
semua orang yg berada di ruangan itu hanya mampu terdiam, mendengar pernyataan dokter tersebut.
lalu lantis berbicara kepada gadis yg terlihat begitu terpukul itu
" lalu bagaimana rencana mu sekarang ,?."
dan tengah terisak Isak gadis menjawab,
' ijin aku untuk bisa merawat Ichigo,aku akan menjaganya dengan sebaik-baiknya '
karena tidak ada yg bisa lagi, selalu menunggu, lantis hanya dapat berkata.
" baiklah ,kalau ada apa apa tolong secepatnya kau kabari aku
, dan juga kuatkan lah diri mu
karena saat ini , Ichigo benar benar membutuhkan mu"
gadis itu pun hanya mampu menunduk
" kalau begitu aku pulang,apa kau butuh sesuatu aku akan membelikan nya, untuk mu"
tanyanya sebelum pria itu melangkah pergi
' tidak,'
jawab gadis itu dengan singkat
" baiklah,makima "
gadis yg sejak tadi berdiri dibelakang pria itu
berjalan mendekati gadis yg terlihat masih sedih itu lalu menyerahkan beberapa barang
"terima lah ,kalau kurang kau bisa memberitahu ku "
kata lantis
" maaf tapi aku harus pergi,aku percaya kan Ichigo kepada mu,ayo makima"
gadis itu pun mengikuti langkah kaki lantis, tanpa berani untuk berucap sepatah katapun walau sejujurnya berada di dekat pria itu, membuat makima seakan tidak bisa menunjukkan jati dirinya
__ADS_1
dia hanya bisa berada di balik punggung pria itu.
tanpa bisa berbuat apa apa atau pun protes sekali pun
dan meskipun menyebalkan tapi itulah yg terjadi pada hubungan dia dan lantis
karena itulah mungkin yg membuat denki membenci dirinya
lalu karena pria itu tidak juga berkata apa apa sepanjang perjalanan pulang
maka dia pun mencoba untuk memulai suatu pembicaraan,
" lantis ,aku"
tapi seperti biasanya, pria itu segera menampiknya Dengan berkata
' maaf, tapi bisakah aku meminta bantuan mu?.'
"apa"
ucap makima , seraya Mencoba untuk menahan sesak di dada nya
perlakuan pria yg selalu menganggap enteng perasaan nya
kemudian lantis pun berkata, seakan tidak mau memperdulikan apa yang sedang di rasakan oleh gadis yg merupakan sepupunya dari pihak ayah mereka
' tolong lah kau sering sering menengok keadaan mereka di rumah sakit, karena mungkin aku tidak akan punya banyak waktu luang '
lalu makima menjawab dengan rasa penasaran
"apa ini ada hubungannya dengan ayah mu,
nampak sekali kalau ini ada sesuatu yang ganjal
karena biasanya paman itu"
tapi lagi lagi
' makima,tak bisa kah aku meminta sedikit pengertian dari mu'
dengan nada sedikit keras pria itu berkata
__ADS_1
hingga membuat gadis tersebut merasa
sakit hati
namun
"baiklah"
entah apa yang dirasakan oleh makima , tapi dia benar benar tidak bisa berpaling dari pria yg sedang kini mengantar kan nya pulang
'baiklah, selamat malam'
ucap pria itu seraya langsung melangkah pergi
begitu mereka telah sampai di gerbang pintu rumah
sementara makima hanya bisa terdiam sendiri sembari mengeluh
" aku merindukan mu denki, kau pasti menertawakan dan menyalahkan ku
atas nasib yg sedang ku jalani ini"
sementara itu hatchi
' makima, '
pemuda yg sedang meringkuk di atas tempat tidurnya itu mencoba untuk menyelimuti badannya
yg mulai terasa kedinginan
seraya mulai bergumam
dia pun mencoba untuk memejamkan matanya
' aku ingin sekali bertemu dengan mu, pasti akan terasa begitu nyaman
pada saat seperti ini,aku bisa memeluk tubuh mu dengan sangat erat.
tapi kenapa kau begitu bodoh,
sampai kau tidak bisa melihat bagaimana cinta yang ku punya untuk mu
__ADS_1