Pengantin Pengganti Tuan Lumpuh

Pengantin Pengganti Tuan Lumpuh
Bab Dua Puluh Tujuh


__ADS_3

Happy Reading.


Hanum masuk ke dalam rumah dengan perasaan campur aduk, dia harus mempersiapkan dirinya dan hatinya yang harus pergi merelakan suaminya bersama dengan Katrine, wanita yang seharusnya menjadi istri dari suamiku.


Hanum tidak pernah menyangka jika saat ini akan terjadi, kenapa dia tetap menjadi Hanum yang tahu diri saja seperti dulu, saat dia tidak pernah mengharapkan perasaan apapun dari suaminya.


Kalau seperti ini kan jatuhnya dia yang akan sakit sendiri sedangkan William pasti bahagia karena Katrine kembali. Seperti tadi mereka berpelukan erat sekali, sungguh benar-benar pasangan romansa.


Dada Hanum terasa sesak, air matanya meluncur lagi tapi langsung dia hapus, Hanum siap dengan apa yang akan terjadi dengan rumah tangganya setelah ini.


William mengikuti sang istri yang berjalan begitu cepat itu, dia ingin menahan Hanum tapi tidak berani melihat kemarahan istrinya yang terlihat jelas dimatanya.


Hanum langsung berjalan ke arah tangga dan naik ke lantai atas dengan sedikit berlari. Dia tidak akan membiarkan orang lain tahu kemarahannya dan juga menjaga privasi masalah pernikahannya bersama William.


Hanum baru berusia 21 tahun, tapi sifat dia sungguh sangat dewasa dalam menyikapi banyak hal terutama masalah yang akhir-akhir ini membelenggunya.


Bik Sum yang melihat dua majikannya itu hanya bisa berdoa semoga mereka baik-baik saja, dalam artian hubungan mereka. Melihat wajah keruh Hanum dan William jelas ada sesuatu yang terjadi diantara mereka.


'Semoga kalian tetap bersama, Allah tidak tidur dan tahu mana yang akan terbaik untuk mereka, jangan buat mereka berpisah Ya Allah!' doa Bik Sum dalam hati.


Rion ikut masuk ke dalam dan menghampiri Bik Sum. Pria muda itu merasa khawatir akan terjadi badai hebat antara pasangan istri tersebut. "Bik, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa, soalnya tadi sempat ada masalah besar, Non Hanum melihat Tuan William di peluk sama Non Katrine, tapi Non Hanum hanya salah paham karena saat Tuan belum sempat melepaskan pelukan Non Katrine, saat itu juga Non Hanum melihatnya," jelas Rion.

__ADS_1


"Astaghfirullah!" Seru Bik Sum menutup mulutnya tidak percaya mendengar cerita Rion. "Ini masalah besar!! Huh, Bibik gedek banget sama Non Katrine ini, wanita itu benar-benar tidak tahu malu, seharusnya dia tuh nyadar diri kalau dulu sudah mencampakkan tuan willy, dan Non Hanum yang bisa menyembuhkan Tuan. Eh setelah tahu Tuan sembuh dengan tidak tahu malunya dia malah pengen kembali sama Tuan? Ck, wanita ular berbisa seperti Non Katrine ini berbahaya, Bibik mau cerita sama Tuan besar aja," ujar Bik Sum berapi-api.


Wanita paruh baya itu segera mengambil ponselnya yang ditaruh disaku, biar tidak kelupaan dan juga yang pasti sudah diisi kuota agar kalau dalam keadaan darurat dia bisa meminta pertolongan.


Saat Bik Sum sudah akan menelpon majikannya yang tidak lain adalah Valeria, tiba-tiba Rion menahan. "Jangan Bik, Tuan Willy tidak ingin Tuan besar tahu masalah ini, Tuan juga sudah bergerak cepat dengan menyuruh Ari untuk membereskan Katrine, wanita itu ternyata sangat berbahaya," ujar Dion.


Bik Sum menghela nafas, dia tidak jadi menghubungi majikan besarnya. Padahal perasaannya sejak tadi gelisah gundah gulana. Bik Sum takut akan terjadi apa-apa dengan hubungan Hanum dan William.


"Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa dengan hubungan mereka, Bibik tidak akan memaafkan Katrine kalau sampai terjadi apa-apa dengan hubungan Non Hanum dan Den Willy!"


Sementara di lantai atas, tepatnya dikamar William dan Hanum. Kedua orang itu masih berdiri dengan keadaan yang sangat tegang. Hanum berjalan ke arah balkon mencari udara segar hanya untuk bisa meredam emosi yang bercokol dihatinya. Menghirup udara sore yang saat itu sedikit dingin dengan angin sepoi-sepoi yang mengibarkan jilbab Hanum.


'Ya Allah, ya Allah, aku harus bisa, aku harus siap, aku akan sabar,' batin Hanum untuk menguatkan hatinya.


Apakah itu artinya tadi Hanum juga bertemu dengan Katrine?


Tidak, semua ini tidak bisa dibiarkan jika Katrine benar-benar mengusik Hanum. William berjalan mendekati isterinya, dia tidak suka melihat kemarahan Hanum.


GREP!


Hanum tersentak ketika mendapatkan pelukan dadakan dari arah belakang. William meletakkan hidungnya di telinga sang istri dan membisikkan kata-kata yang sejak dulu ingin dia katakan.

__ADS_1


Kata-kata yang belum sempat keluar dari mulutnya semenjak menikah beberapa bulan yang lalu. Meskipun perasaan itu hadir dengan berjalan seiringnya waktu, tapi semua itu tidak sulit, karena bagi William mencintai Hanum begitu mudah, gadis itu benar-benar mudah untuk dicintai karena ketulusan hatinya.


"Aku mencintaimu Hanum, aku sangat mencintaimu," tubuh Hanum sempat menegang ketika mendengarnya ucapan yang sejak dulu dia tunggu-tunggu meluncur dari bibir suaminya itu.


Meskipun hubungan mereka selama ini membaik, bahkan mereka sudah saling mesra-mesranya tapi William memang belum pernah mengutarakan isi hatinya yang sebenarnya kepada istrinya itu.


Jantung William berdebar kencang, bahkan Hanum bisa merasakannya, begitu juga dengan Hanum yang jantung nya memompa dua kali lipat lebih cepat hanya karena bisikan kata cinta suaminya itu.


"Tolong jangan salah paham, kamu harus mendengarkan penjelasan Mas, Hanum." William masih betah memeluk istrinya dari belakang dan semakin mengeratkan pelukannya.


Mata Hanum berkaca-kaca, ada rasa sedih dan bahagia secara bersamaan. Hatinya membuncah seperti ledakan kembang api yang indah, namun Hanum takut jika keindahan itu tidak akan bertahan lama seperti layaknya kembang api itu sendiri yang akan hilang setelah sinarnya meredup.


"Mas salah karena tidak memberitahukan padamu jika Katrine telah kembali, dia bahkan sempat ke kantor untuk menemui mas, hanya sekali itu tapi mas tolak dia dan mas tidak pernah mau menemui dia lagi, kalau kamu tidak percaya bisa hanya pada Rion, Umar atau satpam yang ada dikantor karena mereka mas tugaskan untuk mengusir Katrine," William menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan perlahan. "Mas juga beberapa kali dihubungi oleh dia tapi tidak pernah mas angkat sama sekali, kamu boleh cek ponsel mas karena memang pesannya tidak pernah mas buka, ada riwayat panggilan tak terjawab banyak sekali," William menyerahkan ponselnya pada Hanum, tapi istrinya itu tetap bergeming.


William membalikkan tubuh istrinya, dia bisa melihat Hanum yang sudah berlinang air mata. Hanum menunduk menyembunyikan wajahnya. Tangan William terangkat memegang dagu sang istri dan mengarahkan wajahnya ke atas agar mereka bisa saling menatap. "Maafkan mas yang tidak pernah cerita apapun padamu tentang Katrine, tapi ternyata wanita itu benar-benar sudah jauh melangkah, dia malah mendatangi mu dan mengusik mu, sungguh Hanum aku tidak lagi memperdulikannya, karena aku sekarang adalah suamimu dan hanya kamu istriku yang ku pedulikan," jelas William panjang lebar.


"Tapi katanya mas mau kembali sama dia, mas masih mencintainya dan ingin kembali sama dia!"


"Omong kosong, apa aku sebodoh itu mau kembali dengan wanita yang pernah mencampakkan ku? Sayang, jangan pernah percaya omongan dia karena semua itu tidak benar, dia hanya ingin membuat mu goyah dan membenciku, karena aku tahu sifatnya yang tidak suka orang lain yang dibencinya lebih bahagia daripada dia."


Bersambung.

__ADS_1


Tag, kalau ada typo ya 🙏🙏🙏


__ADS_2