Pendekar Kobra Merah

Pendekar Kobra Merah
Pendekar Kobra Merah Epidode terkahir RAMPOK PEMUJA SILUMAN


__ADS_3

Sarasah, lereng singgalang


Bonteet.... kemari kau...


Suasana pagi yang awalnya tenang tiba tiba bagai terkoyak oleh suara keras teriakan seaeorang..


Ia.. ketua.. kata seorang laki laki bertububuh pendek, sambil berlari ke sebuah bangunan besar.. dimana sumner suara itu berasal.... laki laki bertubuh cebol itu tampak terbirit birit.. sambil mengenakan celananya yang maaih kedodoran... begitu sampai di depan sumber suara, yang ternyata adalah Setan Hitam Kepala Picak, ketua rampok yang begitu ditakuti di seluruh sumatera.


Kau ini, tiap hari tidak bosan nya berbuat mesum dengan gundik gundik piaraan mu... ".


He he he...


Ia tuan, jawab bontet sambil senyum senyum..


Kau tau hari apa sekarang,...


Tau tuan... aman.. persembahan sudah kusiapkan dari kemaren..


Bagus... tempat persembahan gimana??


Aman, rebes tuan..


Bagus.. kau memang dapat di andalkan..


Siapkan semua anggota, malam ini malam  istimewa... selesai upacara, kita akan pesta sampai pagi... paham..


Paham tuanku Raja Rampok... kata Bontet..


Dan jangan lupa, kau undang sekutu lita, para rampok yang ada.. dan karna aku ingin diriku malam ini di baiat oleh mereka sebagai pimpinan Rampok tertinggi di tanah sumatera... ha ha ha ha..


Baik tuan... semua akan saya laksanakan dengan beres.. tuan tinggal tenang, yqng penting rohana masih bisa ku pakai.. he he he.. imbuh bontet..


Terserah kau lah... kena penyakit kau baru tau rasa... dasar penjahat kelamin..


Wkwkwk.... kita sama tuan.. kata bontet sambil berlalu..


Sial.. ha ha ha ha... maki Setan Tengkorak alias setan hitam. Ingat bontet.. jika kau gagal.. kepalamu akan ku buat jadi sate... teriaknya..


Tung.... tung.....tung...


Sebuah tambur besar dipukul bontet, sebagai tanda kumpul seluruh anggota rampok Setan Hitam..


Kumpul..


Kalian semua kumpul... teriaknya lagi..


Dari pondok pondok yang ada di sekitar sarasah keluarlah empat puluh anggota rampok, yang rata rata sudah setengah baya...


Gerombolan rampol ini semenjak berdiri, tidak pernah lebih dari empat puluh dua orang, karna setiap ada yang mati terbunuh, mereka akan menyisip anggota sebanyak anggota yang kurang,.. dan mereka memiliki kesetian peunuh pada ketua mereka..


Pernah suatu ketika, sepuluh anggota mereka berhasil ditahan kerajaan pagaruyung, saat introgasi mereka memilih dipenggal daripada menunjukkan siapa saja teman teman mereka..


Kalian semua silahkan duduk seru bontet, sebagai orang nomor dua, bontet punya hak memerintah mereka.. sehingga tak satupun yang berani membantah..


Hari ini, kalian persiapkan penyambutan tamu kita untuk nanti malam, sediakan makanan enak, wanita wanita yang sudah dilumpuhkan akalnya oleh ketua kita juga perlu kalian auruh berhias.. dan dirikan tenda tenda untuk mereka, karna mulai siang ini satu persatu undangan pasti sudah mulai datang.. dan ingat.. kalian harus berlaku baik pada mereka, tapi jika ada yang macam macam.. kita lemparkan ke lereng sarasah.. biar jadi santapan ular ular yang ada disana..


Baik wakil ketua bontet jawab mereka serempak..


Sekarang kau Udin, Umai, Kalong, Macan, Lutuang, Musang, Lepai, Mamat, Unggeh, dan Lipeh kalian bentuk kelompok kecil, masing masing beranggotakan lima orang.. cepat..


Dengan tangkas nama nama yang disebutkan oleh bontet bergerak kedepan, di ikuti empat orang dibelakangnya... lantas mereka berseru, sudah wakil ketua...


Bagus.. aku akan bagi tugas.. kalian dengar baik baik..


Udin, kau dan anggotamu menjaga sebelah utara


Umai, kau dan anggotamu menjaga sebelah selatan


Kalong, kau dan anggotamu menjaga sebelah barat


Macan,kau dan anggotamu menjaga sebelah timur


Lutuang, kalian bagian konsumsi.. bawa para wanita membantu mu


Musang, dan Lepai kau bagian penginapan, dan juga bawa para wanita membantu


Mamat, Unggeh karna kalian ahli panah.. kalian jadi pengintai dan pasukan gerak cepat, begitu ada pengacau, kau habisi. Ingat Sunyi, senyap dan diam..


Lipeh.. karna kalian ahli menyamar dan membaur.. kalian ambil di gudang Racun Pelumpuh Akal.. jika ada yang akan menantang atau mencurigakan di acara kita, maka kalian harus dengan cepat menyamburkan racun itu pada mereka.. biar mereka ikut kemaun ketua...


Paham...


Paham wakil ketua..


Sekarang semua silahkan bubar.. gagal berarti kepala hilang... tegas bontet..


Sudah.. sekarang kalian laksanakan tugas... nanti malam mamat dan unggeh jangan lupa kirim empat orang anggotamu mengantar gadis persembahan ke altar..


Baik wakil ketua" seru mamat dan unggeh serentak.


Dari lereng sebelah utara mulai tampak iringan berpakaian serba putih, mereka nerjalan dengan santai.. dilihat dari pakaian mereka walau berpakaian putih.. meteka dikenal dengan rampok gunung salak.. kelompo rampok Hantu Malam.. diketuai oleh seorang kakek tua, wajahnya senang tiasa tersenyum.. tapi hatinya sangat bengis.. anggotanya memiliki ke ahlian merampok malam hari.. lalu menghilang..


Sedangkan dari selatan sudah nampakjuga robongan berbaju serba urange.. mereka adalah rombongan penyamun dari andalas, sepesialis merampok kapal kapal nelayan di teluk bayur.. rombongan ini dikenal Hiu Laut Andalas.. mereka memiliki cirikhas merampok menggunakan jangkar kapal.. ditangan mereka jangakar kapal itu sudah dimodifikasi menjadi tajam.


Tak terasa senja mulai merambat, tamu tamu sudah berdatangan,.. hal ini tak lepas dari pengawasan seorang pemuda bersenjatakan cangkul, siapa lagi kalau bukan Pendekar Iblis Bercangkul.. pemuda ini sejatinya sudah berdiam diri tanpa diketahui siapapun dari siang tadi di balik air terjun samping sarasah. Dia tak menyangka bahwa ratusan orang berkumpul di dataran sarasah ditemani gadis gadis yang tak lagi kenal siapa mereka sebenarnya.


Aku harus memikirkan cara  agar nanti bisa mendapatkan Setan Hitam Kepala Picak gumam Sunua alias pendekar Iblis Putih Bercangkul seraya bersandar..


Senja makin larut, petang berganti malam suara katak bercampur dengan suara jangkrik terasa sahdu... bulan mulai menampakkan diri dengan senyuman indah menawan, maklum malam purnama ke empat belas di bulan dua belas.


Dipelataran napak obor telah dinyalakan oleh anak buah mamat serta unggeh... karna itu bagian tugas mereka.. aroma belerang pemanggil roh serta siluman jahat pun mulai tercium.


Tamu tamu yang sudah berkumpul, kali ini ikut menyaksikan apa yang akan dilakukan Setan Hitam Kepala Picak, mereka mereka reka.. ada apa malam ini... tapi dinhinnya malam bagi mereka karena sambutan meriah dari tuan rumah begitu memuaskan, membuat mereka tak bosan menunggu..


Hadirin sekalian,.. mohon perhatian.. ketua kami akan segera datang... harap yang masih di tenda menggeluti gadis gadis yang kami sediakan, serta yang masih asik menikmati Tuak enau untuk segera merapat.. teriak Bontet penuh wibawa.


Tung... tung.... tung...


Tiga kali tambur dibunyikan, semua mata mengarah kedepan, dimana altar telah ditempatkan.. dengan langkah tegap pinpinan Rampok Setan hitam segera menunju ke atas altar..


Terimakasih saudaraku sekalian, kawan segolongan... ijinkan saya untuk berbicara di depan saudara sekalian.. katanya dengan suara lembut tapi mengandung tenaga dalam luar biasa, hingga mengakibatkan semua tamu mau tidak mau menghadap ke depan..


Malam ini sengaja aku mengundang kalian semua,.. untuk mengajak kalian semua bersatu dengan partai yang akan ku dirikan.. Partai Tengkorak Hitam..


Hm.... hm...


Huh..


Sebagian hadirin milai bergumam tidak jelas..


Disini saya tidak menyuruh kalian tunduk kepada saya, namun bersatu, kalian tidak kehilangan wilayah kekuasaan, kalian tidak akan kehilangan pangkat dan jabatan maupun harta kalian.. cuma saya minta.. kalian semua membaiat saya jadi pimpinan utama.. apa kalian bersedia.. .??


Semua hadirim diam, dan saling melirik..


Riba tiba berdiri seorang Pemuda berusia tanggung, yang terkenal dengan julukan Maut Rimbo Maek.. seorang perampok dari daerah luak.. lantas berujar..


Kalau kau kami angkat jadi pimpinan.. apa untunhnya buat kami..??serunya lantang..


Saudaraku, untung buat kalian adalah kita bisa saling bahu membahu mengatasi golongan yang sok suci..


Apa kemampuanmu teriak seorang dari belakang lagi..


Setan Hitam sedikit menggeram.. tapi berusaha tetap senyum.. kemampuan ku tidak seberapa katanya sambil menatap orang paling belakang yang tadi menyorakinya.. ternyata dia adalah Raja copet Ujung Padang..


Eh kau rupanya sahabatku, raja copet.. aku tak sehebat kau yang selalu bergerak sendirian... dan kau nanti bisa ku angkat jadi wakilku.. bagai mana.. .


Aku tak mau, sebelum melihat siapa kau sebenarnya tukas raja copet .. selesai nerbicara langsung saja raja copet ini melempatkan ribuan kacang padi kedepan, kacang padi tersebut  melayang kedepan... begitu menyentuh apa yang dilewatinya maka terdengar letupan kecil, dari letupan itu keluar Asap tipis mengandung racun mematikan...


He he.. terdengar tawa Setan Hitam, sekqli meniup kedepan.. kacang padi beracun yqng dilemparkan Raja Copet luruh ketanah tanpa bekas... Raja copet sampqi membelalak kaget mendapati kenyataan itu.. tapi belum hilqngbrasa kagetnya, sebuah bola kecil berisi racun pelumpuh syaraf yang dilemparkan Lipeh tepat meletup didepannya, aroma racun sempqt terhirup oleh raja copet, hingga seluruh ingatannya jadi lumpuh.

__ADS_1


Kehebatan racun milik gerombolan rampok ini adalah mampu menghilangkan ingatan orang, tanpa melukai fisiknya. Hingga tak ada orang tau kalau korban sudah lupa siapa dirinya.. mereka qkqn selalu patuh pada Gerombolan Rampok tersebut.


He he he... maaf saudara saudara atas kekacauan kecil tadi, raja copet tidak apa apa... silahkan raja copet kedepan.. temani aku duduk disini.. kata setan hitam.


Raja copet yang ingatannya sudah lumpuh, dengan tegap segera melompat kedepan... mengikuti apa yang dikatakan setan Hitam..


Bagai mana saudara saudara.. apa kqlian bersedia membaiatku sebagai pimpinan rampok se sumatera ini.. tanya setan hitam lagi... semua terdiam.. karna banyak yang berada dibawah pengaruh tuak..


Oke.. kalau begitu.. mulai saat ini.. kalian semua kunyatakan tunduk dibawah Partai Baruku, Partai Tengkorak Hitam..... paham...


Tunggu.... tiba tiba terdengar suara mengguntur membuat semua kesadaran para undangan pulih.. bahkan para gadis yang syarafnya lumpuh langsung merasa limbung..


Suara itu tidak lain adalah suara Pendekar Iblis Putih Bercangkul..


Belum sempat hilang suaranya, tiba tiba sebuah bayangan bergerak cepat kedepan, dan di dekat setan hitam kini telah berdiri seorang Pemuda Tanggung.. dengan senjata sebuqh cangkul di belakangnya..


Hadirin sekalian, apa kalian yakin akan mengangkat manusia durjana ini jqdi pimpinan katanya sambil menunjuk ke arah setan hitam..


Siapa kau anak muda tanya setan hitam..


Apa kau ingat desa kali ngumpet yang kau hancurkan duabelas tahun lalu..??


Belum sempat setan hitam menyahut, tiba tiba juga terdengar desisan halus tapi nyering... desisan itu disertai merayapnya ratusan ular kobra ke arah hadirin... semua melangak kaget..


Ular ular itu siap mematoki siapapun yang ada didekatnya..


Kawan kawan... jangan kalian gigit bagi yang mau insaf teriak seseorang sari belakang pondok.. cukup tikus tikus penjaga tadi yang kalian bunuh dulu... he he he.. tawa seorang yang masih terdengar belia sekali.


Tak lama kemudian.. muncul seorang bocah berpakaian hitam di hiasi bis merah serta berikat kepala hijau..


Bocah itu ikut ikutan melompat ke arah Pendekar Iblis Putih Bercangkul..


Tanpa memandang muka sedikitpun dia langsung saja bicara ke Pendekar Iblis Putih Bercangkul...


Kakak, kenapa tak menunggu aku tadi lebih dulu... kau tak sabaran ya menguliti kadal hitam didepan mu... he he he.. kata Sibocah..


Ia dik, kalau tak salah kau lah yqng ku temui bersama kakek mu sepekan lalu di Puncak tandikat..


Ia kak,.. aku Bujang Galadia.. he he he.. kakak pasti Pendekar Iblis Putih Bercangkul..tebak Bujang Galadia.....


Setan hitam masih terdiam, tidak menyangka ada yang berani cengengesan dihadapannya...


Hoi... bocah kecil.. kasih kami lewat.. teriak dua bayangan lagi.. ular ular mu ini mau mencium kami... teriaknya lagi..


Bujang seru sunua, mereka itu Sepasang Penguin teler.. teman kita.. coba kau singkirkan dulu teman teman mu..


Baik Pendekar Teler... teriak Bujang Galadia.. "sahabatku sekalian, tolong kasih jalan mereka berdua... karna mereka orang baik, teriak Pendekar kobra merah.


Dengan sigap pendekar teler tersebut juga maju ke panggung...


Keduanya menjurabke arah setan hitam.. maaf telat, karna kami tadi dihadang anak buahmu... terpaksa kami tidurjan mereka selamanya... kata mereka..


Bangsaat.. teriak setan hitam melayangkan tendangan.. tapi cepat di tangkis sunua... "sabar bos... masih ada waktu ngomong ngomong.. he he he.. candanya..


Pendekar kobra merah lantas berteriak... siapa yang ingin selamat, silahkan pergi dari sini.. karna kami tak ada urusan dengan kalian... tapi jika ada yang ingi  membantu bangsat pembunuh orang tua kami ini.. ular ular itu tak segan turu  tangan.. sssss...tssss.. selesau Pendekar kobra merah berteriak, ular ular itu serempak menegakkan kepala.  Jika kalian berjqlan mundur.. kalian akan selamat.. tapi jika maju.. jangan sqlahkan trman temanku marah.. teriak nya lagi.


Para undangan itu, walau mereka rata rata memiliki kepandaian tinggi.. semuanya merasa tergetar mendengar teriakan si bocah, menandakan tenaga dalam bocah didepan itu bukan manusia sembarangan.. hingga satu persatu mereka memilih mundur... dan meninggalkan sarasah milik Setan hitam..


Melihat hal itu semakin gusar setan hitam...


Hai pengecut,... kalian mau saja di gertak bocah ingusan ini.... mampuslah kalian teriaknya sambil melepas PUKULAN SILuMAN MENJERAT DOSA..


Serangkuman sinar merah membara meleset kedepan, tanpa dapat dicegah... hingga dua puluh orang bergelimpangan terkena pukulan berhawa jahat tersebut..


Ach.... dess..


Teriakan dan ledakan menjadi satu, jeritan menyanyat hati memenuhi sarasah gunung singgalang.. beberapa ular pun ikut mati terbakar karna serangan Setan hitam..


Kurang ajar... maki sunua.. aambil menerjang ke depan.. dalam sekejap mata pecah perkelahian antara sunua dan setan hitam..


Beberapa anak buah setan hitam yang hanya tinggal dua lusin itu bangkit semangatnya membunuhi ular ular milik pendekar kobra merah..


Sementara itu, sepasang penguin teler dan pendekar kobra merah asik memperhatikan perkelahian sunua dengan setan hitam yang telah mencapai seratus jurus, belum ada tanda tanda kemenangan dipihak mana....


Kakak pendekar berdua, kalo boleh saya usul, bagaimana kalau para gadis itu kaliqn kumpulkan.. nanti kita sadarkan mereka semua.... gimana tanya pendekar kobra merah..??


Baik, kalo bagian itu kami senang sekali, jawab mereka... dengan kecepatan kilqt keduanya langsung mengarah kan gadis ² ke sebuah lapangan terbuka.. mereka semua disuruh duduk.. menunggu apa yang akan dilakukan oleh orang orang gagah nantinya pada mereka..


Pendekar kobra merah mendekati para gadis... dan setelah memberi hormat, pendekar berdua.. mohon bantuan... aku akan mencoba menyembuhkan mereka, tolong kemurah hatian tuan pendekar menepelkan tangan masing maaing kiri dan kanan ke yelepak tangan saya.. kemudian kita sama sama meniup kedepan... mudah mudahan dengan Inti Penawar Racun yang kumuliki.. mereka semua bisa sadar begitu menghirup udara yang kita tiupkan nantinya..


Walau kurang mengerti, pendekar Penguin teler segera ambil posisi... lebih terkejut lagi penguin Betina, ketika tak sengaja melihat telepak tangan kiri si bocah, sambil bergumam dia berseru, Cobra kepala Sembilan... ternyata bocah ini memang seperti yang digambarkan guru... hmmm


Tuan dan kakak siap ? tanya Bujang..


Siap Pendekar jawab mereka serempak..


Inti Penawar Racun.. seru Bujang... tiup... !


Hal yang tak diduga duga terjadi... sebuah awan putih keluar dari mulut mereka bertiga, langsung menyelimuti lapangan..


Uhuk...huk... uhuk.. hoek.. haciw....


Terdengar suara batuk, bersin dari semua wanita yang tak kurang dari sepuluh lusin tersebut..


Kita dimana...???


Hai kawan... ini dimana..


Kenapa kita asa disini..


Ayah.....


Seruan terdengar dimana mana, karena ingatan mereka telah pulih...


Tenang, kakak sekalian aman disini, kakak baru saja lepas dari pengaruh racun pelumpuh syaraf milik manusia jelek yang bertarung di depan sana kata Bujang..


Oh..


Ayah...


Ibu...


Perlahan lahan mereka mulai ingat kalau mereka itu diseraNg perampok, habis itu mereka tak pernah tau apa yang terjadi selanjutnya..


Sebaik nya kakak sekalian istitahat dulu... di utara ada sungai.. silahkan bersih bersih dulu... nanti kami antar kakak kembali ke perbatasan kampung maaing maaing ujar Sepasang Penguin Putih..


Kurang ajar... maki Setan Hitam, ketika dari jauh dia melihat semua itu... kini mereka telah bertempur ratusan jurus, dan mulai kelihatan kalau setan hitam ketetaran menghadapi sunua..


Hea.... setan hitam melepaskan pukulan terakhirnya ke arah sunua,... tapi sunua membalas dengan ajian dari Kitap Iblis Putih yang dipadukan dengan jurus warisan Iblis Betina Penggali Kubur Budiman....


Duas... war.... byar... ach...


Tanah berhamburan kedepan, padangan mata jadi tertutup, di depan sana terlihat Setan hitam Terjangkang, sedangkan Sunua sampai terlempat dua tombak.. dengan mulut mereka maaing maaing melelhkan darah segar... lebih parahnya lagi, keadaan setan hitam seperti habis di panggang, hingga semua kain dibadannya hangus...


KurNg ajar... teriak nya... dengan tertatih tatih.. dia bersemedi seraya memanggil Junjungannya..


WAHAI JUNJUNGAN HAMBA


SILUMAN TENGKORAK KUDA LAKNAT


AKU BUTUH BANTUAN


DATANG LAH


IMBALAN NANTI AKU SIAPKAN..


Langit yang semula cerah berubah jadi hitam di iringi guntur bertubi tubi.. suasana berubah menjadi mencekam...


Tibq tiba meleset dari bumi sebuah bayangan.. dalam sekejap bayangan itu berubah bentuk menjadi makhluk aneh.. seperti seekor kuda... aromanya membuat nafas jadi sesak..

__ADS_1


Hai rampol jelek, kenapa kau memanggil ku.. apa kau sudah begitu loyo untuk melawan bocah ingusan itu... ha ha ha ha...


Hamba yang lemah, mengakui benar tuan.. jawab Setan Hitam..


Dasar manusia tak berguna... cuih...katanya sambil meludah ketanah..


Sunua yqng tadi sempat dilihat oleh Pendekar kobra merah terluka dalam cukup parah, telah sempat ditolongnya.. kini sunua sudah seperti semula ke adaannya..


Kakak Pendekar Sunua, bagai mana kalau aku coba menghadapi Siluman Hantu Kuda Salah Kaprah itu.. sementara kakak habisi saja Si Setan jelek.. cuma sisakan sedikit nyawanya buat aku... he he he.. kata Bujqng Galadia..


Hati hati dinda pendekar, karna Siluman itu bukan dari alam kita... pinta sunua..


Mereka berdua serentak melompat kedepan...


Hai siluman kuda jelek, aku lawan mu teriak pendekar kobra merah...


Ha ha ha ha.. bocah kemaren sore mau melawan ku... ha ha ha ha...


Silahkan kalau berani, kata Bujang Galadia memanas manasi..


Sunua pun ikut maju, dan tanpq basa basi dilepaskannya pukulan IBLIS MERATAP, KUBUR MENELAN.. ke arah Setan Hitam...


Siluman Kuda ingin menolong dengan menyambut pukulan Sunua, akan tetapi Bujang galadia sudah dukuan menyerangnya dengan jurus jurus Cobra yang mengandung tenaga dalam tinggi..


Setan hitam terbelalak kaget, tak disangka mendapat serangan ganas, dengan sisa sisa tenaga dicobanya untuk menangkis.. tapi terlambat, pukulan Sunua membuatnya terlempar sepuluh tombak, tunuh ringkih itu menghantam batu altar.. dan hancur seketika...


Hm... ayah ibu... musuh mu telah ku tamatkan, semoga kalian tenang di alam sana,  kata sunua sambil berlinang air mata...


Sementara itu, pertarungan siluman Kuda salah kaprah dengan Pendekar Kobrq merah makin menjadi, hingga tak mampu dilihat oleh mata biasa karna keduanya mengandalkan ilmu pamungkas masing masing..


Tiba tiba..


Dug... des..... ackh... bujang galadia jatuh terjengkang..


Ha ha ha.. hanya itu kemampuanmu bocah teriak siluman kuda salah kaprah..


Bujang lalu mencoba mengalirkan tenaga dalam ke arah dada yang tadi telak dihantam kaki siluman Kuda Salah Kaprah.... darah kental keluar tiga bongkah dari mulutnya..


Ha ha ha, ku kira kau akan mati kena Pukulan Sepak Kuda Iblis Ku... ejek Siluman kuda salah kaprah pada bujang...


Ku akui.. ilmu mu hebat siluman, tapi ingat, diatas langit maaih ada langit... teriak bujang yang baru pulih.. kini ia sudah menggenggam tongkat pemberian Raja Kobra Emas...


Hei.. bocah.. tunggu.. apa hubungan kau dengan Raja Kobra Emas... kejut siluman Salah Kaprah...


Aku muridnya kek.. jawab pendekar kobra merah santun..


Ha ha ha.. mana mungkin.. dia sudah mati seratus tahun lalu... aku tidak yakin kau pakai tongkat asli.. ha ha ha


Tidak yakin gak masalah kakek siluman,... sebelum datang penyesalan lebih baik engkau insyaf.. jangan lagi menyesatkan manusia..


Ha ha ha.. aku tidak menyesatkan siapapun, tapi mereka yang datang kepadaku, dari beratus tahun lali selalu begitu....


Itu karna kau membohongi mereka dengan janji janji mu...


Ops... jangan salah bocah... dari pada kau mati muda, lebih baik kau ikut aku saja.. hidup mu ku jamin bahagia, nanti kalau dewasa, kau ku kasih wanita wanita cantik... gimana, tawar siluman kuda..


Kakek siluman.. terimakasih tawaranmu, tapi aku tak tergiur...


Jangan sombong bocah.. banyak yang menantangku, akhirnya modar juga... ha ha ha.. apa lagi cuma manusia bau kencing sepertimu... ha ha ha ha...


Sssssss... pendekar kobra merah mendesis.. tongkat ditangan kanan di usapkan ke tangan kiri... tiba tiba muncul seekor ular kobra berkepala sembilan...


Tuangku.. apa yang akan kami lakjkan seru ular itu sambil membesar...


Ular sahabatku, didepan lawanku adalah Siluman.. ilmu siluman tentu harus dihadapi dengan siluman, sesuai pesan eyang Kobra emas... sekarang tolong engkau selesaikan siluman kuda salah kaprah itu.. karna aku pengen bobok tantik, kata Pendekar kobra merah menguap...


Eh tuan.. kalo tuan bobok tantik, berarti aku aja yang bertarung dong kata kepala ular sebelah kiri...


Bukan.. kalian kan ada bertujuh... bisa gantian.. he he he.... kata Pendekar kobra sambil Menguap..


S.... ts.... ular raksasa kepala tujuh serempak mendesis dan membalikkan badan ke arah siluman Kuda salah kaprah...


Tanpa aba aba.. ular dari alam ghaib itupun langsung menyerang Siluman Kuda ...


Siluman kuda jadi kelabakan, karna kepa ular itu seolah tau arah dan juris yang dia mainkan...


Ular keparat, terimalah jurus andalan ku, Jerat Kematian Alam Ghaib...


Seolah tahu bahara mengintai, dengan sigap kobra merah mengayunkan ekornya ke arah sebuah kerikil kecil, kerikil itu mengenai pipi Bujang Galadia, hingga ia terbangun dari tidurnya... tepat ketika Siluman kuda melepaskan tangan ke arah Ular kepala tujuh.. bujang galadia tidak mau ayal.. ditekannya bagian bawah tongkat.. maka meluncur ribuan jarum ke emasan ke arah siluman kuda... luncuran jarum di ikuti oleh semburan bisa ular kobra dari mukut tongkat... tak ada jalan lain bagi siluman kuda mengelak... selain mencoba adu nyawa...


Hiaaat.... teriaknya melipat gandakan tenaga dalam... tepat satu tombak didepan ular raksasa kepala tujuh.. pukulan Siluman Kuda salah kaprah menghantam jarum serta bisa ular yang dilepas bujang galadia...


Dwar... ledakan dahsat terdengar menggema di alam


Argh...... b...ang... saaat.. teriak siluman Kuda salah kaprah... dari mulut nya meleh darah hitam..


Kobra merah kepala tujuh, milik bujang dengan cepat mematuk siluman Kuda... tiap kepala mematuk dua kali patukan..


Ach.......aduh....


Aaaaaaaaaaaaaaa... teriak siluman kuda.... amp........uun.... jeritnya lagi...


Hia.... seberkas sinar pitih datang menerpa kepala siluman kuda, mampus kau makhluk salah kaprah teriak Sunua.. yang dari tadi sudah ingin turut serta...


Ach........ aw.....


Siluman kuda  terus menjerit... ..


Inti racun memanah sukma.. teriak Buajang galadia... memasang kuda kuda rendah... dan sekali sentqk tangan kirinya mengeluarkan cahaya merah kehiitaman... pukulan itu tepat menghant tubuh Siluman Kuda salah kanrah...


Dwar...dar....


Terdengar ledakan dahsat... tubuh siluman kuda hancur berkeping leping... lalu menguap le langit .. diiringi sebuah cahaya kemerah merahan.. tanpa bekas...


Hm....


Bujang dan suñua sama menarik nafas lega..


Pendekar kobra merah, ular mu masih di luar tu,...


Eh, ia kak... bujang menarik nafas... sahabat kembalilah...


Ular kepala sembilan merundukkan kepala ketanah, pelan pelan berubah jadi seberkas cahaya kemerahan.. lantas meleset ke arah tangan bujang.. 


Luar biasa desis Pendekar Iblis Pitih Bercangkul.... usianya jauh dibawahku... taoi ilmunya tak mampu ku ukur...


Hei.. kak.. kok bengong,.... mana Sepasang Penguin Teler tadi kak..??


Mereka sudah duluan dari kita membawa gadis gadis keluar sarasah ini.. dan aku juga barusan menghancurkan tempat persembahan mereka selama ini...disana akau menemukan tiga gadis masih terikat, mereka dalam ke adaan sadar.. karna mereka adalah tumbal si Setan Hitam buat Siluman Kuda Salah Kaprah..


Trus mana mereka sekarang..


Dua orang sudah kembali, karna kqmpung mereka dekat, cuma di Sukasiak katanya... sementara Nilam tu dibelakang...


Cie.. cie.... kakak mau ajak dia ya....


Hus....


Kak nilam sini kata bujang,...


Temani kawan ku ini ya.... dia mudah hilang... dan masih jomblo....


Daah.. aku pergi dulu ya.... belum hilang gema suaranya bujang sudah tak tampak lagi...


Hoi....kau bocah..... dasar sinting... maki sunua..


TAMAT


NANTIKAN SELANJUTNYA, PENDEKAR KOBRA MERAH.

__ADS_1


DALAM SERIAN... MANUSIA SESAT PEMBAWA PETAKA


__ADS_2