Pendekar Kobra Merah

Pendekar Kobra Merah
Pendekar Kobra Merah serial Rampok Pemuja Siluman


__ADS_3

He he... iya.. maaf kata Dewa Kobra..


Maaf maaf... kalo hilang telingaku, kau mau tanggung jawab kek, kata bujang galadia pura pura ngambek..


Iya... sorry cucuku kata sikakek.. jangan ngambek kaya kambing lagi bengek.. nanti kau cepat lembek kaya nenek nenek... imbuhnya..


He he he.. emang kakek pengen dapat nenek nenek,... ?? Pengen kawin lagi..??


Hus.... anak kecil kau tau apa masalah kawin... kencing aja belum lurus..


Ha ha ha.. jangan jangan kau pengen ketemu nenek cantik yang pernah kau ijinin masuk pondok mu...


Hus.. itu dia datang mengobati kau bocah setan... bukan aneh aneh..


Wak wak.. tapi kau kan senyum senyum kek.. pasti ada apa apa...


Pletak....... adaw.... bujang galadia tetkejut karna tiba tiba kepalanya dijitak dewa kobra..


Sudah.. diam kau... aku mau bicara serius kata sikakek...


Kau tau apa yang tadi di antar oleh Pendekar Iblis Putih Bercangkul .??


Bujang masih diam... mengangguk angguk..


Hoi.. anak setan... kenapa kau diam..??


Tapi tadi kakek suruh aku diam..??


Aduh.. dasar bujang galadia,... kalau kau ku tanya jawab....


Siap kek...kata buyung langsung tegak memberi sikap hormat.. lantas duduk kembali..


Gak gitu juga kali... biasa aja lah...


Emang apa yang tadi kau bilang kek..?? Bujang mengalihkan pembicaraan..


Hm.... anu... anu..


Kenapa anu mu kek..?? Tukas bujang dengan cepat..


Hoi.. serius.. masalah anu ku.. gak kenapa napa... ada yang akan ku bicarakan dengan mu...


Apa itu kek..??kau mau dicarikan obat anu lagi..??


Setan.... bukan itu.. "bentak sikakek..


Jadi apa kek..??


Begini cucuku.. ! Tadi yang datang seorang utusan, dia telah mencari kita selama seratus empat puluh empat purnama.... ria mengantar sesuatu yang sangat berharga, dan hanya satu satunya di dunia, Kitap Kobra Merah..


Dan tau kah kau... hanya orang yang berjodoh yqng bisa memiliki kitap itu..


Emang kitap itu perempuan kek...??tukas bujang sambil melongo..


Bukan... maksudku orang yang sudah ditakdirkan oleh sang pencipta lah yang berhak mempelajari kitap itu.. dan bagi siapa yang berani tamak tanpa hak, maka dia akan dibunuh oleh Siluman Kobra Emas Kepala Sembilan..


Oh... emang siapa yang beruntung itu kek...??


Cucuku.. dengarkan baik baik...


Hari ini, hampir duabelas tahun kau bersamaku.... hmm.. sikakek diam...


Trus... kau marah kek.. karna aku nakal..??


Bukan itu cucuku,... dua belas tahun kau bersama ku, semua ilmuku sudah kau kuasai.. bahkan tenaga dalam mu hanya saty tingkat dibawahku... sekarang saatnya kau mengamalkan ilmu yang ku ajarkan... kau harus jadi pembela kebenaran..


Kitap ini, coba kau pegang, jika kau merasa biasa saja, berarti dia tqk berjodoh dengan mu... tapi jika kau merasa ada hawa pengap masuk kedalam darahmu, melalui telepak tanganmu, berarti dia milikmu...


Bujang merqih ulutan tangan gurunya.. dengan pelan pelan dia buka pembungkus kitap.. tiba tibq udara berubah sangat pengap dipenuhi hawa beracun... tangan bujang menggeletar, sambil menutup jalan napas.. sikakek berteriak..


Bujang.. kau hirup semua udara pengap ini.. dengan ilmu Hisapan Ular Lapar..


Bujang segera menarik napas dalam dalam.. kemudian dia buka mulutnya lebar lebar..


Hmmmmmmm...  hmmmmm

__ADS_1


Tubuh bujang bergetar hebat... hawa penuh racun masuk kedalam aliran darahnya.... dari hidung dan telinga bujang mengalir darah kehitaman...


Pusatkan tenagamu, tarik ke arah pusar.. teriak dewa kobra lagi..


Bujang melakukan apa yang diperintahkan gurunya..


Sepenanakan nasi suasana tersebut berlangsung, kini bujang susah mulai normal, akan tetapi matanya dan penciuman bujang sudah seperti penciuman seekor King Kobra..


Bujang, dengarkan baik baik.. kitap itu berjodoh denganmu... semua isinya telah merasuk kedalam dirimu.. kau kini menguasai empat jurus utama silat cobra merah..


Jurus pertama, Cobra Mengintai Mangsa


Jurus kedua, Kobra Tidur Memeluk Elang


Jurus Ketiga, Kobra Melibas Mangsa


Sedangkan jurus ke empat, Inti Racun Memanah Sukma..


Ke empat jurus yang kau miliki akan matang, jika kitap itu kau tiup satu kali... dan kitap itu akan hilang... setelah hilang, jangan kau terkejut, akan muncul sebuah rajah Bergambar Ular ditelepak tangan kirimu..


Bujang meniup kitap yang masih ada ditangannya satu kali... kitap itu lenyap.. dan benar saja... ditelepak tangan kiri bujang, kini muncul sebuah rajah bergambar ular merah.. matanya menyala, sedangkan lidah ular tersebut terjulur keluar menyemburkan  bisa merah menyala seperti lahar panas.


Dewa kobra meraih tangan Bujang Galadia.. dan menempelkan telepak tangan kanannya di telepak tangan kiri bujang... sambil bersyair..


Eyang guru siluman kobra emas..


Hari ini hari yang di janjikan


Waktu ini waktu yang telah ditetapkan


Amanah telah tertunai


Janji telah terpenuhi


Telah hadir penerus mu


Seorang manusia bernama Bujang Galadia


Sekarang berjuluk PENDEKAR KOBRA MERAH..


Yang gelap jadilah terang


Sebuah cahaya kuning emas tiba tiba muncul disamping kanan guru dan murid ini...


Dewa kobra segera mengaturkan sembah.. di ikuti oleh Bujang Galadia..


Eyang kata dewa kobra...


Sudah.. angkat kepala kalian...


Keduanya segera mengangkat kepala.... dihadapan mereka berdiri seorang kakek gagah memegang tongkat emas berkepala ular..


Leman... kata Raja Kobra Emas memanggil nama Raja Dewa Kobra Merah dengan nama aslinya...


Ya eyang...


Pertama ku ucapkan terimaksih kepadamu, karna kau setia menjaga amanah... dan aku juga telah berjumpa dengan orang yang dulu kau titipkan kitap berharga.. sepasang pendekar Iblis berhati mulia....


Kau juga Bujang, kemarilah....


Ba... baik eyang kata bujang galadia mendekat...


Kau kini telah memguasi sebuah kitap langka, yang bahkan gurumu si Raja Dewa Kobra Merah tak berjodoh menguasainya... sebagai tanda mata.. kau ambil ini... kata Raja Kobra Emas sambil menggusurkan tongkatnya ke depan..


Tapi eyang.... kata bujang ragu ragu...


Ambil lah cucuku... gunakan untuk kebaikan..


Bujang memegang tongkat dengan pqnjang se hasta tersebut... dari tongkat keluar hawa sejuk luar biasa.. hingga bujqng galadia merasa segar dan tubuhnya terasa ringan..


Bujang, tongkat ini hanya boleh kau pergunnakan jika lawanmu berat.. dibawahya ada tombol kecil... jika kau hentakkan ketanah.. maka akan berhamburan lah jatum halus darinalam gaib ke arah lawanmu.... sementara dari kepala tongkat itu, jika kau usapkan kepada orang yang menderita keracunan.. maka dengan ijin tuhan akan segera sehat..


Kemudian jika badan tongkat kau aliri tenaga dalam, maka tongkat ini akan mengeluarkan cahaya pelindung, sekaligus akan menyerang lawan dengan kekuatan berlipat ganda dari serangannya....


Bujang yang pada dasarnya cerdas mengangguk angguk tanda mengerti..

__ADS_1


Dan satu lagi... Rajah kobra ditanganmu itu jika kau usapkan ke tongkat, dia akan hidup dan menjelma menjadi seekor Ular Kepala sembilan, yang hanya patuh akan perintahmu....


Bujang yang penasaran, mengusapkan telepak tangan kirinya ke tongkat emas yang dipegangnya..


Tiba tiba.. dia meras ada sesuatu yang bergerak dari telepak tangan, dan tangannyabterhentak kedepan, memanarkan sinar merah ke emasan.. laksana perak membara.. di ujung sana tampak seekor ular raksasa kepala sembilan... ular itu mendesis..


Kepala paling tengang menunduk di ikuti kepala lainnya..


Tuanku.. apa tugas kami.. kata kepala ular itu secara serentak... Bujang Galadia kaget, ka... kalian bisa bicara bahasa manusia..?? Tanya nya pada ular kepala sembilan..


Atas ijin yang kuasa, bisa tuan... dan kami siap melaksanakan perintah tuan...


Sudah.. aku hanya ingin berkenalan... sekarang kalian boleh kembali ke telepak tangan ku.. kata bujang...


Ssss.. ular kepala sembilan itu mendeais.. dan berubah jadi cahaya merah keemasan.. lantas melayang kembali ke tangan bujang.. hingga membentuk gambar seperti semula..


Hm..."cucuku kata raja kobra emas... kini kau pakailah gelar pemberian guru mu..Pendekar Kobra Merah.. gunakan ilmu mu untuk kebaikan.. jangan perturutkan hawa nafsu... karna itu pangkal celaka..


Dan kau leman, sekali lagi terimakasih.. tugasku audah selesai.. aku akan kembali ke alamku...


Raja dewa Kobra terkejut.. dan lantas menyahut.. ba... baik guru.. katanya sambil mengasih kode agar Bujang galadia ikut memberikan hormat..


Sunyi.. sesaat..


Bujang, kini saatnya kita berpisah.. kau harus menegakkan ke adilan, tapi jangan nerlaku zhalim kepada lawan mu... tapi setelah engkau turun dari puncak tandikat ini.. kau carilah pembunuh orang tuamu.. dia bersarang dibsarasah lereng singgalang, sementara pusara kedua orang tuamu ada di desa telaga dewi..


Bujang terdiam, dua belas tahun dia di asuh, didik oleh Dewa kobra, sulit untuk meninggalkan puncak tandikat..


Guru... kalau aku pergi... engkau bagai mana.. siapa yang akan memijatimu... tanya bujang terisak isak..


Cucuku.. laki laki tidak boleh menangis... ingat... tangisan itu hanya milik kaum perempuan.. apalagi kau sudah besar.. dan sudah disunat..


Tapi.... guru..


Tak ada tapi tapian... petang ini juga, silahkan kau mulai perjalananmu... jaga nama baik mu..


Kau sendiri guru... ??


Aku akan masuk ke goa, melakukan munajat, agar nanti dosa dosaku di ampuni yang kuasa... jawab dewa kobra tegar..


Kapan kita akan bersua lagi guru.. tanya bujang masih sesunggukan.??


Selama badan masih ditempuh nyawa


Selama matahari masih bersinar


Selama laut masih berombak


Selagi umur maaih dipanjangkan tuhan


Jodoh


Rezeki


Pertemuan


Maut..


Yakinlah.. kita akan bersua.. petuah dewa kobra kepada Bujang galadia..


Kau pakailah baju ini, kata dewa kobra lagi sambil meraih sesuatu dibalik pakaiannya dan menggusurkan  ketangan bujang yang masih menunduk...


Bujang galadia meraih pakain dari gurunya . Sebuah baju piyama hitam dengqn bis merah.. serta celana gombrong dengan bis merah lengkap dengan pengikat pinggang hijau, serta sebuah ikat kepala merah kehitaman kini melekat di tubuh bujang galadia..


PENDEKAR KOBRA MERAH, desis si kakek.. Dewa raja kobra, begitu bujang berdiri memegang tongkat ditangannya..


Saat yang dinanti telah tiba.. pergilah kau... doaku menyertaimu kata sikakek tegar..


Bujang menyalami gurunya... dan tanpa berkata kata lagi bujang mulai menuruni puncak tandikat dengan tegap..


Hm.... Dewa kobra merah meneteskan air mata sepeninggal bujang... Semoga tuhan selalu melindungi mu nak...


Kakek dewa kobra lantas menghadap ke arah pondoknya, lalu dia menghentakkan tangan ke depan.. serangkuman angin menyapu pondok tersebut.. hingga hilang tanpa bekas...


Dewa kobra merah lantas menuju goa di sebelah selatan gunung tandikat. Goa yang selama ini telah lama tak dikunjunginya.. untuk memulai munajat kepada yang kuasa..

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2