
Gadis nakal... sekarang waktunya kau menyerah... teriak manusia Sesat Pembawa Bencana, jurusnya tiba tiba berubah.. tubuhnya yang semula terlihat seperti biasa, kini mulai memerah.. matanya seperti kobaran api.. dan jari jari tangannya tak ubah sepeti batangan besi.
Manusia iblis, seru Dewi Rembulan Kaget.
Kelengahan Dewi Rembulan ini hampir membuatnya celaka, karna Pendekar Penghisap Bunga ini melancarkan totokan ganas.. untung disaat genting Dewa Gentong melemparkan si cebol alias Bayi Setan ke arah serangan berhawa jahat itu.
.
Dug... des.... aduh...
tubuh Bayi Setan tepat mengenai kepala Pendekar Penghisap Bunga... Bayi setan terkangkang di leher MANUSIA SESAT PEMBAWA BENCANA..
Sial kau kerbau bunting maki Bayi Setan.. tapi karna kaget bayi setan tak sengaja kencing di tubuh MANUSIA SESAT PEMBAWA BENCANA.
Serrrrrr.. sssss.
Desisan seperti bara tersiram air terdengar dari tubuh MANUSIA SESAT PEMBAWA BENCANA yang membara..
Kaget bercampur marah MANUSIA SESAT PEMBAWA BENCANA lantas mencoba membanting si kakek cebol ketanah..
Anjing kurap, berani kau kencing di kudukku... kubunuh kau makinya...
Sabar kawan.. jangan marah marah, nanti kalau kau marah marah kau bisa stroke, serangan jantung, gagal ginjal dan leper... seru Bayi Setan.. sambil berjumplitan di udara..
Dewi rembulan yang merasa terselamatkan dari maut, berseru.. terimakasih kek, tapi kok cuma kencing, gak berak sekalian..hi hi hi. aerunya sambil tertawa..
Kalau aku berak di pundaknya.. trus aku cuci pakai apa... ha ha ha ha, "Bayi Setan yang baru saja berhasil mendarat ikutan menimpali, "..
Makin menggeram MANUSIA SESAT PEMBAWA BENCANA mendengar guraun dua orang ini...
Heh.. cebol.. sebutkan kau punya nama, terangkan kau punya gelar, supaya aku bisa membuat namamu di batu nisan nantinya..
Buat aja si cebol, itu aja kok repot.. seru Bayi Setan.sambil menjulurkan lidah..
Hei kerbau bunting, turun kau.. lihat ni.. biawak besar marah.. ini gara gara kau.. hingga aku kencing dikepalanya..
Hup..
Dengan ringan Dewa Gentong melayang di udara, lantas sambil menungging di keluarkannya kentut ke arah MANUSIA SESAT PEMBAWA BENCANA, bruuuut.. bruut, preeet..
Salam kenal Pendekar Penghisap Bangkai.. serunya....
Hoi kakek pikun kau salah dia bukan penghisap bangkai... tapi MANUSIA SESAT PEMBAWA BANANA... eh Bancana... seru kekek Bayi Iblis..
Heh kalian, calon calon bangkai.. anjing kurap.. kalau kalian pengen mampus.. majulah bersama.. dan kau perempuan ******, kalau tadi aku bernafsu ingin mengambilkau jadi budak nafsuku, kini aku akan menguliti tubuhmu.. dan mayatmu akan ku perkosa... tanpa kulit.. ha ha ha ha... tawa MANUSIA SESAT PEMBAWA BENCANA..sambil menuding kearah Dewi Rembulan..
anakku dewi rembulan, begitu kami bertarung dengan manusia SESAT PEMBAWA BENCANA ini, kau bebaskan gadis dalam pondok, kemudian pergilah ke arah utara, kau cari seorang anak muda bernama Bujang.. dia bersenjata tongkat ular kobra emas.. dikenal dengan julukan Pendekar Kobra Merah.. ucap Iblis Cebol melalui ilmu mengirimkan suara jarak jauh.
Si gadis malah melotot.. tapi kek..??
Tak ada tapo tapian, kau maaih muda, harapan hidup tentu masih lama.. sedangkan aku sama kerbau bunting ini sudah hampir menghadap tuhan..
Baiklah kek.. kalau itu maumu,.. tapi kakek gendut itu sudah tau kan..??
Sudah bocah manis...
Kenapa kau diam saja, apa kau sakit gigi.. tanya Dewa Gentong.. sok serius?
Manusia Sesat Pembawa Bencana.... makin mengelam..
Hiat... dia langsung menyerang si gendut dengan kedua tangannya yang telah di aliri tenaga dalam tinggi berhawa panas..
Dewa gentong menyambut serangan itu sambil membusungkan perutnya.. dug.. des.... brojol bayi ku... ih... teriak Dewa Gentong begitu pukulan Pangeran Penghisap Bunga mendarat telak di perutnya..
Dewa gentong sampai terguling kebelakang.. tapi seperti orang tidak kenapa napa, dia berdiri lagi . Sementara Pendekar Penghisap bunga sampai terjangkang tiga tombak..
Kerbau bunting, anak mu jantan apa betina..?teriak Bayi Iblis..?? Ha ha ha ha
Belum jelas sobat.. baru kakinya keluar.... tangan Manusia Banana itu lenbut.. gak cocok jadi dukun beranak "imbuhnya sambil tertawa.. ha ha ha..
Bangsat, gendut sialan.. coba kau sambut serangan ku yang ini teriak Pendekar Penghisap Bunga.. Kawah Mendidih Gunung Runtuh..teriaknya sambil memasang kuda kuda baru..
Selesai Pendekar penghisap bunga berteriak serta memasang kuda kudanya kepala manusia pembawa petaka itu berubah mengerikan.. di ikuti tubuhnya mulai tampak dipenuhi bara menyala..
Astaga, kaget dewa gentong...
__ADS_1
Kerbau bunting, ilmu itu sukit kau lawan, walau aku tak suka keroyokan, tapi kali ini kita harus menggabung tenaga dalam.. sama seperti yang kau lakukan pada Dewi Rembulan tadi... ucapnya cemas.... sambil melompat kebelakang Dewa gentong.. Bayi Iblis menyalurkan tenaga dalamnya....
Dinding Angin Tindih Bertindih.. teriak dewa Gentong... tubuh dewa gentong kelihatan berkilauan.. dan makin lama makin banyak kelihatannya..
Duar... dum... ach....
Ketiga orang itu tampak terpelenting kian kemari, malang bagi dewi rembulan yang dari tadi hanya menonton pertandingan terkena imbas adu ilmu tersebut.. dari mulutnya keluar muntahan darah segar..
Dewa gentong sampai tak bisa bicara, karna tubuhnya laksana dialiri aliran petir, sementara Bayi Iblis Terpelenting sepukuh tombak, dari mulut dan hidungnya bercucuran darah segar.. sedetik kemudian terdengar keluhannya, ach... kepalanya terkulai lemah. Pingsan
Disisi lain, Manusia Pembawa Petaka juga sampai terperosok kedalam tanah.. karna kuatnya pantulan jurus Kawah Mendidih Gunung Meletus yang dimilikinya.
Setan... dua manusia itu ternyata sulit ku kalahkan.. makinya dalam hati sambil membersihkan kotoran yang memenuhi wajahnya.. tapi akan ku coba dengan ajian Merapi Meletus Karakatau Bergema.
Hiat... Manusia Pembawa Petaka berteriak nyaring.. kedua tangannya di angkati tinggi tinggi.. alam yang semuala bersih berubah menjadi gelap gulita... pohon pohon mulai berterbangan tercabut dari akarnya..
Dewa gentong terkejut karna mengenali jurus yang dipergunakan oleh Manusia Pembawa Bencana adalah jurus yang sudah hilang Ratusan tahun silam... dan dia yakin tak akan mampu membendung jurus yang begitu dahsat....
Hm... satu satunya jalan.. aku harus memecah kosentrasi laknat itu batinnya,
Ha ha ha, gajah bunting... hari ini hari terakhir kau melihat dunia.. bersama tiga kambratmu ditambah perempuan kampung dungu itu... ha ha ha.. terimalah jurus ku ini... katanya sambil mulai menghisap energi alam di sekitar.. begitu dahsatnya suara manusia pemnawa petaka, hingga mampu mengalahkan angin yang tercipta dari pukulannya..
Hei.. manusia busuk... bukankah kau mau ini.. tiba terdengar suara sari belakang dewa gentong... ! Suara itu tak lain suara dari Dewi Rembulan.. yang dada pakainnya tersingkap hingga pinggang..
Mau tak mau, melihat pemandangan di depannya, Manusia pembawa petaka yang pada dasarnya pantang melihat kulit putih... pecah kosentrasi.. hingga jurusnya terhenti..
Saat yang sempit itu dipergunakan oleh dewi Rembulan.. mengirim suara ngiangan ke telinga Dewa Gentong.. kek.. cepat lari.. jangan lupa kau bawa kakek cebol itu..
Deaa gentong yang sempat melirim kebelakang... jadi bersemu merah... dan berseru.. amboi.... merapi singgalang bersatu... indahnya...
Kakek setan mesum... cepat.. teriak dewi rembulan...
Hai Pendekar gagah... apa kau mau lihat lebih, tanya dewi rembulan lagi dengan suara dibikin mendesah..
Bagai tersihir, Pendekar Penghisap Bunga berdiri leletkan lidah... seolah lupa.. da mulai mengusap bagian depan celananya..
He he he.. kalau kau mau lebih.. coba berbalik dulu... biar jadi surprice .. ah.. desah dewi rembulan..
Manusia pembawa petaka yang sudah lupa diri, melakukan apa yang dipinta dewi rembulan...
Sayang, coba pejamkan matamu.. aku mau mendekat... kata dewi rembulan lagi..
Kesempatan ini tak disia siakan Dewi Rembukan.. begitu Manusia Pembawa Petaka Lengah.. sambil mengirim suara ke tempat semuala... dia segera melarikan diri bersama Dewa Gentong....yang memanggul tubuh gadis yang tadi mereka selamatkan, serta tubuh kakek Bocah Iblis yang tengah pingsan
Sayang.. aku mendekat.. jangan buka mata... kata dewi rembulan melalui pengiriman suara jarak jauh...
Manusia pembawa petaka masih melakukan apa yang dikatakan dewi Rembulan.. tapi ketika dia merasa ada yang aneh.. kok dewi rembulan belum mendekat.. dicobanya membuka mata.. dan memalingkan wajah kebelakang...
Anjing kurap
Setan alas..
Durajana
Perempuan ******..
Sial..
Aku ditipunya.... aaaaaaaaah... setaaaaaan.. teriaknya..
Dia melihat sekeliling, mencoba mencari jejak... ternyata tak melihat tanda tanda arah mereka berlalu.. dikarenakan pohon pohon yang yadi tercabut dari akar dalam keadaan berantakan..
Manusia pengecut.... kelak kalau aku menemui kalian.. akan ku cabut anggota tubuh kalian satu persatu.. rutuknya...
Sial.. benar sial, gadis yang tadi ku bawa, juga hilang.. katanya sambil mengepalkan tinju
Heaaaaa..... krak.... brum.. dengan sekali sentakan kaki.. maka rubuhlah sebatang pohon sepemelukan orang dewasa...
Hmm.. aku harus mencari gadis lagi...
Sementara itu.. di selatan.. masih berkelebatan bayangan Dewa genting Yang tengah memanggul tiga orang di pundaknya.. satu bertubuh kate, dan dua lagi gadis gadis cantik. Tanpa merasa lelah dewa gentong terus berlari ke arah selatan.. hingga tidak terasaa tiga kali penanakan nasi telah dilaluinya.. hingga dia sampai di ujung Nagari Sasak.
Dewa gentong yang kepayahan akibat melakukan lari dengan ilmu meringankan tubuh selama tiga penanakan nasi melihat batang mahoni sebesar lima pemelukan orang dewasa segera berhenti. Diletakkannya tubuh Bayi Setan dan Tubuh Dewi Rembulan.. sementara tubuh gadis yang tadi diselamatkannya juga ditaruh di ujung akar pohon yang rindang.
Dewa gentong yang tenaga dalamnya habis terkuras karna sesudah melawan Manusia Sesat Penyebar Bencana segera mengambil sikap semedi.
__ADS_1
Kedua tangan di angkat tinggi tinggi.. dada dibusungkan, perut dikempeskan.. kenudian kedua tangan diletakkan didepan dada . Sikap semwdi sempurna.. karna jika dia langsung menolong ke tiga orang yang tadi dipanggulnya bisa berakibat fatal, bahkan mungkin merenggut nyawanya sendiri.
Dari kejauhan, Pendekar Harimau Campa, Nenek Pendekar Bulai, Pendekar Belang yang merupakan sahabat seperguruan tengah memperhatikan mereka.. mereka juga diiringi beberapa orang Prajurit kerajaan. Tepatnya dua lusin pasukan.
Nek.. coba kau perhatikan, bukankah si gendut itu Kerbau Bunting, mantan kekasijmu masa muda kata pendekar harimau campa..
Sinenek coba membesarkan mata,... sambil mendengus.. kau cemburu kek..??
Cemburu... ?? Ha ha ha.. kalau sama yang baju putih itu mau padaku.. baru kau akan cemburu..
Awas kau, kata si nenek menjewer telinga Pendekar belang..
Sudah . Kalian pengertian donk.. aku kan masih Jomblo.. kata Pendekar Harimau Campa.. sambil tersenyum.
Salah sendiri.. kau terlalu sibuk berpetualang... dari dulu disuruh kawin.. kau selalu mengelak.. jangan jangan.... kata ai nenek..
Jangan ... Jangan .. jangan apa.. ? Tanya pendekar belang pada istrinya..
Hmm.. anu ... a....anu..
Anu apa...kenapa anu sahabat kita itu.. kekeh pendekar belang...
Anunya.... hmmm... belang... ha ha ha hha
Sial.. kalian berdua sama gilanya.. umpat Pendekar Harimau Campa..
Ketiganya bergelak... Pengawal dibelakang hanya tersenyum.. mereka tau.. ke tiga orang didepannya memang konyol.. tapi memiliki hati tulus dalam membantu Rajo Imbang Langik.
Hei.. kalian.. coba lihat.. Sigendut audah selesai bersemedi.. kalian perhatikan apa yang dilakukannya.. seru Nenek Bulai.. semua mata menghasap tertuju ke arah mereka..
Hai.. kalian yang bersembunyi di balik semak.. Dua lusin pasukan kerajaan, sepasang kakek nenek bau menyan, dan satu lagi kakek tak laku laku.. kenapa kalian mesti berembunyi.. sulahkan kesini.. aku perlu bantuan kalau kalian bermaksud baik.. tapi jika tidak.. kemari jugalah biar ku bikin Ayam Kecap.. teriak dewa Gentong menggelegar..
Hei.. rupanya manusia bunting itu tau kita berada disini.. ayo keluar.. kata pendekar harimau campa..
Dengan cepat.. mereka segera keluar... malang bagi Pendekar Belang, pas mau melompat.. kakinya tersandung akar pohon.. hingga tak sengaja mencium.. pantak Pendekar Harimau Campa..
Ha ha ha.. sudah punya bini, maaih doyan laki laki... ejek Pendekar Dewa Gentong.. ha ha ha, jeruk makan jeruik..
Diam kau kerbau bunting... aku tak doyan laki laki, apalagi jelek seperti harimau didepanku ini.. dan lagian aku dah punya bini, cantik bagai rembulan, lembut bagai sehelai kapas, tapi tegar dari sebatang baja.. kau dan harimau jelek ini sama sama jomblo... ha ha ha..
Sial.. kata Pendekar Harimau Campa, kalau mengejek, jangan bawa bawa status... kalau kau emang sudah punya bini.. tapi belum terbukti mampu.. ha ha ha
Para prajurit yang sampai dekat mereka, ikutan tersenyum... hm... bertambah lagi orang gila... pikir mereka..
Heh, prajurut.. siapa yang kalian bilang gila... aku bukan gila... tapi hqmpir.. ha ha ha ha.. bentak Dewa Gentong..
Semua prajurit terdiam.. tidak menyangka kakek gembrot berkepala botak itu mendengar apa yang ada dalam pikiran mereka...mereka terpaksa diam.. walau di hati heran..
PENDEKAR HARIMAU CAMPA tak mau berlama lama, langsung dia berkata..
Maaf sobat.. kalau aku tak salah.. kau adalah Dewa Gentong, Pendekar dari Negeri Seberang,.. tapi kau sudah lama berada di pulau sumatra ini..
Kakek tua, walau kau pantas jadi anakku.. tapi janggot mu panjang, serta sorbanmu... terlihat menandakan kau alim.. maaf.. betul apa yang kau sebut.. aku di panggil DEWA GENTONG.. padahal aku hanya manusia biasa. Seperti engkau.. cuma umurku sudah seratus sebelas tahun. tahun...
Serius dia segitu..??. umurnya tanya Pendekar Bulai secara serentak dengan Pendekar Belang pada Pendekar Harimau Campa.
Pendekar Harimau Campa. Mengangguk.. dan berbisik.. dia seumuran dengan Guru Kita..Inyiak Pandeka. Apa kalian tak ingat cerita guru kita dulu semasa beliau hidup..??
Kami lupa, jawab mereka serempak..
Makanya, sewaktu berguru dulu kalian sibuk pacaran...
Tapi bang, aku kan pernah ketemu dia, bahkan dekat.. cuma aku tak pernah dengar umurnya.. jawan Pendekar Bulai..
Itulah adik... dunia ini penuh ke anehan.. untung kau tak kawin dengan dia... ha ha ha ha... tawa Pendekar Belang..
Sudah... kita dekati dia. Seru pendekar harimau campa..
Ada yang bisa kamo bantu, Kakek Dewa Gentong, tanya Pendekar Harimau Campa..
Oh ia.. hampir lupa aku sama kecoqk bertiga ini seru dewa gentong, seolah baru tersadar.. ,
Begini sobat sobat.. mereka bertiga adalah temanku.. dan semua pingsan.. mohon batuan kalian menyadarkannya..
Pendekar harimau campa langsung mendekati Kakek cebol, sementara Nenek Bulai atau Pendekar bulai mendekati Dewi Rembulan, tinggal Pendekar Belang yang mukanya memerah, mendekati Gadis yang tadi hampir jadi korban kebejatan Pendekar Penghisap Bunga.
__ADS_1
Sementara sepuluh prajurit sibuk memijati badan Dewa Gentong. Sisanya mencari makanan.. untuk dimakan si kakek kerbau bunting..
Bersambung..