
"tapi kak"
sang kakak terhenyak ketika melihat wajah sedih adiknya yg terasa berbeda .
terlebih lagi karena dari cara bicaranya yg secara tidak biasa,
hingga dia pun menyentuh sedikit kening Shin
" aku benar benar merindukan ibu, apa sebaiknya,aku pergi menemui nya"
kata adiknya itu, dengan wajah yang nampak muram
dan tentu saja mendengar hal tersebut, kakak nya itu langsung marah besar
hingga berucap
'shin, hentikan itu kau tahu bahwa aku tidak suka mendengar keluhan mu ,itu
apa selama ini aku, kurang baik untukmu
kita telah jalani hidup ini berdua
apa kah itu masih kurang cukup untuk aku bisa membahagiakan mu '
' h'
tapi kali ini wajah sang adik tertunduk dan dengan memelas dia berkata
" tapi terkadang aku ini hanya lah, seorang bocah dan rasanya sungguh menyakitkan saat tidak bisa bertemu
dengan orang yang benar benar kita rindukan
kak , mau kah kau berjanji satu hal pada ku"
' apa '
lalu sang adik pun menjawab
" seandainya kau rindu kepada ku, temui aku
kapan pun dan di mana pun juga
jangan biarkan sesuatu menghalangi niat mu itu,
karena aku ,tahu perasaan itu
dan rasanya benar-benar tidak nyaman
__ADS_1
sebelum kita dapat mewujudkan nya "
'shin'
pria itu lalu duduk dihadapan adik satu satunya itu dan memegang tangan dia mencoba untuk berbicara
' kau baik-baik saja kan, dari tadi sikap mu
nampak aneh '
tapi kecemasan kakak nya itu,dibalas dengan senyuman sambil berkata
" ayolah kak,tentu aku baik baik saja
apa yg harus kau khawatir kan
justru aku yg mencemaskan mu"
' apa:'
kata pria itu dengan memalingkan wajahnya
lalu adiknya itu kembali berucap
" ku mohon, jangan terlalu keras kepada kedua putra mu ,itu
jadi terkadang cara pandang tentang hidup pun kurang lebih tidak lah, sama
hanya yg perlu kita lakukan adalah
mengamati dan menasehati nya jika dia telah
melakukan kesalahan
tapi jangan terlalu mengekang jalan hidup nya '
dan kakak nya pun berkata dengan lemas
' apa kau merasa seperti itu, selama kita menjalani hidup bersama '
" ayolah kak,kau adalah hadiah terbaik yg tuhan telah berikan kepada ku
hanya saja mungkin, anak zaman sekarang menganggap bahwa perhatian mu ini terlalu
berlebihan "
lalu dengan tersenyum pria itu berucap
__ADS_1
' kau benar benar tahu , apa yang sedang ku alami,yah shin'
dan adiknya itu berkata dengan polos
" separuh nyawaku ini, adalah pemberian mu,kak
kau dengan tulus menggantikan posisi kedua orang tua kita
jadi mana mungkin aku tidak bisa memahami mu"
sementara sang kakak berucap seraya tersenyum
' jangan, berubah yah Shin setidaknya aku tahu
bahwa ada seseorang yang dapat aku andalkan '
" m,"
adiknya itu hanya menanggapi perkataan sang kakak dengan tersenyum
"h, lihat sudah jam berapa ini, kurasa aku sudah terlalu lama berada disini
sebaiknya aku harus segera pergi"
kata sang adik seraya membereskan barang barang bawaan nya
' kau tidak akan menginap disini,?.'
tanya sang kakak
" h, maaf kan aku kak
tapi aku merindukan denki , sejak dia pindah
dia tidak pernah menjenguk kami sekali pun
sampai ibunya jatuh sakit,, karena sering menanyakan kabar dia
dan hari ini ,aku akan meminta nya untuk bermalam di rumah dengan tanpa alasan apa pun, "
jawab Shin dengan penuh semangat
'begitu yah, kalau begitu aku akan mengantarkan mu sekalian aku menjenguk keadaan Ichigo bersama ibunya'
sambil berucap, kakaknya itu berjalan mengikuti langkah adiknya dari belakang
dan bilang kepada istri untuk segera pergi bersiap siap karena mereka akan segera berangkat menuju rumah sakit
__ADS_1