Pengantin Pengganti Tuan Lumpuh

Pengantin Pengganti Tuan Lumpuh
Bab Tiga Puluh Dua


__ADS_3

Happy Reading.


William dan Hanum baru saja selesai melakukan hubungan suami istri, Hanum sudah merasa lelah meladeni tenaga suaminya itu. Sedangkan William tidak akan pernah merasa puas dan ingin lagi dan lagi dengan tubuh indah istrinya. Rasa nikmat tubuh Hanum bagaikan sabu yang membuatnya selalu kencanduan, William benar-benar bisa gila dan sakit kepala kalau sehari saja tidak menyentuh istrinya.


Malam itu Hanum langsung terlelap setelah menghadapi gempuran sang suami, William mengecup kening Hanum lama. Kemudian Pria itu bangkit dari ranjang dan berjalan memunguti pakaiannya dan pakaian Hanum di lantai dan menaruhnya di keranjang khusus baju kotor. Kemudian William membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah beberapa menit pria itu keluar dan langsung mengambil pakaian di dalam lemari.


William mengambil piyama tidurnya, kemudian memakainya. Kemudian Pria itu berjalan ke arah nakas dan mengambil ponselnya. William menghubungi Umar.


"Halo Umar,, siapkan dua tiket pesawat ke Maldives minggu ini, aku akan mengambil libur selama seminggu untuk bulan madu, jadi nanti kamu handle perusahaan dan jangan lupa untuk menghadiri rapat penting di perusahaan Aditama."


"Baik tuan."


Setelah itu Wiliam mematikan panggilannya, pria itu menaruh ponselnya di nakas, kemudian berbaring di sisi Hanum yang sudah terbang ke alam mimpi sejak tadi.


Pria itu menatap wajah cantik alami istrinya itu, tangannya terulur menyentuh pipi mulus Hanum dan kemudian mencium keningnya.


"Sayang, kamu adalah anugrah terindah dalam hidupku, aku sangat bersyukur bisa dipertemukan olehmu, kamulah takdir ku, aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia selamanya," ucap William memandang istrinya

__ADS_1


Kemudian dia menarik Hanum ke dalam pelukannya dan menaikan selimutnya sampai menutupi seluruh tubuh sang istri.


Keesokan harinya.


William sudah bersiap untuk pergi ke kantor, dia menatap sang isteri yang juga tengah menatapnya.


"Sayang, bagaimana kalau besok kita pergi bulan madu, aku sudah menyiapkan tiket pesawat untuk perjalanan ke Maldives, selama kita menikah hampir setahun ini, belum pernah aku mengajak mu bulan madu, maaf ya, sekarang aku akan menebusnya," ucap William.


Dia memang menyesal dulu pernah menyia-nyiakan Hanum dan menyakitinya, seharusnya dia bisa menjadi suami yang baik dan tidak mementingkan egonya hanya karena sakit hati ditinggalkan oleh calon isterinya dulu.


"Aku paham kenapa dulu kamu melakukan hal itu Mas, tapi sekarang kita tidak perlu mengenang masa lalu, sekarang kita harus menata masa depan, kalau memang Mas I'am nggak sibuk, aku sih mau-mau aja kalau di ajak liburan," jawab Hanum terkikik.


William mencium pucuk kepala Hanum berkali-kali, dia begitu bersyukur bisa memiliki seorang istri yang sangat pengertian dan baik hati seperti Hanum, wanita itu benar-benar tulus mencintainya.


***


Hari ini William menepati janjinya untuk mengajak Hanum pergi ke Maldives. Negara yang terletak di bagian samudera Hindia itu. Keduanya juga sudah berpamitan kepada Papa Sofyan dan Mama Valeria. Hanum sejak tadi tidak berhenti tersenyum, dia sungguh merasa begitu bahagia bisa jalan-jalan ke luar negeri bersama suaminya.

__ADS_1


Saat ini mereka sudah berada di dalam pesawat pribadi milik keluarga Atmaja.


"Kamu tidur aja, kita akan menempuh perjalanan udara selama 8 jam, jadi lebih baik istirahat di pesawat, karena kalau sudah sampai sana kamu tidak akan bisa beristirahat, sayang," ujar William.


Hanum mencubit lengan sang suami, entah kenapa sekarang William menjadi semakin mes*m saja.


"Aww, kok dicubit, sayang!"


"Ya harus itu, sekarang Mas pikirannya selalu ke sana ya? Itu-itu mulu yang dipikirkan," sungut Hanum. William mencubit pipi chubby Hanum gemas.


"Ya nggak apa-apa donk, lagian ini yang digoda juga istri sendiri," William tidak mau kalah.


Akhirnya mereka sedikit berdebat dan berakhir Hanum tertidur di pangkuan William.


Bersambung.


__ADS_1


__ADS_2