
Sesampai di balai desa, ternyata sudah puluhan orang berkumpul dengan membawa berbagai senjata,.. diantara mereka juga tampak beberapa prajurit kerajaan berpakaian rakyat biasa, mereka lebih dikenal dengan teliksandi kerajaan, hanya orang orang tertentu saja yang bisa mengenali mereka..
Tiga orang teliksandi kerajaan itu sebenarnya adalah utusan dari raja Tuangku Rajo Imbang Langik yang masih berada di Nagari Sasak.. mereka bertiga awalnya ingin menemuai Mudawar.. ayah sumi.. tapi diperjalanan mereka malah mendengar ada penculikan lagi, makanyq mereka ikuti saja masyarakat yang berbondong bondong ke balai desa..
Hadirin sekalian... tiba tiba kepala desa mengheningkan suara masyarakat yang seperti lebah... mohon perhatian, katanya lagi sambil bertepuk tangan.. benar saja, semua hadirin diam..
Kepala desa yang aslinya seorang penyair, sebelum memulai pemberitahuan, selalu membuka acara dengan pantun,
Ke lapangan menggembala keledai
bawa unta ke tengah gurun
Sebelum acara kita mulai
Izinkan saya membawakan pantun
Anak kecil bicara gagap
Ngobrol dengan paman dan bibi
Salam pertama tak terjawab
Akan ku ulangi sekali lagi
Belajar dengan guru matematika
Setelah itu pulang ke rumah
Sebelum acara di buka
Mari bersama ucapkan bismillah
Hari sabtu bisa lari pagi
Main tamasya bersama pacar
Tampaknya hadirin masih sepi
Lebih baik kita tunggu sebentar
Di lantai bentangkan tikar
Tempat duduknya para tamu
Sebelum acara kita gelar
Adakah yang ingin bertanya dulu?
Tak ada satupun yang menjawab...
Baiklah... hari ini desa kita tengah di liputi teror... dua kembang desa kita diculik.. dan si penculik melakukannya siang hari.. tentu hal ini sangat meresahkan.. san tak bolrh kita biarkan sama sekali.. saya sebagai kepala desa mengajak saudara semua agar ikut menjaga desa kita, yaitu Ronda.. kemudian perbaiki semua kunci pintu kalian, dan mulai hari ini.. demi keamanan.. setiap anak anak gadis, para wanita mencuci harus dikawal oleh kaum laki laki.. minimal kakak ditemani adik, istri ditemanii suami.. ada pertanyaan.? Seru kepala desa itu.
Tiba tiba seorang pria paroh baya mengangkat tangan..
Silahkan saudaraku, kata kepala desa
Maaf pak kepala desa,.. apakah ini kejadian sudah ada yang memberitahukan pihak kerajaan.. ??
Sebelum kepala desa menjawab.. tiga orang Pria berbadan tegap tiba tiba berdiri secara serempak.. lantas pria dengan tampilan seperti pedagang itu menarik pakain luarnya.. hingga tampaklah dibalik pakain semula, mereka memakai seragam pasukan kerajaan..
Pria paling tengah itu memberi isyarat pada dua kawannya, mereka bertiga maju kedepan..
Tuan Tuan Hulubalang, maafkan kami yang tidak tau kedatangan tuan bertiga si desa kami ini.. kata kepala desa sambil memberikan hormat di iringi oleh semua masyarakat yang hadir, termasuk Pendekar Kobra Emas yang duduk bersama mudawarsyah di belakang.
Ah.. paman kepala desa.. tidak usah seperti itu, kami para hulubalang juga manusia seperti kita semua.. tolong angkat kepala kalian..
Dengan sikap takut takut, mereka semua mengangkat kepala.. tapi dengan santai hulubalang yang tadi sudah membuka penyamarannya malah memeluk kepala desa..
Paman kepala desa, kami bertiga kesini diutus kerajaan menyelidiki kasus hilangnya Seorang gadis Bernama Sumi.. puteri juragan dermawan bernama Mudawar, dalam perjalanan kami malah mendengar berita kalau ada gadis diculik lagi... gadis itu bernama nilam..apa betul paman kepala desa..? Tanya pengawal itu.
Betul tuan tuan hulu balang, jawab kepala desa seketiak.. bahkan ayah dari Sumi juga ada disini.. tunjuknya ke arah Mudawar.
Paman mudawar, mohon kesediaan kedepan, pinta pengawal itu..
Dengan gontai Mudawar maju kedepan... maaf tuan hulubalang.. katanya..
Sudah paman, ku harap engkau mampu melalui semua ini, kami akan membantu mencarikan siapa yang telah berbuat kejam pada anak gadismu, mari semua kitq berdoa, agar mereka diterima disisi tuhan.. imbuh Hulubalang tersebut.
Terimakasih tuan.
Sekarang, bagaimana kalau kita semua, mencoba mencari Nilam yang barusan hilang... kata Pengawa itu pula.
Setuju.. sorak hadirin..
Baik.. maaf paman kepala desa.. bolehkan kami ambil alih tugas ini tanya hulubalang kerajaan, takut menyinggung perasaan kepala desa..
Tuan.. hamba yang berterimakasih kepada tuan.. karena dengan adanya tuan.. tentu kita lebih kuat.. ibarat kata..
Punya anak bernama galuh
galuh bersifat sangatlah patuh
__ADS_1
bersatu kita teguh
bercerai kita runtuh
Kalau begitu.. aku Hulubalang Kudar, Kudir, kudur, katanya sambil memperkenalka nama teman teman dengan sebutan kepada masayarakat, akan memimpin kita semua.. sementara pak kepala desa, dan beberapa pemuda disini saja.. menjaga para wanita..
Tunggu kata mudawar..
Apa paman tanya Hulubalang Kudir..
Tuan pengawal, kenalkan ini tuan penyalamat saya, namanya Bujang galadia.. saya harap tuan tuqn mengijinkan anak ini ikut menjaga di sini..
Paman, masak seorang anak kau suruh ikut menjaga.. kata kudir.... ??
Maaf tuan hulubalang, saya sudah melihat sendiri kalau anak ini punya ilmu silat... mungkin bisa di andalkan kata mudawar....
Hm... anak kecil, kalau boleh tau siapa namamu.. tanya Hulubalang Kudir pada seorang anak berpakaian Hitam dihiasi bis merah, dan ikat kepala hitam...
Maaf paman, namaku Bujang Galadia, biasa dipanggil bujang..
Kau dari mana..??
Aku dari Gunung tandikat Paman, tujuanku mencari pusara keduaku di Kampung telaga dewi, cuma karna aku berjalan tak tentu arah.. aku sampai juga di daerah sini..
Oh.. jadi kau pengembara, kalau boleh tau.. itu tongkat, kenapa kau bungkus dengan kain hitam???
oh.. ini tongkat biasa paman, untuk memukul anjing buduk yang mengganggu perjalanan ku..
O... betul kau punya ilmu silat.. ??
Ah.. nggak paman, kilah bujang... aku hanya anak tigabelasan.. apalah kemampuanku..
Ya sudah... silahkan kau bantu bantu yang disini ya..
Baik paman..kata Pendekar Kobra Sakti membungkuk..
Saudara saudara sekalian, karna kata putus, runding selesai, bulat sudah dapat digelindingkan, pipih sudah dapat dilayangkan.. berarti kita mulai tugas masing masing sekarang.. kata kepala desa..
Baik.. siap.. teriak mereka semangat..
Ingat.. bawa senjata terbaik kalian.. boleh jadi lawan adalah orang berkemampuan tinggi..
Masing masing kelompok masyarakat mulai bergerak ketempat yang telah ditentukan..
***
Oh.. gusti.. apa yang terjadi.. iblis darimana yang tega melakukan ini, keluh seorang Kakek berperut buncit.. ketika menemui di hutan larangan tampak beberapa mayat wanita dalam keadaan tanpa pakaian.. kepalanya pun retak.. sebahagian mayat sudah mulai di hinggapi belatung, bahkan ada yang dimakan Biawak.
Hoek... hoek.. kakek itu sampai muntah muntah karna tak tahan bau busuk.. oalah... siapa sih yang bikin asinan manusia.. keluhnya lagi..
Tiba tiba saja terdengar ngiangan suara, Heh gendut.. kau memqng punya kelainan ya.. hobi ngintip mayat bugil.. kata suara itu..
Sial, maki sikakek dalam hati, pasti bocah bantat itu ada disekitar sini..
Heh bocah sialan, buat apa aku mengintip mayat mayat ini... kalau kau mau.. ambil saja...daripada kau jomblo selalu,.. ha ha ha ha tawa sikakek bergema..
Kerbau bunting.. suaramu jelek, diamkau.. maki seorang Pria tua, namun bertubuh pendek.. anehnya lagi kakek pendek ini selalu memasukkan dot kedalam mulutnya... bruut.... pret.. mmmmm... suara dot kembali terkenal..
Aku kerbau bunting, kau Tuyul bantat.. ha ha ha ha... hi hi hi.. mereka berdua tertawa tawa.. hingga pohon pohon bergoyangan seperti diterpa angin kencang..
Hip.... hea... kakek bertubuh kate ini tiba tiba melompat, dan mendarat di samping kakek gendut... sambil menyungging dia kentut ke arah kakek gendut.. bruuuuuuut...
Setan.... maki sikakek gendut sambil menendang pantat kakek pendek.. mampus kau cebol sialan maki kakek gendut..
Bukan mengelak, kakek bertubub kate malah mengarahkan sedikit tenaga dalam, hingga kentutnya makin keras... begitu kentutnya keluar.. kakek cebol itu lantas pergi ke dahan sebelah atas.. haha ha ha.. makan kentutku kerbau bunting.. serunya...
Sual, awas kau, kata kakek gendut sambil melemparkan ular yang tadi menjalar dekat kakinya ke arah kakek cebol..
Hoi... kau gila..... kau mau membunuhku kerbau bunting..... seru kakek cebol ketakutan..
Mampus kau... ha ha ha ha ha.. teriak kerbau bunting...
Sial, dasar kerbau bunting gila, teriak kakek cebol begitu berhasil memukul kepala ular sebesar jari itu.. hingga kepala ular cinta manis itu hancur..
Sudah.. jangan bergurau terus kau kerbau bunting serunya..
Ha ha ha, rupanya Bayi Setan Kate takut sama ular... seru si kakek gendut yang tak lain adalah Dewa Gentong.
Kerbau bunting, dari tadi kau melihat keanehan nggak dari sini, tanya Bayi Setan Kate pada Dewa Gentong.
Ia... aku melihat banyak pqha mulus tersingkap, tapi sudah jadi mayat.. coba kalau masih hidup..lain perkara ha ha ha h.. tawanya..
Ha ha ha... selain bunting.. otk kau juga kotor kiranya....
Hus.... makanya kau tak besar besar.. karna otak kau lurus... boncel... ejek si kakek..
Emang kau pernah kawin..??bunting.
Belum.. ha ha ha ha
Sama . Ha ha ha ha..
__ADS_1
Kembali mereka tertawa seperti anak kecil kegirangan mendapat mainan dari orang tua mereka..
Tsst.. diam kau boncel... apa kau tak mendengar ada yang mendekat kemari.. bisik si kakek..
Kedua kakek aneh itu sama sama menahan suara...
Tak lama kemudian, dari arah utara nampak berlari seorang gadia berpakaian biru terang, dikengkapi sebilah pedang dibelakangnya..
Hmmm..aneh.. tadi aku memdengar suara ada yang tertawa... tapi kok hanya mayat mayat ini yang kutemukan, gumamnya.
Kasihan... pasti mereka semua korban pemerkosaan, kata gadis berambut pirang dengan kulit putih tersebut.
Aku harus mengubur mereka semua, tapi bagai mana caranya...??
Preet.... brum...
Gendut setan, kenapa kau kentut.. bisik Kakek cebol pada Dewa Gentong..
Sorrt sobat.. aku gak tahan.. kata Dewa Gentong..
Sudah..diam.. nanti si cantik itu memdengarmu ujar Bayi Setan.
Kau cemburu ya..
Eh.. kenal tidak, ngapain aku cemburu.. kata Bayi Setan sambil mencibir..
Hai.. kalian siapa.. teriak sigadis dari bawah... karna dia mendengar suara dari sebuah pohon.. turun...
Ampun... kami bukan orang jahat nona.. teriak Bayi Setan, sambil melompat.. learah si Wanita..
Hai.. kau yang membunuh mereka semua manusia jelek, bentak sigadis berbaju biru..
Nona manis.. jangan sembarang tuduh... aku saja baru sampai...
Siapa percaya ucapanmu kakek cebol..
Aku tak menyuruh kau percaya, coba saja kau tanya sama kawanku itu.. tunjuk Bayi Setan ke arah Dewa Gentong yang masih tiduran di atas pohon..
Sial.. makinya dalam hati.. begitu matanya sempat melirik tangan bayi setan menunjuk ke arah dirinya tidur..
Hoi kerbau bunting, turin kau, nona ini ingin kenalan...
Apa.. kenalan... ?? Kau sajalah.. tuan mu mau bobok tantik..
Kakek Bertubuh bontet jadi keaal.. kerbau bunting, kau turun atau ku hancurkan pohon ini.. agar kau jatuh... makinya..
Eits tunggu dulu.. kata dewa gentong dari puncak pohon.. coba kau tanya nona mania itu.. mau gak dia jadi biniku.. baru ku turun... ha ha ha ha ha teriaknya.
Kakek gendut... turun kau.. atau ku hancurkan pohon ini... teriak si gadis kesal...
Jangan.. teriak sikakek, seperti gamang.. padahal dia hanya berolok olok..
Kesal melihat tingkah polah dewa gentong, gadis yqng dalam dunia persilatan dikenal dengan Dewi Rembulan ini melemparkan pedang rembulan nya ke arah batang pohon..
Dus... kraaaaak.. bum.. terdengar suara pohon patah.. pedang Dewi rembulan dengan sendirinya kembali ke warangkanya..
Mampus kau kakek usil kata gadis baju biru itu.. hi hi..
Ha ha ha, belum cah ayu.. aku maaih disini... kata sikakek dari pohon lain..
Edan, bagai mana manusia gendut itu bisa pindah..?? Kata si gadis dalam hati..
Ketika dewi rembulan kembali bersiap menebang pohon.. Dewa Gentong berseru.. hei tunggu.... kalau kau menebang semua poho... kau bisa ditahan kerajaan Gadis cantik, Dewi Rembulan.. seru Dewa Gentong sambil melompat hingga mendarat didepan sigadis tanpa suara sedikitpun, menandakan ilmu kakek itu sangat tinggi.
Dari mana kau tau namaku kakek gendut.. tanya si gadis..
Dewi rembulan, siapa yang tak kenal dengan pedang pusakamu itu. Pedang Rembulan, dulu dipakai seorang Piteri yang memilih jadi Pendekar.. Nama Puteri Itu Puti Rembulan Penuh.
Kau tau putri itu kek..??
Ha ha ha ha.... kalau aku tak gendut, tentu aku jadi suaminya.. karna dulu aku gendut yang imuet..
Aku putri sekaligus muridnya, kata si gadis..
Aku sudah menyangka, kau galak seperti ibumu...
Maaf kek, kalau aku boleh tau.. kau siapa..mengapa mengenal ibu ku..??
Nama, aku sampai saat ini lupa dengan namaku, cuma orang orang memanggilku Dewa Gentong..
Ha ha ha ha, gadia cantik, namanya bukan Dewa Genting, tapi kerbau Bunting, .. hq ha ha, seru Bayi Setan sambil terkekeh..
Sial kau, Bantat... gak boleh liat orang senang..
Oh ya, kakek ini siapa namanya.. ??
Dia Setan Cebol... teriak dewa gentong sambil mencibir...
Salah dinda, abang yang keren Ini bernama Bayi Setan Imoet.. he he he..
Jadi .. jadi kalian berdua orang yang diceritakan ibuku.. dua pendekar sakti konyol berhati budiman.... terimalah salam dari aku kek.. serunya.. sambil membungkukkan kepala..
__ADS_1
Sudah sudah, jangan berlebihan kau anak manis.. kami juga manusia biasa... lagi pula kau anak Putri Rembulan.. berarti kau anak kami juga... gak perlu formal formal begitu.. ya kan nting?? Seru Bayi Setan sambil meniup Dot nya.. dut.. pret... duut proot... bunyi keluar masum mulut Bayi Setan
Bersambung.