
Betul kek, aku memang ditugaskan guruku untuk mengantar sebuah kitap ke puncak tandikat.. tempat seorang dedengkot dumia persialatan masa kini bernama Raja Dewa Kobra Merah, apa kau tau tempatnya kek...
Ha ha ha ha...
Anak muda, dengar... kalai tempat itu yang kau tuju, luruskan niatmu, jika tidak jangam berharap kau akan bisa pulang dengan nyawamu...ha ha ha..
Ia kek, terimakasih, tapi kira kira kemana aku berjalan kek..??
Luruslah kau ke arah matahari terbenam, lihat sebuah gunung yang menjulang kokoh,..
Gunung singgalang malsudmu kek..??? Potong sunua..
Tupai, diam kau kata si kakek... biar ku jelaskan lagi...
Sunua hanya mengurut dada... hmmm kakek ini pemarah rupanya batin sunua..
Anak muda...
Disebelah kiri gunung singgalang itu yang ku maksud... namanya gunung Tandikat...
Paham kau.
??
Paham kek... jawab sunua... namaku Sunue kek, bukan tupai... tukas sunua... sambil senyum senyum...
Brengsek... kau makan ularku ini kata sikakek melemparkan ular dari saku kirinya ke arah sunue....
Gak enak kek, jawab sunua,.. sambil mengibaskan tangannya ke depan.. ular yqng dilemparkan sikakek kembali menyerang tuannya.. hingga si kakek jungkir balik..
Hi hi hi.. Kek' kenapa kau kayak monyet mau melahirkan ejek Sepasang Penguin Teler sambil tertawa mencemooh...
Setan... maki si kakek, begitu berhasil melumpuhkan ular yang tadi dia lempar...
Aku belum puas, kau coba ini anak muda.. kaya sikakek melepas pukulan saktinya... begitu sikakek menggerakkan tangan, serangkuman angin disertai cahaya kehijauan menderu ke arah Sunua...
Hentikan kek, teriak sunua... tapi terlambat... pukulan sikakek hanya tinggal dua tombak lagi siap menghajar Sunua, denhan terpaksa sunua membalas pukulan sikakek, dari pada mati konyol... Malaikat Membalik Mayat Dalam Kubur, seru Sunua,.. dari tangan sunua menderu sinar keemasan tipis.. memapaki pukilan sikakek.. di udara kedua pukulan beradu, byar ..... bum.... ledakan dahsat terdengar... bunga api menggemercik di udara... tapi malang, sunua merasa ada darah dimulutnya... pertanda tenaga dalam sikakek diarahkan dengan sepenuhnya, sedangkan sunua hanya mengarahkan sepertiga dari tenaga dalam nya.. ukh..... sikakek kelihatan jungkir balik.. rambutnya mengeluarkan asap.. dan celana nya terlepas.. sehingga tampak lah auratnya tergeontai gontai kian kemari...
Begitu si kakek bangkit...
Terdengar tawa dari seberang,
Ha ha ha ha.... kek.... ularmu lepas... seru Sepasang Penguin teler...
Ular jelek, siap modar.. seru Sunua...
Sikakek segera menyadari... apa yang terjadi.. dengan cepat dia berlari kebalik semak.. sambil mengeluarkan sumpah serapah.. brengsek... sial.... kambing hutan kalian semua makinya....
Sementara sunua dan Sepasang Penguin teler maaih terus tertawa terpingkal pingkal...
Diam kalian manusia gendeng herdik si kakek dari balik semak semak... kek.. maaf kata sunua,.. ni ada celana ku satu lagi.. kau pakailah.. sunua melemparkan celana pendek ke arah si kakek... dengan cepat kakek aneh itu memakainya... setelah terpasang.. walau kedodoran kakek itu keluar dari semak semak... tapi kembali lahi sepasang penguin tertawa...
Ha ha ha, kalau seperti ini kau kelihatan tampan kek.. katanya.. karna melihat celana pendek sikakek di ikat dengan seutas akar pohon...
Setan.. diam kalian.. nanti ku robek juga mulut kalian..
Jangan marah marah kek, ni minum dulu teriak sunua, kembali melemparkan sekendi tuak merah..
Dengan lahap kakek itu meminumnya... dan langsung mengunyah kendi sampai habis..
Heh anak muda, kau kurang ajar, ha ha ha ha... kata sikakek...
Sekarang pergi lah kau.. nanti terlambat...
Terimakasih kek, ujar sunua... maaf kekurang ajaran ku tadi ya...
Sudah, aku tidak ragu lagi kalau kau adalah Iblis Putih Bercangkul, si pembawa pesan yang diramalkan...
Sunua merangkapkan ke dua tangan..
Ijin kan aku berangkat kek, ujarnya..
Dan juga Dua sahabatku, Sepasang Penguin Teler... imbuhnya... lantas sunua berkelebat, meninggalkan mereka..
Luar biasa, luar biasa... anak itu masih muda.. tapi ilmunya mungkin kalau ku hadapi bertiga dengan Sepasang Penguin Idiot ini, belum tentu mampu mengjadapinya sampai tiga puluh jurus... hmmm.. diatas langit masih ada langit imbuhnya..
Kek, tiba tiba Sepasang Penguin berseru...
Apa.. kata si kakek melotot...
Jangan marah kek.. kami hanya mau minta ijin... kami akan mau pergi juga... kata mereka merangkapkan kedua tangan..
Silahkan.. tapi kalian jangan lupa bayar makan, seru sikakek... tapi dia melongo.. karna kedua orang tadi sudah jauh di arah timur..
Hm...... brengsek... naga naganya aku juga yang bayar.. dasar manusia pemabukkan..
Pelayan...
Ni... ambil semua kata sikakek melemparkan dua buah koin emas...
Te... terimakasih tuan... tapi ini kebanyakan katanya...
Sudah.. ambil saja semua kembaliannya.. buat modal kau kawin...
__ADS_1
Aku sudah kawin kek, gak jomblo seperti kakek jawab si pelayan..
Setan... seru kakek itu sambil berlalu...
***
Awan hitam selalu silih berganti dengan awan putih, hujan selalu di atasi oleh panas... siang selalu bergilir dengan malam..tak terasa perguliran waktu selalu membuat manusia makin berkurang jatah hidupnya . Dulu kecil, kini dewasa, dulu gagah, kini loyo... patah tumbuh selalu hilang berganti... jauh berjalan banyak bersua, panjang umur banyak dirasa
Sepuluh tahun Sunua berpetualang mencari mencari kebaradaan Gunung Tandikat.... tanda tanda itu mulai bersua, hal itu bukan karna apa apa, melainkan karena KAKEK RAJA DEWA COBRA MERAH memagari Gunung Tandikat.. agar tak satupun orang menemukannya, sikakek khawatir cucunya diculik oleh pendekar pendekar golongan hitam..
Sebetulnya bukan tak pernah Sunua menempuh gunung Tandikat, akan tetapi ILMU JARAK MENIPU PANDANG yang diterapkan Dewa Kobra membuat Puncak Tandikat seolah olah selalu pindah ke arah lain.. makin didekati makin jauhlah puncak tandikat tersebut.. hingga setinggi apapun ilmu seseorang, maka dia tidak akan pernah bisa mencapai puncak gunung.
Sunua yang sekarang sudah berusia Dua Puluh delapan tahun, baru saja menyelesaikan Munajat panjangnya membuka mata, dengan ilmu baru yang dimilikinya akhirnya mengetahui bahwa goa tempat dia bermunajat itu terletak di lereng tandikat.
Dengan tekat membara, sunua merapal mantra yang didapatnya dari bisikan ghaib selama sepuluh tahun bermunajat..
Ya tuhan
Ilmu sirap, ilmu gaib
Menutup pandangan, mengikis ingatan
Tiada yang kuasa, tiada yang kuat
Mataku mata biasa, matamu maha melihat
Terbuka yang gaib
Tampak yang nyata
Ku hentak kaki
Ku belalakkan mata ku
Tampak lah
Maujud
Maujud
Kuasa tuhan berlaku
Keingan ku terkabul
Berkat kalimat yang gaib dibalik yang nyata,...
Sunua melihat kedepan, tampak lah sebuah gunung yang selama ini selalu jauhbdari pandangan matanya .
Dengan langkah pasti ia segera menuju puncak gunung...
Hup... ea..... tring.....
Bunyi senjata beradu di puncak Tandikat..
Bagus Bujang..
Sekarang coba kau serang aku dengan jurus terakir dari rangkaian Ilmu Cobra Mengincar Elang..
Baik kek, seru seorang anak berusia sebelas tahun..
Bujang merendahkan kudanya, mqtq lurus menatap kedepan, tiba tiba dia melentingqkan tubuhnya ke atas swtinggi dua tombak, dimulutnya terdengar desisan seperti seekor ular marah...
Tiba tiba... hea..... dia melompat ke arah gurunya dengan kaki siap menghajar sang guru...
Dengan gerakan enteng dewa kobra mengelak, tapi tak diduga tangan bujang menotok kearah selengkangan si kakek... tak menduga serangan muridnya.. si kakek berseru kaget.. pecah bolaku... anak gila...ha ha ha ha... si kakek terus melompat dan membalas serangan dengan mengebutkan tangannya kedepan.. bujang tak kehilangan akal, dengan tiba tiba pinggangnya melentik dan kakinya menyepak... plak.... aduh... sikakek terjerembab...
Bocah gila, kau ku suruh memakai jurus Cobra mengincar elang, tapi ku lihat gerakanmu sepertinya beda.. pakai jurus apa kau hah... teriak si kakek..
Maaf kek.. tadi jurusnya ku tambah... Jurus kera menepuk Pantat Tua Bangka.... ha ha ha ha.. habis aku kalah melulu melawanmu kek kata Bujang Galadia..
Mana ada jurus begituan,..
Ada kek.. tadi aku ciptakan kata Bujang Galadia sambil senyum senyum...
Dasar, anak gila.. ha ha ha.. ada ada saja kau...
Aku gila kek, kau juga Tak waras seru bujang sambil mencibir... hi hi hi..
Kita sama bujang.... ha ha ha ha..
Ia kek, orang gila memang kawannya orang tak waras kek... seru bujang lagi... lantas mereka tertawa terbahak bahak.... ha ha ha ha.. hingga ranting pojon berguguran karna pengaruh tawa mereka berdua...
Sudah... sudah.. sekarang kau mandi, ganti bajumu... karna akan ada tamu hari ini lata sikakek..
Tamu dari mana kek.. tanya bujang,...
Mandilah kau dulu, sebentar lagi kau akan tahu siapa yang datang... !
Baik kek seru bujang galadia..
Sesaat setelah bujang berlalu,
Sikakek menggumam... hmm.... tak disangka, hanya sebelas tahun bocah ini sudah mewarisi ilmu ku keseluruhannya... sikakek duduk bersila..
__ADS_1
Wus..... tiba tiba berembus anhin kencang dari depan sikakek Dewa Cobra..
tirai sudah tersingkap
Janjian sudah didepan mata
Sipengantar sudah dekat
Ular peliharaanku, kalian uji tamu kita
Jika dia yang datang, sambutlah
Jika bukan
Kau tau apa yang akan dilakukan
Gumam sikakek terdengar seperti orang membaca mantra,
Selesai si kakek bergumam.. tiba tiba saja mendeais seekor ular Kobra Merah dari bawah batu tempat sikakek berada..
Seolah olah mengerti apa yang dikatakan si kakek.. kobra tersebut mendeais desis keras.. lalu menundukkan kepala didepan kakek..
KOBRA Merah sahabatku, tolong kau sambut tamu kita... jika dia si pemegang amanah.. kau bantu dia kesini..
Jika tidak dia, kau rasanya butuh makanan.. karna dia bagian mu..
Tsssss.... ss....
Ular sebesar pohon kelapa itu terus memdesis dan melinkar mengelilingi tubuh si kakek.. kepalanya menatap lutus ke depan...
Tss.....sssss... tsss sss...tss.ssss
Di desisan ketiga.. ular itu lantas membuka mulutnya lebar lebar, menyemburkan racun ke arah semak belikar, semak semak langsung meranggas.. dan di detik itu pula bermunculan ribuan kobra dari balik semak semak... mengambil posisi di sekiling si kakek..
Wahai rakyatku, para ular cobra sekalian, hari ini akan terjadi dua hal penting dalam hidup kita, kata si kakek tiba tiba..
Pertama kita akan kedatangan tamu, yang berhasil mengoyak pagar ghaibku... dan satu nya lagi, bujang Galadia telah menguasai semua ilmu ku.. untuk penyempurnanya aku juga butuh dua hal juga dari kalian.. tolong kaliqn kumpulkqn lagi bisa kalian yang paling mematikan, serta jaga anak itu saat aku menyempurnakan ilmunya nanti..
Semua ular yang ada menundukkan kepala patuh, dan mereka semua menyemburkan bisanya kedalam sebuah wadah dari perak.. tapi kali ini ular ular ini tergeletak lemas.. karna bisa yang dikeluarkan begitu banyak.. melihat hal itu Dewa Kobra mengibaskan tangannya, ditangan dewa kobra keluar seberkas sinar merah berhawa sejuk yqng mengakibatkan ular ular itu tertidur semua, kecuali ular paling besar yang menjaga si kakek..
Kakek... kakek.....kakek penghuni puncak Tandikat.. tiba tiba terdengar sebuah teriakan yang berpindah pindah.. menandakan pemilik suara bukan orang sembarangan.
Siapa.... seru sikakek dengan lembut, namun memekakkan telinga..
Izinkan aku mendekat, aku adalah sang pembawa pesan, benama Sunua, dari kali ngumpet..
Apakah kau si Murid dua iblis putih berjuluk Pendekar Iblis Putih Bercangkul
Tiba tiba terdengar suara angin berdesir halus, diiringi kelebatan bayangan seorang berlari darinarah timur.. bayangan itu seolah olah terbang, sehingga tak sekalipun menyentuh ular ular yang tidur disekeliling si kakek..
Tubuh itu menjura dalam dalam.. maaf kan aku wahai Junjungan Para Ular.... aku adalah Sunua, si pengantar pesan.. melihat penjaga mu, aku yakin kalau engkqu adalah kakek RAJA DEWA KOBRA MERAH..
Betul anak muda, kalau begitu engkaulah yang ku tunggu.. maafkan kalau tempatku hanya seperti ini, kata si kakek, sambil menepuk bahu si pemuda..
Sunua merasa ada hawa aneh keluar dari jari sikakek, maka sambil tersenyum sunua mengarahkan tenaga dalamnya ke bahu.. hingga terlihat asap putih mengepul... Dewa kobra tersenyum.. karna mengetahui bahwa ilmu yqng digunakan si pemuda adalah Iblis Menghalau Bala.. ilmu yang dia kenal milik Sahabatnya, Iblis Penggali Kubur Budiman... dewa kobra mengjentikan perbuatannya.
KOBRA MERAH sahabatku, bangunkan semua anak buahmu, jaga sekeliling gunung, anak muda ini adalah orang yang ku maksud katanya lagi pada ular yang yadi mengelilingi nya.. Ular raksasa itu mendesis nyering.. selesai mendeais dia meniup kearah ular ular yang tidur.. serempak mereka semua terjaga... lalu melata ke arah semak semak... setelah satu persatu menjilati tangan sikakek..
Luar biasa kata sunua dalam hati..
Sepeminuman teh berlalu, baru selesai ular terakhir menjilat tangan sikakek, dan akhirnya ular raksasapun pergi masuk ke bawah batu dekat sikakek..
Anak muda, seru sikakek lagi..
Ayo kita masuk kedalam, ajak dewa kobra..
Sunua menurut, masuk kedalam pondok..
Bujang..... bujang.... seru dewa kobra..
Dari balik pondok keluar seorang anak berusia sebelas tahun.. ia kek.. serunya..
Eh.. ada tamu... bujang bergegas menghampiri dan bersalam...
Ini cucumu kek, tanya sunua....
Ia.. dia cucuku, namanya BUJANG GALADIA..
O....
Sunua sedikit mengarahkan tenaga dalam ketika bocah tersebut bersalaman, bujang hanya tersenyum... dan secara tidak sengaja ditangannya keluar tenaga inti racun kobra... aw..... aduh... sunua menjerit kaget, ketika melihat tangannya melepuh..
Ma...maaf paman.. kata Bujang Galadia,...
Dewa kobra merah kaget, hei... apa yqng kau lakukan anak Setan...
Bujang galadia hanya senyum, karna dia tau, kakeknya mengherdik tidak sungguh sungguh..
Kakek dewa kobra lalu meniup tangan sunua... tangan yang tadi melepuh kini tidak berbekas..
Terimakasih kek, surunya pula..
Luar biasa anak ini, tenaga dalamnya dua tingkat diatasku,... gumam sunua..
__ADS_1
Bersambung