
Lin Yue sangat senang ketika dia sudah berhasil memahami teknik domain pedang.
Sekarang dia juga hanya perlu mencari satu kristal benih elemen lagi.
Dia benar benar ingin tahu dan penasaran, seperti apa jadi nya ketika teknik kultivasi pusara lima elemen di tingkat kan.
Tetapi dia tidak tahu di mana harus mencari kristal benih elemen, lagi pula benda itu sangat berharga dan cukup langka.
Setelah berpikir beberapa saat, Lin Yue tiba tiba teringat suatu tempat yang bisa membantu nya.
"Bukan kah Balai rumah harta Karun memiliki banyak barang berharga, aku bisa membeli nya di sana atau meminta bantuan mereka mencari kan kristal benih elemen untuk ku, lagian selama aku punya uang itu akan mudah" ucap Lin Yue sambil menepuk tangan nya.
Dia benar benar senang ketika memikir kan balai rumah harta Karun, karena dulu dia dengar kekuatan di balik balai rumah harta Karun sangat misterius.
Jadi dia pikir tidak akan sulit bagi balai rumah harta Karun untuk mencari kristal benih elemen.
Lin Yue pun berdiri dari tempat tidur nya, lalu keluar dari rumah dan ingin pergi ke kota Dafeng.
Sebelum keluar dari sekte, Lin Yue melapor pada dua penjaga gerbang.
__ADS_1
Dia benar benar lupa bahwa ada banyak orang yang ingin membunuh nya karena imbalan dari Klan Mo.
Lin Yue berjalan dengan senang menuju ke kota Dafeng, Untung nya di dalam perjalanan dia tidak bertemu dengan musuh.
Setelah beberapa jam kemudian, Lin Yue sampai di kota Dafeng, seketika itu juga orang yang di kota Dafeng langsung mengenali Lin Yue ketika melihat nya memakai jubah putih.
Tatapan mata mereka menjadi aneh, mereka tentu nya tahu tentang imbalan yang di umumkan oleh klan mo.
Tetapi memikir kan kekuatan dan kekejaman Lin Yue, mereka menyingkirkan pemikiran untuk membunuh Lin Yue dan mengambil imbalan nya.
Pada saat ini, Lin Yue terus berjalan hingga tiba di balai rumah harta Karun, dia pun masuk ke dalam tanpa ragu.
Terlihat seorang wanita yang sedang menyambut tamu sambi berdiri belakang meja, dia adalah Lan yu.
Ketika Lan yu melihat seorang pemuda yang mengenakan jubah putih, dia Langsung mengenali Lin Yue.
"Halo tuan selamat datang lagi ke balai rumah harta Karun kami" ucap Lan yu menyambut Lin Yue dengan ramah.
Karena terakhir kali mereka pernah bertemu saat Lin Yue membeli cincin ruang spritual.
__ADS_1
"Halo nona, aku ingin bertanya, apakah balai rumah harta Karun ada menjual kristal benih elemen" ucap Lin Yue sambil tersenyum sedikit dan bertanya pada lan yu.
Lan yu tertegun sejenak mendengar ucapan Lin Yue, setelah beberapa saat dia tersadar kembali dan segera mencari kristal benih elemen dari dalam daftar.
Setelah beberapa saat mencari, Lan yu tidak menemukan kristal benih elemen di dalam daftar itu berarti barang nya tidak ada.
"Maaf tuan kami tidak memiliki kristal benih elemen" ucap Lan yu dengan sopan pada Lin Yue.
Mendengar ucapan Lan yu, Lin Yue sudah menduga tidak akan mudah untuk mendapat kan kristal benih elemen.
"Oh kalau begitu boleh kah aku meminta bantuan dari pihak balai rumah harta untuk membantu ju mencari nya, tentu saja aku juga akan membayar berapa pun harga nya" ucap Lin Yue pada lan yu, selama dia bisa mendapat kan kristal benih elemen.
Lin Yue tidak peduli seberapa banyak kristal Roh yang di perlukan, karena kristal benih elemen sangat penting bagi nya.
"Ini, tuan tunggu sebentar aku akan memberi tahu kepada pemilik balai rumah harta Karun Dalu" ucap Lan yu sedikit ragu.
Dia pun pergi menuju lantai atas tempat pemilik balai rumah harta Karun.
Setelah beberapa saat kemudian, Lan yu kembali dengan seorang pria paruh baya.
__ADS_1
Dia adalah Liu Gang, sebenarnya dia buka pemilik asli dari balai rumah harta Karun, dia hanya di suruh seseorang untuk mengelola nya saja.