
Happy Reading.
William langsung segera memesan tiket pesawat saat itu juga ketika mendapatkan berita tentang kehamilan sang istri. Pria itu bersyukur berkali-kali karena telah diberikan anugerah yang luar biasa yaitu kehadiran 2 calon bayi kembarnya.
"Maaf Tuan, apakah kita akan membatalkan kunjungan ke gudang?"
"Rion, aku percayakan semuanya kepadamu, saat ini aku harus kembali ke Jakarta dan kamu urus semua masalah yang ada di sini," ujar William saat akan memulai masuk ke dalam pesawat.
Rion hanya bisa patuh terhadap tuannya itu, dia juga merasa senang dengan kabar bahagia yang dibawa oleh Hanum, Rion tahu jika keluarga besar Atmaja sudah sangat menginginkan seorang cucu.
"Baik Tuan," ujar Rion.
Dan akhirnya sore itu juga William berangkat ke Jakarta menggunakan pesawat komersial, dia akan mengumumkan kehamilan istrinya ke publik sekalian syukuran atas kehamilan sang istri.
Sementara di sisi lain.
Katrine terlihat mengepalkan kedua tangannya ketika mendengar berita tentang kehamilan Hanum, meskipun seluruh akses untuk mencari berita tentang keberadaan Hanum dan juga William sudah ditutup oleh keluarga Atmaja tetapi Katrine masih belum menyerah juga. Dia tahu kalau keluarga Atmaja sangat menginginkan cucu sebagai penerus keluarga mereka.
"Aku tidak akan membiarkan kamu bahagia di atas penderitaanku, Hanum! Kamu tidak akan bisa menjadi wanita yang sempurna karena aku akan membuatmu menderita!"
Dari mana Katrine tahu kalau Hanum hamil? Tentu saja dia tahu karena wanita itu terus memantau perkembangan hubungan Hanum dan William.
Bahkan ketika Hanum pergi ke rumah sakit diantarkan oleh Ari, katrine tahu semuanya, Katrine telah membayar seseorang di antara para pelayan yang bekerja di rumah William yang sekarang untuk mencari tahu semua kegiatan itu.
__ADS_1
William mempekerjakan dua pelayan wanita dan dua tukang kebun, salah satu tukang kebun itulah orang bayaran Katrine dan tidak ada yang mengetahui karena memang sebenarnya yang membawa orang itu adalah orang dalam. Selama beberapa bulan ketika mereka menjalani program kehamilan ini, Hanum benar-benar tidak boleh mempekerjakan satu pekerjaan pun di rumah.
Bahkan untuk urusan memasak yang dulu biasanya Hanum selalu lakukan tidak diperbolehkan oleh William. Pria itu lebih senang jika Hanum memanjakan diri di rumah ataupun mengurus dirinya.
Saat ini Katrine berada di dalam mobilnya yang berada di pelataran rumah sakit, dia akan membuat perhitungan kepada Hanum dengan cara yang mungkin sangat tidak masuk di akal.
Demi agar Hanum tidak bisa bahagia bersama William, maka dari itu Katrine akan melenyapkan nyawanya saja. Begitu kejam bukan? Tetapi Katrine tidak bisa hidup tenang jika melihat kedua pasangan itu bahagia.
Hanum duduk di kursi roda dan didorong oleh Bik Sum, mereka memutuskan kembali ke rumah setelah kondisi Hanum sedikit membaik dan sudah diperbolehkan pulang karena baru saja diberi vitamin.
"Sebentar ya Non, saya panggil Ari dulu," ujar Bik Sum meninggalkan Hanum sendiri untuk menelepon Ari.
Hanum hanya mengangguk lemah, dia menunggu Bik Sum yang sedang menghubungi Ari berada sedikit jauh darinya. Saat Hanum lengah, tiba-tiba ada sebuah mobil dari arah samping melaju cukup kencang. Hanum sama sekali tidak menyadari jika ada seseorang yang mengincar nyawanya dengan cara menabrakkan mobil itu.
"NON HANUM!"
Brukk!!
Terdengar suara benturan keras yang membuat beberapa orang yang berada di depan rumah sakit terkejut.
"Ya Allah, Non!!" Bik Sum langsung berlari ke arah Hanum yang terjatuh dari kursi rodanya.
Beberapa orang langsung berdatangan untuk melihat apa yang terjadi. Sebuah sedan berwarna hitam memacu cepat dan akan menabrak seorang wanita yang berada di kursi roda. Tetapi seorang satpam yang berdiri tidak jauh dari Hanum melihat semuanya dan langsung mendorong kursi roda Hanum hingga membuat wanita itu tersungkur jatuh.
__ADS_1
Mobil itu pun akhirnya menabrak sang Satpam yang terpental beberapa meter di depannya.
Katrina tentu saja terkejut saat melihat jika orang yang ditabraknya bukanlah Hanum. Wanita tersebut langsung memundurkan mobilnya dan akan melarikan diri, tetapi saat itu masa sudah berdatangan dan menghentikan mobil itu, sehingga Katrine tidak bisa kemana-mana.
"Ya Allah Non, syukurlah Anda tidak apa-apa," ujar Bik Sum cemas. Sementara Ari berhasilnya menarik Katrine dari dalam mobil dan akan menyerahkannya pada polisi.
"Bik, Bapak satpam tadi bagaimana?"
"Non tidak perlu memikirkannya, dia sudah dibawa langsung ke ruang UGD, pasti sekarang sedang ditangani, yang penting Non Hanum selamat, Bibik benar-benar khawatir, hiks!"
"Huu, dasar wanita jahat!"
"Kita hajar bareng-bareng!"
"Ya betul, kita bikin babak belur dia karena sudah mencelakai seseorang!"
Masa sepertinya geram dengan tindakan Katrine.
Katrine yang sudah berada di tangan Ari pun menjadi sasaran amuk para warga, bahkan Ari sampai kewalahan menghadapi warga yang menjambak ataupun memukul tubuh Katrine.
"Tenang tenang, sebaiknya kita bawa tersangka ini ke kantor polisi agar diadili oleh pihak yang berwajib!" Seru Ari.
Akhirnya datanglah sebuah mobil polisi dan langsung membawa Katrine ke kantor.
__ADS_1
Bersambung.