
Beberapa saat setelah Lin Yue melempar batu batu besar ke dalam gua.
Tiba tiba gua bergetar lalu sosok ular giok sutra besar yang bewarna hijau keluar dari gua.
Lin Yue segera mundur beberapa meter dari ular giok sutra untuk menghindari racun yang akan di keluarkan nya.
"Sialan, ular giok sutra ini sangat besar hampir sebesar manusia dewasa" umpat Lin Yue saat melihat lawannya adalah ular giok sutra yang hampir sebesar manusia.
Lin Yue pun mengeluarkan energi Qi nya dan menyalurkan nya ke dalam pedang naga.
"Bilah pedang angin" teriak Lin Yue
Enam bilah pedang angin mengelilingi tubuh Lin Yue, dia pun menyerang perut ular giok sutra dengan bilah pedang angin.
Ular giok sutra hanya mendesis dan mengayunkan ekornya untuk menyerang Lin Yue.
Seketika Lin Yue melompat ke atas pohon dan mengeluarkan teknik bilah pedang angin nya lagi.
"Bilah pedang angin" ucap Lin Yue, kali ini dia menyerang di bagian tubuh ular giok sutra.
Lagi lagi serangannya hanya membuat ular giok sutra mendesis dan menyerang balik, kulitnya bahkan tidak tergores oleh bilah pedang angin.
"Kulit ular ini sangat tebal, persis seperti apa yang di katakan oleh senior" gumam Lin Yue melihat ular itu tidak terluka sedikitpun.
__ADS_1
"Sekali lagi,..bilah pedang angin" ucap Lin Yue, dia menyerang ular giok sutra sekali lagi mengunakan bilah pedang angin.
Kali ini dia hanya menyerang di bagian perut ular giok sutra, terus menerus.
"Sialan, kulitnya hanya tergores setelah tiga kali aku menyerang nya dia bagian yang sama" Lin Yue mengumpat dengan kesal.
"Sekali lagi"
"Lagi"
"Lagi"
Setelah beberapa jam menyerang ular giok sutra dengan bilah pedang angin di bagian yang sama, Lin Yue hampir kehabisan energi Qi.
Ular itu mendesis kesakitan dan mulai mengayunkan ekornya untuk menyerang ke segala arah.
kulit kulitnya juga mengeluarkan serbuk racun pelumpuh supaya musuhnya tidak mendekat.
Lin Yue segera mundur beberapa meter dari ular giok sutra yang mengeluarkan serbuk racun.
Tiba tiba suara Mao long terdengar di dalam benak Lin Yue.
"Tenang dan atur nafas mu, seorang kultivator pedang harus memiliki jiwa yang tenang dan menyatu dengan pendangnya, barulah bisa memahami jejak niat pedang"
__ADS_1
Ucap Mao long pada Lin Yue, dia menyuruh Lin Yue untuk berkonsentrasi.
Mendengar ucapan mao long di dalam benaknya, Lin Yue pun memejamkan matanya.
Nafasnya menjadi stabil, dan dia seolah olah menyatu dengan pendangnya.
Saat membuka matanya energi Qi nya melonjak dari tubuhnya dan di salurkan ke pedang naga nya.
"Teknik pedang angin tingkat dua,.. tebasan angin puyuh"
Teriak Lin Yue, energi Qi menjadi bilah pedang angin yang tak terhitung jumlahnya.
Lalu bilas pedang angin membentuk pusaran dari bilah pedang yang tak terhitung jumlahnya.
"Tebas" ucap Lin Yue lalu menebaskan pedangnya.
Bilah pedang yang tak terhitung jumlahnya berbentuk angin puyuh di tebaskan ke arah ular giok sutra.
Seketika setengah tubuh ular giok sutra hancur tercabik oleh bilah pedang angin yang tak terhitung.
Lin Yue juga kehabisan energi Qi setelah mengeluarkan teknik pedang angin tingkat dua untuk pertama kalinya.
wajahnya berkeringat dan kemerahan, dia terduduk sambil terengah engah setelah mengalah kan ular giok sutra.
__ADS_1