Pengganti Calon Suami Ku

Pengganti Calon Suami Ku
hari dimana kami bersama


__ADS_3

lalu tiba di depan rumah sakit,sang kakak pun mengalihkan pandangan nya, seraya menggerutu dalam hati


" ada apa dengan shin, kenapa hari ini dia bersikap sungguh aneh sekali"


'ayo kak, cepat lah,,,, '


ajakan adiknya itu, entah kenapa sempat kakaknya terpaku karena merasa seperti kembali ke masa di mana adik satu satunya itu seolah menjadi anak kecil lagi


dan istri nya yg menyadari hal tersebut


segera menegurnya


' ada apa?. '


lalu pria paruh baya itu menjawabnya dengan menggeleng kan kepala nya


" h, tidak ayo kita segera masuk "


ada perasaan canggung ketika mereka harus berhadapan dengan perempuan yg telah membuat ichigo terpisah dari kedua orang tua nya itu


tapi beruntung nya sang ibu mulai bisa membuka hati nya untuk hubungan putra bungsunya dengan gadis pilihannya tersebut


sementara sang ayah masih bersikap acuh tak acuh


melihat hal tersebut adiknya itu mencoba


untuk mencairkan suasana kekakuan diantara mereka dengan bertanya


' bagaimana, keadaan Ichigo '


"dokter mengatakan kondisinya mulai stabil secara perlahan"


gadis itu dengan spontan menjawab


' syukur lah, kalau kau butuh apa apa


jangan lupa hubungi kami


benarkan kak? '


ucap adiknya seraya tersenyum , ketika menatap ke arah kakaknya yg nampak sekali seperti terlihat sedang cemas


dia pun berkata, sambil menepuk pundak kakak nya itu


' jangan khawatir, ichigo itu pemuda yg sangat kuat


dia pasti akan bisa melewati cobaan ini


kau harus percaya kepada anak mu, ini'


dan sang kakak hanya dapat mengangguk kepala serta mengiyakan nya

__ADS_1


' tapi aku, belum melihat Lantis


apakah dia tidak datang?.


pria itu bicara sambil menengok kiri dan ke kanan


dan di jawab oleh gadis itu


" dia tadi pagi sempat menjenguk ichigo


tapi tidak lama kemudian, dia pergi lagi


katanya ada suatu pekerjaan yang harus di kerjakan "


'm, begitu yah'


adik itu menghela nafasnya lalu berbisik pada diri sendiri


' sayang sekali, '


sang kakak yg melihat raut wajah sang adik lalu bertanya dengan penasaran


"ada apa? "


'h, tidak'


jawab adik itu sambil memalingkan wajahnya


' sepertinya, aku sudah terlambat untuk menemui denki, aku berjanji akan berkunjung ke apartemen nya


jadi lebih baik, aku segera pergi sekarang'


kemudian dengan cepat kakaknya itu berkata


" kalau begitu, aku akan mengantarkan mu"


' tapi, kak'


adiknya itu spontan mencoba untuk menolak


" tidak ada alasan, lagi pula ini sudah malam


ayo, entah kenapa aku merasa bahwa saat ini kau itu rewel sekali


jadi sebagai seorang kakak aku,


harus berbuat baik kepada adik ku ini"


karena tahu bagaimana sikap kakaknya itu


maka mau tidak mau

__ADS_1


adiknya itu menurut saja


' baiklah, kalau begitu kakak ipar


aku pamit yah, jaga diri mu


dan tolong lebih memperhatikan keadaan kedua putra mu, itu


karena seperti yg kakak ku bilang


seorang anak tidak akan pernah jadi dewasa


bagi orang tua mereka


mereka itu masih banyak butuh kasih sayang dan juga perhatian dari kedua orang tua nya


oh iya kakak ipar, boleh aku meminta tolong kepada mu


"h"


wanita itu, tersentak karena baru pertama kali inilah adik iparnya itu


meminta sesuatu kepada nya


hingga dia pun berkata dengan perasaan heran


"iya, kenapa"


lalu dengan tersenyum pria itu berkata


tolong sering sering lah menengok keluarga ku, aku merasa kadang kadang istri ku itu memerlukan seseorang yg bisa di ajak bicara


tapi, kakak ipar tahu sendiri kan bagaimana sifat dia


dia itu sangat pemalu dan tidak bisa mengungkapkan isi hatinya dengan baik'


lalu kakak ipar nya itu membalas ucapan pria itu dengan senyuman


" iya, aku tahu itu baiklah kapan kapan aku akan datang berkunjung "


'Terima kasih aku sangat menantikan hal itu'


" m, iya"


timpal kakak iparnya itu


' kalau begitu aku, pamit dan kau siapa nama mu nona'


" rukia, "


jawab gadis itu dengan terbata-bata

__ADS_1


__ADS_2