
Ta...tapi ketua....
Diam.. bentaknya..
Orang tua itu bukan tandinganmu...
Dengan wajah kesal, Bontet kembali diam.. karna tak ingin ketuanya memberikan hukuman.. Bontet jauh lebih memilih kakek tua itu, dari pada dapat hukuman ketua mereka...
Kakek, kami tak ada urusan dengan engkau, harap engkau bersedia menyingkir... seru raja Rampok itu.... dengan berusaha menahan marah..
Sikakek malah kembali ketawa...
Netil betul, setan penyembah Siluman... aku tak ada urusan dengan mu... aku hanya kebetulan lewat saja.... dan mau menyampaikan sebuah pesan padamu...
Sikakek tiba tiba memasukkan tangan ke balik bajunya.. dan melemparkan sebuah batu pipih bertulisan...
"Tunggu tigabelas tahun lagi, bayi merah yang kau lihat hari ini, akan menagih hutang dari desa telaga dewi"
Tertanda
RAJA DEWA KOBRA MERAH
Kaget bukan kepalang setan hitam, diremaanya batu ancaman tersebut, tapi ketika melihat kedepan ternyata si kakek telah hilang, hanya suaranya yang terdengar...
"Setan hitam, kembalilah ke markasmu.. minta junjunganmu mengobati anak buah mu, karna mereka aku sirep dengan ilmu Cobra Memukau Mangsa.. ha ha ha ha... san untung nya aku sedikit baik hati... di lembah sana ada empat ekor kuda dan dua gerobak telah aku sediakan... ha ha ha ha..
Bangsaaaaat....
Sebuah sinar hitam bergulung gulung, disertai hawa amis darah melaju kencang ke arah si kakek begitu Setan Hitam melayangkan pukulan saktinya yang bernama Tengkorak Kuda ******* Raga, ilmu yang diperolehnya dari Siluman pujaannya..
Tapi si kakek, dengan enteng mengibaskan tangannya ke arah dedengkot perampok kelas wahid tersebut, ajaibnya pukulan si Raja rampok malah seperti ditelan gelombang aneh dan pias di tengah jalan...
Sumpah serapah terlontar dari mulut raja rampok... tapi kejap dia melihat kedepan, sikakek telah berkelebat ke arah utara.... tapi gema kentut bau jengkol serta aromanya masih tinggal di tempat semula..... .. ingat PEmuja siluman.. tiga belas tahun dari sekarang kau akan berhadapan dwngan bocah yang ku gendong ini.. selamat menghitung detik detik ajalmu.... ha ha ha ha.. ngiangan suara jarak jauh dari sang dewa dunia persilatan..
Dibalik kemarahannya, setan hitam merasa teroma melihat kondisi anak buahnya, mau tidak mau dia terpaksa mengangkut seluruh anak buahnya kedepan junjungan sang rampok... Siluman Tengkorak kuda.
Jauh di ujung sana..
Penduduk yang berhasil mengungsi karna bantuan sari SEPASANG PENGUIN TELER, merasa bersemangat untuk ikut elajar ilmu beladiri dari BUYA MALIN SUTAN, karna mereka mulai sadar, tanpa kepandaian lajir batin hidup mereka tidak akan tenang.. sementara itu Sepasang Penguin Teler ikut membantu Buya melatih semua masyarakat, serta mencarikan makanan buat perguruan dari hutan hutan...
Tiga bulan sudah semenjak Sunue yang kini menyandang gelar PENDEKAR IBLIS PUTIH BERCANGKUL melakukan pengembaraan dari Kali Ngumpet, namun dia belum menemukan petunjuk dimana adanya Puncak Tandikat, tempat dia harus menyerahkan kitap Kobra merah.. hingga dia sampai di sebuah air Tterjun yang ia sendiri belum tau namanya..
Sunue yang merasa lelah telah berjalan selama tiga purnama, merasa perlu untuk istirahat di air terjin.. "berangkali saja bisa mandi pikirnya".. tapi sunue masih saja tidur tiduran di atas sebuah batu berpermukaan datar di samping air terjun...
Angin sepoi sepoi, dan matahari yang tisak begitu terik, membuat matanya merasakan kantuk, sunue menguap, lalu tertidur dengan pulas..
Dalam tidurnya sunue melihat sepaaang gurunya satang dengan jubah putih, penuh cahaya...
Gurunya tersenyum sambil berkata..
Sunue, cucuku...
Perjalan yang akan engkau tempuh begitu jauh.
Bukit yang akan engkau daki begitu tinggi
Lautan yang akan engkau sebrangi begitu luas.
Sementara beban yang kau bawa terlalu berat..
Ilmu yang kau miliki miliki belum seberapa, tambah lah ilmu mu..
Si nenek pin menukas, "cucuku sayang, berjalanlah kau tujuh puluh hasta ke arah kiri kemudian berbelok tiga depa ke arah kanan, niscaya engkau akan melihat sebuah batu hitam... "bersihkan dirimu, sucikan niatmu, dorong batu tersebut.. ingat semua hanya karna yang kuasa... petunjuk selanjutnya akan kau temui di goa itu... oh ya.. jangan lupa... hanya satu kitap yang berhak kau pelajari...
Baik guru.. kata sunua, ..
Tiba tiba ia terbangun, guru... guru.. dimana kalian teriaknya.... sunue seakan lupa kalau kedua gurunya telah meninggal... tapi jelas kata kata gurubya masih begitu mengiang..hingga aunue dapat mengulangi sengan tepat..
"tujuh puluh hasta ke arah kiri kemudian berbelok tiga depa ke arah kanan, niscaya engkau akan melihat sebuah batu hitam... "bersihkan dirimu, sucikan niatmu, dorong batu tersebut.. ingat semua hanya karna yang kuasa."
Sunue berpikir... tidak ada salahnya mencoba sekarang"..
Pelan tapi pasti sunue mulai melangkah seperti yang di perintahkan gurunya dalam mimpi tadi.. ..
Karena dasarnya memang cerdas, walau berkelakuan konyol.. dalam sekejap sunue menemukan batu hitam yang ditunjukkan gurunya dalam mimpi
Diatas batu terpahat sebuah tulisan...
Masuk dapat maut
Tidak masuk mati
Kecuali orang yang berhati mulia....
Tiba tiba mendesis seekor ular piton kebiru biruan sebasar pohon kelapa dibalik semak tempat batu tersembunyi..
Sunue terperanjat, tak sengaja kakinya menyentuh tombol pengunci pintu aneh itu..
Begitu tombol pintu tersentuh kaki sunue, alias Pendekar Iblis Pitih Bercangkul, terdengar sesuatu berderak keras..
Brum..... pintu itu tiba tiba terbuka, seperti ada tangan raksasa menarik Sunue ke dalam goa, tak ketinggalan ular piton bergerak cepat mengejar, baru saja kepala ular itu masuk, secara cepat pintu itu menutup, hingga kepala ukar terhimpit, hancur berkepong keping, percikan darah ular yang ternyata bewarna ke emasan mengeluarkan cahaya keemasan yang menerangi isi goa. Sementara itu, diluar goa mendasak saja tebing runtuh menimbun pintu goa serta tubuh ular yang tersisa..
Sunue yang dalam kegelapan, seperti dihempaskan kembali oleh tangan yang tadi menariknya.. hingga dia pingsan sesaat... begitu tersadar Sunue merasa sekelilingnya bukan seperti sebuah tempat pengap, melainkan sebuah goa yang begitu lapang, terang benderang.. bahkan didalamnya terdapat aliran kali kecil yang begitu jernih... tapi hulu dan hilir airnya hilang dutanah, kemudian sekeliling dindingnya terdapat jamur putih mengkilat.
Terdorobg rasa haus dan lapar, tanpa mempertimbangkan apa apa sunue meraih jamur yang ada di dinding, dan meminum air yang mengalir aneh tersebut..
Tak lama kemudian..
Aaaa..
Ach..... sa...sakiit....
Sunue merasa lehernya terbakar... tubuhnya yang tadi dingin, terasa begitu panas, bajunya sampai terbakar.. kini sunua terbaring pingaan tanpa sehelai benangpun....
Sunue yang telah pingsan selama setengah hari tidak tau apa yang terjadi selama ia pingsan, padahal selama ia pingsan terjadi keanehan di dalam goa..
Sebetulnya apa yang terjadi.. ??
Didalam goa, yang tadi dilihat sunue sebelum ia pingsan, telaj terjadi perubahan, air yang tadi mengalir jernih berubah menjadi kuning keemasan menggelegak, di iringi kemunculan seorang gadis cantik jelita,... gadis yang berpakaian serba putih itu, dan wajahnya yang bersinar bak pualam dihiasi senyum merekah.. datang memasangkan pakain baru untuk sunue, dan senjata cangkul nya yang besar, dengan ilmu aneh.. berhasil di ubah si gadis menjadi hanya selebar telepak tangan. Dan sunue yang awalnya berambut hitam, kini telah berubah, menjadi pemuda berambut putih sebahu.. dan yang tidak sunue tahu, tenaganya berlipat menjadi berkali lipat.
Sunue yang mulai sadar merasa yang aneh ditubuhnya, bahkan terkejut melihat senjatanya berubah jadi kecil,
Kitap ku.. seru ya begitu ingat dia membekal dua buah kitap.. pas mengusap bagian dadanya dia baru sadar kalau bajunya sudah berganti.. tapi kitapnya masih ada, diapun lega.
Sunue segera duduk bersila, mengatur pernapasan, menyatukan pikiran dengan kuasa ilahi.. ketika hatinya mulai tenang, sunua membuka kitap warisan gurunya.. bersiap untuk mempelajari..
KITAP IBLIS PUTIH..
Kitap ini hanya empat halaman...
Sunua membuka kitap warna hijau daun halaman pertama.. isinya sebagai berikut
Kitap Iblis putih
Kitap ini hanya berjodoh dengan seorang
Halaman ini halaman maut
Halaman ini cukup di usap ke wajah dan seluruh badan.
Dimana dunia terasa sempit
__ADS_1
Satukan pikiran dengan tuhan
Disitu ada jalan
Sesudah itu, putar duduk menghadap tuhan.
Iblis adalah nama hina
Tapi sifat manusia sering fana
Ampunan tuhan maha luas
Sunue segera melakukan apa yang terdapat dalam kitap, kini dia merasa matanya mengeluarkan darah kehitaman, semua terasa gelap... tapi hanya sesaat, matanya kembali normal...dia pun membalikkan halaman ke dua dan ke tiga.. isinya hanya gambar sebatang gabah yang menunduk, dengan tulisan kecil bewarna hijau..
PAKAILAH ILMU GABAH, JANGAN PAKAI ILMU ILALANG, AGAR TUHAN DAN ALAM JADI SAYANG.
Sunue mencoba menterjemahkan kata kata mutiara itu. Dan diambilnya kesimpulan bahwa dia harus menjadi orang rendah hati..
Kelelahan mempelajari kitap IBLIS Putih, sunue kembali terlelap, tanpa terasa dan dengan kuasa ilahi. Sunua yang hanya merasa tidur sekejap, padahal dia sudah tertidur selama tiga belas purnama.
**
Diluar goa selama tiga belas purnama begitu banyak hal hal diluar dugaan terjadi, perampokan, pemerkosaan, dan pembunuhan sudah jadi pemandangan sehari hari... semementara di puncak Tandikat, RAJA DEWA KOBRA MERAH subuk dengan mengurus bayi yang ditemukannya dari kampung Telaga Dewi. Bayi yang baru berumur delapan bulan itu karna kesaktuan yang selalu dimaaukkan dewa kobra ketubuhnya kini telah mampu berlari lari kecil, dan berbicara lakasana anak usia lima tahun.. tidak lupa desongkot dunia persilatan itu memberinya nama BUJANG GALADAIA.
BUJANG GALADIA, selalu membuat sikakek tertawa, apalagi setiap dia menyalurkan tenaga dalam, Bujang Galadia malah seperti orang digelitiki, padahal tenaga yang di masukkan si kakek berasal dari tujuh ekor bisa Kobra Merah..
Bagus... anak bagus.. puji si kakek.... sambil mencium pipi Bujang Galadia.
Lelah menyalurkan dan meningkatkan hawa murni pada tubuh Bujang Galadia... sikakek ber swit tiga kali... tiba tiba saja semak belukar disekitarnya bergerak, segala jenis ular kobra datang menuju si kakek... dan seperti mengerti semuanya antri menghadap sebuah nampan kuning... mereka menumpahkan bisanya ke dalam nampan tersebut.. kemudian satu persatu menjalar melewati kaki Bujang Galadia, ular tersebut menjilatinya... Buyuang galadia malah tertawa riang.. sambil mengusapi ular itu satu persatu.... kegiatan ini memakan waktu sehari penuh... hingga akhirnya para ular kembali pergi, sementara nampan sebesar punuk sapi relah terisi penuh dengan bisa ular ular tadi..
Kakek aneh yang jadi guru buyang galadia tersenyum.. lantas memasukkan bisa bisa terebut ke dalam tabung susu yang dibuatnya sari bambu... untuk diminum Buyuang Galadia, sebagai pengganti Susu Ibu.
Cucu ku sayang...cepat besar... cup cup cup.. kata si kakek sambil menggendong Buyuang Galadia... sambil sesekali ikut meminum minuman sari racun ular yang dia buat.. ha ha ha ha.. tawanya setiap buyung memutar janggotnya.... si kakek jadi ingat kalau dirinya dulu yatim piatu, sebelum ditemukan seekor Raja Siluman Ular Merah yang baik hati. RAJA siluman itulah yang telah membesarkannya, sebelum ia dilepas untuk menegakkan kebenaran.
Hujan lebat badai petir tiba saja datang menghampiri Puncak Tandikat, kening si kakek tentu saja berkerut, sebab sudah lima purnama tiada tanda tanda akan turun hujan... aneh pikirnya...
Sikakek merasa kali ini hujan lain dari biasanya... dia mencoba memusatkan pikiran... dan disini dia menemukan keganjilan... hujannya terasa pahit dan ber aroma amis darah, walau airnya tetap bening..
Menyadari suatu hal, sikakek mengerarahkan tenaga dalamnya... sampai kentutnya terdengar... but.... preeet... hujan aneh itu seperti disentak malaikat.. tiba tiba saja berhenti... akan tetapi kemudian terdengar suara tawa keras bergema.... memenuhi alam sekitar membuat si kakek dewa Kobra makin merasa heran..
Ha ha ha ha ha..
Ternyata sahabatku Siular Kobra jelek masih hidup...ha ha ha... seru suatu suara berpindah pindah.. menandakan pemilik suara adalah manusia berilmu tinggi yang sulit dicari tandingannya.
Belum sempat sikakek menjawab suara itu tiba tiba saja, "Oaaak... oak oekk... Bujang Galadia menangis sejadi jadinga... tangisannya bukan pula tangisan biasa, suara itu hanya dua tingkat lagi sudah dipastikan mampu mengimbangi suara manusia yang tertawa tanpa bisa dilenali arahnya tersebut....
Mendasak saja.. suara tawa di ujung sana berhenti, dan diiringi suara pekikan nyering seekor garangan, muncullah dari lereng bukit seorang Nenek berkulit tipis, selain mukanya yang terlihat keriput, bibirnya juga terlihat mengunyah sirih tiada henti... nenek itu hanya kelihatan berjalan seperti biasa.. terbungkuk bungkuk ditopang sebuah tongkat berkepala elang, dihiasi oleh ukiran beberapa ekor Garangan (sejenis musang, yang biasanya memakan ular berbisa, edd). Tapi dalam sekejap dia sudah sampai di hadapan Dewa kobra...
Sesampai di hadapan si kakek.. nenek ini langsung saja duduk.. tanpa di persilahkan... enak saja dia raih talas dalam tempurung kelapa milik si kakek..
Raja Dewa Kobra hanya tersenyum melihat tingkah si nenek, walau diam diam dia ingin menjitak kepala yang tidak simetris tersebut...
Puas makan talas, sinenek seolah olah baru sadar, sambil rangkapkan kedua tangannya kedepan dada... dia baru beri salam..
Eh.. sahabatku dewa jelek.. tadi kamu lawan aku pakai suara tangisan, itu suara siapa, perasaan walau sudah hampir mampus, kamu tak pernah laku laku..???
Dewa kobra tertawa, sambil songgengkan pantat kearah si nenek.. dia juga berkata "heh nenek Ratu Gorengan,.. aku bukan tidak laku, cuma belum bertemu yang pas saja, sahut sikakek... tapi lumayan, enam puluh tahun lalu kamu terkenal begitu cantik, tapi kecewa selalu.. ha ha ha ha
Ha ha ha ha ha
Hi hi hi hi hi hi..
Kedua pendekar yang sudah begitu renta itu tertawa... sampai sampai pondok dewa kobra hampir rubuh karna pengaruh tenaga dalam mereka berdua, walau hal itu mereka lalukan tanpa disadari sedikitpun.
Nenek Ratu".. sahabatku,
Bagai mana kabar mu,?? tumben kamu datang ke pondok burukku" tukas dewa kobra,... atau jangan jangan kamu ingin mengulang pristiwa enam puluh tahun yang lalu.. ha ha ha ha..
Emang kamu takut, seru sikakek mengejek... "
Eh tua bangka jelek, bukan nya takut, tapi risau melihat akhir akhir ini dunia persilatan makin dikuasi oleh nafsu angkara murka, kita sulit membedakan mana kawan, mana lawan.. banyak penggunting dalam lipatan, penuhuk kawan se iring, penjjlat pada berkuasa, penghianat makin berjaya... imbuh si nenek berapi api..
Dewa kobra memasang wajah serius, dan mengangguk angguk seperti seorang murid dimarahi gurunya yang cerewet, bahkan sesekali menguap...
Nenek Garangan, atau dalam dunia persilatan dikenal dengan RATU MUSANG PUTIH, masih melanjutkan perkataannya..
Kawanku, kita sudah bau tanah, apa kita masih perlu turun ke dunia persilatan..??
A...apa... tanya si kakek, tersentak dari kantuknya..
Setan.... makin si nenek kesal... tapi tetap tersenyum...
Ops... suaramu kurangi, nanti cucuku bangun kata dewa kobra..
Cucu..??
Ia cucu kata si kakek
Jadi yang tadi menangis keras cucu mu..??
Ia angguk si kakek lagi..??
Trus ibunya siapa, nenek nya siapa, bukankah kamu dari dulu tidak laku laku,??? cibir si nenek..
Ehem... si kakek mendehem.. sambil mencibir...
Dia kutemukan setahun yang lalu, ketika kampungnya dirampok oleh rombongan Raja Rampok Setan Hitam Kepala Picak.. dan kamu tau sendiri, aku punya kaul tidak boleh membunuh dalam seratus purnama, agar racun yang ada ditubuhku ini tidak lagi membahayakan wanita, penyebab aku belum bisa menikah selama ini. He he he imbuhnya, sinenek juga tau itu, karna mereka sebetulnya diwaktu muda pernah menjalin cinta,...kakek kobra merah tidak bisa mengendalikan Bisa Raja Kobra yang mengendap ditubuhnya bila sudah bersentuhan dengan wanita, beruntung ilmu sinenek sebanding dengannya, hingga sinenek tidak ikut mati seperti para gadis lainya, jika sudah bersentuhan penuh cinta, dengan sikakek. Tapi malangnya, mereka tisak bisa menikah, karna bisa ditubuh sikakek bisa membunuhnya ketika dia nanti menuanikan kewajiban suami istri.. semenjak itu keduanya mulai mencari guru untuk mengendalikan bisa kobra yang ada di tubuh sikakek.. hingga di puncak gunung bromo, di pulau jawalah kakek ini berhasil menemukan petunjuk dari seorang ulama tua.. kakek harus memantangkan diri untuk membunuh apapun dalam seratus purnama.. sambil mendekatkan diri pada yang kuasa... itu petuah ulama tanah jawa tersebut..
Coba lihat aku, jangan jangan cucumu itu juga sakarat karna ulahmu, "pinta sinenek"
Dewa kobra menujuk ke dalam bilik... tu... katanya...
Tanpa basa basi nenek Ratu lanhsung masuk kekamar.... dijengkalinya tubuh si bayi, dibolak balikkannya, seilah olah melihat barang antik... kemudian tidak jelas mengangguk angguk, dan menggeleng geleng sambil bergumam... anak bagus, anak baik... cocok cocok... tidak salah si ular jelek mengambilmu jadi murid pujinya...
Oekk... oekk... tiba tiba bayi yang tadi tidur pulaa terbangun, dan kenving, hingga mengenai wajah si nenek...
Sial ..... setan.....
Maki sinenek.... ha ha ha ha... dasar bayi jelek makinya,....
Oekk... Bujang Galadia mencibir kearah si nenek... hingga si nenek jadi gemes...
Eh.. dewa ular jelek, teriak si nenek...
Ini muridmu, kamu apakan... karna ku lihat, daaae tenaga inti racun ular seperti milikmu sudah mencapai tingkat tinggi... matanya begitu tajam... ??
Si kakek tertawa, nenek jelek... umur kita siapa yang tahu, aku sudah sembilan puluh delapan, sebentar lagi mungkin mati, sementara kamu sudah sembilan puluh enam, yang mungkin saja mati duluan dari aku, kekeh nya lagi...
Oi... aku serius kakek setan... maki si nenek..
Sikakek kembali memasang wajah serius,..
dan melanjutkan pembicaraan.. nenek cantik, jangan marah marah, cibir sikakek sebelum melanjutkan pembicaraan..
Begini sahabatku, aku sengaja membangkitkan tenaga dalam bayi yang ku beri nama BUJANG GALADIA ini, dengan tenaga Dewa Cobra tingkat akhir.. agar nantinya kalau aku tidak sempat menurunkan ilmu silat kasarku, san keburu modar, cucuku ini sudah memiliki ilmu pilih tanding...
sinenek menganggum angguk, ternyata manusia jelek sepertimu pintar juga katanya...
He he he..
Begini kakek jelek, kalu kau mengijinkan... bagaimana kalau anak ini juga ku angkat jadi muridku, setidaknya aku tambahkan beberapa tenaga dalam yang ku miliki... itupun kalau kamu mengizinkan imbuh si nenek merendah..
__ADS_1
Sikakek hanya tersenyum... terserah kamu sajalah...
Hi hi hi... sambil tersenyum si nenek menari nari girang... aku punya penerus.. aku punya murid.... nang ning, ning nang.... aku punya murid.... tambahnya lagi.... begitulah mereka tertawa sampai pagi.. sementara Bujang Galadia setelah mengencingi sinenek, kembali tidur nyenyak.. seolah olah tidak pernah terjadi apa apa..
Tepat matahari mulai naik, Bujang Galadia selesai dimandikan sikakek, dan seperti biasa diminumkan bisa ular yang bagi Bujang Galadia seperti susu ibu... hal itu tak lepas dari perhatian nenek Ratu Musang Putih dari atas atap, karna semalam dia tidur di atas atap, walau mereka sudah tua, dan manusia berwatak aneh.. mereka berdua juga menjunjung tinghi norma norma hubungan manusia laki laki dan perempuan..
Buyuang galadia terus saja lari lari sambil minum, tapi anehnya, apapun yang terinjak kaki anak ini menjadi layu,....
Tiba tiba saja sinenek melompat..
Heh dewa jelek, itu cucumu, kenapa begitu seru sinenek pada kakek dewa kobra..
Itu.. itu bagai mana kata si kakek..
Tenaga dalamnya tidak terkendali, bisa membahayakan semua makhluk... ciba kau lihat.. bunya yang tadi mengenai tubuhnya langsung layu...
Oh... itu hanya satu purnama, karna dia baru saja ku isi dengan racun ular... coba kau perhatikan, apa yang diminum anak itu.. tunjuk si kakek..
Oh.... kata si nenek..
Makanya, dia sengaja ku bawa ke puncak tandikat ini, agar tak ada yang celaka karna luapan tenaga anak ini.. imbuh si kakek.
Kalau begitu, biarlah kelak jika umur panjang, aku tambah ilmu anak itu... karna sekarang, ilmuku yang hanya se ujing kuku.. tak sebanding dengan yang kau berikan pada anak ini... kata si nenek..
Ah kau ini kata dewa kobra..
Diatas langit masih ada langit, hanya ilmu Tuhan yang tiada batas, aku dan kamu ini hanya hamba tuhan yang fana...
He he he.. tul... betul.. pandai kau khutbah sekarang, ejek si nenek... sambil mencibir..
Baiklah sahabatku, berhubung aku sudah menyusahkanmu dari kemarin, aku minta maaf, dan mohon pamit padamu sahabatku, aku ingin melanjutkan perjalanan.. kata sinenek..
Eh.....kata sikakek gagap,...
Emang kamu mau kemana...?? Sepertinada yang hilang dari nada suara si kakek..
Aku hendak melanjutkan perjalanan, mengunjungi tokoh tokoh aliran putih yang masih hidup... karna munbkin dikubur nanti tak akan bersua lagi... senyum si nenek...
O..ku kira kau akan menetap disini kata dewa kobra...
Apa.... bahayya... seru si nenek..
Laki laki dan perempuan bukan muhrim dilarang berdekatan katanya lagi...
Bisa masuk angin... imbuh si kakek...
Aku takut mati kena racunmu seru sinenek...
Ada racun lain yang bisa membuat kau masuk angin timpa sikakek... tertawa... ha ha ha ha ha..
Setan seru sinenek dari kejauhan.... tubuhnya kini telah jauh seprti titik di lereng bukut barisan...
Kakek terus saja memperhatikan Bujang galadia, sementara hatinya membatin, Andai sejak dulu aku tau cara menjinakkan racun ditubuhku, mungkin dia sudah jadi istriku... tersenyum dewa kobra mengingat masa lalu yang begitu indah bersama RATU MUSANG PUTIH, ah masa lalu adalah masa yang tak bisa dikejar maupun dijemput gumamnya..
****
Di goa tempat Sunua mempelajari kitap Iblis Putih..
Susah tiga belaa purnama berlalu, sunua mulai sadar, tapi ia merasa aneh.. kenapa goa tempatnya berubah.. dia hanya merasa pingsan sebentar.. dengan kitap tergenggam ditangan..
Sunua mengusap mukanya, kini tubuhnya kurus, jenggot, kumis dan rambutnya makin panjang.. baju ditubuhnya pun terlihat kusam... yang aneh.. kitap Iblis putih tetap ditangannya walau sudah dijalari akar pohon..
"Sudah berapa lama aku begini..??katanya pada diri sendiri..
Kenapa tubuhku begini..?
Berapa lama aku pingsan..??
Sunua mengingai ingat, apa yang terjadi pada dirinya... tiba tiba dia langaung terbayang kalau tengah mempelajari Kitap Iblis Putih.. dia membalikkan kitap halaman terakhir
Kitap iblis Putih Halaman empat
Hidup mati ditangan tuhan
Semua hidup semua dibuat
Ingat kerja buruk dicatat
Amal baik juga ditulis yang maha kuasa
Hidup didunia hanya sementara
Sementara kubur itu sunyi
Akhirat itu nyata
Perbuat amal kebaikan
Jauhkan diri dari kerusakan
Jaga lisan jauhi hutang
Kitap iblis bukan kitap sempurna
Ada kitap petunjuk dari yang kuasa
Siapa yang memegangnya dialah yang selamat
Siapa mengamalkannya dialah yang dapat sapaat di akhir kelak.
Amalkan petunjuk, sayanhi semua makhluk.
Sombong adalah awal celaka"
Lama sunua mentalaah arti kata kata bertulis miring di halaman ke empat kitap tersebut.. dia merenung dan menutup kitap.. tiba tiba saja ada asap tipis menyelimuti kitap tersebut.. dan asap kehijaun itu masuk ke tubuh sunua... membuat tubuhnyabterasa segar.. matanya mampu menembus dinding goa...
Ditengah keheranan dan kebingungan sunua.. secara tiba tiba kitap ditangannya terbakar hangus... abunya lenyap tanpa bekas..
Oh gusti...
Apa yang harus ku lakukan serunya...
Sunua lama termenung.. dan tiba tiba dia menghentakkan tangannya kedepan.. dari telepak tangan menderu tiga lirik sinar, hijau, putih dan kuning.. cahaya terswbut menghantam dinding... tapi tidak memberikan pengaruh apa apa...
"Kalau begini bagai mana cara aku keluar pikirnya"..
Sunua terus menghantam dengan berbagai ilmun yang dimilikinya, bahkan ilmu dari kitap Iblis Putihpun tidak bisa membuka pinntu goa...
Hingga mengiang sebuah suara yang tak jelas dari mana..
"Satukan pikiran, sebut nama tuhan, sombong adalah awal celaka"..
Guru seru sunue....
Tak ada jawaban.. sunyi...
Sunua berulang kali mengulang ulang kata kata tersebut, hingga dia sadar.. kalau ilmunya bisa berlaku, kalau ada ijin sang pencipta..
Sunua lantas berdoa, dan mencoba kembali menghantam dinding dengan sedikit tenaga dalam..
Byar.... bummm... sebuah ledakan dahsat terdengar ketika dinding goa hancur dihamtam sunua.. kini didepannya terpentang sebuah lobang tembus ke air terjun... seukuran tubuh orang dewasa.....
__ADS_1
Segala puji bagi yang kuasa.. akhirnya aku bisa keluar serunya girang..