PENDEKAR PEDANG NAGA

PENDEKAR PEDANG NAGA
Episode 78 membunuh tanpa rasa takut


__ADS_3

Mereka semua terkejut saat melihat Lin Yue yang tidak apa apa setelah masuk ke dalam ilusi itu.


"Itu tidak mungkin, kamu hanya di tahap ke lima bagaimana cara nya kamu bisa menghancur kan formasi ilusi kami" ucap Ying Ba dengan terkejut.


"Itu mudah hancur kan saja ilusi nya dengan paksa" ucap Lin Yue dengan santai dan berwajah datar.


Mendengar ucapan Lin Yue, Ying Ba dan murid lainnya dari sekte ilusi sangat marah dan seperti hampir muntah darah.


'menghancurkan nya secara paksa? Itu adalah ilusi bagaimana cara nya kamu menghancurkan nya jika dirimu sudah masuk ke dalam ilusi" pikir mereka dalam hati dengan perasaan kesal.


"Biar ku tunjuk kan pada kalian, apa itu ilusi yang nyata" ucap Lin Yue pada mereka.


"Mata iblis pengunci jiwa" pupil mata Lin Yue bewarna ungu terang, mata nya menatap semua mata para murid dari sekte ilusi termasuk Ying Ba.


Seketika itu juga mereka merasa ada iblis bayangan yang menahan seluruh tubuh mereka, dan mereka juga melihat sepasang mata bewarna ungu besar yang sedang menatap mereka.


Di bawah tatapan mata yang besar dan terlihat menakut kan, mereka merasa seperti kelinci yang sedang di ratap harimau.


"Teknik Pedang terbang" ucap Lin Yue, lalu pedang nya keluar sendiri dari sarung nya.


Setelah itu dengan kecepatan tinggi, pedang itu terbang melesat memotong satu lengan semua murid sekte ilusi.


Seketika itu juga mereka terbangun dari ilusi karena rasa sakit yang hebat di lengan mereka.

__ADS_1


"Ahhhh"


"Lengan ku"


Mereka berteriak kesakitan, darah mulai menyembur keluar dari lengan mereka yang terpotong.


Zhang Yun dan Dai Hu tercengang melihat Lin Yue yang dengan mudah memotong satu lengan mereka.


Di luar dunia tersembunyi, para pemimpin klan dan sekte besar sekali lagi terkejut melihat kemampuan Lin Yue.


"Anak ini juga bisa teknik ilusi, dia juga begitu kejam" ucap pemimpin sekte ilusi dengan tatapan muram.


"Aku baru sadar dia juga kejam" ucap pemimpin sekte surgawi.


"Siapa kamu sebenar nya" ucap Ying Ba dengan sedikit ketakutan melihat Lin Yue.


"Kamu tidak perlu tahu siapa aku, sekarang yang harus kamu pikir kan adalah bagaimana cara nya untuk menyelamat kan nyawa mu" ucap Lin Yue dengan wajah datar dan nada acuh.


"Tolong jangan bunuh kami"


"Ya ya kami salah, tolong buatkan kami pergi"


Para murid sekte ilusi sangat ketakutan dan memohon ampun pada Lin Yue.

__ADS_1


Tetapi Lin Yue hanya menatap mereka dengan wajah datar seperti tidak mendengar apa yang mereka katakan.


"Apa imbalan nya jika melepas kan kalian" ucap Lin Yue bertanya sambil menatap mereka dengan tajam.


"Aku,,aku bersedia memberikan seluruh kristal Roh ku pada mu"


"Ya ya aku juga"


"Kami akan memberikan semua kristal Roh hasil perburuan kami pada mu"


Para murid murid sekte ilusi mulai berbicara satu persatu meminta pengampunan dari Lin Yue.


"Baiklah, bagaimana dengan mu?" Ucap Lin Yue bertanya pada Ying Ba.


"Haha jangan harap kamu bisa mendapatkan barang ku, aku tidak percaya kamu berani membunuh ku di sini" Ying Ba tertawa sambil berbicara dengan marah pada Lin Yue.


"Menurut mu aku tidak berani membunuh mu hanya karena ada formasi pengawasan" ucap Lin Yue sambil menatap Ying Ba.


"Bunuh aku sekarang juga kalau kau berani" ucap Ying Ba dengan mengejek.


"Kalau begitu pikiran mu salah" ucap Lin Yue, lalu tanpa ragu dia memengal kepala Ying Ba.


Darah segar mulai menyembur dan membanjiri tanah, mata semua orang terbelak kaget dengan tindakan Lin Yue.

__ADS_1


__ADS_2