
Lin Yue menatap mereka dengan tajam dan dingin, dia tahu dua orang di depan nya ingin membunuh nya karena dia bisa merasakan niat membunuh mereka.
"Lin Yue kamu harus mati hari ini, kamu adalah bencana bagi klan Mo" ucap Mo Han menatap Lin Yue dengan dingin.
"Menurut mu apakah suatu bencana dapat di hentikan dengan mudah" ucap Lin Yue sambil menyeringai.
Karena Klan Mo yang menginginkan nyawa nya, tentu saja Lin Yue tidak akan melepas kan mereka meskipun harus bertarung sampai mati.
"Humph kamu terlalu sombong" ucap Mo Li sambil mendengus dingin dan menatap Lin Yue.
Lalu mereka berdua mengeluarkan energi Qi nya, mereka berdua berada di ranah alam suci tahap ke tiga.
Walaupun pun Lin Yue masih muda, mereka tidak berani meremeh kan nya.
Karena mereka tidak tahu kekuatan seperti apa lagi yang di rahasiakan oleh Lin Yue.
Pada saat ini, Lin Yue juga mengeluar kan energi Qi nya dan siap untuk bertarung.
"Mo Han dia juga sudah berada di ranah alam suci, ayo bunuh dia secepat nya jangan biar kan dia berkembang lebih kuat" ucap Mo Li sedikit terkejut melihat Lin Yue.
Melihat hal ini Mo Han mengangguk setuju, dia juga bisa merasakan aura Lin Yue yang mencapai ranah alam suci.
"Teknik tinju gelombang api" ucap Mo Li dengan kecepatan tinggi menghampiri Lin Yue.
__ADS_1
Lengan kanan nya yang besar mengeluar kan gelombang api yang siap menyapu target nya.
"Teknik yang bagus, kebetulan aku juga ingin membuat teknik seperti itu" ucap Lin Yue dengan ekspresi wajah yang tetap tenang.
Melihat api yang panas menyembur ke arah nya, Lin Yue memejamkan mata nya dan memasang kuda kuda.
"Teknik tinju badai api" ucap Lin Yue sambil mengeluarkan elemen api dari tangan nya dan di gabung kan dengan elemen angin.
Tinju nya mengeluarkan api yang besar di tiup angin, serangan kedua nya bertabrakan hingga membuat area itu terbakar.
"Mo Li biar aku bantu, teknik tinju amukan banteng" ucap Mo Han pada Mo Li dan mengeluarkan teknik tinju nya untuk membantu Mo Li menyerang Lin Yue.
"Teknik tinju meteor jatuh" ucap Lin Yue bereaksi dengan cepat dan membalas serangan Mo Han.
Saat tinju mereka bertabrakan, itu membuat suara dan ledakan keras, Lin Yue dan Mo Han mundur beberapa langkah.
"Anak ini benar benar kuat, dia hanya terluka sedikit, ayo Serang bersama" ucap Mo Han pada Mo Li.
Mo Li mengangguk setuju dengan perkataan Mo Han, Lin Yue hanya mengeluarkan darah dari sudut mulut nya setelah menghadapi serangan mere berdua.
"Teknik telapak tangan penekan gunung, teknik tinju banteng besi" ucap Mo Li dan Mo Han bersamaan menyerang Lin Yue.
Sebuah telapak tangan besar muncul dari langit dan menekan Lin Yue, dan seekor banteng dari energi Qi menerjang ke arah Lin Yue dengan ganas.
__ADS_1
"Teknik Pedang matahari terbenam" ucap Lin Yue menghunus pedang nya ke arah langit sambil melawan tekanan telapak tangan besar itu.
Bilah pedang besar yang panas muncul dari sinar matahari terbenam, telapak tangan penekan gunung terbelah bersama banteng itu.
Setelah Lin Yue naik ke ranah alam suci, serangan teknik pedang matahari terbenam menjadi semakin kuat.
Mata Mo Han dan Mo Li terkejut, serangan mereka di hancur kan begitu saja oleh satu serangan kuat milik Lin Yue.
"Sekarang giliran ku, Momentum jiwa pedang, teknik pedang tujuh bintang" ucap Lin Yue, mata nya memancar kan kilatan cahaya dingin.
Sosok raksasa yang mirip dengan Lin Yue, berdiri di belakang nya, langit Langit terlihat gelap, hanya tujuh bintang yang bersinar terang menyatu membentuk sebuah pedang besar.
Dengan lambaian tangan nya, jiwa pedang Lin Yue menebas pedang tujuh bintang ke arah Mo Li dan Mo Han.
"Penyatuan spirit raja Mammoth, penyatuan spirit kera api" ucap Mo Li dan Mo Han mengeluar kan spirit mereka untuk melindungi diri dari serangan Lin Yue.
Seekor mammoth besar dan kera api besar meraung menahan serangan pedang tujuh bintang.
Tetapi beberapa saat kemudian, mammoth dan kera api itu tidak bisa bertahan lama, Mereka terbelah oleh pedang tujuh bintang.
Mo Li dan Mo Han seketika itu juga mati ikut tertebas oleh pedang tujuh bintang.
Mereka mati dengan sorot mata terbelalak kaget dan wajah yang ketakutan.
__ADS_1