Pengantin Pengganti Tuan Lumpuh

Pengantin Pengganti Tuan Lumpuh
Bab Tiga Puluh


__ADS_3

Happy Reading.


Pagi itu William terbangun lebih dulu, saat ini di depannya telah tidur wanita cantik yang telah dia ambil kesuciannya semak. Wanita yang begitu sabar dan telaten merawatnya. Hanum, wanita yang saat ini telah menjadi istrinya selama 7 bulan itu.


"Kalau kamu tidur seperti ini, kamu sangat cantik sayang, parasmu benar-benar menyejukkan pandangan," gumam William mengelus pipi Hanum.


Hanum merasa terganggu dengan ulah William, akhirnya dia pun membuka matanya.


"Pagi sayang," sapa William.


"Pagi juga Mas," Hanum tersenyum saat melihat wajah tampan suaminya itu. Dia tidak menyangka bahwa telah memberikan semua yang dia miliki kepada orang yang tepat berada di hadapannya saat ini, yaitu suaminya sendiri.


"Sayang, terima kasih ya?" ucap William masih mengelus pipi sang istri.


"Terima kasih untuk apa, Mas?" tanya Hanum


"Terima kasih telah memberikan sebuah kenikmatan yang belum pernah aku rasakan, terima kasih karena telah menjaga kesucianmu ini hanya untukku" jawab William.


Dia memajukan wajahnya dan menyatukan keningnya pada kening sang istri, tidak lupa William mencuri ciuman di bibir Hanum.


Hanum merasa sangat malu dan wajahnya pun langsung memerah. Dia teringat malam tadi bagaimana dia selalu memanggil nama William sepanjang malam.


"Wajahmu sangat cantik kalau memerah seperti ini, sayang," ucap William yang kemudian mencium bibir istrinya itu kembali.


Kenapa sekarang dia suka gombal ya? Tetapi memang seperti itulah yang dirasakan oleh William. Hanum terlihat cantik berkali-kali lipat pagi ini


"Sepertinya pagi ini dingin banget, kita harus olah raga biar berkeringat dan hangat sayang?" ucap William setelah melepas ciuman mereka.

__ADS_1


"Kamu mau joging, Mas?" tanya Hanum polos.


William benar-benar gemas dengan kepolosan sang istri.


"Iya, tapi jogingnya di ranjang," jawab William mengerjai Hanum


"Aaaa ... Mas I'am, jangan! masih sakit!" seru Hanum menutup matanya dengan tangannya. Bahkan dia sudah membalikkan badan karena tidak mau William menggodanya lagi.


"Nggak kok, lagian nanti Mas kesiangan," bisik William terkekeh.


"Mas?"


"Apa sayang?" William memeluk tubuh Hanum erat, mencium punggung telan-jang sang istri beberapa kali sebelum dia membenamkan wajahnya di ceruk leher Hanum.


"Mas, geli ah!" Hanum sedikit menggeliat dengan perlakuan William.


"Apa? kamu mau lagi? nanti malam ya, karena sekarang Mas harus bersiap-siap untuk bekerja," Hanum langsung mencubit lengan William.


'Ternyata benar, kehilangan keperawanan itu memang sakit!' jerit Hanum dalam hati.


"Nah itu maksudku Mas, bukan kah Mas I'am harus bekerja, seharusnya cepat bangun dong, ini udah jam 6 loh Mas, nanti terlambat ke kantor," ucap Hanum yang merasa William tidak mau beranjak dari tempat tidur tetapi malah menggodanya.


William membalikkan tubuh sang istri menjadi terlentang, kemudian dia langsung mengukungnya, sungguh tidak pernah dia bayangkan jika dia bisa mendengarkan suara teriakan dari Hanum yang meneriakkan namanya saat mereka bercinta tadi.


"Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu," William mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Hanum kembali.


"Aku juga sangat mencintai mu, Mas!" ungkapan kata yang entah ke berapa kalinya mereka ucapkan semalam.

__ADS_1


Namun William tidak akan pernah berhenti mengungkapkan perasaannya pada sang istri, kebahagiaan adalah melihat istrinya bahagia.


Mudah-mudahan ini akan menjadikan kisah awal mereka dalam menghadapi kehidupan rumah tangga yang sebenarnya.


Hanum berjalan sedikit cepat untuk masuk ke dalam kamar mandi, dia harus segera membersihkan diri karena waktu sudah hampir menunjukkan pukul setengah tujuh.


Sedangkan William tersenyum melihat tingkah laku istrinya yang begitu menggemaskan, dia akan menunggu Hanum selesai mandi, baru nanti giliran dia membersihkan diri, karena William pasti tidak mau jika harus mandi di kamar mandi luar.


Hanum sendiri segera mengguyur tubuhnya dengan air hangat lewat shower, di kamar mandinya belum ada bathtub untuk berendam, maklum kamar mandinya juga masih baru.


Hanum keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya, sebenarnya dia merasa malu kalau sampai William melihat nya seperti ini, tetapi bukankah mereka sudah halal, dan juga semalam mereka sudah melihat satu sama lain.


Tuh, 'kan benar, William sudah menatapnya dengan tatapan lapar


"Sayang, jangan menggodaku," William berjalan mendekati Hanum. Mengelus rambutnya yang basah kemudian turun ke pipinya.


"Siapa yang menggoda Mas," jawab William malu-malu.


"Sial!" William mengumpat hanya karena rudalnya yang langsung bangun ketika melihat penampilan Hanum yang lebih menggai-rahkan dengan rambut basah dan hanya memakai handuk sebatas paha.


Bahkan dadanya sedikit menyembul karena tekanan handuk yang melilit tubuh wanita itu.


"Aku mandi dulu, sayang!" William langsung berlari ke kamar mandi, takut jika nanti dia tidak tahan menyerang istrinya kembali.


Karena itu juga pengalaman pertama William yang ternyata sangat candu untuknya. Selama bersama Katrine, gaya pacaran William memang sehat dan tidak pernah menjurus ke arah ranjang.


Sedangkan Hanum hanya melongo saja melihat suaminya yang lari terbirit masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Bersambung.



__ADS_2