Pendekar Kobra Merah

Pendekar Kobra Merah
Pendekar Kobra Merah part 3 Edisi Rampok Pemuja Siluman


__ADS_3

Sunua , pemuda berusia sangat muda, baru delapan belas tahun, namun pemikiran dan jiwanya sudah matang,.. namun rambutnya yang putih dia dianggap oleh orang orang kampung yqng dilewatinya..


Lelah berjalan, Sunua singgah disebuah warung....


"Tuan.. sikahkan masuk.. pinta seorang pelayan..


Sunua mengangguk, dan lantas mengikuti  langakah si pelayan menuju sebuah meja makan yang kosong.


Tuan mau minum apa, dan makan apa..?? tanya pelayan itu sambil membungkuk..


Hmm... kawa daun tanpa gula, dan sebatang lemang ubi... kata sunua..


Itu aja tuan..??


Sunua mengangguk..


Sipelayan beranjak pergi dengan sopan...


Tak lama kemudian, datang lagi sepasang anak manusia, aneh... pakaian bagian atas bewarna putih, sementara bagian bawah bewarna hitam.. di punggungnya terdapat sebatang pedang.. juga bewarna hitam putih dipenuhi totol kuning..


Pelayan lain sibuk mempersilahkan pasangan ini masuk,... silahkan tuan dan nyonya pendekar... katanya mengarahkan ke sebuah sudut balai balai.. keduanya pun berlalu, sambil memesan tuak terbaik di warung ini...


Toloong.....


Toloong......


Jangan tangkap aku....


Ha ha ha ha......


Dari jauh tiba tiba terdengar teriakan seorang wanita minta tolong, dan suara tawa dua orang laki laki.... kemudian disusul bunyi puluhan ekor kuda mengejar dari belakang...


Wanita yang tadi berteriak, tiba tiba tersandung batu, hingga tepat didepan kedari terjatuh.. pengunjung kedai hanya diam ketakutan..  bahkan satu persatu mulai berlari kebelakang kedai tersebut.. kecuali Sunua, Sepasang pendekar yang asik minum tuak.. dan seorang kakek aneh berjubah serba hijau, dikepalanya bergelung seekor ular cobra hijau.....


Ha ha...ha ha


Muni... akhirnya kau dapat juga kami tangkap, teriak seorang pengejar yang baru sampai...


Jangan... jangan.... aku tidak mau... terika gadis cantik yang pakaiannnya sudah robek sana sini tersebut.


Plak.. sebuah tamparan mendarat di pipi Suni,... pelayan kedai terkejut.. lantas berteriak... tuan.. jangan bikin onar disini... katanya sambil takut takut..


Setan.. lancang kau ikut campur.. maki sipemuda pengejar yang baru satang berbaju abu...


Bergegas dia masuk kedai.. menghqjar pelayan tadi, maksud hati hendak lanhsung membunuhnya...


Hiaat..... teriak pemuda itu siap menempeleng, pelayan tadi menggigil ketakutan..


Sejengkal lagi tangan pemuda itu bengis memecahkan kepala pelayan, tiba tiba saja sebuah lemang mendarat telak di wajahnya... hingga membuat pemuda tersebut gelagapan.


Setaan.. siapa yang berani pada gerombolan Rampok Tengkorak Hitam... makinya... tapi sunyi tak ada jawaban... empat orang pengunjung kedai terlihat sibuk dengan makanan masing masing....


Pelayan yang tadi hampir menemuai ajal, sempat melarikan diri... sementara pemuda tadi mencak mencak.. tak tau harus menghajar siapa... tiba tiba ia mengantam tonggak kedai.... tapi ia heran.. tonggak yang tadinya di anggap akan patah.. mendadak jadi seperti sebuah batang besi...


Aww...... brengsek.. siapa yang menyalurkan tenaga dalamnya.. maki si pemuda... tapi seperti tadi.. senmua pengunjung hanya sibuk dengan urusan masing masing.... sambil tersenyum.. kakek aneh yang ada di kedai tadi mengangkat jempol ke arah Sunue.... sunue hanya tersenyum sepintas.. maklumlah dia.. kalau sikakek yang mengerjai pemuda tadi...


Merasa kesal... si pemuda makin mencak mencak, apalagi dia melihat diluar... rombongan berkuda bejumlah dua puluh orangyang tadi dibelakangnya sudah datang, mereka tak lain adalah teman teman sipemuda...

__ADS_1


Hoi.. setan berempat.. pasti kalian yang mempermainkanku.. kalian tunggu disini.. pasti kalian menyesal mempermainkan kami... serunya sambil melanhkah keluar kedai..


Teman teman, lambainya kearah rombongan berkuda , yang baru saja mau menaikkan ke atas kuda gadis yang ditangkap sipemuda satu lagi diluar tadi.. gadis itu sudah dalam keadaan tertotok.. "serempak mereka menoleh..." ada apa kau ijo..?? Teriak salah satu mereka.... coba lihat  kawan, setan berempat di kedai ini mencoba menantang kita.. katanya memanas manasi...


Ha ha ha, mana mereka... kata pimpinan mereka, warok Jubah Ungu... orang pertama di gerombolan Rampok Tengkorak Hitam... sambil melompat dari atas kuda...


Dari wajahnya kelihatan, kalau pompinan rampok ini begitu menakutkan, mata kiri hampir pecah, bibir dalam keadaan sumbing, sementara dibelakangnya ikut berbaris rapi tiga puluh orang yang kesemuanya berpakaian abu abu...


Sunyi.. tak ada jawaban dari dalam kedai...


Hingga aang warok berteriak lahi, hei, setan berempat.. siapa yang menantang aku san gerombolanku, ayo kesini... biar ku pisahkan kepala dengan badannya..


Ha ha ha.... kata Sepasang Penguin Teler....


Kau jangan marah marah kawan.. mari duduk kesini... minum bersama kami... nanti ku kasih kau kecubung... biar kita teler barengan.. katanya.. sambil melemparkan sekendi tuak ke arah kepala rampok tadi..


Dengan  sigap kepala rampok menyambut leparan Sepasang Penguin teler... tapi bukan dengan tangan, dia menyambut dengan kaki kirinya, hingga kendi tersebut hancur berkeping keping.... tapi ternyata badannya malah basah oleh tuak yang tercurah dari kendi...


Aduh... akh..... ternyata tendangan nya tadi malah membuat dia malu sendiri... melihat itu kontan empat orang pengunjung kedai tertawa terbahak bahak.. hanya si pelayan yang makin pucat..


Bunuh mereka semua...


Hea....bum parak... tring...


Kedai yang tadi berdiri megah, kini langsung seperti kapal pecah... karena di hantam anak buah warok Ungu..


Tapi mereka semua terkejut.. karna sesampai di dalam.. entah mengapa, ke empat pendekar yang lagi asik bersantap tadi sudah berada di dekat kuda mereka.... bahkan Sunua kelihatan asik makan diatas salah satu kuda yang tadi dibawa warok ungu..


Karna kalap, warok ungu melepaskan pukulan jarak jauh nya, Telapak Kematian.. kehebatan pukulannya langsung mengeluarkan sinar ungu dan terpecah menjadi empat bagian.... dua lirik mengarah ke Pinguin Teler, dan masing masing satu buah menuju sunua dan si kakek aneh..


Sepasang penguin teler lantas melemparkan kendi tuak yang ditangan nya masing masing, lansung dihantam sinar yang datang, terdengar ledakan dahsat.. kedua kaki sepasang penguin menggigil.. tangan mereka tergontai gontai.... uch.. keluh mereka... ternyata tenaga dalam lawan sangat tinggi.. mungkin tiga tingkat diatas mereka...


Ha ha... kek, teriak sepasang penguin teler... coba kau lihat, monyet ungu itu menari nari.. imbuhnya..


Itu bukan monyet, tapi lutung... ha ha ha ha.. sikakek tertawa...


Sial, maki warok ungu begitu lepas dari serangan pukulannyq sendiri..


Heh anak muda... sebutkan siapa kau punya nama, imbuhnya.. sambil menunjuk ke arah sunua..


Apa perlu kita kenalan kata sunua....


Sombong, sebelum aku membunuhmu, kau sebutkan namamu, biar nanti ku tulis di batu nisanmu.. aku, warok ungu menyediakan batu nisan buat kamu.. ha ha ha


Apakah seperti ini kata sunua mengangkat sebuah batu yang telah dia tulis dengan jarinya..


Warok Ungu


Meninggal minggu ke tiga


Purnama ketujuh


Setan.. maki warok ungu, karna sekarang memang waktu yang disebutkann si anak muda..


Hei.. anak muda berambut putih... emang dimana mau kau kuburkan manusia jelek itu, teriak si kakek aneh...


Sunua hanya senyum... mungkin nanti sahabat kita si pemabuk berdua itu yang membuatkan... teriaknya sambil melirik sepasang penguin teler...

__ADS_1


Pemgun teler membalas dengan kompak... aman sobat.. nati batu nisanmu kami siram pakai tuak kami... ha ha ha..


Bangsaat.. hiaat... teriak warok ungu melayangakan tendanganya ke arah sunua..


Dengan enteng  sunua mengelak, tanpa membalas.. ciat... hea.... dengan gencar warok ungu terus mengeluarkan jurus jurus andalannya hingga tiga puluh jurus berlalu, tak satupun tendangan, pukulan nya mengenai tubuh sunua..


Semua orang jadi terpaku melihat herakan sunua.. karna seperti gadis ayu menari.. tanpa memindahkan posisi kaki sedikitpun..


Heh.. anak muda, apa hubunganmu dengan Iblis Betina Penggali Kubur Budimam.. tanya Warok Ungu...


Maaf orang tua,  orang yang kau maksud adalah guruku.. jawab sunua... tanpa maksud menyombong...


Oh..... semua keget, karna tak satupun disana yang belum mendengar nama pendekar tua itu, dan mereka juga tau kalau si nenek juga memiliki suami yang tak kalah sakti.. IBLIS BERHATI MALAIKAT..


Begini anak muda, kita tidak ada masalah, sebaiknya kau serahkan saja kitap IBLIS PUTIH milik gurumu, maka kau akan selamat kata warok ungu...


Maaf orang tua, kalau itu permintaanmu, aku tidak bisa memenuhi... larna kitap itu sudah tidak ada lagi padaku jawab sunua...


Jadi... jadi... kau sudah mempelajarinya, seru warok ungu tegang... marna dia tau dari kakak seperguruannya SETAN HITAM KEPALA PICAK, apabila seseorang telah mempelajari Kitap Iblis Putih, maka kitap itu akan lenyap dari dunia..


Sunua hanya tersenyum,


Jangan kau membual anak muda... akan ki buktikan kau memanh murid kedua pendekar brengswk yang telah membunuh guru ku...


Warok ungu secara tiba tiba menghentakkan tangannya kedepan.. sebuah sinar ungu pekat menderu kearah sunua.. disertai kelebatan tubuh warok ungu melayangkan pedang yang ada ditangannya.. semua orang tegang..


Tanpa membuang waktu, wunua memapaki serang tersebut, jurus  iblis Menggali Makam teriaknya... sunua mengjentakkan tangan kiri ke arah sangbwarok, tangan kanan kearah tanah..


Dua pukulan dahsat beradu ditengah... pukulan warok ungu amblas digulung pukulan sunua.. sedangkan pedang yang melayang jatuh ketanah terhisap tanah yang menganga akibat bukulan sunua..


Tanah yang di injak oleh warok ungu langsung menyedotnya.. sekuat tenaga dia menahan tubuh agar tak amblas...


Hiaat, teriaknya... Siluman Tengkorak Kuda.. tolong aku teriaknya...


Begitu putus teriakan si warok, tubuhnya amblas.. tanah menutup... sunua tidak kepalang tanggung, dengan cepat dilayangkan batu nisan yang tadi dikepitnya..


Tap,.. batu nisan menancap tepat di gundukan tanah...


Hm.... sunua menarik nafas..


Ampuni kami pendekar... serempak sisa anak buah Warok Ungu berlutut ke arah Sunua..


Sudah.. kalian pergilah.. ubah jalan pikiran kalian, jika suatu hari nanti kita bertemu.. kalian masih begini.. maka kepala kalian gantinya..


Baik... tuan..


Ayo.. seru salah satu mereka, sambil berlalu..


Plok.. plok plok..


Terdengar tiga tepukan dari seberang... sunua menoleh, ketiga teman sama makqn tadi bertepuk tangan.. hebat... puji mereka..


Hei anak muda rambut putih, kalau kau murid sinenek bercangkul, berarti kau IBLIS PUTIH BERCANGKUL kan.. kata si kakek aneh..


Panggil aja aku Sunue kek.. katanya penuh hormat,..


Ha ha ha.... menurut ramalam seratus tahun lalu, kau dilahirkan sebagai pengatar kitap kepada seorang calon pendekar dipuncak sebuah gunung yang tak begitu tinggi... betulkah seru si kakek..

__ADS_1


Sunua kembali tersenyum...


Bersambung


__ADS_2