secepat kilat ke perut Manusia Pembawa Petaka, cras.... perut manusia pembawa petaka luka menganga... pendekar ulat bulu tak tinggal diam.. dilentingkan tubuh kedepan, dengan JuRus Ulat Memakan Daun, di gelungnya pendekar sesat itu..


Pendekar sesat meraung tinggi.. akibat luka serta rasa gatal akibat gelungan Pendekar Ulat bulu.. hingga dia bergulingan ditanah.. tak puas melihat hal itu, pendekar  cempedak segera melenting tinggi, di udara tubuhnya menggelung, lalu jatuh tepat di kepala Pendekar Penghisap Bunga.. krak.. bunyi sebuah kepala pecah..


Sahabat sekalian, ternyata kemampuan manusia iblis ini tak terlalu tinggi, hanya tiga jurus sudah modar.. seru Pendekar Kerambil Cukil...


Ia kang... ilmu cetek gaya bolehlah.. cuih, sambil meludah Pendekar Cempedak menyepak tulang iga Manusia Pembawa Bencana.. mereka bertiga lantas beringsut ke pinggir halaman kerajaan,..

__ADS_1


Tek, krak.... prak...  tiba tiba saja Pendekar Penghisap bunga yang disangka sudah mati oleh semua yang ada, bangkit secara perlahan.... tepat ketika kedua tangannya mengepal, tubuh sang pendekar bejat itu berdiri..


Krak.. krak... kedua tangan Pendekar durjana tersebut menekan kepalanya depan dan belakang,..Cuih.. kemudian diludahinya telepak tangan keduanya, lalu diusapkan ke bekas luka tadi.. ajaib. Luka menganga diperutnya hilang.


Ha ha ha ha..


Kalian tak akan mampu membunuh ku.. ha ha ha... seru pendekar penghisap bunga.. di iringi tawa berhawa maut...


Pendekar cempedak.. apa akal kita.. tanya pendekar kerambil cukil deg degan..


Bentuk formasi Naga Mengitari Gunung.. seru Pendekar Cempedak..


NAGA MENGITARI GUNUNG, teriak Pendekar ulat bulu.. seiring teriakan Pendekar ulat Bulu, ke tiga tubuh pendekar utama kerajaan tersebut berlompatan mengurung Manusia Pembawa Bencana, kaki mereka saling berkaitan satu sama lain membentuk lingkaran.. sementara tangan mereka tak ubahnya seperti cakar naga, dari kuku mereka membersit racun ganas luar biasa.. selama ini.. belum ada lawan yang lolos sari jurus maut ini.. akan tetapi kini yang dihadapi adalah lawan yang begitu berat..


Ha ha ha, jurus anak anak kalian pqmerkan dihadapanku kata Manusia Bejat Pembawa bencana, alias pendekar penghisap bunga.. sambil merentangkan kedua tangannya.. kedua tangan itu ditarik ke atas secara cepat..


Kawah Mendidih Gunung Meletus... teriak Pendekar Penghisap Bunga sambil menghentakkan tangannya ke tanah. Hal luar biasa pun terjadi.. hari yang cerah tiba tiba berubah menjadi gelap diiringi petir, dwar... tanah berhamburan.. diiringi bebatuan membara berpentalan ke udara.. tiga pendekar yang berusaha mati matian melawan tekanan alam akibat ilmu Pendekar Sesat Pembawa Bencana tak mampu menahan dahsatnya serangan itu, mereka tersapu ke udara dalam keadaan muntah darah. Pendekar Kerambil cukil sampai hangus sekujur tubuhnya diteepa badai batu, sementara dua pendekar lainnya yaitu pendekar cempedak, serta pendekar ulat bulu.. mati dihantam petir yang entah datang dari mana.


Para prajurit yang tersisa tak satupun mampu bertahan dari Ilmu Kawah Mendidih Gunung Meletus.. tubuh mereka hancur seperti debu tapi menyisakan amis darah serta daging panggang tanpa bumbu.


Puas menyalurkan ilmunya, Pendekar Penghisap Bunga kembali menarik tangannya ke atas.. hingga alam yang begitu porak poranda, angin badai berbatu menyala seperti disedot lubang hitam hilang tiba tiba. Alam kembali tenang.


Ha ha ha.... jangankan manusia.. iblis pun tak akan mampu menghadapi aku, si Manusi Pembawa Bencana.. ha ha ha ha teriak pendekar penghisap bunga. Sambil terus melangkah ke bagian dalam istana yang tadi tidak ikut hancur dihantam angin jurus Kawah Mendidih Gunung Meletus, dengan tujuan mendapatkan puteri raja sebagai pemuas nafsunya.


Bangsat.. kemana mereka semua, maki Pendekar Penghisap Bunga setelah lebih dari sepeminuman teh mengobrak abrik istana, tapi tak menemukan jua Puteri Raja..


Haaaaa...


Dihantamnya sebuah pilar penyangga istana dengan pukulan tangan kosong berisi ajian Murka Malaikat Maut.. hingga bubungan istana ambruk kebawah.. hamcur berkeping keping..


Puas merusak isi istana.. Pendekar Sesat ini segera keluar... hatinya dongkol luar biasa, nafsu bejatnya tak tersalurkan.. kepalanya sakit luar biasa.. karna hormon testoteron yang telah menumpuk di tubuhnya..


Ach.. apa boleh buat.. terpaksa aku lakukan batin pendekar sesat pembawa bencana ketika menemukan minyak bercampur madu.. diraihnya minyak tersebut, dibawa kebalik pohon.. dengan tanpa merasa malu, dipelorotkan celana hitam.. mulailah dipegang bagian paling sensitif dari tubuhnya... tak ada terdengar suara apapun kecuali bunyi ciprakan tangan yang memegang minyak, serta ******* dari pendekar penghisap bunga.


Tiba tiba..


Ha ha ha ha..


Kerbau bunting, coba kau lihat... ada yang lagi nangkap belut... seru seseorang dari balik gundukan pohon yang tadi bertumbangan..


Ops... salah sobat.. bukan nangkap belut.. tapi ngejinakin ular pontong seru sebuah suara..


Bukan main terkejutnya Pendekar Penghisap Bunga begitu mendengar gurau dua manusia yang pernah menjadi lawannya dulu, Bocah Setan dan Dewa Gentong..


Bangsat.. dari mana jahanam itu muncul batinnya.. sambil menarik ke atas celana yang tadi dirurunkan hingga lutut.


Kenapa tak di lanjutkan paman, teriak seorang bocah dari kejauhan.. bukankah tadi masih KENTANG.. ha ha ha ha...


Rupanya si bocah yang baru datang adalah seorang anak berpakaian serba meraj, ikat kepala hijau.. ditangannyabtergengham sebatang tongkat berukiran kepala conra bewarna keemasan dengan mata merah menyala, melihat ciri cirinya jelas sudah kalau dia adalah Pendekar Kobra Merah..


Anjing kurap.. tunjukan diri kalian.. agar aku  bisa membunuh kalian.. seru pendekar penghisap bunga lantang..


Kakek kerbau bunting, kau keluarlah.. tunjukan dirimu teriak sebuah suara merdu dari balik reruntuhan istana.. suara itu suara dewi rembulan yang tadi seiring dengan Tuangku Imbang Langik.. unyung dara inintak sempat melihat apanyang dilakukan Pendekar Penghisap Bunga di balik pohon.


Hai.. cucuku, dewi rembulan, kau sudah sampai kiranya, seru dewa gentong masih dari persembunyiannya.


Sudah kek, aku bersama yang mulia,..


Mana Pendekar Harimau campa, pendekar belang serta pendekar Bulai.. tanya dewa gentong pula..


Entahlah kek.. tadi sehabis mengantar si cebol itu, pendekar Harimau Campa mencret.. sementara Pendekar suami istri yang kau sebut tadi masih pelasiran bersama Inyaiak Balang..


Brengsek, mereka berdua memang selalu mencari kesempatan dalam kesempitan rutuk Dewa gentong sambil menarik tasnya dari punggung... dewa gentong mengeluarkan seekor ayam jantan bakar yang tadi di sembarnya ketika keluar dari balai desa..


Sebetulnya mereka semua sudah sampai di istana tepat ketika Pendekar Pemnawa Bemcana Masuk kedalam istana, raja sedikit tenang, ternyata keluarganya sudah di ungsikan Pendekar Naga Merah ke Nagari Simpang melalui rimbo , daerah sebelah timur pasaman. Sehari sebelum kedatangan Manusia Pembawa Bencana, karna Pendekar Kobra Merah susah mengetahui akan terjadi semua ini dari hasil semedinya di belakang Istana dua malam lalu.


apakah mungkin itu pendekar kobra merah, kata Raja dalam hati... tapi kedengarannya masih muda.. aku jadi penasaran.. melihat kebolehannya..


hmmm


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2