
Sepeminuman teh sudah masing masing orang gagah itu menyadarkan mereka yang pingsan.. satu persatu mereka mulai sadar... dewi rembulan pertama sadar, kemudian disusul oleh gadis yang hampir jadi korban nafsu Manusia Pembawa Petaka, setalah itu di depan nampak kakek cebol bergelar Bayi Iblis juga mulai nampak menggeliat.
Begitu sadar, pendekar cebol dan dewi rembulan, langsung mengucapkqn terimakasih pada tuan penolongnya, sementara gadis berbaju merah yang hampir diperkosa Pendekar Penghisap Bunga menjerit.. kaget melihat manusia manusia yang di anggapnya aneh..
His.. diam seru Pendekar Bulai..
Kami bukan otang jahat..
Tapi..... tapi.. aku dimana nek.. ujarnya masih takut takut..
Kamu aman sekarang... coba ceritakan apa yang terjadi..
Dengan takut takut gadis yang ternyata bernama Mia Itu menceritakan pada si nenek.. didengar oleh yang lain.. sementara Dewa Gentong, Dewi Rembulan, Bocah Iblis hanya ikut membenarkan Mia bercerita..
Hmmm...
Begitu.. berarti pendekar bertiga habis bentrok dengan Manusia Pembawa Petaka alias Pendekar Penghisap Bunga... ujar Pendekar Harimau Campa..
Betul, jangan sebut kami pendekar, namaku Dewa gentong, si cantik itu Dewi Rembulan, anak dari Putri Rembulan, sedangkan Kurcaci ini bernama Bocah Iblis.. tukaa Dewa Gentong Merendah.. sambil tetap di pijiti sepuluh orang prajurit..
Untunglah, kalian bisa melarikan diri.. karna ilmu manusia itu sangat sulit ditandingi.. walau hari ini dia berhasil kita ringkus.. seratus tahun mendatang akan bangkit lagi.. kecuali kalau ada yang tau kelemahannya.
Selain dewa gentong, semua ternganga.. karena ternyata manusia Mesum lawan mereka tadi bukan lawan sembarangan..
Sudah sahabat sekalian, dan kau Mia.. sekarang tentu kalian lelah... mari ikut kami ke balai desa.. karna Raja saat ini sedang disana.. tentunkalian akan dijamu eengan baik.. seru salah satu pengawal..
Ada makanan..?? Tanya dewa gentong penuh semangat..
Tentu tuan.. pasti kami kasih makan dari makanan ternak di negeri kami ini..
Hmm.. kalau begitu ayolah.. seru dewa genting melompat berdiri...
Hoi.. kerbau bunting... makan makan aja yang ada dalam otakkau..seru Bocah Iblis..
Kalian kalau gak mau.. gak apa apa... seru dewa gentong sambil berlalu..
Kek tunggu seru dewi rembulan..
Ada apa cucuku cantik..
Emang kau tau jalan ke balai desa..??
Eh ia.. seru dewa gentong menepuk jidad sendiri.. kemudian ia mengikiti prajurit kerajaan dari belakang sambil bersenandung
Bahagia itu sederhana
Kala kau tersenyum
Meski ada air mata dalam dada
Saat mengenang masa lalu
Meski perih bagai terhiris sembilu
Kala berani memilih tegar
Walau jalan semakin terjal
Bahagia itu sederhana.
Memenuhi hati dengan bersyukur
Walau harapan tampak kan hancur
Menerima takdir tanpa banyak bicara
__ADS_1
Menyambut nasib dengan hati tabah
Ya.
Amat sederhana.
Sesederhana puisi yang kucipta
Yang penting makan
Ha ha ha ha.
BOCAH IBLIS pun ikut bersenandung gembira, karna berjalan berdampingan dengan Dewi Rembulan..
Bahagia bersamamu
Ingin aku buka gerbang dan pintu
Dan kutatap kumpulan puisi
Kupilih salah satu
Tuk mewakili isi hati
Akan kujelajahi sajak dan syair
Yang tersusun dalam rima
Lalu namamu akan kuukir
Seindah bunyi dalam irama
Persamaanmu bagaikan embun
Mengajak diriku duduk melamun
Terkenang saat mengikat janji
Maka aku bahagia tatkala...
Ingat wajah teduhmu
Senyum sarat makna
Atau tatapan penuh cintamu itu...
Aku terkesima
Kala kau mendampingiku menjadi muda lagi
Mengajarkan jiwaku menjadi gagah
Membangun kehendak dan cita-cita
Dan menjadikanku petarung untuk merebutnya
Aku bahagia bersamamu
Oh dewiku...
Dewi rembukan hanya tersenyum.. hingga tanpa terasa mereka sampai di balai desa...
Sepuluh hulu balang yang sedang berkeliling meneriaki mereka..atas nama Tuangku Imbang Langik, berhenti... tukas seorang Hulubalang ketua..
Maaf paman pendekar Harimau Campa.. siapa mereka semua, tanya pengawal Kepala yang baru pindah tugas ke daerah itu..kepala pengawal ini dari akademi militer kerajaan, jadi wajar tidak mengenal tokoh tokoh persilatan dari luar .
__ADS_1
Mereka semua tamu kita tuan Kepala pengawal.. mohon ijinkan menghadap baginda raja.. ujar pendekar harimau campa.
Baik.. buka palang, ijinkan mereka masuk.. seru pengawal kepala..
Hai.. seru Tuangku imbang langik.. bukankah yang di depanku ini Dewa Gentong, sahabat kakekku.. seru Tuangku imbang langit begitu mereka muncul dinhadapan raja...
He he he he.. terimakaaih tuangku raja,tuangku mengenali helandangan seperti hamba, kata dewa gentong sambil memberi hormat.. di ikuti oleh yang lain..
Dan kalau tak salah.. engkau kakek Bocah Iblis.. serta gadis berbaju biru ini Putri rembulan... ?? Tanya Tuangku Imbang Langik..
Maaf baginda, kakek cebol ini memang Bocah Iblis.. tapi hamba adalah dewi rembulan.. sementara putri rembulan adalah ibu hamba..
Oh... ku kira engkau.. putri rembulan, sahabat mendiang ibuku... kata raja sedikit parau.
Maaf baginda.. ibuku juga sudah tiada... dua purnama lalu... sahut Putri Rembulan..
Hmmmm... desah sang pemimpin nagari pasaman itu..
Sekarang kalian semua.. silahkan istrihat, dan kau anakku.. Mia.. kau nanti akan di antar pengawalku pulang ke daerah asalmu... sekarang kau aman disini..
Ampun tuangku.. kata mia...
Ada apa anakku..
Kedua orang tua hamba, dan kakak serta adik hamba tewas dibunuh Pendekar Penghisap Bunga.
Aku turut berduka.. kalau begitu. Mau kah kau jadi salah satu pelayanku...tanya sang raja..
Hamba bersedia tuangku... jawab mia cepat..
Sudah.. pengawal.. antarkan anak ini ke bagian belakang.. temui kepala pelayan... untuk mempersiapkan Mia jadi anggota pelayqn kerajaan..
Baik tuangku.. kata salah satu hulubalang.. sambil mengannguk ke arah mia..
Nah... sekarang kita semua.. mari menuju ruang makan.. kata raja sambil berlalu..
Baik tuangku kata Dewa Gentong penuh semangat..
Dasar kerbau bunting.... seru Bocah iblis..
Lebih baik menahan malu, dari menahan lapar... kata dewa gentong cengengesan..
pucuk dicinta, ulam pun tiba.
perut lapar, nasi pun datang.. ha ha ha ha
raja hanya tersenyum melihat tingkah mereka.. apalagi dimeja makan.. dewa Gentong seolah tqk peduli sedang berasa dimana.. asal perut kenyang.. ayam panggang, ikan panggang, daging panggang serta tiga centong nasi ludes dalam waktu sekejap..
Makanan engkau sumber kehidupan
Engkau membantuku tumbuh
Engkau memberi ku kekuatan
untuk beraktivitas dan belajar
Makanan engkau sumber kehidupan
Bagiku dan seluruh orang di bumi
ha ha ha
senandungnya sembari makan..
Bersambung.
__ADS_1