
lalu tiba di depan rumah sakit,sang kakak pun mengalihkan pandangan nya, seraya menggerutu dalam hati
" ada apa dengan shin, kenapa hari ini dia bersikap sungguh aneh sekali"
'ayo kak, cepat lah,,,, '
ajakan adiknya itu, entah kenapa sempat kakaknya terpaku karena merasa seperti kembali ke masa di mana adik satu satunya itu seolah menjadi anak kecil lagi
dan istri nya yg menyadari hal tersebut
segera menegurnya
' ada apa?. '
lalu pria paruh baya itu menjawabnya dengan menggeleng kan kepala nya
" h, tidak ayo kita segera masuk "
ada perasaan canggung ketika mereka harus berhadapan dengan perempuan yg telah membuat ichigo terpisah dari kedua orang tua nya itu
tapi beruntung nya sang ibu mulai bisa membuka hati nya untuk hubungan putra bungsunya dengan gadis pilihannya tersebut
sementara sang ayah masih bersikap acuh tak acuh
melihat hal tersebut adiknya itu mencoba
untuk mencairkan suasana kekakuan diantara mereka dengan bertanya
' bagaimana, keadaan Ichigo '
"dokter mengatakan kondisinya mulai stabil secara perlahan"
gadis itu dengan spontan menjawab
' syukur lah, kalau kau butuh apa apa
jangan lupa hubungi kami
benarkan kak? '
ucap adiknya seraya tersenyum , ketika menatap ke arah kakaknya yg nampak sekali seperti terlihat sedang cemas
dia pun berkata, sambil menepuk pundak kakak nya itu
' jangan khawatir, ichigo itu pemuda yg sangat kuat
dia pasti akan bisa melewati cobaan ini
kau harus percaya kepada anak mu, ini'
dan sang kakak hanya dapat mengangguk kepala serta mengiyakan nya
__ADS_1
' tapi aku, belum melihat Lantis
apakah dia tidak datang?.
pria itu bicara sambil menengok kiri dan ke kanan
dan di jawab oleh gadis itu
" dia tadi pagi sempat menjenguk ichigo
tapi tidak lama kemudian, dia pergi lagi
katanya ada suatu pekerjaan yang harus di kerjakan "
'm, begitu yah'
adik itu menghela nafasnya lalu berbisik pada diri sendiri
' sayang sekali, '
sang kakak yg melihat raut wajah sang adik lalu bertanya dengan penasaran
"ada apa? "
'h, tidak'
jawab adik itu sambil memalingkan wajahnya
' sepertinya, aku sudah terlambat untuk menemui denki, aku berjanji akan berkunjung ke apartemen nya
jadi lebih baik, aku segera pergi sekarang'
kemudian dengan cepat kakaknya itu berkata
" kalau begitu, aku akan mengantarkan mu"
' tapi, kak'
adiknya itu spontan mencoba untuk menolak
" tidak ada alasan, lagi pula ini sudah malam
ayo, entah kenapa aku merasa bahwa saat ini kau itu rewel sekali
jadi sebagai seorang kakak aku,
harus berbuat baik kepada adik ku ini"
karena tahu bagaimana sikap kakaknya itu
maka mau tidak mau
__ADS_1
adiknya itu menurut saja
' baiklah, kalau begitu kakak ipar
aku pamit yah, jaga diri mu
dan tolong lebih memperhatikan keadaan kedua putra mu, itu
karena seperti yg kakak ku bilang
seorang anak tidak akan pernah jadi dewasa
bagi orang tua mereka
mereka itu masih banyak butuh kasih sayang dan juga perhatian dari kedua orang tua nya
oh iya kakak ipar, boleh aku meminta tolong kepada mu
"h"
wanita itu, tersentak karena baru pertama kali inilah adik iparnya itu
meminta sesuatu kepada nya
hingga dia pun berkata dengan perasaan heran
"iya, kenapa"
lalu dengan tersenyum pria itu berkata
tolong sering sering lah menengok keluarga ku, aku merasa kadang kadang istri ku itu memerlukan seseorang yg bisa di ajak bicara
tapi, kakak ipar tahu sendiri kan bagaimana sifat dia
dia itu sangat pemalu dan tidak bisa mengungkapkan isi hatinya dengan baik'
lalu kakak ipar nya itu membalas ucapan pria itu dengan senyuman
" iya, aku tahu itu baiklah kapan kapan aku akan datang berkunjung "
'Terima kasih aku sangat menantikan hal itu'
" m, iya"
timpal kakak iparnya itu
' kalau begitu aku, pamit dan kau siapa nama mu nona'
" rukia, "
jawab gadis itu dengan terbata-bata
__ADS_1