
' tanpa kau ketahui aku sering melihat mu menghitung uang yg kau sembunyikan di bawah tempat tidur mu'
kata adik nya itu, sambil tertawa terbahak bahak
lalu dengan raut wajah yang nampak begitu sedih kakak nya itu pun berucap
" iya kau membuat ku merindukan masa lalu yg kita lalui bersama ibu kita,
oh aku benar benar ingin bisa kembali ke
hari itu
dimana tidak ada beban yg harus ku pikul"
dan dengan hati hati adiknya itu berkata
' apa kau masih kesal dengan kejadian yg menimpa gadis itu'
yg di jawab dengan lesu oleh sang kakak
" kau tahu aku orang yg paling tidak bisa berhutang Budi ke pada seseorang
aku telah lama menanti hari itu, tapi Ichigo mengacaukan segalanya
dan kau tahu apa yang terjadi ,
sekarang anak itu sedang kritis di rumah sakit "
' apa ?.'
bentak adiknya karena merasa sangat kaget
lalu dia berkata sambil memegangi punggung
kakak nya itu
'bagaimana mungkin ini, bisa terjadi '
dan sang kakak menjawab dengan ekspresi suara yg memelas
" apa , makima tidak memberitahu mu
bahwa Ichigo mengalami musibah "
dan di tanggapi adiknya dengan singkat
'tidak , aku belum sempat melihat makima
dari kemarin, kak '
kakak nya itu lalu menghela nafas dan berucap
" padahal aku ingin sekali memarahi nya, tapi
rupanya tuhan telah terlebih dahulu menghukum nya
ternyata hutang Budi, memang tidak bisa
di remehkan begitu saja"
__ADS_1
'apa maksudmu mu kak?"
tanya sang adik dengan heran
lalu pria itu berkata seraya menutupi wajah dengan kedua tangannya
" aku telah meminta lantis,
untuk menikah dengan gadis itu "
karena merasa kaget, adiknya itu spontan berkata
' apa, apa makima mengetahui tentang hal ini '
" tidak, tapi apa hubungannya makima dengan
semua ini"
' h,'
"Shin"
dan adiknya pun hanya bisa, menelan ludah nya sendiri
jika mengingat bagaimana perasaan putri
saat mengetahui berita ini
lalu dengan suara pelan,Shin berucap
' tentu saja, tidak ada
dengan ragu ragu , pria yg bernama atran itu menjawab
" iya, hanya saja dia terlihat seperti terpaksa
tapi itu,bagi ku jauh lebih baik
jika di bandingkan aku harus menanggung beban ini seumur hidup ku"
lalu adiknya itu pun, hanya bisa tersenyum dengan pahit sambil berkata
' iya, kakak memang hebat
selalu mendapatkan apa yang di inginkan '
dan kakak nya itu berkata dengan memegangi tangan adiknya itu
tapi dia merasa begitu kaget ketika telapak tangan Shin terasa begitu dingin
" Shin,ada apa dengan diri mu
apa kau sedang merasa sakit,
kenapa tangan mu ini terasa begitu dingin?"
kemudian adiknya itu menjawab dengan santai
' ha ha ha,kak kau seperti tidak tahu aku saja
__ADS_1
kakak tahu kan kalau aku sama sekali tidak bersahabat dengan cuaca '
tapi seakan tidak percaya, pria itu mencoba membaca ekspresi wajah adiknya
namun sia sia , karena seperti biasa
Shin selalu saja bisa mengelak
dari segala kecurigaan yg kakaknya itu
tujukan kepada Shin
" benar kan,kau baik-baik saja
tidak sedang menyembunyikan sesuatu dari ku"
kata sang kakak dengan nada masih tidak percaya
tapi lagi lagi Shin mencoba mengelak dengan berkata
' iya,ayo kak kita cepat makan
aku tidak sempat sarapan, karena terburu-buru ingin segera bertemu dengan mu '
lalu dengan manja kakaknya itu berkata sambil mengelus rambut adik kesayangannya itu
" iya ,iya adik ku sayang, berhenti lah merengek seperti itu
nanti setelah selesai makan
kakak mu ini, berjanji akan memberikan mu
permen dan juga es krim"
'eh'
adik nya yg merasa terkejut itupun hanya bisa tersenyum menanggapi candaan kakak nya itu
' hentikan itu,kak aku ini sudah dewasa bukan bocah lagi yg masih membutuhkan permen atau es krim '
" yah, kau memang telah berubah menjadi orang dewasa yang menyebalkan Shin"
kata sang kakak dengan perasaan kecewa
melihat hal itu adiknya pun berkata sambil tertawa
' tapi yg aku mau ,kau mengambilkan aku buah mangga besar yg berada di atas pohon itu'
" ah, apa jangan itu, apa pun asal jangan sampai kau menyuruh ku untuk memanjat
nanti encok ku bisa kumat,
apa kau tidak merasa kasihan sama kakak ipar mu nanti "
' hah, tidak '
ha ha ha ha ha
mendengar candaan itu tadi kakak beradik itu hanya bisa tertawa terbahak-bahak,
__ADS_1
seolah berusaha melepaskan beban hidup dan mencoba menjadi anak anak kecil lagi yg bahagia