
di tengah keheningan malam, suara rintik rintik hujan, membuat tubuh menjadi sedikit kedinginan.
hingga tanpa sadar mereka berdua pun, saling mendekat dirinya satu sama lain....
dan secara perlahan,sayup sayup pejaman mata pria terbuka..
saat mendengar suara seseorang memanggil manggil nama mereka,..
' h,...'
lalu dengan perasaan pria terbangun dan dia sempat terkejut saat mengetahui diri Miu, berada dekat dengan wajah nya
' ( apa apaan dia ini, bagaimana mungkin posisi kami menjadi begitu sedekat ini,..)'
tapi
' apa kau berniat melakukan sesuatu pada ku, tadi malam, Miu '
meski awalnya sempat merasa ragu , pada akhirnya secara perlahan dia pun menyentuh pipi gadis yg masih nampak tertidur di sisi nya itu.
' (wah , sulit dipercaya bahwa kau bisa bertindak seagresif itu, mungkin sebaiknya aku lebih berhati hati pada waktu kita berduaan seperti ini, )'
lalu dengan tersenyum pria berbisik pada telinga gadis itu
' atau kalau tidak aku tidak akan pernah tau, kapan kau akan berbuat jahat kepada ku,..'
lama pria itu memandang wajah Miu sebelum akhirnya dia menyematkan sebuah kecupan pada kening, bibir dan sebuah tanda merah di pundak gadis itu
lalu keluar dengan membawa diri gadis itu di pangkuan nya,..
__ADS_1
' aku ..di sini '
saat mereka pada berlari menghampiri mereka,.
ada beberapa orang yang kaget melihat keadaan mereka, terlebih bagi makima yg berdiri agak jauh di belakang mereka, ketika ikut mencari pria itu
pada awalnya karena merasa sangat bahagia , dia ingin sekali langsung memeluk pria tersebut tapi
entah apa yang menghentikan langkahnya, saat dia secara tak sengaja melihat tatapan mata lantis kepada gadis yang sedang berada dalam pangkuannya itu..
'kenapa?,.'
tanya denki yg seperti tahu, apa yang sedang di pikirkan oleh gadis itu,..
lalu dari belakang dia memegangi pundak gadis itu dan berbisik kepada gadis yg nampak begitu kecewa ,
atas apa yang sedang di lihat nya , persis didepan matanya sendiri
tapi dengan menahan sesak di dadanya dia pun berkata,..
" diam lah denki, ku mohon"
dan pemuda itu pun mengejek dengan berkata
' oh, bukan kah dia gadis, yg selalu di perhatikan oleh nya itu , beruntung sekali yah
coba bayangkan, apa yg terjadi semalam saat mereka sedang berdua'
" h"
__ADS_1
makima terhenyak mendengar ucapan denki yg ternyata memang ada benarnya,
di tambah lagi, ketika memandang wajah pria yg ternyata sudah di cintai nya
semenjak mereka semua masih kecil,
' apa lagi, bersama dengan orang yg sangat dia cintai'
dan dia benar benar merasa marah kali ini hingga berteriak
" denki,"
tapi belum juga sedetik gadis itu membuka mulut nya,..
pemuda itu sudah terlanjur menutup mata dan juga bibir nya,
yg seketika itu langsung meluruh lantahkan seluruh perasaan berserta tubuh,
hingga diapun bersandar pada badan pemuda yg tengah memegangi nya
'diam lah, apa kau ingin dia tahu bagaimana perasaan mu sedang kacau balau ini,'
tapi tidak lama gadis itu mencoba berontak hingga membuat denki menjadi kesal dan berkata
' baik lah,aku akan melepas kan mu, tapi jangan salah kan Aku,jika hatimu akan merasa lebih sakit,
karena melihat sikap pria yg kau cintai itu,.'
lalu gadis itu pun berusaha melepaskan diri dari pegangan tangan pemuda yg masih saja terus berusaha menjahilinya itu,.
__ADS_1
' sebenarnya apa yang kau inginkan dari ku denki, kenapa kau terus saja berusaha untuk mengganggu ku,..'
tapi teriakan gadis itu hanya di tanggapi nya, dengan jawaban santai.