
Setelah melihat pedang nya, Lin Yue kembali memasuki nya ke dalam sarung.
"Tuan Mu, berapa harga yang harus di bayar untuk pembuatan pedang ini" ucap Lin Yue bertanya kepada Mu Lang.
"Kamu tidak perlu membayar, sebagai gantinya kelak jika kamu menemukan material yang bagus jual lah kepada ku" ucap Mu Lang sambil menepuk bahu Lin Yue.
"Baiklah tidak masalah" ucap Lin Yue dengan sopan.
"Kalau begitu aku akan kembali dulu, jika kamu ingin membuat senjata lagi, datanglah ke toko kami" ucap Mu Lang berjalan pergi dan melambaikan tangan nya.
"Hei bocah pedang itu cukup lumayan" tiba tiba Mao long muncul di samping Lin Yue dengan setengah tubuh roh.
Di karenakan rumput naga, Mao long sudah bisa membentuk tubuh roh, sosok nya terlihat tampan dan berambut putih panjang serta kedua tanduk yang ada di kepalanya.
"Senior inikah wujud mu?" Tanya Lin Yue sambil melihat Mao long yang muncul di samping nya, dia sedikit terkejut dengan sosok Mao long, dia mengira Mao long adalah seorang pria tua.
Tidak disangka Mao long adalah sosok naga yang berupa manusia.
__ADS_1
"Sudah lah cepat pergi dari sini dan mulai berlatih" ucap Mao long lalu menyentil dahi Lin Yue.
Mendengar ucapan mao long Lin Yue pun pergi dari penginapan, Xie Ning juga selalu mengikuti nya kemanapun dia pergi.
"Apakah kamu tidak akan kembali ke klan" tanya Lin Yue sambil menatap Xie Ning yang mengikuti nya di samping.
"Hehe besok" ucap Xie Ning menjulurkan lidahnya ke arah Lin Yue.
Lin Yue tidak bertanya lagi dan pergi menyusuri jalan di kota Dafeng.
Dia pun berjalan menghampiri kerumunan itu, setelah tiba dia melihat dua orang yang sedang bertarung di sebuah Arena.
"Apa yang akan di lakukan oleh kedua orang itu?" Tanya Lin Yue pada Xie Ning.
"Itu adalah arena Bertarung, jika salah satu mereka menang, mereka akan mendapatkan setengah hasil taruhan dari orang orang, mereka juga bebas memilih lawan di sini asalkan lawan yang di pilih menerima tantangan" ucap Xie Ning sambil menjelaskan tentang arena Bertarung pada Lin Yue.
"Ternyata begitu" gumam Lin Yue sambil mengangguk dengan pelan.
__ADS_1
Dia pun terus melihat dua orang yang sedang bertanding di atas Arena.
"Rasakan tinjuku,.. pukulan harimau mengaum" ucap salah satu orang yang bertarung dan mengeluarkan tekniknya, namanya Su Qian.
Sedangkan yang satunya adalah Yun Lei, yang masih bertarung melawan Su Qian.
"Tubuh besi" ucap Yun Lei mengeluarkanteknik tubuh besinya untuk menahan serangan Su Qian.
Tetapi seyangnya tubuh besi Yun Lei tidak bisa menahan serangan dari pukulan harimau mengaum milik Su Qian, Yun Lei pun terlempar keluar arena dan memuntahkan setenguk darah, dari mulut nya.
"haha kamu tidak akan bisa mengalahkan ku" ucap Su Qian, ranah nya berada di tahap pertama pembentukan tulang, sedang kan Yun Lei di tahap puncak sembilan dari ranah pengumpulan Qi.
setelah mengalah kan Yun Lei, Su Qian melirik kerumunan untuk memilih kawan selanjutnya.
ketika dia sedang mencari lawan, Su Qian melihat Lin Yue yang memakai jubah putih berdiri di samping Xie Ning.
Lin Yue sedikit mengernyitkan dahinya saat melihat tatapan mata Su Qian yang sedang menatap nya.
__ADS_1